[img src="https://1.bp.blogspot.com/-y5vc1w5WmmI/Wvu0-zyCxSI/AAAAAAAAE1k/6-N0xM6XlYERbg8k5nHriuOLiwFrZiWpACLcBGAs/s1600/150%2Bx%2B450%2Bbanner.png"/]

Camat Jogoroto Nunik Hindayati.ST. saya akan berusaha memediasi dengan cara kekeluargaan


Warga Tuntut Pabrik Tahu Ditutup
 Jombang - suaraharianpagi.com
   Beberapa perwakilan warga desa Tambar RT.04,05 RW.03, mendatangi kantor Kecamatan Jogoroto, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, menuntut pabrik tahu di Dusun Beji, Desa  Sawiji, agar ditutup. Sebab pabrik dianggap mencemari lingkungan dan diduga pendirian pabrik belum mengantongi izin.
   "Kami minta limbah pabrik tahu di dusun Beji, desa Sawiji, untuk segera ditindak tegas. Karena masyarakat desa Tambar merasa dirugikan. Sungai tercemar, hingga mengakibatkan masyarakat yang mandi terkena gatal-gatal, banyak hewan ternak yang mati, air mengalir ke sawah hingga tanaman rusak," ujar salah seorang perwakilan warga Tambar, Yudi. saat di wawancara di Kantor Kecamatan Jogoroto, Kamis, (29/9).
   Perwakilan warga desa Tambar, Yudi. juga mempertanyakan legalitas operasional pabrik. Sebab selama ini warga tidak dimintai persetujuan dari pemilik pabrik. Sehingga warga menduga beroperasinya pabrik tahu milik Korik dan Fatkhur Muarofi warga desa Sawiji, itu belum mengantongi izin resmi dari dinas yang terkait.
  "Kami tidak merasa tanda tangan (persetujuan). Harusnya, minta persetujuan. Kami pertanyakan jika pabrik tersebut ada perizinannya”, ujar perwakilan warga desa Tambar.
Musyawarah di ruang Camat Jogoroto, terdengar dari celah pintu masuk yang ditutup oleh Camat Jogoroto,susasana semakin memanas saat warga menuding pihak desa Sawiji sengaja melindungi pabrik tersebut agar tetap beroperasi. Alasannya, keluhan soal limbah pabrik tahu sudah disampaikan sekitar setahun lalu. Namun belum ada respon dari pihak desa maupun dari pihak pengusaha tahu Korik dan Fatkhur.
"Kami meminta Kepala Desa Sawiji, Sulaiman dan Perangkatnya, tidak membuat warganya yang meresahkan warga Desa Tambar. Jika berdirinya pabrik tersebut, tidak mengantongi ijin dari dinas yang terkait tolong ditutup saja, biar warga Tambar tidak resah dan sakit sakitan karena dampak dari limbah pabrik Tahu tersebut”, tegas Perwakilan warga desa Tambar.
Musyawarah atau mediasi tersebut dihadiri oleh Muspika Kecamatan Jogoroto, dan menghasilkan surat pernyataan dari kedua pengusaha pabrik tahu, bermaterai Rp.6000; yang berbunyi sebagai berikut.
Yang bertanda tangan dibawah ini saya dari pihak 1 dan pihak 11 (pemilik usaha tahu). Nama : Moh Bukhori. Umur 35 tahun, Pekerjaan Swasta, Alamat. Desa Sawiji RT05 RW01 Kecamatan Jogoroto. Dan Nama: Fathur Muarofi, Umur. 27 tahun, Pekerjaan. Swasta. Alamat; Dusun Beji RT.01 RW 01. Desa Sawiji, Kecamatan Jogoroto.
   Bahwa terkait masalah keresahan warga desa Tambar, masalah limbah tahu yang mengalir kesungai Desa Tambar saya sanggup untuk.
1. Saya pihak 1 dan pihak 11 sanggup untuk mengeborkan sumur khusus bagi warga desa yang  terdampak limbah tahu karena sumbernya tercemar limbah tahu.(tampa sanyo).
2. Sanggup membuat resapan tahu sesuai asistensi dari lingkungan hidup.
3. Sanggup pembersihan sungai secara berkala (menunggu asistensi lingkungan hidup).
4. Demikian surat pernyataan ini saya buat tanpa ada paksaan dari siapapun dan apabila tidak ditepati, saya berdua (pemilik usaha tahu) sanggup menanggung akibat dari surat pernyataan ini serta ditindak lanjuti oleh pihak yang berwajib. (ditutup sementara). Itulah hasil dari mediasi warga desa Tambar dan pengusaha tahu warga desa Sawiji yang di pimpin oleh Camat Jogoroto, Nunik Hidayati,ST
Camat Jogoroto Nunik Hindayati.ST. ketika dikonfirmasi hasil mediasi tersebut mengutarakan kalau saya akan berusaha memediasi dengan cara kekeluargaan, karena kedua duanya warga saya.
   Sementara Ketua paguyupan pengusaha pabrik tahu se-kabupaten Jombang, Kasun dusun Murong, Beky, mengatakan bahwa untuk pengusaha yang namanya Fatkhur Muarofi, sudah punya SIUP. Suratnya ada di tempat saya, Kenapa tidak dibahwa dalam musyawarah, nanti bila diperlukan akan saya ambilkan. Untuk pengusaha yang nama Moh Bukhori memang belum mengantongi surat ijin selembarpun. Tegas ketua paguyupan pabrik tahu kepada suarahariapagi.com. di Kentin Kecamatan Jogoroto, (26/9) . *ryan.

Posting Komentar

[facebook]

XxX

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Gambar tema oleh Jason Morrow. Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget