Halloween Costume ideas 2015
[img src="https://1.bp.blogspot.com/-y5vc1w5WmmI/Wvu0-zyCxSI/AAAAAAAAE1k/6-N0xM6XlYERbg8k5nHriuOLiwFrZiWpACLcBGAs/s1600/150%2Bx%2B450%2Bbanner.png"/]

dengan anggaran Rp. 100.000.000; dari APBD Tahun 2018


Jalan Rabat Beton Rusak Parah,
Ada Dugaan Anggaran Tidak Transparan
JOMBANG - suaraharianpagi.com
   Lagi-lagi proyek Dana Desa di Jombang Bermasalah, kali ini proyek bangunan jalan rabat beton, di Desa Kesamben Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang, Jawa timur, yang bermasalah. Pasalnya jalan di desa tersebut hanya beberapa bulan selesai dibangun kondisinya  sudah rusak parah.Jalan rabad beton tersebut berlokasi di Dusun Ngembul RT.01 RW.13, sepanjang 165 meter dan lebar 3 meter dibiayai dari Dana Desa tahun 2018.
   Dari pantauan dilapangan pembangunan tidak transparan dalam prasasti bangunan tidak mencantumkan ketebalan jalan rabat beton dan besaran anggaran. Jalan selesai dibangun pada akhir tahun 2018 lalu, namun kondisinya saat ini sudah memprihatinkan. Sudah mengalami pecah-pecah, retak, dan permukaan jalan sudah terkelupas alias rontok. Tentunya rakyat tidak akan ikhlas jika uang pajak yang mereka bayar, digunakan secara asal-asalan.
   Tak hanya itu tahun 2018 di lokasi yang sama di Dusun Ngembul RT 02/03 RW 12/13,  Pemerintah desa Kesamben, juga menbangun jalan rabat beton  sepanjang 163,28 meter, tebal 15 Cm dan Lebar 3 meter, dengan anggaran Rp. 100.000.000; dari APBD Tahun 2018 berupa BKK (Bantuan Keuangan Khusus).   
   Menurut salah seorang warga yang menolak disebutkan namanya, ia mengatakan, bangunan jalan tersebut selesai dikerjakan sekitar akhir tahun 2018 lalu, tapi sekitar tiga bulan jalan sudah rusak, permukaan jalan banyak yang terkelupas, pecah-pecah dan retak.
   Ini bisa dilihat sendiri kondisi jalanya sekarang sudah rusak. Pelaksanaan pembangunan memang dilaksanakan secara asal-asalan. Adonan semen yang digunakan takaranya ngawur. Padahal saat pelaksanaan warga sekitar sudah banyak yang mengingatkan, tapi tidak digubris oleh TPK-nya Sukiat. Ketimbang dimusuhi, akhirnya pilih diam. Kata sang warga kepada suaraharianpagi.com.
   “Ditambahkan saya ini rakyat biasa, jadi hanya bisa pasrah, padahal uang yang digunakan untuk membangun adalah uang hasil pajak  yang dikumpulkan dari keringat rakyat bukan uang dari kantong pak Kepala Desa tegas  warga dengan nada jengkel.
   Dilapangan menunjukan permukaan jalan rabat beton di Dusun Ngembul RT01 RW 13 yang dibangun dengan Dana Desa tahun 2018 baru beberapa bulan sudah rusak parah, sementara di RT02/03 RW 12/13, dusun yang sama, yang dibiayai dari Bantuan Keuangan Khusus  (BKK) kondisi jalan rabat beton tak jauh berbeda.
 Saya yakin rakyat juga tidak akan ikhlas kalau, uang pajak yang mereka bayarkan kepada pemerintah digunakan untuk membangun asal-asalan seperti ini. Dana Desa kan uang dari rakyat, bukan uang pribadi Kades”. ujarnya.
    Menangapi hal tersebut Kepala Desa Kesamben Aris Priyowasono ST, saat diminta konfirmasi lewat ponselnya ia membenarkan bahwa jalan rabat beton yang di Dusun Ngembul kondisinya sudah rusak, Kerusakan itu karena belum kering sangat sudah dilewati kendaraan bermotor yang membawa mutan lebih dari 20 ton. Disamping itu di Desa Kesamben cara pengerjaanya secara manual tidak memakai mesin penyadur semen, ya begilah kondisinya, nanti kita perbaiki.
 Semua pekerjaan di Desa Kesamben diserahkan ke TPK (Tim Pengelola Kegiatan) Sukiat. kata Kades Kesamben Aris Priyowasono ST. 
    Untuk diketahui, setiap perencanaan infrastruktur yang dibiayai dari APBN atau APBD harus dibuat perencanaan yang bagus dan matang, agar infrastruktur/bangunan yang dibangun dari uang keringat rakyat dapat digunakan oleh rakyat dalam waktu yang lama minimal 5 sampai 6 tahun bahkan lebih. Jadi jika ada bangunan yang dibiayai dari APBN (DD) hanya hitungan bulan sudah rusak, itu layak dipertanyakan dan di usut tuntas oleh Penegak Hukum. Jangan ada kesan bahwa uang pembangunan yang digelontorkan ke desa  desa menjadi obyek Kepala Desa mencari keuntungan pribadi. *ryan 

Labels:

Posting Komentar

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget