Halloween Costume ideas 2015
[img src="https://1.bp.blogspot.com/-y5vc1w5WmmI/Wvu0-zyCxSI/AAAAAAAAE1k/6-N0xM6XlYERbg8k5nHriuOLiwFrZiWpACLcBGAs/s1600/150%2Bx%2B450%2Bbanner.png"/]

Wartawan Se-Pasuruan Menggelar Aksi Damai Tolak Kriminalisasi terhadap Jurnalis

Pasuruan - suaraharianpagi.com
   Ratusan wartawan se - Pasuruan pada hari Jum'at, 06 Juli menggelar ' Aksi Damai solidaritas Jurnalis ', terkait kriminalisasi yang menimpa M.Yusuf ' wartawan Sinar Pagi Baru ' yang tewas dalam lembaga pemasyarakatan kelas 11B Kotabaru, Kalimantan Selatan, pada 10 juni 2018 lalu. Kriminalisasi yang menimpa M. Yusuf lantaran berita yang di tulisnya terkait pengolahan lahan sawit yang melibatkan perusahaan besar setempat tidak terima dan mengakibatkan M. Yusuf meninggal dunia yang membuat para insan pers di negeri ini geram.
   Aksi tersebut dimulai dipagi hari sekitar pukul 08.00 dan berkumpul di alun alun Bangil, kedatangan para jurnalis itu untuk menyampaikan aspirasinya dalam aksi simpatik yang tergabung dalam Aliansi jurnalis wartawan pasuruan. Beberapa awak media dari berbagai perusahaan media dan lembaga kewartawanan berdatangan di titik kumpul depan alun alun Bangil yang di koordinatori Henry Sulfianto. Dalam Aksi damai solidaritas jurnalis, para peserta aksi mengelar aksinya dengan menggunakan tali pita warna hitam di salah satu tangannya serta tabur bunga sebagai duka cita atas kematian wartawan Sinar Pagi Baru atas nama M Yusuf.
   Henri Sulfianto selaku koordinator aksi, menyampaikan beberapa tuntutan dan kecaman yang di alamatkan pada lembaga penegak hukum dan Dewan Pers. antara lain terkait rekomendasi yang diberikan dewan pers untuk mengusut serta menangkap M.yusuf tidak berdasarkan undang undang pers, melainkan memakai undang undang ITE, informasi dan teknologi karena di anggap menyebarkan ujaran kebencian dan pencemaran nama baik. Seolah ada keberpihakan dewan pers dan penegak hukum pada pengusaha sawit yang mengakibatkan dewan pers tidak bertindak jeli sesuai dengan undang undang pers yang berlaku ,dan mengakibatkan kematian M. Yusuf.
   Dalam orasinya, beberapa wartawan menyampaikan kecamanya pada pihak penegak hukum serta Dewan Pers, serta meminta mengungkap fakta – fakta indikasi pelanggaran terhadap HAM dalam penanganan perkara yang menjadikan almarhum M.Yusuf sebagai tersangka karena Dewan Pers dan
Kepolisian tidak memakai mekanisme sidang majelis kode etik yang ada dalam aturan dimasing - masing organisasi pers jika ada pelanggaran kode eti. " Kami jurnalis, bukan kriminal, Tulisan kami merupakan fakta yang harus diketahui oleh masyarakat umum sebagai hak publik, jurnalis murapakan salah satu pilar demokrasi yang harus dilindungi oleh hukum. Pernyataan dan sikap dewan pers dalam penanganan produk jurnalis sudah tidak sesuai dengan undang undang serta menyimpang dari kewenangannya. oleh karena itu para pimpinan Dewan Pers harus segera diganti atau mengundurkan diri ", teriak Henry Sulfianto. 
   Henry Sulfianto juga menambahkan dalam orasinya, " tujuan kita ini meminta agar supaya Dewan Pers itu harus lebih Objektif, melihat secara detail kasus yang ada, jangan dikit - dikit rekomendasi itu bukan karya tulis jurnalis. Dewan Pers harus teliti betul - betul, turun ke bawah kepada masyarakat yang dibela, sehingga memberi rekomendasi gak asal rekonendasi, jangan ' Asal Bapak Senang, Asal Semau Gue '. Dan jika memang itu terus terjadi kembali dan tidak ada pergantian Dewan Pers, lebih baik dewan pers dibubarkan saja ", imbuhannya. *Ko/Syah
Labels:

Posting Komentar

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget