[img src="https://1.bp.blogspot.com/-y5vc1w5WmmI/Wvu0-zyCxSI/AAAAAAAAE1k/6-N0xM6XlYERbg8k5nHriuOLiwFrZiWpACLcBGAs/s1600/150%2Bx%2B450%2Bbanner.png"/]

Hanya Hitungan Bulan, Drainase dan TPJ Sudah Rusak


Jombang – suaraharianpagi.com
   Suara Harian Pagi.com: Satu lagi Proyek Dana Desa di Jombang Bermasalah, kali ini proyek bangunan Drainase dan Tembok Penahan Jalan di Desa Peterongan, Kecamatan Peterongan, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, yang bermasalah. Pasalnya Proyek Drainase dan TPJ tersebut hanya beberapa bulan selesai dibangun sudah rusak parah.
   Proyek Drainase dan Tembok Penahan Jalan ( TPJ ) yang berlokasi di Dusun Pajaran RT 25 RW 3, dibiayai dari Dana Desa tahun 2018 sebesar Rp 200.000.000; juta.
   Dari pantauan dilapangan menunjukan pembangunan tidak transparan, Tidak ada Papan Proyek juga tidak ada Prasasti yang seharusnya wajib dipasang sebagai imformasi pablik.  Proyek Drainase dan Tembok Penahan Jalan selesai dibangun pada akhir tahun 2018 lalu, namun kondisinya saat ini sudah memprihatinkan, sudah mengalami pecah-pecah, retak, dan ada yang tinggal robonya saja. Tentunya kondisi ini membuat rakyat tidak akan ikhlas jika uang pajak yang mereka bayar, digunakan secara asal-asalan.
   Menurut salah seorang warga yang menolak disebutkan namanya, ia mengatakan, bangunan Drainase dan TPJ tersebut selesai dikerjakan sekitar akhir Desember 2018 lalu, tapi sekitar tiga bulan bangunan sudah rusak, permukaan bangunan banyak yang pecah-pecah dan retak, bahkan ada yang tinggal robohnya saja.
   "bisa dilihat sendiri kondisi bangunan sekarang sudah rusak. Pelaksanaan pembangunan memang dilaksanakan secara asal-asalan. Adonan semen yang digunakan takaranya ngawur. Padahal saat pelaksanaan sudah saya ingatkan, tapi tidak digubris. Ketimbang saya dimusuhi, akhirnya saya pilih diam." Kata sang warga kepada Suara Harian Pagi.com.
   Menurutnya saya ini rakyar biasa, jadi  hanya bisa pasrah, padahal uang yang digunakan untuk membangun adalah uang hasil pajak yang dikumpulkan dari keringat rakyat.
   Nampak kondisi Proyek Drainase dan TPJ di Dusun Pajaran RT 25 RW 3, Desa Peterongan dibangun dengan Dana Desa tahun 2018 baru beberapa bulan sudah rusak bahkan tinggal robohnya saja.
   "Saya yakin rakyat juga tidak akan iklas kalau, uang pajak yang mereka bayarkan kepada pemerintah digunakan untuk membangun asal-asalan seperti ini. Dana Desa kan uang dari rakyat, bukan uang pribadi Kades." Ujarnya.
‘Ia juga menambahkan bahwa pekerjaan tersebut diduga tidak dikerjakan warga setempat tapi diborongkan warga Mojowarno, ia juga mengatakan untuk menghidari sorotan warga Peterongan karena kondisi bangunan sudah rusak, belum lama ini Papan Proyek juga dijabu oleh salah satu perangkat desa:, tegas warga kepada wartawan.
   Sementara Kasi Perencanaan Desa Peterongan Sukoco, ketika dikonfirmasi di Balai Desa Peterongan, membenarkan bahwa pekerjaan tersebut selesai  dikerjakan akhir Desember 2018. Ia juga membenarkan bahwa pekerjaan tersebut diborongkan warga Mojowarno. Ketika ditanya siapa nama pemborongnya, Ia katakan, tanya saja ke Pak Kepala Desa, karena Kepala Desa lah yang mencari Pemborongnya. Ujar Sukoco kepada wartawan.
   Menangapi hal tersebut Kepala desa Peterongan Abdul Majid, saat diminta konfirmasi ia menyatakan "Untuk Proyek Drainase dan TPJ di Dusun Pajaran RT25 RW 3, akan saya perbaiki, tapi saya belum punya anggaran, saya sendiri sepet mata saya melihat kondisi bangunan seperti itu. Tegas Abdul Majid kepada wartawan
   Ketika ditanya apa benar pekerjaan diborongkan warga di luar desa peterongan sesuai pernyataan Kasi Perencanaan, dengan tegas dikatakan itu tidak benar, semuanya dikerjakan swakelola kalau pun ada warga luar Desa Peterongan sifatnya hanya membantu, karena pinggiran kota sulit untuk mencari tenaga kasar.
   Ia juga menambahkan bahwa pekerjaan tersebut diserahkan TPK  Desa Peterongan, dari mulai awal pekerjaan sampai selesai pekerjaan.  Untuk TPK Desa Peterongan adalah P. Karyo. Ia  juga minta kalau bisa jangan diekfus karena tak lama lagi akan ada Pemilihan Kepala Desa, biar Desa Peterongan Kondusif,aman dan tidak ada gejolak dari warga Peterongan. Kata Majid,kepada media. *usa



Posting Komentar

[facebook]

XxX

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Gambar tema oleh Jason Morrow. Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget