Juli 2017


La Nyalla Jalur Independen Cagub Jatim
Surabaya - SHP
  Desakan dari organisasi Gerakan Muda Jawa Timur (GEMA Jatim) agar calon gubernur La Nyalla Mahmud Mattalitti maju lewat jalur perorangan mendapat dukungan dari Komunitas Pemuda Nusantara. Hal itu dinilai sesuai dengan karakter tegas dan berani yang menonjol di sosok La Nyalla.
Bila La Nyalla berkenan maju lewat jalur perorangan, maka keputusan itu selaras dengan sosok pribadi La Nyalla yang independen dan tidak bisa diatur-atur oleh pihak lain. “Padahal kita kan tahu kalau partai politik pasti ada kompromi dan deal politik. Sedangkan gagasan Pak La Nyalla sangat mendasar dan besar. Sehingga keputusan itu pasti jadi keputusan hebat dan berani. Pas dengan karakter Pak La Nyalla,” Ungkap Eko Saputra, Ketua Umum Komunitas Pemuda Nusantara.
   Komunitas Pemuda Nusantara juga meyakini La Nyalla bakal menjadi kuda hitam sekaligus alternatif pilihan kelompok pemilih dari kalangan muda. Sebab, selain faktor figur La Nyalla yang semangat dan optimismenya identik dengan orang muda, juga tawaran program tentang keadilan sosial adalah isu mendasar yang hanya bisa dijalankan oleh gubernur yang tegas dan optimis. 
   “Karena itu wajar bila ada kalangan pemilih yang jenuh dengan figur yang itu-itu saja. Apalagi gagasannya standar dan umum. Sudah sering kita dengar di janji-janji pilkada. Berbeda dengan La Nyalla yang mengusung tentang keadilan sosial,” tandasnya.  
   Ia juga menambahkan, dari beberapa riset dan kajian, tingkat kepercayaan masyarakat hari ini lebih kepada ketokohan figur calon, bukan kepada partai politik pengusungnya. Dalam beberapa riset di daerah, justru partai politik pengusung bisa menjadi faktor pengurang, apabila terjadi resistensi terhadap partai tersebut di masyarakat. *tim





Tersangka Peredaran Uang Palsu Di Kleler Polisi


Surabaya - SHP
   Tim Anti Bandit Satreskrim Polrestabes Surabaya menangkap sindikat peredaran yang palsu. Tiga orang pelaku berhasil diamankan berikut sejumlah barang bukti. Penangkapan terhadap tiga orang pelaku bermula dari aduan masyarakat yang resah akan peredaran uang palsu yang diterimanya.
   Ketiga orang pelaku tersebut antara lain adalah Siti Soleha (31) asal Desa Pandian, Burneh, Bangkalan, Tuni (50) warga Surtikanti 1-14 Sidotopo, Surabaya, dan Mala Herlina (49) warga Bulak Rukem 7-a Wonokusumo, Surabaya. Ketiga ditangkap setelah seminggu Tim Anti Bandit menerima laporan. Yakni pada Sabtu, 9 Juli 2017 sekitar pukul 09.00 WIB.
Saat merilis para pelaku, Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol. Mohammad Iqbal mengatakan, dari ketiga pelaku tersebut, Siti Soleha berperan sebagai pencetak atau pembuat uang palsu dengan cara memfoto copy menggunakan printer merk HP. Kemudian Soleha menyelipkan pita agar uang palsu terlihat seperti aslinya. “Rp 9 Juta yang diringkus. Yang beredar sekitar Rp 50 juta,” kata Kapolrestabes Surabaya, Komisaris Besar Polisi M Iqbal, Senin (24/07).
   Dari keterangan yang didapat, para pelaku mengakui bahwa uang palsu tersebut, setelah dibuat atau di cetak oleh Soleha, maka Soleha menjualnya kepada Tuni dan Mala dengan harga Rp. 500 ribu per Rp. 1,5 juta uang palsu. Selanjutnya Tuni dan Mala mengedarkan uang palsu yang sudah dibelinya dengan berbelanja di beberapa lokasi pasar tradisional.
   “Menurut laporan pelaku ini diduga mengedarkan uang palsu di pasar-pasar tradisional. Setelah dilakukan penyelidikan, mereka berhasil kami tangkap di pinggir Jalan, yakni di sekitar Jalan Kedinding Lor dekat ATM,” lanjut Iqbal.
   Alhasil, petugas menyita barang bukti berupa uang tunai Rp. 287 ribu, 1 unit printer merk HP warna putih, 1 buah cader, 1 buah gunting, sisa kertas HVS merk Paper One, 1 lem Fox, sisa kertas kado warna ungu, uang kertas palsu pecahan Rp. 100 ribu 3 lembar, uang kertas palsu pecahan Rp. 50 ribu 61 lembar, uang kertas palsu pecahan Rp. 20 ribu 4 lembar, uang kertas palsu pecahan Rp. 10 ribu 10 lembar.
   Selain itu juga disita uang kertas palsu pecahan Rp. 10 ribu 19 lembar yang belum di potong, tas slempang warna pink, dan 1 unit handphone merk Prince warna hitam. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, para pelaku di jerat dengan Pasal 244 KUHP dan atau Pasal 245 KUHP tentang tindak pidana memalsukan uang kertas negara.*tim



Seluruh Kepala Desa Ikuti Konferensi

Lamongan – SHP 
   Sebanyak 19 kepala Desa sekecamatan Turi yang mengikuti konferensi dinas yang digelar oleh Kecamatan Turi di pendopo balai Desa PomahanJanggan ada 16 kepala Desa yang hadir serta di hadiri seluruh ka Upt kecamatan Turi, Koramil Turi, Polsek Turi dan staf kecamatan Turi, Selasa (25/7). Konferensi dinas yang dibuka langsung oleh Camat Turi, Suja'i SH, MM membahas sejumlah materi terkait dengan pelaksanaan program pembangunan Desa yang harus bersinergi dengan program pembangunan kabupaten. Menurut Bapak Suja'i, SH. MM, Kepala Desa memiliki peran dan posisi yang strategis dalam pelaksanaan Undang-Undang Desa. Selain karena kepala Desa berkedudukan sebagai kepala pemerintahan Desa, juga sebagai pemimpin masyarakat. Ditambah, dengan kedudukan, kewenangan dan keuangan Desa yang semakin kuat, penyelenggaraan pemerintahan Desa diharapkan lebih akuntabel. Terkait semakin besarnya dana yang mengalir ke Desa, Bapak Camat Turi berpesan agar kepala Desa mencermati dan berpedoman pada peraturan perundangan tentang pengelolaan keuangan Desa, sehingga dalam pelaksanaannya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Agar lebih transparan, menurutnya program Desa juga perlu diinformasikan ke publik dengan memanfaatkan teknologi informasi termasuk website dan media sosial. Sehingga program unggulan maupun potensi Desa termasuk dalam kaitan program satu Desa satu produk unggulan, dapat terpublikasikan secara luas. Tambahnya, Desa juga perlu mempersiapkan sumber daya manusia yang mumpuni, karena mengelola keuangan sendiri bukanlah tugas yang mudah, sehingga harus disiapkan mekanisme pengawasan yang baik, agar tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari. Ia juga berpesan, agar para kepala Desa untuk berbagi tugas, yakni dengan berusaha menyelesaikan persoalan yang ada di Desanya masing-masing dengan berbagai pendekatan personal dan persuasif.
   Bapak camat Turi menyayangkan ketidak hadiran H. Sholikin selaku kepala Desa Kepudibener, Mahmudi kepala Desa Ngujung Rejo dan Abdul Qodir Ridwan selaku kepala Desa Sukoanyar,pungkasnya.   Dalam sambutannya, Kepala Desa PomahanJanggan, Hasan Bisri mengatakan dalam konferensi dinas ini menitik beratkan pada persiapan pelaksanaan HUT RI ke 72 pada Agustus mendatang, serta sejumlah program pembangunan perekonomian Desa seperti penyedian infrastruktur sebagai penopang aktivitas perekonomian masyarakat Desa, serta peningkatan pelayanan masyarakat yang lebih baik lagi. "Pada prinsipnya dari konferensi dinas tadi semua kepala Desa siap untuk mensukseskan program -program pembangunan yang telah diarahkan Bapak Camat Turi kepada kami," ujar Hasan Bisri S.P.d. Lanjut kepala Desa PomahanJanggan juga mengatakan sebagaimana amanat dari pemerintah pusat untuk menggelar perayaan HUT RI ke 72, setiap Desa untuk mempersiapkan diri dengan sejumlah agenda kegiatan guna kemeriahan HUT RI yang ke 72 tersebut. "Konferensi dinas ini juga membahas upaya peningkatan pelayanan dan pembangunan infrastruktur sebagai penopang aktivitas perekononian masyarakat. Tujuan akhirnya adalah untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat Desa," kata Kades yang akrab di panggil Bisri. Acara konferensi dinas ini sudah menjadi agenda rutin bulanan yang diprogramkan oleh Kecamatan Turi. Konferensi dinas ini sebagai bentuk ajang silaturahmi, pertukaran informasi dan evaluasi program yang telah dilaksanakan dan dicapai oleh pemerintah Desa.*ind        




Ka. Lapas Pasuruan Jalin Kersama Warga Binaan


Pasuruan - SHP
   Dalam rangka mewujudkan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) llB Pasuruan sebagai Lapas Produksi dan Industri, Ka Lapas Pasuruan Sri Susilarti bersama dengan Direktur CV Bumi Mandiri Satrio Widodo jalin kerja sama dalam meningkatkan keahlian serta kemampuan para penghuni Lapas dalam pembuatan atau memproduksi paving blok dan batako sekaligus pemasaran di bidang pembangunan sarana dan prasarana.
   Selanjutnya hasil produksi paving blok dan juga batako yang mereka buat, nantinya dapat bersaing di dunia industri lain karena sudah lolos dari uji laboratorium dan masuk Standart Nasional Indonesia (SNI) jenis K-300. Selain dibimbing pembuatan paving blok dan batako, secara teknis masing masing penghuni Lapas juga diberikan keterampilan mebel, las, tukang batu dan karya lainnya.
   Pada acara nota perjanjian kerjasama itu, tampak dihadiri oleh Ka kanwil, Sekda sebagai perwakilan Walikota Pasuruan, Kapolresta, Kajari, Jajaran lapas llB Pasuruan dan Lapas lain yang di laksanakan pada Senin, 24 Juli pagi pukul 09.00 WIB di ruang kunjungan Lapas, mengingat jam kunjung tahanan saat itu juga diliburkan untuk sementara waktu.
   Plt Kepala Kantor Wilayah(Ka Kanwil) Kementerian Hukum dan HAM(Kemenkum HAM) Jawa Timur (Jatim), Ajar Anggono menyampaikan pesan dan harapan di depan tamu undangan yang hadir sekaligus pembukaan acara olehnya.
    "Kita ingin semua keahlian dan keterampilan penghuni lapas yang ada terus di tingkatkan dan di kembangkan, karena selain hasil karyanya bermanfaat bagi kebutuhan masyarakat nantinya juga dapat di jadikan bekal dalam ia bekerja," ucap,Ajar Anggono di sela acara nota penandatangan kerjasama dilakukan.
   Terlaksananya acara tersebut, di barengi dengan momen hari ulang tahun Ka Lapas klas klas llB Pasuruan yang ke 49 Tahun dan dalam kesempatan itu ia menuturkan.
   "Dengan adanya mesin produksi paving blok dan batako, kita berharap tumbuh kembang keahlian dan keterampilan warga binaan bisa bersinergi serta bersaing dalam hasil karyanya. Selain itu penting juga dukungan dari pemerintah dan dinas terkait guna memajukannya," tutur Sri Susilarti, selaku Ka Lapas klas llB Pasuruan dengan nada santunnya.
   "Secara teknis kita ingin membagikan pengalaman dan pemahaman dalam memproduksi paving blok dan batako,sehingga bisa mengaktifkan karya pada sejumlah penghuni lapas yang ada di bidang pembangunan," ujar Satrio Widodo,selaku Direktur CV Bumi Mandiri saat di konfirmasi SHP dilokasi produksi area Lapas.
   Ia juga optimis bahwasanya hasil karya yang di buat oleh sejumlah penghuni lapas bisa tumbuh kembang dan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat di daerah lain Kota dan Kabupaten Pasuruan pada umumnya.
   "Kita juga siap dalam memasarkan hasil produksi tersebut pada setiap rekanan maupun yang sifatnya swakelola di desa dan kota se-Pasuruan termasuk daerah lainnya, setidaknya mereka juga sudah memiliki keahlian tersendiri nantinya," tambahnya,sosok yang di kenal dengan panggilan Widodo tersebut.
   Diketahui bahwa dengan kapasitas yang hanya 10 tenaga warga binaan tersebut bisa memproduksi dan menghasilkan 500 paving blok per harinya. Kedepannya pihak Lapas bekerjasama dengan pihak yang ada akan meningkatkan kegiatan tersebut. *ko/syah



La Nyalla Bebas
 Surabaya - SHP
   Hakim Mahkamah Agung (MA) Republik Indonesia (RI) menolak kasasi yang diajukan Jaksa Penuntut Umum (JPU) atas putusan bebas La Nyalla Machmud Mattalitti oleh Hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat pada kasus dugaan korupsi dana hibah Kadin Jatim tahun 2012.
   Soemarso, salah seorang tim penasehat hukum La Nyalla mengatakan, penolakan kasasi jaksa itu diketahui dari website MA tertanggal 18 Juli 2017.
   "Semalam kita cek di website MA, teryata kasasi jaksa di tolak," terang Soemarsono saat menggelar jumpa pers di kantor Kadin Jatim, Kamis (20/7/2017).
   Dengan ditolaknya kasasi jaksa, lanjut Soemarso, pihaknya meminta agar Kejati Jatim menghormati putusan MA, diantaranya merehabilitasi nama baik dan harkat martabat La Nyalla Machmud Mattalitti.
   Tak hanya itu, Kejati Jatim juga diminta untuk membuka tiga rekening bank milik La Nyalla, yakni Rekening Bank Mandiri, City Bank dan BCA.
   "Sebenarnya sudah ada dalam putusan bebas Hakim PN Jakarta Pusat, tapi jaksa tidak mau membuka blokir karena lakukan kasasi dan sekarang kasasinya ditolak, sudah sepatutnya dan harus dilakukan Kejati Jatim untuk membuka blokir tiga rekening itu,"sambung Soemarso.
   Diterangkan Soemarso, atas ditolaknya kasasi jaksa, maka  perkara pidana 765/K Pid.sus /2017 sudah tidak dapat lagi dilakukan upaya hukum.
   "Yang ditolak itu materi pokok perkaranya, sehingga jaksa tidak punya lagi kesempatan melakukan upaya hukum," jelasnya. *tim/rhy

XxX

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Gambar tema oleh Jason Morrow. Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget