[img src="https://1.bp.blogspot.com/-y5vc1w5WmmI/Wvu0-zyCxSI/AAAAAAAAE1k/6-N0xM6XlYERbg8k5nHriuOLiwFrZiWpACLcBGAs/s1600/150%2Bx%2B450%2Bbanner.png"/]

Diduga Kontraktor Dan PPK Curi Merek


Jombang – suaraharianpagi.com
   Koordinator LSM Gadjah Mada, wilayah Kabupaten Jombang, Yanto, meminta aparat penegak hukum memeriksa pemenang lelang proyek pekerjaan saluran dan trotoar, milik Dinas Perumahan dan Pemukiman Kabupaten Jombang, yang dibiayai APBD tahun 2019. Karena diduga tidak transparan dan pekerjaanya tidak sesuai spesifikasi teknis.
   Bukan hanya itu saja, Yanto juga meminta kepada aparat penegak hukum, agar memeriksa Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas Perkim, Djoko Murcahyo, karena diduga ada pembiaran dan persengkokolan dengan rekanan pemenang lelang, yang mengerjakan pekerjaan tidak sesuai spesefikasi teknis dan tidak transparan.
Tuntutan itu mencul ketika adanya indikasi pelaksanaan pekerjaan proyek pembangunan saluran dan trotoar di beberapa tempat diwilayah Kabupaten
Jombang, yang tidak memasang papan nama proyek dan U Ditch yang dipasang tidak mempunyai tanda legalitas yang jelas dari pabrik yang memproduksi.
    Dari hasil pantauan LSM Gadjah Mada, dilapangan menunjukan, banyak pekerjaan proyek yang tidak memasang papan nama proyek dan U Ditch yang dipasang tidak mempunyai tanda legalitas yang jelas dari pabrik yang memproduksi: adalah pekerjaan di Jalan Maijen Sungkono, Tunggorono, tanpa papan proyek dan U Ditch yang di pasang tidak mempunyai tanda legalitas dari pabrik yang memproduksi.Jalan. Pahlawan, tanpa papan nama proyek dan U Ditch yang dipasang tanpa tanda legalitas yang jelas dari pabrik.Jalan Kusuma Bangsa, ada papan nama proyek dengan nilai proyek Rp. 492.356. 046.39; oleh SV. Ragil Jaya.
Jalan. RE. Martadinata, tanpa nama papan proyek, dan U Ditch yang dipasang juga tidak jelas legalitasnya. Jalan. KH. Mimbar, Jalan. Ahmad Dahlan, ada papan nama, nilai proyek. Rp.857.339.995.00; SV. Ragil Jaya. Lokasi yang lain seperti di Tambak Rejo, Jombatan Kesamben, Dung Betik, Kemuning dan Buya Hamka,
Diduga sama, U Ditch yang dipasang tidak ada tanda legalitas dari pabrik yang memproduksi. Sementara yang di jalan Patimura ada papan nama proyek, dengan nilai Rp. 1.097.134.236.11; SV. Makmur sentoso.
   Kondisi ini dibiarkan begitu saja oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas Perkim, Kabupaten Jombanh Djoko Murcahyo. Bahkan kuat dugaan U Ditch dan Coper ( tutup ) yang dipasang tidak sesuai spesifikasi teknis atau berkualitas rendah. Pada pekerjaan peningkatan dan pembuatan bak control air, diduga dikerjakan asal – asalan, dan masih banyak lagi penemuan yang lain.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas Pemukiman dan Perumahan, Djoko Murcahyo setiap kali dihubungi via ponselnya, selalu mengatakan, saya masih
sibuk, saya masih ada rapat dengan konsultan, saya masih banyak pekerjaan, seakan menghidar dari pertanyaan awak media. *ryan


Posting Komentar

[facebook]

XxX

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Gambar tema oleh Jason Morrow. Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget