Maret 2017



Khoul Mbah Sayyid Arif Segoropuro
Di Hadiri Ketua Umum PBNU
Pasuruan – SHP
     Peringatan khoul mbah Sayyid Arif,mbah Abdorrohman dan mbah Soleh(Gendir wesi)yang di hadiri puluhan ribu jamaah di desa Segoropuro kecamatan Rejoso kabupaten Pasuruan di laksanakan pada Kamis(9/3/2017) pagi pukul 08.00 WIB kemarin berlangsung khidmat,meriah serta bermakna.
    Selain di hadiri sebanyak 35 ribu jama'ah, pengurus cabang dan anak cabang NU Acara khoul juga di ikuti oleh puluhan ulama,habaib,muspika dan muspida. Termasuk ketua umum PBNU pusat KH Said Aqil Sirdj MA dan bupati HM Irsyad Yusuf serta aparatur pemerintahan desa dan pemda.
   "Khoul ini kita jadikan sebagai bagian dari rutinitas yang kemudian pemda akan menambah fasilitas yang ada,Terutama bagian wisata religi pasuruan,selanjutnya nanti juga ada mbah Semendi," ujar bupati Irsyad pada awak media SHP Sesa'at setelah melakukan tawassul di makam mbah Sayyid.
   Dengan persiapan matang selama kurang lebih lima bulan sebelumnya Pihak panitia penyelenggara yang di ketuai oleh Akhmad Supriadi bersama warga dan masyarakat sekitar sangat antusias serta mendukung, menyambut dan menjamu para tamu undangan yang hadir.
    Sarli Efendi selaku kepala desa Segoropuro Mengucapkan rasa syukur dan terima kasihnya paling dalam kepada semua pihak yang turut serta dan ikut berpartisipasi Baik dari panitia penyelenggara, warga maupun aparatur pemerintahan desa dan daerah, Sehingga acara khoul berjalan dengan lancar.
   "Atas partisipasi dari semua panitia dan warga yang ada,secara pribadi saya mengucapkan banyak terima kasih Baik secara materil,tenaga dan upayanya.Dan semoga di tahun berikutnya lebih meriah," kata Sarli kepala desa Segoropuro.
   Dalam pesan pidatonya KH Said Aqil Sirajd mengajak seluruh lapisan masyarakat khususnya umat islam yang hadir Menjaga ukhuwa islamiyah dan keutuhan NKRI secara bersama sama.
   Pada momen tersebut bupati Irsyad juga berencana segera membangun sebuah gedung pertemuan di pendopo Yang nantinya akan menggunakan nama 'Segoropuro'. Mengingat mbah Arif sendiri adalah tokoh ulama besar yang merupakan sebagian dari sejarah islam yang ada Khususnya di wilayah Pasuruan. *ko




Tersangka Bisnis Esek-Esek di Keler Polisi


Surabaya - SHP
   Tutup sudah penjualan jasa esek esek melalui situs jejaring sosial Facebook Anggrek Senja, Kali ini  Unit PPA Satreskrim Polrestabes Surabaya menangkap seorang wanita Irsyadul Ibad Ila Sabili Rasyad (23) asal Tinamo RT 003 RW 004, Dukuh Agung, Tikung Lamongan.
   Tersangka Irsyadul Ibad Ila Sabili Rasyad merupahkan  pelaku perdagangan anak dibawah umur. Selain melayani prostitusi online, pelaku juga memberikan layanan bertiga/ threesome apabila pelanggannya mengingingkan.
   Irsya yang diketahui sebagai single parent itu, mengaku tinggal di Jalan Dr. Soediro Husodo, Randu Agung, Gresik.Bisnis jasa esek esek sudah berjalan tiga bulan,sayangnya korban yang di tawarkan dibawah umur,sehingga bisnis esek esek ini tercium oleh polisi terutama  AKP Ruth Yeni,Irsya ditangkap bersama korbannya, Indriani Kumalasari (16) warga Jalan Jagiran Barat Makam A / 2-M Surabaya, pada Rabu 27 Februari 2017 di Hotel Red Planet Jalan Arjuno Surabaya.Harga patok yang di pasang Rp 600 ribuh ,bersih.
   Menurut AKBP Shinto Silitonga, Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya,menjelaskan, sekitar 3 minggu yang lalu ada tamu laki-laki yang mengirim pesan kepada Irsya melalui inboks di Facebook dan berminat untuk membokingnya, dan sudah mentransier uang tanda jadi sebesar Rp. 100 ribu ke rekening miliknya.
   Namun pada saat itu booking dibatalkan oleh Irsya, sebab pelanggan meminta 2 orang perempuan. Kemudian pada Minggu, 26 Februari 2017 pelanggan menghubungi Irsya lagi dan menanyakan apakah masih bisa untuk booking atau tidak, yang kemudian diiyakan oleh Irsya. Kemudian pada hari Senin, 27 Februari 2017 Irsya kembali membuka grup Facebook WP/PK Real Area Jatim.
   Irsya lalu melihat adanya postingan akun bernama Nii Annie yang ternyata juga mempromosikan dirinya dengan postingan Open BO. Dari postingan itulah kemudian Irsya menghubungi korban yang tak lain adalah Indriani. Irsya mengirimkan sebuah pesan melalui inbox di Facebook, dan mengajaknya untuk dibooking di Hotel Red Planet sekitar jam 7 pagi. tarif sebesar Rp. 1,2 juta. Rencananya tarif tersebut akan dibagi dua, masing-masing Rp. 600 ribu. Menurut pengakuannya baru kali ini melakukan pekerjaan yang tidak formal ini," jelas Shinto
   Dari hasil ungkap kasus tersebut, petugas mengamankan barang bukti berupa 1 unit Aipad merk Evercros wama hitam, dan uang tunai sebesar Rp. 400 ribu. Dan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, Irsya dijerat dengan Pasal 2 UU RI nomor 21 tahun 2007 tentang PTPPO dan atau Pasal 296 KUHP dengan ancaman hukuman pidana Max 15 tahun penjara.
   Sedangkan barang bukti diamankan di Mapolrestabes Surabaya guna menjalani pemeriksaan dan pengembangan lebih lanjut. Polisi masih mendalami apakah ada korban lagi selain satu orang yang diakui oleh tersangka. *tim

XxX

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Gambar tema oleh Jason Morrow. Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget