[img src="https://1.bp.blogspot.com/-y5vc1w5WmmI/Wvu0-zyCxSI/AAAAAAAAE1k/6-N0xM6XlYERbg8k5nHriuOLiwFrZiWpACLcBGAs/s1600/150%2Bx%2B450%2Bbanner.png"/]

Sementara dari Lembaga Swadaya Masyarakat GADJAH MADA yang berkantor di Mojokerto, Erik, ketika dimintai komentarnya terkait pekerjaan di Desa Jati Pasar mengatakan


Hitungan Jari, Cor Jalan Beton Rusak

JOMBANG (Jatim) - suaraharianpagi.com
 Proyek Dana Desa di Mojo kerto Bermasalah, kali ini pro yek bangunan jalan rabad beton, di Desa Jati Pasar, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, yang bermasalah. Pasalnya jalan di desa tersebut hanya beberapa bulan selesai dibangun sudah rusak parah.
 Jalan rabad beton tersebut berlokasi di Dusun Jati Pasar,, RT 2, RT 4 dan RT 6, RW 2, sepanjang 600 meter lebih dan lebar 4 m dengan ketebalan 20 cm, dibiayai dari Dana Desa tahun 2018 sebesar Rp 600.000.000;
   Dari pantauan dilapangan pembangunan tidak transparan, tidak ada papan nama proyek, juga tidak ada prasasti bangunan yang mencantumkan volume pekerjaan. Jalan selesai dibangun pada akhir tahun 2018 lalu, namun kondisinya saat ini sudah memprihatinkan, sudah mengalami pecah-pecah, retak, dan permukaan jalan sudah terkelupas alias rontok. Tentunya rakyat tidak akan ikhlas jika uang pajak yang mereka bayar, digunakan secara asal-asalan.
   Menurut salah seorang warga yang menolak disebutkan namanya, ia mengatakan, bangunan jalan tersebut selesai dikerjakan sekitar akhir Desember 2018 lalu, tapi sekitar tiga bulan jalan sudah rusak, permukaan jalan banyak yang terkelupas, pecah-pecah dan retak.
“Ini bisa dilihat sendiri kondisi jalanya sekarang sudah rusak. Pelaksanaan pem bangunan memang dilaksanakan secara asal-asalan. Adonan semen yang digunakan takaranya ngawur . Padahal saat pelaksanaan sudah saya ingatkan, tapi tidak digubris. Ketimbang saya dimusuhi, akhirnya saya pilih diam.”Kata sang warga kepada wartawan beberapa hari yang lalu.
“”Saya yakin rakyat juga tidak akan ikhlas kalau, uang pajak yang mereka bayarkan kepada pemerintah digunakan untuk membangun asal-asalan seperti ini. Dana Desa kan uang dari rakyat, bukan uang pribadi Kades”. Ujarnya
Ditambahkan kalau jalan rabad beton ini ada yang sebagian kecil masih bagus, itu karena setelah di komplin Ketua BPD setempat pada saat pelaksanaan. Kalau tidak, bisa dari ujung Utara sampai ujung Selatan jalan sudah hancur, Tegas warga dengan nada kecewa.
   Menanggapi hal tersebut Kepala Desa Jati Pasar, Khosim, saat dimintai konfirmasi di Kantornya, ia menyatakan “Untuk jalan rabad beton di Desa Jati Pasar RT2, RT 4 dan RT.6, RW.2, membenarkan kalau 40% kondisi jalan saat ini rusak dan mengelupas permukaanya,tapi masih ada 60% kondisi jalan masih bagus, itu tetap tanggung jawab saya untuk membenahi, sebenarnya semua pekerjaan sudah saya serahkan kepada TPK, kebetulan TPK-nya Pak Kasun Dusun Jati Pasar sendiri Sulkan, tapi apapun yang terjadi dilapangan tetap tanggung jawab saya, tegas Kades Jati Pasar kepada, wartawan.
   Sementara dari Lembaga Swadaya Masyarakat GADJAH MADA yang berkantor di Mojokerto, Erik, ketika dimintai komentarnya terkait pekerjaan di Desa Jati Pasar mengatakan.
“Untuk diketahui, setiap perencanaan infrastruktur yang dibiayai dari APBN atau APBD harus dibuat perencanaan yang bagus dan matang, agar infrastruktur/bangunan yang dibangun dari uang keringat rakyat dapat digunakan oleh rakyat dalam waktu yang lama minimal 5 sampai 6 tahun bahkan lebih. Jadi jika ada bangunan yang dibiayai dari APBN (DD) hanya hitungan bulan sudah rusak, itu layak dipertanyakan dan Aparat Penegak Hukum segera merespon dan memeriksa pelaku Dana Desa dilapangan baik Kepala Desa maupun TPK nya. *ryan


Posting Komentar

[facebook]

XxX

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Gambar tema oleh Jason Morrow. Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget