Halloween Costume ideas 2015
[img src="https://1.bp.blogspot.com/-y5vc1w5WmmI/Wvu0-zyCxSI/AAAAAAAAE1k/6-N0xM6XlYERbg8k5nHriuOLiwFrZiWpACLcBGAs/s1600/150%2Bx%2B450%2Bbanner.png"/]
Baru Dikerjakan Sudah Rusak,
Aparat Penegak Hukum Harus Bertindak Tegas
JOMBANG - suaraharianpagi.com
   Miris melihat kondisi Proyek jalan rabat beton ditiga titik di Desa Miagan, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang  Jawa  Timur. Dari tiga titik masing-masing di Dusun Miagan RT01, RT02, RW01, Volume pekerjaan 116,376 M, yang dibiayai dari Dana Desa (DD) 2018 sebesar Rp. 104.1660.000; dan Dusun Miagan RT09,RT10,RW 01, volume pekerjaan 100,93 M, dengan anggaran Rp.132.993.000; juga dari Dana Desa 2018, serta di Dusun Pandean RT. 04/ RW.01 yang tidak terdeteksi anggaranya baru beberapa bulan selesai dikerjakan, sudah rusak parah.
   Dari pantauan dilapangan jalan rabat beton di tiga titik tersebut, sepanjang jalan kondisinya hampir semua permukaan jalan sudah mengalami aus dan terkelupas, bukan hanya itu jalan juga sudah banyak mengalami keretakan. Padahal perencanaan pembangunan jalan, termasuk jalan rabat beton, pasti dibuat perencanaan agar jalan bisa digunakan dalam waktu yang lama atau panjang minimal 5 hingga 6 tahun, bahkan lebih.
   Jadi sangat tidak lazim jika pembangunan jalan rabat beton di Desa Miagan, Kecamatan Mojoagung, hanya hitungan bulan jalan sudah rusak.
   Jika jalan tersebut dikerjakan sesuai dengan perencanaan, atau sesuai dengan ketentuan teknis, dan anggaranya dilaksanakan sesuai Rencana Anggaran Belanja (RAB) tidak mungkin jalan rabat beton, tersebut baru hitungan bulan sudah rusak.Kata Erik, dari LSM Gadjah Mada, yang berkantor di Mojokerto. Ketika dimintai statement.
   Erik juga menyebutkan, kami menduga ada pengurangan kualitas mutu beton yang digunakan untuk jalan tersebut campuran beton tidak bagus,  Hal itu terlihat jelas permukaan jalan sudah terjadi aus dan mengelupas, dan permukaan jalan banyak yang retak.
Kami menduga penyebab utamanya adalah pengurangan kualitas beton, dan teknik pengecoran yang asal-asalan. Kerusakan seperti ini tidak bisa diperbaiki tambal sulam, kecuali dilakukan pembongkaran. Karena perbaikan tidak mungkin dapat mengantikan kualitas mutu beton secara keseluruhan. Karena mutu beton yang terpasang jelas-jelas berkualitas buruk. Solusinya ya harus dibongkar. Tegas Erik.
Erik Juga menambahkan, perlu diketahui anggaran Dana Desa 2018 hanya berlaku mulai dari 1 Januari 2018 sampai 30 Desember 2018. Jadi jika Pemdes Miagan, akan melakukan perbaikan, sudah tidak mungkin lagi, karena batas angaaran sudah habis.
Jadi kalau perbaikan jalan dilakukan 2019 itu sudah lain, dan adminstrasi Laporan pertanggungjawaban DD 2018 dibuat tahun 2019 itu sudah tidak benar. Jadi sampai batas akhir 2018 belum ada perbaikan, maka aparat penegak hukum harus bertindak tegas. Ucap Erik.
Menurut Toro (43) warga setempat, ia mengaku heran dengan bangunan jalan rabad beton yang baru  dibangun Agustus 2018 didesanya,  sudah pretel, rusak dan retak  retak.
Bangunan mulai dikerjakan Agustus 2018. "Saya heran kok hasil pekerjaanya seperti ini, semenya pretel (terkelupas) terus retak-retak. Kok beda dengan jalan-jalan rabad beton yang ada di Nganjuk. Di Nganjuk bagus-bagus, kok di Desa Miagan baru beberapa bulan sudah pretel semua semenya". Kata Toro, saat ditemui di lokasi proyek jalan rabat beton, kebetulan dia tinggal disekitar jalan rabat beton.
   Kepala Desa Miagan, Antok Budi Subagyo, saat dimintai konfirmasi, tidak ada dikantornya. Ditemui Tim Pengelola Kegiatan (TPK), Mardiono yang Kasi Kesra, membenarkan bahwa kondisi jalan rabat beton yang berada di RT01, RT02 RW01, rusak dan pretel karena  kondisi jalan pada saat itu belum kering sudah dilewati kendaraan bermotor. Untuk yang dua titik kondisi jalan masih bagus.
Ditambahkan, untuk jalan yang rusak sudah pernah di perbaiki satu kali, dan perlu diketahui bahwa untuk komposisi campuran Desa Miagan memakai rumus,1,3,5. (satu sak semen, tiga kereta tolak pasir, lima kereta tolak batu atau koral)  ia juga mengaku untuk pelaksanaan Dana Desa semuanya diserahkan kepada Tim Pengelola kegiatan (TPK) Dana Desa.
   Ketika ditanya mengapa komposisi campuran harus 1.3.5. tidak 1.2.3. seperti desa desa lain pada umumnya, dia jawab untuk desa Meagan yang diferifikasi oleh Dinas teknis tahun 2018 komposisi campuran 1,3,5, ya itu yang kita buat pegangan untuk melaksanakan kegiatan.tegas Mardiono, yang  merasa  percaya diri apa yang dikerjakan sudah benar. Padahal dilapangan menunjukan bahwa dari tiga titik jalan rabat beton di Desa Miagan, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, kondisinya rusak parah, permukaan jalan semenya sudah pada aus dan mengelupas dan retak retak disana sini.   
   Kerusakan jalan di Desa Miagan ini, menambah daftar panjang proyek Dana desa, di Kabupaten Jombang, Jawa Timur yang tidak diproses hukum, oleh aparat penegak hukum di Jombang. Tapi sayangnya meski banyak proyek Dana desa di Kabupaten Jombang yang menyimpang, belum ada satupun, yang ditindak tegas oleh Kejaksaan Negeri Jombang. *ryan


Labels:

Posting Komentar

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget