Halloween Costume ideas 2015
[img src="https://1.bp.blogspot.com/-y5vc1w5WmmI/Wvu0-zyCxSI/AAAAAAAAE1k/6-N0xM6XlYERbg8k5nHriuOLiwFrZiWpACLcBGAs/s1600/150%2Bx%2B450%2Bbanner.png"/]

(Nampak dalam gambar panah merah menunjukkan besi ukuran 13 ulir, sementara panah hijauh mununjukkan besi ukuran 10 polos)


LSM Gadjah Mada Soroti Proyek Pukesmas Kesamben
Yang Diduga Ada Penyimpangan
Jombang - suaraharianpagi.com
   Pembangunan Rehabilitasi Berat Gedung Puskesmas Kesamben, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, senilai Rp3.066.731.738.49; termasuk PPN, mendapat sorotan oleh LSM Gadjah Mada. Pasalnya pekerjaan tersebut ditengarai banyak praktek penyimpangan.
Pembangunan Puskemas Kesamben, yang dibiayai dari dana DBHCHT tahun angaran 2019, sebesar 3 milyar lebih itu sedang dalam proses pengerjaan, pembangunan Rehabilitasi Berat Gedung Pukesmas tersebut di kerjakan oleh PT. Wiratama Graha Raharja. Dengan nomer kontrak.027/1543/415.17/2019. Dengan waktu pelaksanaan 180 Kalender.
   Dalam pelaksanaan pekerjaan diduga tidak sesuai dengan spesifikasi teknis yang ditentukan dalam rencana anggaran belanja (RAB). Yang mencolok adalah pada pekerjaan pembesian yang dipasang pada bangunan tersebut.
   Diungkapkan oleh Koordinator LSM Gadjah Mada, Joni S, Pembangunan Rehabilitasi Berat Gedung Puskesmas kesamben tersebut kini sedang dalam pengerjaan. Dari hasil pantauan kami dilapangan ternyata bangunan tersebut menggunakan tulangan besi, diduga tidak sesuai spesifikasi teknis,yang sudah ditentukan dalam rencana anggaran belanja (RAB) nya.
Hal tersebut terungkap pada saat kami melakukan pengambilan foto dilapangan, bahwa terdapat besi plan atau sepatu yang tidak sama. Pada pembesian plat atau sepatu ada dua jenis besi yang dirakit, pada bagian atas besi 13 ulir sementara bagian bahwa besi 10 polos. Hal ini yang menjadi kecurigaan kami bahwa ada dugaan PT. Wiratama Graha Raharja melakukan kecurangan dalam pelaksaan pengerjaan.
   Pembangunan Puskesmas adalah fasilitas umum, menyangkut keselamatan orang banyak. Jadi kalau memang dugaan kami benar bahwa besi plat atau sepatu yang dirakit dan dipasang tidak benar harus ada tindakan khusus dari PPK. Karena dianggap tidak sesuai standart teknis, bila perlu dilakukan pembongkaran.
   Bukan hanya itu saja, pembangunan Rehabilitasi Berat Puskesmas Kesamben tersebut lemah dari sisi pengawasan, pasalnya konsultan pengawas atau suvervisi dari CV.Giritama Konsultan, jarang sekali melakukan pengawasan.
   Berkali–kali kami investigasi ke proyek tersebut, tapi kami tidak pernah ketemu dengan pengawas proyek tersebut. Jadi selama ini konsultan pengawas tidak menjalankan tugas dengan baik, disamping itu ada informasi bahwa CV. Giritama Konsultan juga mempunyai pengawasan di proyek yang lain sehingga ada kesan banyak pekerjaan yang perlu diawasi tapi pekerjanya minim sekali” papar Joni
   Sunarko salah satu kepala kerja PT. Wiratama Graha Raharja yang mengaku orang Nganjuk ketika ditanya terkait perakitan besi plan atau sepatu kok ada dua jenis besi, dengan entengnya dijawab sudah sesuai dengan gambar, ketika ditanya mana gambarnya atau sopdrowinya, dengan berkelit tidak ada.
   Terkait hal tersebut PPK Pembangunan Rehabilitasi Berat Puskesmas Kesamben.ketika dikomfirmasi di kantornya, Dr. Wahyu, mengatakan bahwa amanah dari rakyat ini jangan dibuat main-main, kita harus bekerja sungguh-sungguh, selain ada pengawas yang sudah memenangkan kontrak, kami juga membetuk pengawas internal dari Dinas Kesehatan sendiri. Bukan kami tidak percaya dengan kinerja CV. Giritama Konsultan, tapi hanya melengkapi agar tidak kecolongan dari hal-hal yang tidak baik.seperti informasi atau gambar yang diberikan pada saya kali ini, untuk kebenaranya akan saya tanyakan kepada PPTK kami. *ryan

Posting Komentar

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget