[img src="https://1.bp.blogspot.com/-y5vc1w5WmmI/Wvu0-zyCxSI/AAAAAAAAE1k/6-N0xM6XlYERbg8k5nHriuOLiwFrZiWpACLcBGAs/s1600/150%2Bx%2B450%2Bbanner.png"/]

kalau saya yang mengerjakan bisa dipastikan minimal panjang 700 meter dengan lebar bukan lagi 2,5 meter. Itupun saya sudah mendapatkan untung kurang lebih 15%.


Ada Didugan Proyek Pavingisasi Dan Proyek Dibuat Bancaan
Jombang – suaraharianpagi.com
   Proyek pembangunan pavingisasi di Dusun Tanggungan Desa Klitih, Kecamatan Plandaan, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, disoalkan warga setempat. Dikarenakan pyoyek tersebut dinilai, banyak terjadi penyimpangan. Proyek tersebut, diduga kuat dikerjakan asal –asalan dan diduga dibuat bancaan Kepala Desa Klitih Siti Ro’aini dan Tim Pengelolah Kegiatan (TPK) Suyono.
Proyek pavingisasi ini menggunakan anggaran dari DIPA Derektorat Pengembangan dan Perluasan Kesempatan Kerja, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Jakarta. Tahun anggaran 2018. Senilai Rp. 155.995.000; dikerjakan oleh Tim Pengelolah Kegiatan (TPK) Desa Klitih, Suyono.
Dari pantauan dilapangan, dalam mengerjakan kegiatan banyak terjadi pratik kecurangan, misalnya untuk pavingnya diduga tidak sesuai dengan spesifikasi teknik yang ada dalam RAB. Bukan hanya itu saja, untuk pekerjaan pemasangan
Paving yang seharusnya menggunakan paving K 300, ternyata diduga yang dipasang berkualitas campuran, terlihat banyak paving yang pecah – pecah dan retak- retak.
Pemasangan pavingpun dilakukan asal jadi. Pada lapisan bawah atau fondasi harus diuruk tanah uruk dengan ketebalan 6 cm, terus dilapisi pasir pasangan 6 cm, baru dipasang paving, ternyata oleh TPK Suyono di duga hanya diuruk tanah uruk saja yang ketebalanyan tidak sampai 6 cm, lalu dipasang paving.
   Yang lebih terkesan ada dugaan anggaran Rp. 155.995.000; hanya mendapatkan pekerjaan pasangan paving kurang lebih panjang 156 meter dan lebar 2,5 meter. Ini merupakan bukti bahwa ada dugaan anggaran dibuat bancaan Kepala Desa Klitih dan Tem Pengelolah Kegiatan (TPK) Suyono.
Poniman (53th) bukan nama sebenarnya, warga Desa Klitih, yang berprofesi sebagai kuli bangunan, kepada Suaraharianpagi,com. (18/9). Dilokasi pekerjaan, mengatakan bahwa kalau benar anggaran tersebut Rp.155.995.000; kalau saya yang mengerjakan bisa dipastikan minimal panjang 700 meter dengan lebar bukan lagi 2,5 meter tapi 3 meter. Itupun saya sudah mendapatkan untung kurang lebih 15%.” Ujarnya.
   Ditambahkan, apa yang saya katakan diatas tersebut bukan pesan kosong, semua bisa dihitung diatas kertas, dan sudah termasuk material dan ongkos pekerja. Kalau Kepala Desa Klitih, Siti Ro’aini dan TPK Suyono, yang mengerjakan dapat volume pekerjaan hanya 156 meter X 2,5 meter, bisa dipastikan anggaran diduga dibuat bancaan.” Tegas Poniman dengan nada serius.
Kepala Desa Klitih, Siti Ro’aini dan TPK Suyono, diduga masih belum puas bancaan uang program Padat Karya Infrastruktur Tahun 2018, dari Pusat, Sebesar Rp.155.995.000;. Tapi anggaran untuk Pembangunan Jalan paving dan Plat Duiker di Dusun Tempuran dengan volume 150 meter dan 1 plat duiker yang menghabiskan biaya Rp.32.132,000; dari Dana Desa 2018. juga di kerjakan asal–asalan.
Plat Duiker yang mestinya dibongkar karena kondisi fondasinya sudah patah dan remek, oleh TPK Suyono hanya ditambal, jadi sampai sekarang kondisi plat duiker di dusun Tempuran yang sudah dianggarkan dari Dana Desa 2018 masih tetap seperti dulu, patah dan remek. lagi – lagi anggaranya diduga dibuat bancaan TPK dan Kades Klitih Siti Ro’aini.
Siti Ro’aini Kepala Desa Klitih, ketika dikonfirmasi di kantornya, (18/9). Tidak banyak memberikan informasi, untuk menjawab pertanyaan wartawan diserahkan ke TPK nya Suyono.
Suyono membenarkan kalau anggaran untuk 156 meter X 2,5 meter, sebesar Rp. 155.995.000; ia juga membenarkan untuk kualitas pavingnya K.300. semua saya kerjakan sesuai dengan RAB nya. Ketika dipertanyakan terkait Duiker yang di dusun Tempuran sampai hari ini kondisinya masih seperti dulu patah dan remek. beliunya lebih banyak diam dan tidak banyak bicara. Sesekali ia katakan kalau untuk deker saya hanya memperbarui leneng kanan dan kiri. Apa benar untuk pondasinya tidak dibongkar dan diperbarui, ia diam seribu Bahasa dan menarik napas panjang seakan menunjukan bahwa pekerjaan tersebut akan bermasalah. *Ryan


Posting Komentar

[facebook]

XxX

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Gambar tema oleh Jason Morrow. Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget