[img src="https://1.bp.blogspot.com/-y5vc1w5WmmI/Wvu0-zyCxSI/AAAAAAAAE1k/6-N0xM6XlYERbg8k5nHriuOLiwFrZiWpACLcBGAs/s1600/150%2Bx%2B450%2Bbanner.png"/]

jual BEP dengan keuntungan dari tarif C, D, E, F, G (rumah kelas menengah keatas)

Dampak Kenaikan TDL, PDAM Tirta Dharma Sesuaikan Tarip Baru
Pasuruan - Suaraharianpagi.com
    Guna menstabilkan siklus serta menyeimbangkan antara inflasi kebutuhan dengan pelayanan di dalam Sistem Penyedia Air Minum (SPAM), pihak PDAM Tirta Dharma Kota Pasuruan lakukan sosialisasi terkait penyesuaian tarif air minum kepada pelanggan air bersih di gedung Gradhika Bhakti Pradja Kota Pasuruan pada Selasa, 14 Oktober 2017 pukul 09.00 wib.
   Selain dihadiri langsung oleh Robert Balbut selaku direktur PDAM Tirta Dharma kota Pasuruan, acara juga dihadiri sejumlah perwakilan pelanggan air bersih kota Pasuruan, para pemerhati lingkungan, tokoh masyarakat, komisi ll DPRD kota Pasuruan, LSM, Sugiarti selaku KA Bag ekononomi, Dewas PDAM. Termasuk Akhmad Fauzi Arifin selaku Sekretariat DPD PERPAMSI Jatim sebagai narasumber dan Pranoto dari Financial Specialis For Water dan Sanitation sebagai konsultan
   Tak ingin berdampak pada peningkatan pelayanan dalam penyuplaian air bersih kepada pelanggan, atas dampak dari kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL) sebesar 10 persen. Sesuai dengan peraturan Walikota nomer 8 tahun 2013, maka PDAM berupaya melakukan penyesuaian tarif baru guna meminimalisir sekaligus menjaga keseimbangan perusahaan termasuk menghindari tingkat kerugian yang lebih besar.
   "Ini penyesuaian, seumpama listrik tidak naik kita pun tidak naik. Atas kenaikan tarif dasar listrik sebesar sepuluh persen dan setelah saya hitung Industri tiga persen, maka kurang lebih jatuhnya ke kita sebesar sembilan belas persen. Jadi kita pukul dua puluh persen untuk menjaga keseimbangan perusahaan," ujar Robert kepada awak SHP seusai acara sosialisasi dilakukan.
   Seperti yang telah disampaikan bahwa dari penyesuaian sebesar 20 persen tersebut, pihaknya mengaku hanya mendapatkan keuntungan diangka 7 hingga 8 persen. Diketahui ada 8 macam tarif pelanggan, yakni kalau untuk subsidi jenis tarif 'A' (rumah dibawah type 36) bagi pelanggan kelas menengah kebawah. Sedangkan untuk jenis tarif 'B' di jual BEP dengan keuntungan dari tarif C, D, E, F, G (rumah kelas menengah keatas), sehingga dilakukan subsidi silang.
   Robert juga menjelaskan bahwa ada 3 faktor penyebab, sehingga perlu adanya penyesuaian tarif air minum itu sendiri. Selain karena dampak kenaikan TDL, faktor inflasi harga produk pabrikan yang naik 6 persen termasuk biaya pembengkakan tenaga kerja sehingga menghambat pada proses peningkatan pelayanan sekaligus penanganan.
   "Kita ingin memberikan pemahaman masyarakat bahwa aturan pemerintah untuk membayar air tidak boleh dibawah empat persen dari gaji UMR, itu untuk masyarakat kebawah. Kalau misal UMR nya dua juta rupiah, maka empat persen nya seratus ribu rupiah. Faktanya, masyarakat masih membayar hanya antara empat puluh rupiah hingga enam puluh ribu rupiah," tambahnya direktur PDAM Tirta Dharma kota Pasuruan.
   Sementara menurut Saiful warga jalan Kyai Sepuh, kelurahan Gentong,  Kecamatan Gadingrejo, Kota Pasuruan salah satu pemerhati masyarakat.   "Hendaknya penyesuaian yang ada alangkah idealnya dibarengi dengan peningkatan kwantitas dan kwalitas pelayanan yang kontinyu," ungkap Saiful. *ko/syah


Posting Komentar

[facebook]

XxX

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Gambar tema oleh Jason Morrow. Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget