[img src="https://1.bp.blogspot.com/-y5vc1w5WmmI/Wvu0-zyCxSI/AAAAAAAAE1k/6-N0xM6XlYERbg8k5nHriuOLiwFrZiWpACLcBGAs/s1600/150%2Bx%2B450%2Bbanner.png"/]

ada dugaan persekongkolan jahat dengan Kepala Desa Banjardowo


Rabat Beton Desa Banjardowo Rusak Parah
JOMBANG - suaraharianpagi.com
   Lagi-lagi proyek Dana Desa di wilayah Jombang Bermasalah, kali ini proyek bangunan jalan rabad beton bertulang, di Desa Banjardowo, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, yang bermasalah. Pasalnya jalan di desa tersebut hanya hitungan bulan selesai dibangun sudah rusak parah.
Jalan rabad beton bertulang tersebut berlokasi di Dusun Banjarkerep, RT.02, RW 05, dengan volume pekerjaan 144,5 M X 4,10 M = 592,45 M², dibiayai dari Dana Desa tahun 2019 sebesar Rp 125.605.000;.
   Dari pantauan dilapangan pembangunan tidak transparan, dalam prasasti bangunan tidak mencantumkan ketebalan jalan rabad beton bertulang tersebut. Jalan selesai dibangun  sekitar bulan Juli  tahun 2019 lalu, namun kondisinya saat ini sudah memprihatinkan, sudah mengalami pecah-pecah, retak, dan permukaan jalan sudah terkelupas alias rontok sepanjang jalan dari ujung ke ujung. Warga sekitar bangunan tidak ikhlas jika uang pajak yang mereka bayar, digunakan secara asal-asalan.
   Menurut salah seorang warga yang menolak disebutkan namanya, ia mengatakan, “bangunan jalan tersebut selesai dikerjakan sekitar bulan Juli 2019 lalu, tapi sekitar dua bulan, jalan sudah rusak, permukaan jalan  terkelupas semu, pecah-pecah dan retak alias rontok”.
Jalan sekarang sudah rusak. Pelaksanaan pembangunan memang dilaksanakan secara asal-asalan. Adonan semen yang digunakan takaranya ngawur, mestinya menurut SK Bupati Jombang Komposisi campuran 1,2,3, (satu sak semen, dua kotak ukuran pasir dan tiga kotak ukuran batu koral) tetapi oleh TPK Desa Banjadowo, Subiantono, campuranya diganti menjadi 1,3,3 ( satu sak semen, tiga kotak ukuran pasir dan tiga kotak ukuran batu koral ). Padahal saat pelaksanaan sudah banyak yang mengingatkan, tapi tidak digubris. Ketimbang dimusuhi, akhirnya  pilih diam. keluahan warga kepada wartawan suaraharianpagi.com. (30/9).
   Ditambahkan, saya ini rakyat biasa, jadi hanya bisa pasrah, padahal uang yang digunakan untuk membangun adalah uang hasil pajak yang dikumpulkan dari keringat rakyat, termasuk saya dan keluaraga”. ujar warga dengan nada jengkel.
Saya juga tidak ikhlas kalau uang pajak yang mereka bayarkan kepada pemerintah digunakan untuk membangun asal-asalan seperti di Desa Banjardowo. Dana Desa khan uang dari rakyat, bukan uang pribadi Kades”.Tegas warga dengan nada sewot.
   Kepala Desa Banjardowo, Muhamad Irwanto, saat dimintai konfirmasi dikantor balai desa, membenarkan kalau kondisi jalan di Dusun Banjarkerep rusak parah, ia juga membenarkan kalau komposisi campuran adonan luloh 1,3,3 ( satu sak semen, tiga kotak ukuran pasir dan tiga kotak ukuran batu koral ), ketika ditanya kenapa tidak mengikuti SK Bupati Jombang, ia katakan saya campur dengan perbandingan 1,3,3, saya sudah mbengkak 60 sak semen, apalagi kalau saya kerjakan sesuai SK Bupati bisa lebih dari itu. Bagaimana dengan RAB nya? RAB nya memang tidak sama terutama ketebalan mestinya 15 cm, bisa menjadi 18.20,21 cm. disamping itu lebarnya pun saya lebih 10 cm, dari ketentuan RAB, ujar Kepala Desa Banjardowo, Muhamad Irwanto, 30/9/2019, memberi alibi yang tidak masuk akal, Irwanto juga mengatakan bahwa pekerjaan rabat beton bertulang yang ada di dusun Banjarkerep baru saja di cek oleh tim monitoring dari Kecamatan Jombang.
   Agar diketahui, setiap perencanaan infrastruktur yang dibiayai dari APBN atau APBD harus dibuat perencanaan yang bagus dan detail, agar infrastruktur/bangunan yang dibangun dari uang keringat rakyat dapat digunakan oleh rakyat dalam waktu yang lama minimal 5 sampai 6 tahun bahkan lebih. Jadi jika ada bangunan yang dibiayai dari APBN (DD) hanya hitungan bulan sudah rusak, itu layak diperiksa Aparat Penegak Ukum, Kepolisian atau Kejaksaan, tidak cukup Inspektorat saja, apalagi hanya tim monitoring dari Kecamatan..
   Apalagi kalau kita melihat dilapangan pekerjaan rabat beton bertulang di Dusun  Banjarkerep, Desa Banjardowo, Kecamatan Jombang, begitu rusak parah dalam hitungan bulan, hanya dipereksa oleh tim monitoring dari Kecamatan, dibenak-bentak kita akan timbul tadah tanya besar, ada apa dengan Tim Monitoring Kecamatan, jangan-jangan ada dugaan persekongkolan jahat dengan Kepala Desa Banjardowo Muhamad Irwanto. *ryan

Posting Komentar

[facebook]

XxX

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Gambar tema oleh Jason Morrow. Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget