Halloween Costume ideas 2015
[img src="https://1.bp.blogspot.com/-y5vc1w5WmmI/Wvu0-zyCxSI/AAAAAAAAE1k/6-N0xM6XlYERbg8k5nHriuOLiwFrZiWpACLcBGAs/s1600/150%2Bx%2B450%2Bbanner.png"/]

Tak Terawat, Kondisi Atap Stand Ex Burung Ambruk dan Memprihatinkan

Pasuruan - suaraharianpagi.com
   Tidak terawatnya sebuah bangunan bekas stand burung dan ikan hias yang ada didalam UPT Pasar Kebonagung, kecamatan Purworejo, kota Pasuruan kondisi atapnya ambruk dan sangat memprihatinkan. Ambruknya atap bekas stand burung itu diakibatkan karena faktor usia kayu yang sudah lapuk dan tua, ditambah tidak adanya perawatan dan perbaikan dari pemerintah serta dinas terkait membuat kondisi yang ada semakin terlihat terbengkalai dan memperihatinkan. 
Selain itu, kekhawatiran juga dirasakan oleh sejumlah pedagang ikan hias serta penjual Makanan dan Minuman (Mamin) yang hingga saat ini menempati beberapa sisa bangunan stand tersebut. Dengan kondisi seperti itu, jelas sangat mengancam keselamatan para pengunjung. " Sejak pembangunan tahun 1989 dan penempatan pada tahun 1991, hingga saat ini belum pernah ada perawatan atau perbaikan dari pemerintah sama sekali ", Ungkap Luki 46th salah satu pedagang sekitar.
   Mirisnya lagi, beredar informasi bahwa stand yang merupakan aset pemerintah tersebut beberapa unit sudah ada yang berpindah tangan ke masyarakat. Bahkan dari dugaan itu mengarah kepada sejumlah oknum dari dinas terkait di masa sebelumnya. Saat dikonfirmasi awak SHP, kepala UPT Pasar Kebonagung Ridho Wijaya mengaku hanya mengetahui sekilas terkait kondisi bangunan stand bekas pasar burung yang rusak itu. Karena Ia masih baru menjabat sebagai kepala UPT di Pasar Kebonagung tersebut. " Mengenai kepemilikan stand bekas pasar burung, prosesnya seperti apa dulunya saya tidak tau. Kalau memang ada perpindahan terkait kepemilikan stand pasar, yang jelas semua ada aturan dan mengetahui pemerintah daerah ", Ungkap Ridho kepada awak SHP.

  Guna mengklarifikasi adanya dugaan perpindahan hak milik stand bekas pasar burung di Pasar Kebonagung. Sumarni selaku kepala Disperindag yang lama membantah adanya dugaan sejumlah stand yang pindah ke pihak lain, dalam hal ini oknum dari Disperindag sendiri. " Tidak...tidak ada mas...!, saya tidak memiliki stand di bekas pasar burung. Kalau stand di sebelah barat blok pakaian, saya memang punya dan itu saat saya masih di koperasi sekitar di tahun 2004 hingga 2006 lalu ", Ujar Sumarni saat di konfirmasi awak SHP, ketika mengurus sisa masa jabatannya di Disperindag pada Rabu, 30 Mei sore hari.
   Dengan adanya kondisi yang memperihatinkan dari bangunan stand bekas pasar burung yang ada didalam UPT Pasar Kebonagung saat ini, setidaknya Pemerintah Daerah (Pemda) dalam hal ini Pemkot Pasuruan juga harus memperhatikan perawatan atau perbaikan. Sehingga selain nantinya dapat difungsikan kembali oleh sejumlah pedagang lain, juga tidak membahayakan bagi beberapa pedagang yang masih bertahan hingga saat ini. Sementara, menurut Mualif selaku kepala Disperindag kota Pasuruan menyatakan. " Bahwa untuk proses permohonan pengajuan sebagai penghuni atas hak guna pakai bangunan stand itu sendiri, prosesnya harus melalui pendelegasian dari Walikota terlebih dahulu. Jadi untuk stand itu sendiri, masih merupakan aset pemkot ", Terangnya.
Terkait adanya perbaikan di 4 titik pasar yang ada di kota Pasuruan, melalui DAK tahun 2018 ini Pemkot menganggarkan sebesar 4,1 miliar lebih diantaranya pasar Karangketuq sebesar 523 juta rupiah, untuk pasar Meubel Bukir sebesar 2,3 miliar rupiah lebih dan untuk pasar Poncol sebesar 725 juta rupiah. Sedangkan untuk Pasar Kebonagung sendiri sebesar 537 juta rupiah dan itu hanya di fokuskan rehab pada pagar luar dan fasum lainnya. *Ko/Syah
Labels:

Posting Komentar

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget