Agustus 2017



Kos-kosan Di Blitar Sering Dijadikan Mesum
Blitar Kota – suaraharianpagi.com
   Petugas Satuan Pamong Praja (Satpol PP Kota Blitar kembali meraziakan rumah kos yang a da di kawasan Kota Blitar. Perlu adanya update data terkait jumlah rumah kos yang beroperasi di wilayah Kota Blitar dimana setiap tahunnya mengalami peningkatan.
   Pendataan itu bertujuan untuk menertibkan usaha tempat kos yang belum berizin sekaligus untuk mempermudah pengawasan bisnis kos-kosan di Kota Blitar."Pekan depan kami mulai pendataan ulang tempat kos di Kota Blitar. Sesuai Perda baru tentang ketertiban umum usaha kos yang memiliki kamar lebih dari 10 harus memiliki izin." "Sekarang masih banyak tempat kos belum mengantongi izin," kata Kabid Ketertiban Umum (Trantibum) dan Linmas Satpol PP Kota Blitar, Ronny Yoza P, Minggu (20/8).
   Dikatakannya,saat ini, bisnis kos di Kota Blitar semakin menjamur. Data terakhir, jumlah tempat kos di Kota Blitar sekitar 360 tempat kos. Dari total itu, yang sudah memiliki izin baru 50 tempat kos. Selain itu, dia juga mendapat informasi ada alih fungsi tempat kos, sebagian tempat kos disewakan untuk bisnis esek-esek.
   "Yang menyewakan bukan pemilik tempat kos. Tapi orang yang ngekos di situ menyewakan lagi ke orang lain untuk bisnis esek-esek. Itu tren baru di sini. Sudah ada informasi yang masuk ke kami," ujar Ronny.
   Modusnya, seseorang menyewa kamar di salah satu tempat kos yang posisinya terpisah dengan pemilik kos. Lalu, penyewa menyewakan lagi kamar kos ke orang lain untuk tempat kencan. Sewa kamar kos per jam Rp 50.000. "Mirip hotel, tapi uang sewanya lebih murah," kata Ronny.
Maka itu, selain untuk penertiban izin, pendataan ulang ini juga untuk memudahkan Satpol PP mengawasi aktivitas di tempat kos. Menurutnya, jumlah bisnis tempat kos di Kota Blitar terus berkembang, terutama di wilayah Kecamawan Sananwetan.
   Selain tempat kos, kata Ronny, Satpol PP juga mendata jumlah warung internet (Warnet) di wilayah Kota Blitar. Pendataan warnet ini berkaitan dengan banyaknya ditemukan siswa bolos sedang bermain di warnet.
   Satpol PP meminta pengelola warnet agar melarang anak berseragam sekolah bermain di warnet saat jam sekolah. "Kami melakukan pendataan selama dua minggu, lalu awal September kami baru melakukan penindakan."
   "Kalau ada tempat kos tak berizin maupun warnet yang masih menerima pelajar saat jam sekolah akan kami beri sanksi,” katanya. *atk



Ketahuan Edarkan Uang Palsu, Motor Ditinggal Lari
Blitar kabupaten - suaraharianpagi.com


   Sepeda motor dengan Nopol AG6253 diduga milik pengedar uang palsu (upal) tertinggal di Pasar Gambar, Kecamatan Wonodadi, Kabupaten Blitar, Senin (28/7). Diduga, pelaku kabur setelah aksinya mengedarkan upal ketahuan pedagang di pasar tersebut.
   Dari keterangan warga yang ada di pasar Gambar kedua pelaku mengendarai Honda Beat warna putih biru dengan Nopol AG 6253 HG. Sepeda motor itu yang ditinggal begitu saja oleh pelaku di Pasar Gambar.
   Berdasarkan keterangan Kasat Reskrim Polres Kota Blitar AKP Heri Sugiono menjelaskan sepeda motornya sudah diamankan petugas Polsek Wonodadi. Kami masih mengejar kedua pelaku yang diduga pasangan suami istri.
   Dibawah jok sepeda motor pelaku polisi menemukan menemukan pecahan uang palsu Rp 100.000 sebanyak sembilan lembar di dalam jok sepeda motor. Uang palsu itu disimpan di dalam dompet warna cokelat yang ditaruh di bawah jok sepeda motor.
   Di bawah jok sepeda motor juga ditemukan STNK atas nama Sukoroni warga Desa Katang, Kabupaten Kediri. Selain itu, polisi juga menemukan kartu berobat atas nama Murani di klinik Surya Melati, Kecamatan Kandat, Kabupaten Kediri. Sedangkan pemilik kartu beroabat beralamatkan di Desa Sugihwaras, Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri.
   “Kami masih cek kebenarannya,” kata Heri singkat. Informasi soal pengedar upal di Pasar Gambar sempat ramai dibahas di grup facebook Info Cegatan Blitar (ICB).
  Akun facebook atas nama Dista F Romansyah mengunggah tiga foto sepeda motor pelaku yang tertinggal di Pasar Gambar ke grup facebook ICB. *atk

Hut IBI Ke-66 Harapkan Aka - Aki Nihil
Malang – suaraharianpagi.com

   Dr. H. Rendra Kresna (24/8) kemarin bertindak sebagai Pembina Apel dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Cabang Kabupaten Malang dengan tema “Bidan Mengawal Kesehatan Perempuan dan Keluarga dengan Layanan Holistik dan Berkesinambungan” yang bertempat di Halaman Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Malang.
   Hadir mengikuti serangkaian kegiatan tersebut Drs. H. M. Sanusi, MM., Ketua Pengurus Cabang IBI Kabupaten Malang, Hj. Endah Pujiati,S.Keb , Kepala Perangkat Daerah terkait seperti dari Dinas Kesehatan beserta stafnya, Dinas Pendidikan, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Direktur RSUD Negeri & Swasta & Kepala Puskesmas se-Kabupaten Malang, Muspika Kepanjen serta kurang lebih 1.400 bidan dari seluruh kontingen di Kabupaten Malang.
   “Atas nama Pemerintah Kabupaten Malang, saya mengucapkan “Dirgahayu Ikatan Bidan Indonesia (IBI) yang ke-66”. Semoga dengan semangat peringatan HUT Ke-66 IBI ini dapat meningkatkan aksi nyata Bidan dalam mendukung pencapaian SDGs (Sustainable Development Goals) serta meningkatkan persatuan Bidan dalam wadah IBI,” ungkap Bupati diawal sambutannya.
   Lebih lanjut ia ucapkan terima kasih kepada seluruh bidan, “Terima kasih atas perannya, mari kita tingkatkan pelayanan kepada masyarakat karena sudah berkontribusi nyata dalam bidang kesehatan. Saya juga apresiasi seluruh pengurus tidak terkecuali ketuanya karena sudah memeriahkan HUT IBI ke-66 ini mulai gebyar seni, olahraga, hingga tasyakuran ini”.
   Menurutnya, turunnya angka kematian bayi per 1000 dan kematian ibu dari per 100 ribu sampai saat ini terus mengalami penurunan. Secara angka, Kabupaten Malang berada dibawah Jawa Timur bahkan jauh dibawah rata-rata nasional. “Itu sudah bagus namun harus tetap ditekan kalau bisa NIHIL. Dan selain beberapa program yang digalakkan oleh Dinas Kesehatan, kemauan dari para pelaku tenaga kesehatan memiliki semangat yang tinggi melakukan yang terbaik”, imbuhnya. Seperti Home Care yang harus lebih mengarah ke preventif dan promotif dan itu harus dikedepankan. Sehingga tidak hanya tenaga kesehatan, tetapi masyarakat juga ikut terlibat dalam menjaga kesehatannya.
   Dalam kesempatan tersebut, Bupati menyerahkan tali asih kepada 18 bidan purna tugas yang secara simbolis diterima oleh tiga orang perwakilan dilanjutkan penyerahan cinderamata dari IBI kepada Bupati Malang dengan didampingi Wabup dan Kepala Dinas Kesehatan.
   Tak hanya itu, sebelum Bupati mengajak para bidan menyanyikan lagu nasional, ia melakukan pemotongan tumpeng yang diberikan kepada Ketua IBI sebagai bentuk rasa syukur dengan harapan IBI tetap solid dan mampu menjalankan tugasnya dengan baik serta terus menurunkan angka kematian ibu dan anak. pungkasnya.
   Sedangkan menurut Ketua IBI Kabupaten Malang pada wartawan di sela-sela kegiatan ulang tahun (24/8) " IBI berdiri tahun 1951 dan masuk ke organisasi ICM tahun 1956 ,serta pada tahun 1985 IBI masuk LSM sampai sekarang, itu sebagian sejarah IBI kalau lihat ke belakang, dan serangkaian kegiatan dalam rangka menyambut ulang tahun IBI 2017 sudah berjalan mulai kemaren tahap demi tahap seperti ,pengurus IBI Kabupaten Malang mengunjungi para sesepuh IBI di lanjutkan kegiatan Tabur bunga pada makam-makam Bidan ,diantaranya ;Bu Nur Yani, Bu Rum Siah.
   Selain itu, IBI juga mengadakan pelaksanaan IFA menyambut Ulang Tahun ke 66 yang dilaksanakan pada 5 juli dengan melibatkan seluruh Bidan diKabupaten Malang dan kegiatan tersebut serentak se Indonesia, ada lagi seminar untuk deteksi dini penyakit kanker serviks dan puncak kegiatan dalam rangka ulang tahun IBI ke-66 di Kabupaten Malang adalah saat ini berupa gebyar ulang tahun.
   Saya berharap " pada rekan-rekan bidan agar dalam bekerja tidak kalah bersaing dengan pekerja dari luar, dan pada Pemerintah supaya lebih memperhatikan nasip bidan-bidan yang belum diangkat PNS ,padahal usia mereka sudah lanjut dan mengabdi juga sudah lama diatas 25 hingga 30 tahun supaya bisa diangkat ,mungkin dengan cara lain ". Terangnya pada wartawan. *ich.

Pesta Rakyat Hari Kemerdekaan
Di Sampang Membludak
 Sampang - (suaraharianpagi.com) 

17 Agustus tanggal dan bulan bersejarah di Indonesia dengan 17 Agustus 1945 Indonesia memproklamirkan kemerdekaan



3 Tahun Jadi Korban "PHP" Travel Haji & Umroh
Sampang - ( suaraharianpagi.com
   Bahagia karena niat menunaikan ibadah haji sudah didepan mata,  ternyata malah menanggung malu karena gagal berangkat,  mungkin pribahasa itulah yg pas bagi keluarga salman alfarisi,  tiga (3) tahun sudah menunggu janji pihak travel,  namun nyata nya janji tinggal janji, mendengar kabar 18 agustus berangkat keluarga al farisi Desa torjun  kac. Torjun ini mengelar acara selametan bahkan sampai menyembelih satu ekor sapi, namun naas sampai hari ini keluarga salman alfarisi tidak jua berangkat. Merasa ada yang janggal jumat (25-08-2017) keluarga alfasisi yang di dampingi koorlap lembaga GPN (sahidi) mencoba menghubungi fihak travel untuk konfimasi masalah ini tapi pihak penanggung jawab yang diketahui sebagai pengasuh pondok pesantren di desa SOGIYEN tidak ada di tempat. Hanya menantunya yang menemui pihak keluarga salman alfarisi.
   Kyai sedang ada di jakarta mas, dan untuk masalah ini mohon maap saya tidak tau jadi sekali lagi maap saya tidak bisa menjelaskan apa-apa. Ungkap menantu kyai tersebut yang diketahui asli warga pesuruan,
   Koorlap GPN (sahidi) menjelaskan bahwa lembaga hanya memberi pendampingan saja, pasalnya saat ini sudah banyak penipuan berkedok jasa travel, Berhubung saat ini adalah musim haji takut dijadikan bahan untuk melakukan penipuan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Imbunya
   Kami dan Keluarga sampai saat ini masih menunggu konfirmasi dari pihak travel jika dalam waktu dekat ini masih tidak ada kejelasan maka masalah ini akan saya bawa ke jalur hukum. Tangkas salman alfarisi
Reporter : Zyan
Editor.     : ratna

XxX

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Gambar tema oleh Jason Morrow. Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget