Halloween Costume ideas 2015
[img src="https://1.bp.blogspot.com/-y5vc1w5WmmI/Wvu0-zyCxSI/AAAAAAAAE1k/6-N0xM6XlYERbg8k5nHriuOLiwFrZiWpACLcBGAs/s1600/150%2Bx%2B450%2Bbanner.png"/]

Rabu, 9 Januari Aliansi Komponen Masyarakat ( AKRAB ) Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Kota/Kabupaten Pasuruan gelar aksi protes pemadaman dan pemutusan jaringan listrik oleh PLN. Didalam AKRAB tersebut antara lain LSM LMPI ( Laskar Merah Putuh Indonesia ), LIRA, PENJARA INDONESIA, SUROPATI, GARDA PANTURA, GARDAPURA, AJIB dan M_BARA.


Pasuruan - suaraharianpagi.com
   Suasana sebelumnya adem, ketika pihak PLN, mempersilahkan perwakilan peserta aksi masuk untuk dapat berdialog, sampaikan aspirasi dengan pimpinan PLN yang berkantor di Jl Panglima Sudirman, Kota Pasuruan itu. Hanya saja, kondisi sedikit menghangat, setelah mengetahui Agus Setiono, Manager Area PT PLN (persero) Pasuruan tidak menemui mereka. Teriakan pun menggema di salah satu ruang pertemuan PLN itu.
  Mereka pun memutuskan keluar dan tidak melanjutkan dialog yang diagendakan saat itu. Akan tetapi, suasana panas masih terlihat, tatkala seorang di antaranya, tiba-tiba menggebrak meja dan berteriak ke arah pegawai PLN, meski kemudian, berhasil diajak keluar, menghindari hal-hal yang tak terduga.
    “Percuma, percuma, percuma!” teriak seorang peserta aksi menunjukkan kekecewaan gara-gara tak ditemui pimpinan PLN.
    Koordinator Aliansi Komponen Masyarakat Pasuruan (AKRAB), Ayik Suhaya menegaskan, kekecewaan terhadap PLN saat penyampaian aspirasi itu, dianggapnya wajar dan cukup beralasan. Pasalnya, sejak jauh sebelumnya, surat telah dilayangkan, salah satunya meminta bertemu langsung dengan pimpinan PLN, dalam hal ini Manager Are, Agus Setiono. “ Lha kalau kalau diwakilkan, tidak bisa memberikan kebijakan,” tandas Ayik, mengungkapkan alasan meninggalkan ruangan dialog bersama pihak PLN.
     Aksi AKRAB kali ini, dilakukan setelah pihaknya menerima banyak masukan dan keluhan terkait seringnya PLN melakukan pemadaman. Dari catatan mereka, warga kerap tak mengetahui bila pada waktu tertentu listrik dipadamkan. Sehingga PLN dianggap sewenang-wenang, karena pemadaman dilakukan tanpa pemberitahuan kepada warga. Belum lagi, persoalan pemutusan jaringan listrik di rumah-rumah milik warga. Warga seringkali merasa tertekan, lantaran PLN kerap tidak memiliki kebijakan, berperan bak diktator, yang langsung memutus listrik warga, bilamana ada tunggakan tagihan. Sampai saat ini belum ada penjelasan disampaikan oleh pihak PLN, terutama Agus Setiono, Manager Area PT PLN (persero) Pasuruan, terkait sikap dan tuntutan AKRAB. *syah


Labels:

Posting Komentar

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget