Rabad Beton Warga Minta Penegak Hukum Menindak Tegas
JOMBANG - suaraharianpagi.com
   Bangunan jalan rabad beton sepanjang 436 meter, dan lebar 4 meter, di Dusun Rawarayung-Bakalan dan Dusun Panemon Desa Bakalanrayung, Kecamatan Kudu, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, baru tujuh bulan selesai dibangun sudah rusak parah.
   Bangunan jalan rabad beton sepanjang 436 meter, dan lebar 4 meter, di Dusun Rawarayung–Bakalan menelan biaya sebe sar Rp. 392.881.252.90 juta, sementara yang di Dusun Panemon yang Panjangnya 216 meter dan lebar 3 meter menelan biaya sebesar Rp.146.945.000, juta. Semuanya dibiayai dari Dana Desa tahun 2018.
   Jalan rabat beton tersebut dibangun mengunakan Dana Desa tahun 2018, kondisinya memprihatinkan, hancur, remek dan retak – retak dari ujung jalan ke ujung jalan. Menurut RK (46) warga setempat jalan rabad beton di Dusun Rawarayung – Bakalan dan Panemon, mulai dikerjakan sekitar Pertengahan bulan Agustus 2018, “Tapi aneh pada November 2018 jalan sudah rusak, jalan terjadi retak-retak, permukaan jalan sudah terkelupas, berlubang, dan beberapa titik jalan sudah ada yang pecah dan remuk”. Ujar RK kepada awak media.
   Selanjutnya oleh Pemerintah desa Bakalanrayung,  jalan tersebut sempat diperbaiki, tapi perbaikan hanya tambal sulam saja.“Sampai hari ini buktinya jalan tersebut kondisinya masih rusak parah. Masak usia bangunan hanya 7 bulan sudah rusak. Saya berharap aparat penegak hukum mengambil tindakan tegas, agar Dana Desa ini betul-betul membawa manfaat buat warga Bakalanrayung”. tegasnya.
   Saya berharap bangunan jalan tersebut dibongkar total, karena kerusakan jalan tersebut, akibat buruknya mutu beton atau adonan semen yang digunakan untuk jalan tersebut. Perbaikan tambal sulam tidak akan mampu memulihkan kaulitas beton secara keseluruhan. “Menurut saya kalau diperbaiki harus dibongkar total, diganti dengan bangunan baru. Karena percuma diperbaki kalau hanya tambal sulam saja, nanti akan rusak lagi. Perbaikan tambal sulam itu hanya akal-akalan saja, karena tidak akan mampu memperbaiki mutu jalan secara keseluruhan”. Kata RK.
   Kepala desa Bakalanrayung Supadmi, saat dikonfirmasi di kantornya ia mengakui adanya kerusakan jalan tersebut, karena pada saat proses pengerjaan jalan belum selesai warga sudah memaksa menggunakan jalan tersebut, namun ia membantah kalau dikatakan jalan tersebut patah dan remuk.
   “Memang betul ada kerusakan, permukaan jalan aus dan terkelupas, tapi tidak benar kalau jalan tersebut terjadi patah dan remuk. Kami mohon kalau bisa jangan ditulis di media “ tegas Supadmi dengan nada memohon.
   Terkait hal tersebut menurut LSM Gadjah Mada, ia mengatakan kerusakan jalan yang hanya hitungan bulan, harus ada tindakan tegas dari Pemkab Jombang, dan aparat penegak hukum.
   “Jalan hanya hitungan bulan sudah rusak, ini sangat tidak lazim. Kuat dugaan Pemerintah desa Bakalanrayung dan Tim pengelola kegiatan (TPK) desa Bakalan  rayong H.Sutrino bersekongkol untuk mengerjakan jalan rabad beton tersebut tidak sesuai dengan perencanaan atau spesifikasi teknis. Karena jalan tidak akan rusak dalam hitungan bulan, jika benar-benar dikerjakan sesuai spesifikasi teknis”.
Jadi harus ada pertangungjawaban hukum baik perdata maupun Pidana, oleh Pemerintah desa, dan TPK desa Bakalanrayung. “konflik ini tidak bisa dibiarkan begitu saja, Karena kerusakan jalan tersebut berimplikasi luas, misalkan kerugian materiil, atau kerugian masyarakat dan keuangan Negara. Oleh karena itu Pemkab Jombang, dan penegak hukum harus bertindak tegas”. kata wartawan
   Bahkan dapat berpengaruh kepada masyarakat Jombang terhadap nilai dan kualitas bangunan yang dibiayai Dana Desa itu sendiri, seperti bangunan draynase, jalan, gedung atau bangunan sipil lainya. tandasnya *us/ryan


Tags:

Posting Komentar

[blogger]

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget