Halloween Costume ideas 2015
[img src="https://1.bp.blogspot.com/-y5vc1w5WmmI/Wvu0-zyCxSI/AAAAAAAAE1k/6-N0xM6XlYERbg8k5nHriuOLiwFrZiWpACLcBGAs/s1600/150%2Bx%2B450%2Bbanner.png"/]

Ketua TP. PKK Tulang bawang Barat Optimalkan Penanganan Sampah Plastik


Suaraharianpagi.com tubaba - lampung
   Kornelia Umar, Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Tulang Bawang Barat (Tubaba) akan optimalkan penanganan sampah plastik untuk kebersihan lingkungan masyarakat.
   Ungkapan ini dikatakan Kornelia, dalam acara rapat konsultasi (Rakon) tahun 2019 yang berlangsung di ruang aula bupati di Tiyuh (Desa) Panaragan, Kecamatan Tulang Bawang Tengah (TBT) kabupaten setempat, Rabu (10/04/19) sekira pukul 08:30 WIB.
   Ketua TP-PKK menyampaikan, bahwa salah satu hal yang perlu mendapat perhatian dalam rangka pencapaian tujuan dan sasaran pelaksanaan program yang harus dilaksanakan di antaranya pengurangan penanganan sampah plastik dan stunting atau kekurangan gizi.
   Pemerintah telah menetapkan target dalam pengurangan sampah plastik mengacu pada Perpres Nomor 97 Tahun 2017 tentang Kebijakan dan Strategi Nasional Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga, yaitu jumlah pengurangan sampah plastik 30 persen pada 2025.
   “Produksi sampah plastik memang sulit dihentikan, namun sangat mungkin untuk dikurangi terutama dengan mengubah kebiasaan kecil di rumah,” kata Kornelia Umar.
   Ada delapan (8) upaya yang akan dilakukan oleh TP-PKK Tubaba untuk mengurangi sampah plastik yaitu;
1.       Manfaatkan kantong atau wadah dari plastik yang ada, seperti Kantong plastik yang dapatkan dari pasar sebaiknya tidak Iangsung dibuang sehingga kita bisa menggunakannya lagi di kemudian hari.
2.       Membatasi pemakaian kemasan plastik. Sisa kemasan adalah jenis sampah plastik yang paling banyak kita hasilkan sehari-hari. Contohnya shampo kemasan sachet.
3.       Membawa tas belanjaan sendiri, bawa selalu tas kanvas kemanapun kita pergi sehingga tidak perlu Iagi membungkus belanjaan dengan kantong plastik.
4.       Kurangi memesan makanan, masaklah makanan sendiri. Memasak makanan sendiri menghindari produksi sampah plastik.
5.       Gunakan peralatan makanan dan botol minuman sendiri.
6.       Kurangi penggunaan sedotan plastik.
7.       Simpan makanan dalam toples kaca.
8.   Olah sampah plastik jadi barang baru.
   “Upaya penanganan atau pengurangan sampah plastik ini sangat penting untuk kita sosialisasikan serta melaksanakan, dan hendaknya kita jadikan sebagai salah satu program kegiatan PKK Tulang Bawang Barat,” harapnya.
   Hal lain lanjut Kornelia, yang perlu mendapat perhatian adalah permasalahan stunting yaitu, sebuah kondisi di mana tinggi badan seseorang ternyata lebih pendek dibanding tinggi badan orang lain pada umumnya.
   Adapun penyebab anak terkena stunting adalah faktor gizi buruk dan faktor penyakit Iain seperti diare. Penyakit stunting memiliki dampak yang sangat buruk yaitu selain bentuk tubuh anak yang pendek, perkembangan otak anak stunting menurun sebanyak 3O persen dari anak yang normal.

   Kornelia mengingatkan bahayanya Stunting begitu berdampak besar pada pertumbuhan anak, maka perlu ada penanganan serius dengan memberikan asupan gizi pada ibu hamil dan balita serta menjaga lingkungan agar tetap bersih.
   “Program penanganan stunting ini pun perlu kita rancang untuk dilaksanakan, tentunya melalui kerjasama dan sinergi di antara unsur terkait yang ada di daerah ini,” pintanya.
Kabiro sandy/nopriwan/andi febri gunawan. 


Labels:

Posting Komentar

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget