Juni 2017

Aku, Kamu Dan Sekolah Kita
Lamongan – SHP
   Hampir 26 tahun sudah tidak bertemu, rasanya ingin sekali mengulang keceriaan dan sendau gurau kembali bersama sahabat lama, ungkapan ini sepertinya tepat untuk para alumni SDN Sukoanyar "Angkatan 91" yang sedang menggelar acara Temu Kangen Konco Lawas. Sekaligus acara tersebut di jadikan ajang menjalin Silahturahmi kembali setelah hampir 26 tahun yang lalu mereka berkumpul dalam usia yang masih dini. Hal itu dikatakan Suroso salah satu peserta temu kangen mengatakan," Saya sangat senang bertemu dengan teman lama, teringat semua memory saya 26 tahun yang lalu, main bareng bercanda dan terkadang ada teman yang berkelahi, namun sekarang semua sudah berubah seperti ibu-ibu dan bapak-bapak yang sudah mapan, Amiin," ucap Bapak muda tampan ini (Suroso, red) yang sudah dianugrahi 1 putra dan 1 putri. Sedangkan Endah Setyowati Pangastuti peserta temu kangen lainnya menambahkan, bahwa acara ini diadakan bukan mencari kelebihan dan kekurangan teman ,akan tetapi murni dari lubuk hati yang paling dalam karena 26 tahun lebih tidak berjumpa." Kita berkumpul di acara ini untuk saling bercerita masa lalu dan saling Shearing bagaimana cara membina keluarga yang baik dan yang paling penting kita bertemu dalam suasana indahnya kebersamaan," terang Endah dengan bangganya menjadi Ibu rumah tangga sejati, kepada suara harian pagi, (29/6).
   Kata sambutan mewakili para guru disampaikan oleh Drs. Sudarsono, MPd. Dia mengatakan, sebagai guru saya bangga melihat para siswanya yang mau membuat acara reunian semeriah ini dan saya melihat rasa persaudaraan dan keakraban sesama alumni baik dengan angkatannya begitu tinggi. Semoga saja kekompakan seperti ini akan diikuti oleh adik-adik yang masih menjalani pendidikan di bangku sekolah. “Kepada para alumni yang telah berhasil dalam kehidupannya diharapkan perhatiannya mau membantu kepada adik-adik yang masih belajar di SDN terutama bagi siswa yang kurang mampu agar pendidikan mereka tidak putus di tengah jalan,” ujarnya. Suasana acara yang diiringi musik keyboard semakin meriah lagi saat satu persatu alumni dipanggil naik ke atas panggung. Mereka didampingi oleh guru yang pernah mendidik. Berbagai pesan dan kesan disampaikan pada saat itu.
   Sementara itu Yulis Rohmawati yang menjadi tuan rumah pada acara temu kangen konco lawas mewakil teman-teman alumni untuk memberikan satu kata sambutan. Lanjut Yulis, Rekan-rekan dan hadirin sekalian yang berbahagia, lama kita tak jumpa sejak kita pergi meninggalkan bangku sekolah yang kita cintai ini. Tak jarang nostalgia melambai-lambai dikaharibaan kita, mengenang akan hal ihwal ketika kita masih belajar di sekolahan yang kita cintai ini bersama. Waktu telah memisahkan kita dalam rentang waktu yang cukup lama, selama kita terpisahkan oleh jarak menyusuri kehidupan kita masing-masing. Kerinduan kita kini dapat tumpah dan terobati melalui ajang temu alumni kali ini. Sungguh ini merupakan Rahmat yang besar, kita bisa bertemu kembali, mengobati kerinduan bercerita suka maupun duka selama kita berpisah.
   Bergulimya waktu terasa begitu cepat, tak terasa sesungguhnya kita telah berpisah dalam waktu yang cukup lama. Namun perpisahan terakhir kali di sekolahan ini dahulu terasa baru saja kemarin sore. Mungkin secara fisik kita telah mengalami    perubahan, tetapi ciri khas kita masing-masing masih begitu kental sebagaimana ketika kita masih bersama-sama belajar, berteman, bercanda ria di sekolahan ini dulu. Silaturrohmi dan pertemuan semacam ini memiliki makna yang sangat penting untuk kita jadikan renungan, tidak hanya mengenang masa-masa indah di masa lalu, tetapi lebih jauh dari itu kita bisa berdiskusi, saling tukar pikiran, saling memberi dan menerima, bertukar pengalaman dan membagi keberhasilan. Sehingga akan terbangun suasana keakraban dan kebersamaan menuju keberhasilan yang lebih gemilang. Lebih dari itu, kita yang juga merupakan bagian yang tak terpisahkan dari almamater ini, tentunya kita perlu bertanya, apa yang telah kita sumbangkan demi kemajuan sekolahan kita ini. Oleh sebab itu, melalui forum ini, kita pikirkan dan diskusikan bersama apa yang harus kita sumbangkan demi kemajuan almamater yang kita cintai ini, pungkasnya. Indahnya reuni menyimpan sejuta kenangan, walau hanya selintas saat berkumpul, tapi reuni bisa mengembalikan kita pada titik nol atas kejenuhan - kejenuhan ataupun stres dalam menghadapi persoalan hidup. Karena didalam pertemuan itu akan menggalang rasa persaudaraan dan juga menjalin persahabatan yang telah lama putus. Pertemuan ini bisa berlanjut dengan obrolan-obrolan positif. *ind














Enam Advokat Di Pecat Peradi Jatim
Surabaya - SHP
   Sungguh malang ke Enam  advokat anggota Peradi Jatim yang dipastikan tidak bisa menjalankan profesinya. Ini setelah Dewan Kehormatan Daerah (DKD) Peradi Jatim resmi melakukan pemecatan lantaran melanggar Kode Etik dan Undang - Undang Advokat.
Enam pengacara yang dipecat Peradi adalah, :

*GEDIYANTO, SH. MH. CD,*
*A. FAISAL, SH (alm),*
*Ir. EDWARD RUDY, SH,* *HAIRANDHA SURYADINATA, SH, ALBERT RIYADI SUWON, SH. M.Kn dan Drs* *SOKA, SH MH,*
   "Nantinya advokat yang dikenai sanksi tidak bisa menjalankan tugasnya memberi pendampingan hukum, " kata Ketua Dewan Kehormatan Peradi Jawa Timur, Pieter Talaway,  Jumat (12/5).
   Advokat yang dipecat ini, ujar Pieter, sebenarnya bukan orang baru. Mereka memiliki nama dan sudah  praktek lama. "Pemecatan ini juga turun langsung dari pusat. Sebenarnya berat, namun langkah ini harus diambil," ujarnya.
   Selain memecat enam anggotanya, Peradi Jatim juga memberikan sanksi pada 25 anggota lainnya yang juga bertindak di luar kode etik. "Sanksi ini berupa skorsing dengan masa waktu beragam sesuai dengan kesalahannya, " ujarnya.
   Langkah ini, lanjut Pieter, diambil agar masyarakat mengetahui bahwa Peradi memiliki dewan pengawas terhadap tindakan profesi advokat. "Ini pelajaran buat kita semua. Agar pengacara tidak semena-mena menjalankan tugasnya," tegas Pieter.
   Surat keputusan sanksi ini akan diteruskan ke Mahkamah Agung, seluruh Pengadilan se Indonesia. Sehingga anggora Peradi yang terkena sanksi khususnya pemecatan tidak bisa melakukan pekerjaan advokat selama sanksi berjalan.
   Disinggung, kemungkinan jika anggota tersebut loncat ke organisasi advokat lainnya ? Menurut Pieter, organisasi lain pasti juga menjunjung Kode Etik Profesi Advokat. "Tidak mungkin menerima anggota baru yang bermasalah dengan kode etik dan Undang-Undang Advokat, ucapnya.
   Sementara itu, sejak 2010 terdapat 62 pengaduan terhadap profesi advokat yang sudah diputus dan 1 sedang dalam proses banding. Kasus tersebut di antaranya, menelantarkan klien,
bertindak sebagai preman/main hakim sendiri, menjerumuskan klien sehingga masuk proses pidana dan menipu klien.
   *Sebarkan ke Sejawat Advokat, teman2 di Instansi terkait / Penegak Hukum dan masyarakat umum *tim


Persahabatan Di Ujung Permusuhan Perkara Penggelapan Dan Penipuan


Surabaya - SHP
   Sungguh malang Nasib Soejono Candra (67) Warga Jl Perum Unimas Blok C-3 RT 004 RW,009 Waru Kab Sidoarjo.Di usia Senja seharusnya menikmati Ketenangan hidup ,berkumpul dengan Istri,anak dan Cucu.
   Tapi sayangnya terdakwa ini di dudukan di kursi Pesakitan sebagai terdakwa  yang di duga melakukan Penipuan dan Penggelapan.
   Awalnya Terdakwa Di Tahan di Kepolisian sampai ke Kejaksaan Tanjung Perak sampai Ke Pengadilan. Dalam Sidang Ke Dua Terdakwa Mengajukan Penangguhan Di karenakan terdakwa Sakit, sehingga penangguhan di terima oleh ketua Majelis Hakim dialihkan menjadih Tahanan Kota. Berdasarkan Dakwaan Nomer Reg Perk;Pdu.125/0.5.42/04/2017.
   Awalnya  pada tanggal 13 Juni 2004 Terdakwa Soejono Candra mendatangi Rumah teman akrabnya yaitu Lie Soekoyo (korban) untuk meminjam uang, tetapi Lie Soekoyo tidak mau meminjamkan.
   Akhirnya Tedakwa menawarkan agar Lie Soekoyo untuk membeli rumahnya yang terletak di Jl Perum Unimas Garden Blok C-8,RT 004,RW 009, Desa Waru, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo. Rumah Di jual dengan kesepakatan harga Rp 660 juta. Dengan alasan rumah akan di sita Bank Artha Graha Surabaya.
   Terdakwa minta kepada Lie Soekoyo agar rumah tersebut jangan di jual ke orang lain, dalam jangka 2 tahun rumah tersebut akan di beli kembali.
Karena merasa kasihat namanya teman baik akhirnya permintaan Terdakwa di turuti terjadila kesepakatan yang di saksikan oleh Mei Pangestu (Istri Soekoyo) dan Anton Eko Lianto (Anak Soekoyo).
Akhirnya ada pertemuan di Bank Artha Graha Surabaya, di sinilah Lie Soekoyo memberihkan uang Tunai Sebesar Rp 660 juta, untuk penyelesaian rumah terdakwa agar tidak di sita oleh bank.
Penyelesaian di bank sudah selesai, bahkan terdakwa memperlihatkan Roya dan Sertifikat Rumah. Seiring jalan dan waktu 2 tahun berjalan sudah pada tanggal 29 November 2006.Terdakwa Sejono Candra Mendatangi Rumah Korban Lie Soekoyo untuk mengajukan suatu permintaan  di karenakan terdakwa tidak sanggup membeli rumahnya kembali,
Akhirnya munculah kesepakatan mengesahkan jual beli rumah Terdakwa.pada tanggal 30 November 2006 di Notaris Sugiarto Jl Bubutan NO  117 A Surabaya.
   Di Notaris Sugiarto ini terjadi Akta Pernyataan Jual Beli No 9 tanggal 30 November 2006, yang isinya bahwa rumah di jual dengan harga Rp 660.125.000  (Enam Ratus Enam Puluh Juta Seratus Dua Puluh Limah Ribuh Rupiah).
   Sekaligus di buatkan Akta Kuasa Jual No 10 tanggal 30 November 2006.Pembuatan akta yang di lakukan di Notaris Sugiarto SH,MH di jl Bubutan no 117 A Surabaya. disaksikan oleh Yen Jet Ha (IstriTerdakwa Soejono Candra), Mei Pangestu (Istri Lie Soekoyo) dan Anton Eko Lianto (Anak Lie Soekoyo.
   Setelah di buatkan Akta tedakwa masih mengajukan permintaan tambahan uang Rp 25 .000; (Dua Puluh Lima Juta) untuk Biaya Transportasi Pengosongan Rumah di Jl Perum Unimas Garden Blok C-8,RT 004,RW 009, Desa Waru, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo.
Bahkan terdakwa minta tempo 3 tahun untuk Pengosongan Rumah yaitu tahun 2009. akhirnya Soekoyo membuatkan Akta Pengosongan Rumah  No 11 tanggal 30 November 2006.
   Pada intinya di Kantor Notaris Sugiarto SH,MH, di Jl Bubutan No 117 A Surabaya, Terjadi  Pembuatan 3 Akta diantaranya 1,Akta Jual Beli Rumah No 9 tanggal 30 November 2006. 2.Akta no 10 Tanggal 30 November 2006 dan 3. Akta No 11 Tanggal 30 November 2006 terkait Pengosongan rumah tahun 2009.
   Berjalannya waktu tahun 2009 ternyata Terdakwa Soejono Candra Ingkar Janji ,Rumah tidak di kosongkan, Setelah di selidiki. Rumah yang terletak di Jl Perum Unimas Garden Blok C -8,RT 004, RW 009, Desa Waru,Kecamatan Waru,Kabupaten Sidoarjo. Ternyata Rumah tersebut sudah di sewakan kepada Fredy Tjandra selama 10 tahun. berdasarkan  Akta no 11 tanggal 17 April 2007 yang di buat di Notaris yang sama yaitu Notaris Sugiarto SH,MH Jl Bubutan no 117 A Surabaya.
   Dalam Akta yang isinya bawa rumah di kontrakan selama 10 tahun dengan harga Rp 25 juta mulai tahun 2007 sampai 2016.Karena Lie Soekoyo merasa di Tipu Oleh Terdakwa Soejono Candra dan Notaris Sugiarto akhirnya melaporkan Ke polisi.
Perbuatan Terdakwa Soejono Candra di Jerat  Pasal 372 ,Pasal 266 ayat (1),Pasal 378 Kuhp, Pasal 264 ayat ke (1) jo pasal 55 ayat (1) ke 1 Kuhp .
Dari perbuatan Terdakwa Soekoyo Candra Lie Soekoyo mengalami kerugian  sebesar Rp 660 125.000, dan Rp 25 .000.000.
   Sedangkan Notaris Sugiarto Juga Di Laporkan Ke Polisi Namun berkasnya masih belum P21 masih tahap 2 di Kejaksaan Negeri Tanjung Perak. *rhy


Gara-Gara Beli Sabu Urunan, Masuk Hotel Prodeo
Surabaya - SHP 
   Sidang Narkoba yang Mendudukan Dua Orang diantaranya  Terdakwa 1 Achmad Munawir Bin Achmad Senen (25) Warga Jl Tambak Segaran Wetan Gg 1 no  42 Surabaya.  
   Terdakwa 2 .Achmad Rokib Bin Nurjawi (35) Warga jl Donorejo Surabaya. Sidang yang di gelar di R Candra Pengadilan Negeri Surabaya.di ketuai Majelis Hakim Jihad SH,MH. Sidang yang Beragendakan Pembacaan Dakwaan yang di Bacakan oleh Jaksa Penuntut Umum Amelia SH.Dari Kejaksaan Negeri Tanjung Perak.
Dalam  Dakwaan No Reg .Perk ;PDM -98/TJG PRK/Ep.2/03/2017.
   Berawal dari Terdakwa 1 Achmad Munawir membeli sabu di Jl Kunti Surabaya. Rupanya  Gerak Gerik Terdakwa 1 sudah tercium Polisi Sehingga pada saat membeli sabu tepatnya di warung kopi jl kunti  surabaya. Terdakwa berhasil  di tangkap .dari pengeledahan di tubuh terdakwa di dapatkan sabu dengan berat 0.37 gram.
Dalam penangkapan terdakwa 1 polisi melakukan Pengembangan bahwa sabu yang di bawah oleh terdakwa 1 di dapatkan dari orang yang tak di kenal.
Sabu yang di beli dengan urunan dengan harga 1 poket berat 0,37 gram seharga Rp. 150 ribu yang rencanannya akan di pakai bersama sama. 
   Dari hasil Pengembangan inilah kemudian Polisi melakukan Penangkapan dan Pengeledahan terhadap rumah  terdakwa 2 Acmad Rokib (35) di Jl Donorejo DKA Surabaya, hasil Pengeledahan dari rumah terdakwa 2 di dapatkan Barang Bukti 1 (satu) buah Bong, botol kaca kecil, pentil, pipet kaca dan 2 buah korek api.
    Dari hasil Lab No 1747/NNF/2017 bahwa sabu tersebut di dapatkan Kristal Metamfetamina terdaftar dalam golongan 1 (Satu) nomor urut 61.
   Karena perbuatannya Kedua Terdakwa 1 Acmad Munawir dan Terdakwa 2 Achmad Rokib di jerat pasal 112 ayat (1),pasal 114 ayat (1), pasal 132 ayat (1) Tentang Undang Undang RI no 35 tahun 2009, dengan ancaman  Minimal di atas 4 tahun Penjara.*rhy


Pengalihan Tahanan Kota Di Kabulkan
Surabaya - SHP
   Sidang lanjutan Perkara Prona Sertifikat Massal Kelurahan Tanah Kali Kedinding yang di gelar di Pengadilan Tipikor Jl Juanda Sidoarjo.
Sidang kali ini yang di pimpin Ketua Majelis Hakim  M Taksin beragendakan pembacaan penetapan pengalihan penahanan. Lantaran saat ini terdakwa Jonathan Soewandono sedang mengalami sakit. Itupun dibuktikan adanya rekomendasi dokter.
   Pertimbangan lain kata Taksin, adalah yang bersangkutan saat ini ditubuhnya dipasang selang yang setiap saat harus dikontrol oleh petugas medis. Selain itu, terdakwa berjanji tidak akan mempersulit persidangan.
“Jadi kami putuskan pengalihan penahanan terdakwa dari tahanan Rumah tahanan negara (rutan) menjadi tahanan kota” jelas hakim M Taksin kepada Jaksa Penuntut Adhiem Ginanjar dari Kejari Tanjung Perak. *RHY


XxX

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Gambar tema oleh Jason Morrow. Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget