Halloween Costume ideas 2015
[img src="https://1.bp.blogspot.com/-y5vc1w5WmmI/Wvu0-zyCxSI/AAAAAAAAE1k/6-N0xM6XlYERbg8k5nHriuOLiwFrZiWpACLcBGAs/s1600/150%2Bx%2B450%2Bbanner.png"/]

Tradisi Lebaran Ketupat, Ribuan Warga Padati Acara 'Praonan' Di Pantura

Pasuruan-SHP
   Tradisi lebaran ketujuh (lebaran ketupat) ribuan warga dari berbagai daerah padati acara 'Praonan' atau naik perahu di setiap dermaga pesisir Pantai Utara (Pantura), salah satunya seperti yang terdapat di pelabuhan kecamatan Panggungrejo, kota Pasuruan pada Jumat, 22 Juni pagi.
   Giat praoan yang sudah menjadi tradisi rutin tiap tahun dan juga menjadi warisan budaya lokal bagi warga nelayan yang ada di pesisir pantura di Pasuruan itu, merupakan momen yang selalu ditunggu warga setempat. Mengingat, selain dapat menarik pengunjung atau peminat warga dan juga masyarakat dari berbagai daerah tentu juga dapat menambah pendapatan bagi para nelayan yang ada.
   Dari sejumlah titik dermaga yang menjadi tumpuan masyarakat dalam melakukan aktifitas praonan di Pasuruan diantaranya yaitu, di desa Kalirejo kecamatan Kraton dan desa Lekok kecamatan Lekok kabupaten Pasuruan serta di kelurahan Ngemplakrejo dan juga di kelurahan Panggungrejo kecamatan Panggungrejo kota Pasuruan.
   Sudah tentu, bahwa dalam kegiatan tersebut Akhmad Gatot Hartowo selaku ketua panitia kegiatan praonan sangat berharap supaya acara dapat berjalan dengan lancar. "Setidaknya kami berharap acara berjalan lebih maju dan jangan malah tambah menurun tiap tahunnya dan yang terpenting dapat dukungan penuh dari pemerintah setempat", Ujarnya kepada awak SHP saat ditemui pada kegiatan dilapangan.
   Selain menyediakan jasa pelayanan berupa perahu dan kapal kecil sebagai alat transportasi laut buat para pengunjung, pihak panitia juga menyajikan sebuah panggung hiburan berupa musik dangdut sebagai penyemarak acara.
Gatot juga menyayangkan, bahwa acara yang dilaksanakannya itu tidak berjalan sesuai dengan perencanaan awal. "Dari anggaran yang kita ajukan semula dua puluh juta, ternyata dipangkas tiga juta. Jadi, kita tidak bisa mengadakan acara perlombaan pembuatan ketupat. Ya.....tentu sayang!, dari rencana awal jadinya batal". Ungkap Gatot, yang juga selaku ketua rukun nelayan di wilayah kelurahan Ngemplakrejo, kecamatan Panggungrejo, kota Pasuruan.
   Mirisnya lagi, adanya sebuah sampah yang berasal dari rumah tangga berupa plastik, pembalut anak, botol air mineral dan juga styrofoam yang bertebaran dan memenuhi sungai Gembong di pelabuhan kota Pasuruan juga sangat mengganggu pemandangan yang ada. Sehingga kondisi sungai yang ada terkesan sangat kotor dan juga tak sedap dipandang.
   "Harapan saya mengenai sampah, supaya masyarakat sadar dalam membuang sampah ke sungai. Terlebih dari dinas terkait, supaya melakukan tindakan yang nyata dan bukan hanya berupa himbauan terkait larangan warga yang membuang sampah di sungai. Mengingat kebersihan itu sebdiri merupakan sebagian dari iman". Tambahnya Gatot.
   Terlaksananya acara tersebut, tentu berkat kerjasama dari semua pihak yang terkait. Baik dari pihak panitia pelaksana, dinas Pariwisata, Perikanan dan Kelautan, Syahbandar, Kamla, Polairud dan juga Dishub setempat.
   Tampak sejumlah pengunjung yang ada menikmati suasana praonan dengan cara keliling ke tengah laut diantara perbatasan laut Madura dengan Jawa. "Setiap tahun saya mengajak keluarga praonan dan tentu sangat senang meskipun dibawah terik matahari". Ungkap salah satu penumpang perahu, Soleh (42) warga asal Kejayan, kabupaten Pasuruan.
   Dalam acara praonan yang dilakukan oleh masyarakat pada momen lebaran ketupat tersebut, merupakan salah satu bentuk wujud masyarakat dalam menghabiskan sisa liburan selama hari raya Idul Fitri 1439 hijriyah yang lalu. Mulai dari aktifitas mudik ke kampung halaman, hingga balik termasuk yang biasa dilakukan oleh warga pesisir pada lebaran ketupat yakni dengan cara praonan. *Ko/Sya.
Labels:

Posting Komentar

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget