Halloween Costume ideas 2015
[img src="https://1.bp.blogspot.com/-y5vc1w5WmmI/Wvu0-zyCxSI/AAAAAAAAE1k/6-N0xM6XlYERbg8k5nHriuOLiwFrZiWpACLcBGAs/s1600/150%2Bx%2B450%2Bbanner.png"/]

Jembatan dan TPT Bermasalah Penegak Hukum
 Dan Pihak Terkait Harus Bertindak Tegas 
JOMBANG-suaraharianpagi.com
   Koordinator Lsm Gadjah Mada, Mojokerto, Erik, menanggapi, Proyek yang dibiayai dari Dana Desa (DD) di Desa Nglebak, Kecamatan Bareng, Kabupaten Jombang, Jatim, bermasalah. Oleh karena itu warga meminta aparat penegak hukum dan Pemerintah Kabupaten Jombang, Jawa Timur bertindak tegas.
   Proyek dengan Pembangunan TPT Kebun Desa, volume.166 M3, dengan anggaran Rp. 155.384.100; dari DD 2018, yang berlokasi di Dusun Nglebak RT.01, RW.01, yang saat ini kondisinya roboh sekitar 20 sampai 25 meter menutupi saluran air.
Sementara bangunan Deker dan TPT yang kondisi bangunan tidak jauh berbeda, selain Tembok Penahan Tanah ( TPT ) sebagian besar belum selesai, bahu jembatan sebelah kiri dari arah selatan juga roboh alias ambrol. Untuk kegiatan ini anggaranya sangat fantastik sekitar Rp.318.406.000; semua dari Dana Desa (DD) 2018.
   Koordinator LSM Gadjah Mada, Mojokerto, Erik, ia mengatakan “aparat penegak hukum (Polisi atau Kejaksaan) harus bertindak tegas segera memanggil dan memeriksa Kepala Desa Nglebak  Abu Asim, dan TPK nya Heri.selaku pelaksana kegiatan.
Mereka jangan cuman dipanggil dan diperiksa bila perlu mereka segera ditahan. Karena sudah jelas-jelas kedua  proyek di Desa Nglebak, bermasalah.  karena proyek tersebut dikerjakan secara asal-asalan. Saya juga berharap Pemkab Jombang juga mengambil tindakan tegas”. tegas Erik.
   “Jangan sampai Kabupaten Jombang, dijadikan objek proyek Dana Desa, oleh Kepala Desa Nglebak, Abu Asim,  karena yang rugi selain Pemkab juga masyarakat, apabila sebuah proyek tidak memenuhi spek dan cepat rusak maka untuk beberapa tahun tentunya kita tidak dapat pembangunan yang sama karena mengacu pada aturan mainnya” ungkapnya
Untuk itu, kami mendesak aparat penegak hukum, jeli dan segera bertindak tegas. Jangan menunggu laporan resmi dari masyarakat. Panggil dan periksa dulu kepala Desa Nglebak Abu Asim, TPK Heri, dan pihak terkait lainya, nanti akan ketahuan ada pelangaran hukum atau tidak. Kalau mereka tidak pernah dipanggil dan diperiksa mungkin penegak hukum tidak akan tahu ada pelangaran hukum atau tidak.  kata Erik.
   Ditambahkan Setiap perencanaan pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) dan Jembatan, pasti dibuat sebaik mungkin agar masa pemakaian (penggunaan)  bisa bertahan lama, minimal 5 sampai 6 tahun, bahkan lebih. Namun aneh tapi nyata, TPT maupun Jembatan, masih dalam hitumgan bulan sudah roboh dan ambrol. Artinya jika Jembatan dan TPT tersebut dikerjakan sesuai  Rencana anggaran belanja (RAB) tidak mungkin Jembatan dan TPT akan rusak. Jadi kuat dugaan Jembatan dan TPT dikerjakan asal-asalan”. Katanya.
   Tidak hanya itu pelaksanaan proyek Jembatan dan TPT yang berlokasi di RT.01/02, yang dianggarkan dari Dana Desa 2018,sebesar Rp.318.406.000;  tersebut tidak transparan, TPK, Heri, selaku pelaksana proyek sejak awal pengerjaan sampai hari ini   tidak memasang papan nama proyek, apalagi prasasti yang menunjukan volume pekerjaan. Padahal pemasangan  papan nama proyek dan prasasti wajib dalam persyaratan dan lingkup pelaksanaan kontruksi.
   Menurut Erik, ini semua bisa terjadi karena lemahnya pengawasan baik dari Kecamatan dan dari Dinas Teknis setempat. Bahkan kami menduga mereka memang bersekongkol untuk mengerjakan proyek tersebut secara asal-asalan.
Kalau pihak Kecamatan dan Dinas teknis melakukan pengawasan dengan benar, tidak mungkin ini semua akan terjadi. Oleh karena mereka harus diseret keranah hukum. Dan kami berharap penegak hukum segera memanggil dan memeriksa mereka, bila perlu segera ditahan. Tegas Erik.
   Sementara Kepala Desa Nglebak Abu Asim  didampingi TPK. Heri, ketika dikonfirmasi di kantornya, membenarkan kalau TPT Kebun Desa roboh, kerobohan TPT itu karena Bencana Alam, bila musim penghujan sungai tersebut bisa meluap sampai melewati ketinggian pasangan, bila air sudah surut mencari jalan keluar menuju sungai dan menekan pasangan akhirnya pasangan tersebut roboh.
   Untuk Jembatan penghubung Desa Nglebak dan Desa Ngrimbi, Dusun Datirejo, yang sampai hari ini mangkrak dan ambrol bahu kiri jembatan, ia katakan bahwa, pengerjaanya bertahap,recananya tahun depan akan kita anggarkan kembali. Ketika ditanya kenapa bahu jembatan  ambrol, dengan entengnya ia menjawab bahwa itu juga bencana Alam.
   Dari pantauan dilapangan,pembangunan tidak transparan, tidak adan papan nama proyek juga  tidak ada prasasti yang menunjukan volume pekerjaan. Proyek dikerjakan akhir tahun 2018 , namun kondisinya sangat memprihatinkan  sudah pada roboh baik yang berlokasi di RT.01/01 dan RT.01/02 Dusun Nglebak, Desa Nglebak, Kecamatan Bareng, Kabupaten Jombang. Jawa Timur. *ryan

Labels:

Posting Komentar

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget