September 2018


 Blitar Kabupaten – suaraharianpagi.com
   Proyek pengadaan sanitasi bagi warga lingkungan Tanggung Kelurahan Wlingi ini dibangun oleh kelompok masyarakat (pokmas). Bangunan sanitasi ini dibiayai dari Pemerintah Pusat senilai lebih kurang Rp. 480 juta rupiah. Banyak warga yang mempertanyakan proyek sanitasi ini, karena sejak awal memang tidak ada sosialisasi.
   Jika dilihat lebih dekat, memang bangunan Sanitasi didirikan di sungai. Lebih kurang 60% bagian bangunan berada di sungai. Hal ini membahayakan lingkungan saat musim hujan bisa menyebabkan banjir. Bahkan jika airnya deras bisa menghanyutkan bangunan sanitasi.
   Sementara itu, saat di temui di kantornya Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman Kabupaten Blitar Agus menjelaskan memang proyek pengadaan sanitasi ini dibawah naungannya. Namun dalam pelaksanaannya langsung ditangani oleh kelompok masyarakat bersama tim fasilitator atau pendamping. Kamis, 20/9
   Dari informasi yang diterimanya, pihak dinas Perumahan dan Permukiman Kabupaten Blitar akan mengecek baik administrasi maupun bangunannya. Jika memang ada yang salah akan dibenahi secepatnya.
   Berdasarkan keterangan kasi Pengelolaan sumber air sungai dan pantai Bidang Sumber Daya Air (SDA) Gatut menyampaikan bahwa bangunan yang didirikan di sungai adalah salah/menyalahi. Berdasarkan aturan mendirikan bangunan diwilayah sungai tidak boleh. Penentuan batas wilayah ini sudah diatur oleh peraturan. Jadi tidak boleh sembarangan mendirikan bangunan di sungai. Dan untuk bangunan yang didirikan di sungai menjadi tugas Satpol PP untuk menertibkan bangunan tersebut berdasarkan peraturan daerah yang ada bahkan undang-undang. "Jika ada bangunan yang melanggar, maka tugas Satpol PP untuk menindaknya dengan tegas." Jelasnya
   Menurut masyarakat bangunan sanitasi ini tidak semestinya dibangun di sungai. "Jangankan didirikan bangunan sanitasi, dibuangi sampah saja tidak boleh, larangan ini sudah sangat jelas dan semua warga tahu." jelas salah satu sekitar proyek
   Selain itu, proyek sanitasi ini tidak pernah disosialisasikan ke warga sekitar, apalagi dilibatkan dalam kepanitiaan proyek. Dari hasil investigasi wartawan SHP ditemukan kenyataan warga sekitar proyek sanitasi tidak dilibatkan atau dimintai pendapat dan pemikiran terkait kegiatan itu. Pernah satu kali undangan pertemuan namun belum sampai memperoleh kesepakatan dan kesepahaman sudah bubar alias gagal. *atk


Tulang Bawang-Lampung
  Bupati Tulang Bawang Hj. Winarti SE MH bersama Kapolres Tulang Bawang AKBP. Raswanto Hadiwibowo SIK, beserta Sekda Tulangbawang Ir. Anthoni MM  dan Jajaran Pejabat Tulangbawang dan Tulang Bawang Barat, bersama Tokoh Masyarakat, Tokoh Adat Megow Pak Tulang Bawang menyambut kunjungan perdana Kapolda Lampung Irjend. Drs. Purwadi Arianto, M.Si di Mapolres Tulangbawang, Jum'at (21/9/2018).
   Dalam kunjungannya, Kapolda didampingi Istri dan Pejabat Utama Polda Lampung diantaranya Kombes Soebarmen yang saat ini menjabat Dirnarkoba, serta Pejabat Utama Polda Lampung dan Jajaran lainnya.
   Adapun acara dikemas dalam bentuk tatap muka antara Kapolda Lampung dengan seluruh unsur yang ada dalam lingkup wilayah hukumn Polres Tulangbawang, yang meliputi Kabupaten Tulangbawang dan Tulangbawang Barat.
   Bunda Winarti, sapaan akrab Bupati Tulangbawang, dalam sambutannya mengucapkan selamat datang kepada Kapolda Lampung Irjend. Drs. Purwadi Arianto, M.Si di Kabupaten Sai Bumi Nengah Nyappur.
   Selain itu, Bupati Gotong Royong ini, pula sekaligus mengenalkan para Anggota Forkopimda Tulangbawang, Pejabat Tulangbawang serta para Pejabat Tulangbawang Barat juga tokoh masyarakat adat.
   "Selamat datang Pak Kapolda Irjend. Drs. Purwadi Arianto, M.Si, dan saya jelaskan juga bahwa koordinasi antara kami anggota Forkopimda sudah terjalin dengan baik, kadang dalam hal obrolan kecil tetapi sudah menjadi koordinasi antara saya dengan Kapolres," ungkap Bunda.
   "Selain itu, alhamdulillah kondisi keamanan bisa terjaga berkat kerja keras dan tangan dingin Pak Kapolres Tulangbawang AKBP. Raswanto Hadiwibowo SIK, sehingga wilayah hukum Polres Tulangbawang dapat aman tentram dan sejuk," sebut Bupati bergelar Adat, Pangeran Suri.
   Lebih lanjut, Bupati BMW (Bergerak Melayani Warga) ini juga menyampaikan situasi dan kondisi masyarakat di Kabupaten Tulangbawang yang beragam dalam menjelang Pemilu.
   "Menghadapai Pemilu yang akan datang, kami mohon pak Kapolda bisa membimbing kami, karena kami terdiri banyak suku dan kami menjunjung keberagaman dalam bentuk gotong royong, dan sesuai juga arahan dari Pak Presiden Jokowi, bahwa kita harus menjaga keberagaman dan bergotong royong mensejahterakan masyarakat, maka kami mohon selalu bimbing dan berikan arahan bapak kepada kami, agar bisa bekerja nyaman aman dengan iklim investasi yang kondusif sehingga tujuan kesejahteraan masyarakat cepat tercapai," harap Bunda Winarti. 
   Sementara, Kapolda Lampung Irjend. Drs. Purwadi Arianto, M.Si dalam kunjungannya itu, menyampaikan bahwa agenda pada kali ini berupa silaturahmi agar Kepolisan dapat bekerja maksimal dalam menjaga keamanan dan mengayomi masyarakat.
   "Tujuan saya kesini bersilaturahmi, mohon dukungan agar bisa bekerja maksimal. Polisi dalam tugas ada 2 yang harus dilakukan dan menjadi harapan masyarakat, pertama, kalau masyarakat datang ingin dilayani dengan baik, kedua, kalau ada masalah jangan dipersulit. Jadi Kepolisian harus mampu untuk itu agar kepolisian dipercaya masyarakat dan rasa aman jaminan keamanan akan mewujudkan masyarakat yang produktif," tukas Kapolda Lampung Irjend. Drs. Purwadi Arianto, M.Si.
   Acara dilanjutkan tanya jawab yang dilakukan Kapolda untuk mendengar langsung hal-hal dari masyarakat yang terwakili oleh tokoh yang hadir. *RR



Tulang Bawang-Lampung - suaraharianpagi.com
   Bupati Tulang Bawang Hj. Winarti SE MH menghadiri peresmian Pusat Pelayanan Ginjal Terpadu dan Pelayanan Hemato-Onkologi Terpadu di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Menggala, Kabupaten Tulangbawang, Kamis (20/09/18).
   Turut hadir selain Bupati, nampak pula Ketua Adat Lembaga Megow Pak Tulangbawang Abdurahman Sarbini (Papi Mance) yang merupakan Pendiri atau Penggagas pembangunan RSUD Menggala, Direktur RSUD Menggala Dr. Lukman Pura, Inspektur Kabupaten Tulangbawang Pahada Hidayat,  Asisten Bidang Pemerintahan Drs. Akhmad Suharyo serta para Staf Ahli Bupati dan Unsur Forkopimda serta ketua MUI Kabupaten Tulangbawang.
   Nampak juga Joana Yao (gm Baxter apac), Sanjay Sham dasani (directory of rts), Ambarish jajodia (gm rts), Dr. Patricia Lopes (senior rts consultants), Dr. Ridwan angkasa (project manager), Erwin Yap. Anna Madonna,Ns.Skop (chief Murs executifve), Fithri Aini (nurse coordinator).
   Dr. Lukman Pura dalam laporannya pada acara ini mengatakan bahwa RSUD Menggala akan menjadi rumak sakit yang mampu melayani pasien gagal ginjal sampai tahap akhir dan rujukan untuk 7 Kabupaten.
   "Bila dulu kita hanya mampu cuci darah kini selain itu kita akan mampu sampai pada tahap transplantasi dan akan mengcover 7 Kabupaten di Lampung," ujar Dr. Lukman.
   Sementara Pangeran Suri Bupati Tulangbawang Hj. Winarti SE MH dalam sambutannya mengucapkan sangat berterimakasih atas adanya Pusat Pelayanan Ginjal Terpadu dan Pelayanan Hemato-Onkologi Terpadu di RSUD Menggala.
   "Alhamdulillah kita telah mampu berbuat sesuatu untuk rakyat, ini tentu karena diawali niat baik kita, saya juga sangat berterimakasih pada Dokter-Dokter terbaik Tulangbawang, yang ternyata ahli-ahli ini adalah Dokter asli RSUD Menggala yang mana secara historis adalah anak Pemda Tulangbawang," sebut Bunda Winarti, sapaan akrab Bupati Tulangbawang.
   "MoU 5 Tahun ini sepertinya kurang cukup, kedepan jangan hanya simbol sebagai rujukan, tetapi bisa melayani warga dengan nyaman, penuh senyuman dalam melayani warga dengan sebaiknya, karena ini terlihat mudah tetapi prakteknya sulit, maka saya minta komitmen kita untuk melayani warga, melayani publik dengan baik, cerminan berhasil adalah bisakah kita membuat warga bahagia," jelas Bupati BMW (Bergerak Melayani Warga).
   Selain itu, sambung Ibu Bupati, bahwa RSUD Menggala merupakan Rumah Sakit regional III dan rujukan bagi 7 Kabupaten yang ada di Provinsi Lampung, maka dari itu dalam segi pelayanan harus terus kian membaik dan meningkat dari segi apapun itu.
   "Untuk mensuport itu, kita telah mengakomodir melalui program bidang Kesehatan, seperti saat ini kita berikan tambahan insentif untuk Bidan Desa dan Kader Posyandu, dan selain itu, wujud nyata perhatian kepada masyarakat, kita juga telah memberikan bantuan kepada para anak-anak disabilitas dengan berupa insentif," ungkap Bupati perempuan pertama di Kabupaten Tulangbawang.
   "Jadi, ini jelas adalah bukti Negara hadir di tengah-tengah masyarakat, seperti halnya perintah Presiden Jokowi, bahwa kita harus hadir ditengah-tengah masyakarat. Presiden selalu memerintahkan kita harus dekat, mengerti keadaan rakyat dan berbuat terbaik untuk rakyat," pesan Bupati Winarti. *RR

Pasuruan - suaraharianpagi.com
   Dalam mengungkap hasil Operasi Sikat Semeru 2018, selain mengamankan puluhan pelaku tindak kejahatan kriminal. Pihak Kepolisian Resort Pasuruan Kota juga berhasil membekuk pentolan pelaku Pencurian Dengan Pemberatan (Curat) lintas daerah. Tersangka HL yang diketahui sebagai pentolan pelaku Curat yang sudah beraksi di TKP hotel BJ Perdana, berhasil diamankan petugas kepolisian beserta teman lainnya. Sementara satu pelaku lain masih dalam proses perburuan pihak kepolisian setempat karena melarikan diri.
   "Hasil ungkap kali ini kita lakukan menyeluruh di wilayah yang ada, dan ada salah satu tersangka yang merupakan pentolan dalam kasus curat saat ini masih kita sidik terkait kejadian salah satunya di hotel ", tegas AKP Slamet Santoso. SH, selaku Kasat Reskrim Polres Pasuruan Kota saat press release dilakukan. Sebanyak 5 kasus yang berhasil diungkap pihak kepolisian diantaranya yaitu Curanmor, Curat, Curas, Sajam dan Street Crime lainnya. Sedangkan jumlah tersangka yang diamankan sebanyak 99 tersangka.
   Slamet juga menegaskan, bahwa untuk menekan aksi pelaku tindak kejahatan dan kriminal, pihak kepolisian akan terus melakukan upaya penindakan. " Tidak harus dalam operasi saja, setiap hari kita akan lakukan pencegahan dan penangkapan para pelaku yang meresahkan masyarakat. Untuk tersangka lain yang dalam pelarian, kita akan terus melakukan pengejaran ", Imbuhnya.
    Dari data tersebut, ada sebanyak 37 tersangka non Target Operasi (TO) serta ada 9 tersangka yang masuk dalam TO. Selebihnya 16 tersangka sudah dilakukan proses penyidikan lebih lanjut, dan sebanyak 30 orang masuk pada proses pembinaan karena terkait aksi
premanisme dan mengganggu ketertiban masyarakat. Selain mengamankan para tersangka tindak pidana dan kejahatan, petugas kepolisian juga mengamankan puluhan barang bukti hasil kejahatan berupa surat keterangan dari bank atau leasing, kendaraan sepeda motor dan juga puluhan hand phone hasil kejahatan beserta alat kejahatan lainnya. *ko/syah

XxX

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Gambar tema oleh Jason Morrow. Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget