Oktober 2017

   Pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tahun 2018 mendatang, menjadi atensi bersama mengingat penyelenggaraannya yang serentak sangat mungkin melahirkan potensi konflik. Hal ini ditekankan Bupati Mojokerto, Mustofa Kamal Pasa, saat memberi arahan dalam acara Rapat Koordinasi Pemantapan Stabilitas Keamanan Wilayah Tahun 2017, Selasa (31/10) pagi kemarin di Villa Fasilitas Bukit Trawas, Desa Ketapanrame, Kecamatan Trawas.
   “Jelang Pilkada serentak pada tahun 2018 mendatang, bisa saja ada oknum-oknum tidak bertanggungjawab yang merongrong stabilitas keamanan wilayah kita. Ini menjadi atensi kita bersama untuk menjaga kamtibmas. Bila perlu kita buat jadwal rapat bersama seperti sekarang untuk terus bertukar pikiran dalam menyikapi perkembangan di tahun politik nanti,” tekan bupati.
    Komitmen dan taat pada aturan main yang telah ditetapkan sebagaimana tertuang dalam perundang-undangan, juga menjadi hal yang digarisbawahi oleh bupati.  
    “Komitmen dan taat pada aturan berlaku adalah cara kita untuk membantu pelaksanaan Pilkada serentak tahun mendatang bisa berlangsung jujur, adil dan aman. Mari buktikan bahwa masyarakat Kabupaten Mojokerto cerdas dan dewasa, mampu menerima berbedaan dan mengutamakan damai serta kepatuhan pada peraturan berlaku,” tambah bupati.
   Danrem 082/Citra Panca Yudha Jaya, Kolonel Kav Gathut Setyo Utomo, yang hadir dalam acara juga menekankan beberapa hal yang dapat menimbulkan perpecahan yakni proxy war (perang terselubung dengan menggunakan pihak ketiga) atau bisa dimaknai sebagai taktik menghancurkan dengan upaya adu domba.
   “Bangsa Indonesia hancur karena adu domba, misalnya kerajaan Majapahit, Sriwijaya dan Kediri pada masa lalu. Saya lihat juga ada oknum-oknum yang ingin menciptakan benturan satu sama lain. Misalnya antara TNI dan Polri, bahkan dalam satu instansi itu sendiri. Ini proxy war, kita tidak boleh lengah, serta jangan mudah menyebarkan sesuatu yang bersifat menghasut terlebih dengan kecanggihan alat telekomunikasi saat ini,” papar Gathut.
   Dirinya juga menambahkan pentingnya kewaspadaan akan menipisnya cadangan sumber daya alam tak terbarukan yakni minyak dan gas. Disebutkan bahwa 12 tahun ke depan, cadangan tersebut akan habis bila tidak segera mengeksplor sumur-sumur baru.
   “12 tahun ke depan kita harus waspada karena cadangan minyak kita bisa habis. Atas instruksi presiden, Angkatan Laut Republik Indonesia diberikan tugas untuk mengeksplor sumur-sumur baru. Kita penghasil minyak, tapi belum mampu memenuhi kebutuhan sendiri. Indonesia keluar dari Organisasi Negara Pengekspor Minyak atau OPEC, sebab banyak sekali yang dituntut misalnya harus mengurangi produksi. Bagaimana mengurangi? Untuk memenuhi kebutuhan 1,6 juta barel per hari kita belum mampu, kita masih 800.000 barel per hari,” imbuh Gathut.
   Hadir pula dalam acara kemarin Unsur Forkopimda antara lain Ketua DPRD Kabupaten Mojokerto, Ismail Pribadi, Dandim 0815, Letkol Czi Budi Pamudji, Kapolres Mojokerto, AKBP Leonardus Simarmata, Kapolresta Mojokerto, AKBP Puji Hendro Wibowo, Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Mojokerto, Lubis serta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Mojokerto. * Hms/Ds



Gerder Tol Pasprob Ambruk Menimpa Pekerja,
1 Orang Tewas 2 Orang Lainnya Terluka
Pasuruan - Suaraharianpagi.com



            Insiden kecelakaan ambruknya sebuah Gerder (Jembatan beton penghubung) pada proyek pembangunan tol Pasuruan-Probolinggo (Pasprob), tepatnya berada di Desa Cukurgondang, Kecamatan Grati Kabupaten Pasuruan pada Minggu, 29 Oktober sekira pukul 09.45 menimpa sejumlah pekerja proyek yang berada dibawahnya. Atas kejadian tersebut 1 orang pekerja meninggal dunia, sedangkan 2 pekerja lainnya mengalami luka berat dan ringan.
           Diketahui saat itu sejumlah pekerja proyek sedang lembur  guna menyelesaikan sebagian pengerjaan proyek jalan tol Pasprob. Ketika hendak memasang salah satu Gerder sebelah sisi timur pada baring atau tiang penyangga, tiba tiba goyang dan jatuh lalu menyenggol serta mengenai pada ketiga Gerder lain yang sudah terpasang.
            Nahas....!, beton sepanjang sekitar 50 Meter dengan ketebalan juga sekitar 2 Meter tersebut langsung menimpa sebuah mobil pick up warna hitam, kendaraan truk beserta kendaraan sepeda motor yang berada persis di bawahnya. Atas kejadian itu, 1 orang pekerja meninggal di lokasi tempat kejadian dengan kondisi tertimpa beton sedangkan korban luka lainnya langsung dilarikan ke Puskesmas terdekat untuk mendapatkan perawatan medis.
            "Persisnya saya nggak tahu Mas, setelah mendengar suara dentuman langsung mendekati sumber suara itu. Ternyata setelah saya dekati kesini sudah banyak orang dan melihat kondisi seperti yang Anda lihat saat ini," ungkap RONI WAHYUDI warga sekitar.
            Menerima laporan atas insiden tersebut, pihak kepolisian langsung mendatangi TKP dan melakukan proses identifikasi para korban dilokasi kejadian diantaranya, HERI mekanik meninggal dunia (karyawan PT. Waskita),  SUGIONO sopir mekanik mengalami luka patah pada kaki (karyawan PT. Waskita), NURDIN mengalami luka pada punggung (pekerja PT. Pancang Sakti). Bahkan sejumlah kendaraan yang ikut tertimpa beton antara lain; 1 (Satu) unit sepeda motor Honda Supra No. Pol. N - 5861 - TJ,  1 (Satu) unit sepeda motor Honda Revo No. Pol. S - 4691 - TA,  1 (Satu) unit mobil Pick up warna hitam,   1 (Satu) unit Truck Tronton.
            Sampai berita ini diturunkan, pihak kepolisian sendiri masih melakukan olah TKP termasuk mengumpulkan sejumlah keterangan saksi guna dilakukan proses penyelidikan lebih lanjut penyebab dari ambruknya beton penghubung tersebut. *ko/syah



Apel Hari Santri yang ke tiga
Sampang –suaraharianpagi.com

   Pemerintah Kabupaten Sampang menggelar apel dalam rangka Hari Santri yang ke tiga, acara di hadiri langsung oleh Bupati Sampang H.Fadilah Budiono sekaligus sebagai inspektur upacara, Forkopimda, SKPD, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sam-pang, Ketua PCNU Sampang, para tokoh Agama dan peserta apel yang di ikukti Sembilan ratus santri dari berbagi pondok pesentren.
   Dalam pidatonya selaku Inspektur upacara Bupati Sampang H. Fadilah Budiono pentingnya menggelar Hari Santri untuk mengenang kembali perjuangan para santri dan tokoh ulama untuk memperjuangkan kemerdekaan indonesi dari penjajah, dan tantangan para santri ke ke depan bukan dengan senjata akan tetapi paham-paham yang bertentangan dengan idiologi bangsa dan agama, apalagi kecanggihan-kecanggihan di era moderenisasi suatu contoh hp setiap hari para pemuda tidak lepas dari hp, hp bisa membawa dampak positif sekaligus negatif.
   ”Mari kita perkuat iman dan taqwa sabagai benteng untuk menjaga NKRI satu hal lagi di tahun depan Kabupaten Sampang akan mengelar pilkada mari kita jaga keaman dan ketremtaman Kabupaten Sampang, satu pesan yang tak pernah lelah saya ingatkan sekali lagi jaga iman dan kedaulatan NKRI dari berbagai paham-paham yang memecahkan NKRI bantengi diri dengan iman dan takwa kepada tuhan yang maha esa, empat nila yang kita harus pertahan pancasiala, binika tinggal ika, NKR dan UUD . 1945”tegasnya. *rn




Satlantas Polresta Melaksanakan
Giat Sosialisasi Di Ponpes Bayth Al-Hikmah
Pasuruan - Suaraharianpagi.com
   Guna mendukung program tahun keselamatan untuk kemanusiaan tahun 2017, tak henti-hentinya pihak Kepolisian Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Pasuruan Kota, Polda Jatim gencar lakukan sosialisasi kepada masyarakat luas. Khususnya pada pengguna jalan atau pengendara, di antaranya pada usia pelajar agar selalu tertib dalam berlalulintas di jalan.
   Melalui inspirasinya kali ini, dengan tema "Pondok Jaya" (Polisi Ndidik Kanggo Keselamatan di Jalan Raya) atau dengan sebutan lain Polisi mengajar dan mendidik buat keselamatan di jalan raya. Jelang di momen Hari Santri Nasional, Satpas Satlantas Polres Pasuruan Kota mengajak para santri di Pondok Pesantren (Ponpes) Bayth Al-Hikmah yang merupakan salah satu pionir atau duta keselamatan akan pentingnya kesadaran tertib dalam berkendara.
   Di hadapan Santri Ponpes Bayth Al-Hikmah, yang berlokasi di Kelurahan Krampyangan, Kecama-tan Bugul Kidul, Kota Pasuruan pada Sabtu, 21 Oktober 2017 pukul 09.00 WIB pagi. Melalui IPTU Bakhtiar Arifin S.T.K selaku Kanit RegIdent (KRI) bersama Kanit Dikyasa IPDA Kamaroedin Arif menyampaikan, "saling menjaga etika berkendara demi Keselamatan bersama. Didalam sosialisasi terse-but KRI juga memberi wawasan kepada para santri yang selain pengendara memiliki SIM (Surat Izin Mengemudi) pengendara juga harus memahami terhadap rambu-rambu lalulintas, guna mencegah angka kecelakaan".
  Disela kegiatan tersebut KRI menambahkan kepada awak media SHP "Program Pondok Jaya ini dalam artian Polisi Ngajar Lan Didik buat keselamatan di jalan raya, Satlantas Polres Pasuruan Kota guna untuk memberi pemahaman kepada anak-anak khususnya di usia masih pelajar yang rawan sekali terjadi kecelakaan. Khususnya di Hari Santri Nasional ini kita fokuskan kegiatan "Pondok Jaya" kepada anak-anak santri/pelajar khususnya di Pondok Pesantren Bay Al-Hikmah dan fokus utama kita banyaknya kejadian kecelakaan yang menimpah dikalangan remaja/pelajar baik korban maupun tersangkahnya, sehingga kita terus memberi pemahaman  bagaimana cara mengendarai kendaraan yang baik, selain itu kita juga memberi pemahaman tatacara pembuatan SIM, maka dari itu kita akan membantu pelaksanaan daripada ujian pembuatan SIM kepada pelajar maupun semua masyarakat yang akan mengajukan permohonan pembuatan SIM" tambahnya. *ko/syah



Kampanye Safety Riding Satpas Satlantas Polres Pasuruan Kota
Dihadiri Kasubdit Dikyasa Polda Jatim
Pasuruan - Suaraharianpagi.com
   Dalam rangka tahun keselamatan untuk kemanusiaan di tahun 2017 - 2018, Dirlantas Polda Jatim melalui Satlantas Polres Pasuruan Kota dengan tema Safety Riding gelar kampanye dan Sosialisasi pada sejumlah komunitas Bikers, Gojek Online dan juga Pelajar di gedung Mako pada Kamis, 19 Oktober.
   Acara yang dihadiri oleh Kasubdit Dikyasa, Polda Jatim AKBP DIDIK HARIYANTO S.I.K beserta jajaran yang di dampingi Kasat Lantas Polres Pasuruan Kota AKP KADEK ARY MAHARDIKA SH.S.I.K bersama anggota lain, komunitas Gojek Online, forum komunikasi bikers Pasuruan serta pelajar tingkat SMA se-Kota Pasuruan,
   "Dengan adanya kampanye keselamatan untuk kemanusiaan di setiap Polres yang ada di Jawa timur semacam ini lebih ditingkatkan. Karena tingkat kecelakaan lalu lintas masih cukup tinggi," ujar AKBP DIDIK HARIYANTO saat di konfirmasi awak media SHP, seusai melakukan penyuluhan terhadap para undangan yang hadir.
   Dirlantas Polda Jatim sudah melakukan kampanye keselamatan untuk kemanusiaan di 10 Polres wilayah Jawa timur dan kedepannya masih ada 11 Polres lagi akan dilakukan hal yang sama. Menurut data analisa dan evaluasi yang ada di wilayah jatim dalam tahun 2016, tingkat kecelakaan mencapai 15 korban meninggal perhari rata rata pada usia produktif antara usia 13 hingga 30 tahun sekian
   Dirinya juga menambahkan, bahwa masyarakat secara sadar mematuhi segala bentuk peraturan dan juga tata tertib saat berkendara dijalan serta menjaga etika dan menghargai pengguna jalan lain.
   "Besar harapannya, kesadaran timbul dari masyarakat disitu bukan karena adanya petugas maupun CCTV mereka bisa tertib. Sehingga nantinya akan tumbuh tertib, disiplin dan ber etika dalam berlalu lintas, khususnya peran orang tua dirumah dalam mengawasi anaknya saat menggunakan kendaraan," tambahnya DIDIK HARIYANTO.
   Faktor kecelakaan lalulintas dijalan raya disebabkan ada 4 faktor, yakni faktor Cuaca, Jalan, Kendaraan dan Pengemudi (Human error). Untuk itu para pengendara harus mematuhi petunjuk rambu, mengatur kecepatan yang aman, fokus dan menjaga spiritual atau kondisi fisik baik pada kendaraan maupun pengemudi itu sendiri.
   Hal yang sama juga disampaikan oleh Kasat Lantas Polres Pasuruan Kota AKP KADEK ARY MAHARDIKA SH,S.I.K akan pentingnya menjaga keselamatan dalam berlalu lintas.
   "Tentunya acara ini sangat baik untuk lebih ditingkatkan, sehingga masyarakat bisa lebih mengetahui, mengerti dan menyadari dalam berkendara. Terlebih kita melalui Dikyasa sudah melakukan sosialisasi ke sekolah tingkat tinggi dan juga fakultas dan akan terus kita lakukan," ungkap KADEK ARY MAHARDIKA.
   Selanjutnya Kasubdit Dikyasa Polda Jatim bersama Kasat Lantas Polres Pasuruan Kota sematkan logo keselamatan untuk kemanusiaan pada sejumlah komunitas Bikers, Gojek Online dan juga Pelajar sebagai bentuk apresiasi. Begitu juga dengan slogan yang ada "Buat apa cepat kalau tidak selamat", karena kecelakaan bisa menimpa siapa saja, untuk itu kita wajib mematuhi peraturan dalam berlalu lintas di jalan raya. *ko/syah

XxX

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Gambar tema oleh Jason Morrow. Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget