Halloween Costume ideas 2015
[img src="https://1.bp.blogspot.com/-y5vc1w5WmmI/Wvu0-zyCxSI/AAAAAAAAE1k/6-N0xM6XlYERbg8k5nHriuOLiwFrZiWpACLcBGAs/s1600/150%2Bx%2B450%2Bbanner.png"/]

Proyek Sanitasi Nilai Ratusan Juta didirikan Di Sungai


 Blitar Kabupaten – suaraharianpagi.com
   Proyek pengadaan sanitasi bagi warga lingkungan Tanggung Kelurahan Wlingi ini dibangun oleh kelompok masyarakat (pokmas). Bangunan sanitasi ini dibiayai dari Pemerintah Pusat senilai lebih kurang Rp. 480 juta rupiah. Banyak warga yang mempertanyakan proyek sanitasi ini, karena sejak awal memang tidak ada sosialisasi.
   Jika dilihat lebih dekat, memang bangunan Sanitasi didirikan di sungai. Lebih kurang 60% bagian bangunan berada di sungai. Hal ini membahayakan lingkungan saat musim hujan bisa menyebabkan banjir. Bahkan jika airnya deras bisa menghanyutkan bangunan sanitasi.
   Sementara itu, saat di temui di kantornya Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman Kabupaten Blitar Agus menjelaskan memang proyek pengadaan sanitasi ini dibawah naungannya. Namun dalam pelaksanaannya langsung ditangani oleh kelompok masyarakat bersama tim fasilitator atau pendamping. Kamis, 20/9
   Dari informasi yang diterimanya, pihak dinas Perumahan dan Permukiman Kabupaten Blitar akan mengecek baik administrasi maupun bangunannya. Jika memang ada yang salah akan dibenahi secepatnya.
   Berdasarkan keterangan kasi Pengelolaan sumber air sungai dan pantai Bidang Sumber Daya Air (SDA) Gatut menyampaikan bahwa bangunan yang didirikan di sungai adalah salah/menyalahi. Berdasarkan aturan mendirikan bangunan diwilayah sungai tidak boleh. Penentuan batas wilayah ini sudah diatur oleh peraturan. Jadi tidak boleh sembarangan mendirikan bangunan di sungai. Dan untuk bangunan yang didirikan di sungai menjadi tugas Satpol PP untuk menertibkan bangunan tersebut berdasarkan peraturan daerah yang ada bahkan undang-undang. "Jika ada bangunan yang melanggar, maka tugas Satpol PP untuk menindaknya dengan tegas." Jelasnya
   Menurut masyarakat bangunan sanitasi ini tidak semestinya dibangun di sungai. "Jangankan didirikan bangunan sanitasi, dibuangi sampah saja tidak boleh, larangan ini sudah sangat jelas dan semua warga tahu." jelas salah satu sekitar proyek
   Selain itu, proyek sanitasi ini tidak pernah disosialisasikan ke warga sekitar, apalagi dilibatkan dalam kepanitiaan proyek. Dari hasil investigasi wartawan SHP ditemukan kenyataan warga sekitar proyek sanitasi tidak dilibatkan atau dimintai pendapat dan pemikiran terkait kegiatan itu. Pernah satu kali undangan pertemuan namun belum sampai memperoleh kesepakatan dan kesepahaman sudah bubar alias gagal. *atk

Labels:

Posting Komentar

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget