[img src="https://1.bp.blogspot.com/-y5vc1w5WmmI/Wvu0-zyCxSI/AAAAAAAAE1k/6-N0xM6XlYERbg8k5nHriuOLiwFrZiWpACLcBGAs/s1600/150%2Bx%2B450%2Bbanner.png"/]

Konstruksi Baru Berdiri Diduga Berbau Korupsi


Jombang–suaraharianpagi.com
   Pembangungan jalan rabat beton yang terletak di Desa Sidokerto, Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang, Jatim Sudah rusak parah. Bangunan jalan rabat beton sepanjang 434 x 3 M tebal 15 cm, dengan nilai Rp. 181.000.000,- lokasi di Dusun Mbranjang RT.004 / RW. 002, dan di dusun Buduk RT. 004/ RW. 007. Panjang 204 x 3 m tebal 15 cm nilai Rp. 85.000.000,- baru di bangun 6 bulan sekarang sudah rusak parah, proyek yang bersumber dari dana desa tahun 2018, hitungan bulan sudah hancur.
   Jalan rabat beton tersebut. Di bangun menggunakan dana desa tahun 2018 kondisinnya sangat memprihatinkan, jalan sudah remuk, berlubang, pecah – pecah disepanjang jalan tersebut. Menurut Sdn (50 tahun) warga setempat, jalan rabat beton di dusun Mbranjang mulai di kerjakan sekitar bulan Nopember 2018, tapi aneh pada akhir desember 2018 jalan sudah rusak. Jalan terjadi retak – retak permukaan jalan sudah terkelupas, berlubang dan remuk, ujar Sdn pada suara harian pagi online.
   Selanjutnya oleh pemerintah Desa Sidokerto , jalan tersebut sempat di perbaiki tapi perbaikan hanya tambal sulam saja, dan buktinya sampai hari ini jalan masih rusak parah, masak usia bangunan hanya 6 bulan sudah remuk. Saya berharap aparat
   penegak hukum mengambil tindakan tegas, agar Dana Desa ini betul – betul membawa manfaat buat warga Sidokerto ucapnya. Saya berharap bangunan jalan tersebut di bongkar karena kerusakan jalan akibat buruknya mutu beton/ adonan semen yang digunakan untuk jalan tersebut. Perbaikan beton secara keseluruhan kalau diperbaiki harusnya dibongkar total diganti dengan bangunan baru, karena percuma di perbaiki kalau hanya tambal sulam saja nanti akan rusak lagi. Perbaikan tambal sulam itu Cuma akal – akalan saja karena tidak akan mampu memperbaiki mutu secara keseluruhan kata Sdn.
   Kepala Desa Sidokerto saat mau dikonfirmasi dalam keadaan sulit dan di arahkan ke ketua Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) Desa Sidokerto Suyanto, tapi tidak ada ditempat, akhirnya ditemui saudara Sugiono anggota Tim Pelaksana Kegiatan, juga menjabat sebagai perangkat Desa setempat. Mengatakan “ memang benar jalan itu sudah banyak mengalami kerusakan dan sudah pernah saya perbaiki, akan tetapi jalan rusak kembali. Karena pada waktu proses pengerjaan jalan belum waktunya di lewati warga memaksa menggunakan jalan tersebut.
   Terkait hal tersebut menurut Riyan dari LSM Gajah Mada Mojokerto mengatakan kerusakan jalan hanya itungan bulan harus ada tindakan tegas dari Pemkab Jombang dan aparat Penegak Hukum. Proyek jalan hanya hitungan bulan sempat tidak lazim. Kuat dugaan Pemerintah desa Sidokerto dan Tim Pengelola Kegiatan (TPK) Desa Sidokerto Suyanto. Besekongkol untuk mengerjakan jalan rabat beton tersebut tidak sesuai dengan perencanaan / Spesifikasi teksnis karena jalan tidak akan rusak hitungan bulan jika benar – benar di kerjakan sesuai dengan spesifikasi Teknisnya tegas Riyan.
   Riyan menambahkan kerusakan jalan di Dusun Mbranjangan dan Buduk tersebut harus ada pertanggung jawaban oleh Pemerintah Desa dan TPK Desa Sidokerto , Kasus ini tidak bisa dibiarkan begitu saja karena kerusakan jalan tersebut berimplikasi luas, misalnya : kerugian material / bangunan masyarakat dan kenangan Negara oleh karena itu Pemkab Jombang dan Penegak Hukum harus bertindak tegas kata Riyan.
   Bahkan dapat berpengaruh kepada masyarakat Jombang terhadap nilai kualitas bangunan yang dibiayai Dana Desa itu sendiri Seperti Bangunan Drainase, Jalan, Gedung/ bangunan Sipil lainnya, pungkas Riyan *usa

Posting Komentar

[facebook]

XxX

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Gambar tema oleh Jason Morrow. Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget