Wali Kota Mojokerto Teken Kerjasama Dengan Bpjs Kesehatan Mojokerto

suaraharianpagi.com
   Dalam rangka menjamin kesehatan masyarakat Kota Mojokerto, Pemerintah Kota Mojokerto kembali menjalin kerja sama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Mojokerto. Hal ini sebagai langkah untuk optimalisasi penyelenggaraan program Jaminan Kesehatan Nasional di Kota Mojokerto.
   Langkah ini diperkuat dengan penandatanganan kesepakatan antara Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari dengan Kepala BPJS Kesehatan Dina Diana Permata pada Jumat (29/3) di Ruang Nusantara, Kantor Pemkot Mojokerto. Turut hadir dalam acara penandatanganan komitmen, Wakil Wali Kota Mojokerto Achmad Rizal Zakaria, Asisten dan Kepala OPD terkait, Camat, Lurah serta Kepala Rumah Sakit se-Kota Mojokerto.
   Dalam sambutannya, Ning Ita menyampaikan bahwa Kota Mojokerto sudah mencapai UHC (Universal Health Coverage) sejak 2018 bahkan menjadi pendahulu diantara kabupaten / kota di Jawa Timur. “Ini adalah prestasi yang patut kita banggakan, meski demikian masih ada beberapa kekurangan yang perlu disempurnakan,” kata Ning Ita.
   Lebih lanjut Ning Ita menghimbau agar semua pihak terkait pemberi pelayanan kesehatan harus ekstrasabar dalam menghadapi masyarakat. “Terutama teman-teman di Puskesmas adalah garda pertama yang langsung bersentuhan dengan masyarakat,” jelas Ning Ita.
   Hal lain yang menjadi sorotan Ning Ita adalah masalah ketidaksinkronan data. “Kedepan melalui kader motivator, saya ingin warga yang tidak mempunyai kartu BPJS untuk sesegera mungkin diedukasi untuk mengurus kepesertaan BPJS. Tidak perlu menunggu sakit, baru kemudian mengurus,” jelas Ning Ita. Ning Ita menambahkan bahwa mengurus kepesertaan BPJS tidak bisa sehari jadi, karena dibutuhkan mensinkronkan data. Hal ini juga harus diketahui oleh masyarakat.
   Mengakhiri sambutannya, Ning Ita mengucapkan terima kasih kepada BPJS Kesehatan dan seluruh pihak yang telah bekerja sama dengan Pemerintah Kota Mojokerto dalam mendukung layanan kesehatan bagi warga Kota Mojokerto.
   Senada dengan Ning Ita terkait UHC di Kota Mojokerto, Kepala BPJS Kesehatan Dina Diana Permata menyampaikan bahwa sudah 95,3 % warga di Kota Mojokerto ter-cover BPJS Kesehatan. Dina menjelaskan bahwa antara pihaknya telah menjalin kesepakatan dengan Dinas Kesehatan Kota Mojokerto dan Dispendukcapil Kota Mojokerto untuk melakukan sinkronisasi data.
   “Data penduduk yang ada akan dipilah mana penduduk yang belum terdaftar akan dilakukan verifikasi dan validasi data oleh Dinkes dan Dispenduk kemudian akan diserahkan ke BPJS. Harapannya nantinya seluruh penduduk Kota Mojokerto mendapat kepastian akan jaminan kesehatan,” jelas Dina.
   Ia melanjutkan bahwa BPJS banyak menerima keluhan karena kamar RS faskes BPJS yang selalu penuh. Terkait hal ini Dina menjelaskan bahwa rumah sakit di Kota Mojokerto menjadi rujukan dari daerah lain di sekitar Kota Mojokerto. “Untuk meminimalisir keluhan dari peserta, kami telah meminta seluruh rumah sakit untuk menyediakan dashboard. Sehingga ada transparansi dan petugas yang ditunjuk untuk melakukan updating data kamar,” lanjut Dina.
   Lebih lanjut Dina mengatakan bahwa kepuasan adalah tujuan utama BPJS Kesehatan. “Untuk mewujudkan kepuasan kepada masyarakat Kota Mojokerto. Harapannya, komunikasi dan koordinasi bisa berjalan lebih baik lagi dengan Pemkot dan fasilitas kesehatan sehingga permasalahan yang terjadi di lapangan bisa kita carikan solusi bersama-sama. Sehingga bisa memberikan kepuasan pelayanan untuk peserta,” pungkas Dina. *Humas/Ds
Tags:

Posting Komentar

[blogger]

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget