Halloween Costume ideas 2015

suaraharianpagi

Latest Post

Lampung - suaraharianpagi.com
   Bupati Tulangbawang Hj. Winarti SE, MH menyambut kunjungan Tim Evaluasi Lomba Kampung dan Tim Penilaian Lomba Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Tingkat Provinsi Lampung yang akan melakukan penilaian terhadap pelaksanaan pembangunan di Kampung Karya Bhakti Kecamatan Meraksa Aji dan Kampung Sido Harjo Kecamatan Penawartama sebagai perwakilan Kabupaten Tulangbawang pada lomba tingkat Provinsi, Selasa (17/7).
   Pada kesempatan tersebut, saat memberikan sambutan, Bupati perempuan pertama di Kabupaten Tulangbawang itu mengucapkan selamat datang dan terima kasih kepada Tim Evaluasi Lomba Kampung dan Bumdes Tingkat Provinsi Lampung yang dipimpin ibu Tresia, karena telah berkenan datang di Kabupaten berjuluk Sai Bumi Nengah Nyappur.
   "Besar harapan kami, kiranya melalui kegiatan ini, nantinya dapat menjadi salah satu sarana untuk memupuk kepedulian masyarakat dalam melaksanakan pembangunan Kampung, yang pada akhirnya dapat menjadi bagian sangat penting dari upaya gerak langkah pembangunan daerah secara keseluruhan," tutur Bupati Gotong Royong tersebut.
   Bunda Winarti, sapaan akrab Bupati Tulangbawang menjelaskan, bahwa tujuan kegiatan Lomba Kampung ini adalah bertujuan untuk mengetahui sejauh mana kemajuan atas pelaksanaan pembangunan yang telah dilaksanakan di Kampung-kampung pada khususnya dalam kurun waktu dua tahun terakhir. Penilaian oleh ibu Tresia dijamin akan Obyektif. Semua yang dilombakan ini adalah kebiasaan masyarakat kampung, kebiasaan gotong royong, bergotong royong untuk kemajuan kita
   "Untuk itu, maka Kampung yang mewakili Kabupaten Tulangbawang ditingkat Provinsi Kampung terus bekerja dengan berdasarkan tiga arah, yakni melalui bidang Pemerintahan, Bidang Kewilayahan dan Bidang Kemasyarakatan," ungkap Bupati pasangan Wakil Bupati Hendriwansyah.
   "Dengan demikian, diharapkan Tim Evaluasi, dapat menjadikan Kampung Karya Bhakti Kecamatan Meraksa Aji atau Kampung Sido Harjo Kecamatan Penawartama sebagai Kampung terbaik dalam penilaian yang dilakukan," harapnya.
   Tidak lupa, Bupati Winarti juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Camat Meraksa Aji dan Camat Penawartama, berikut Kepala Kampung, Anggota BPK, LPM dan seluruh warga masyarakat Kampung Karya Bhakti dan Kampung Sido Harjo karena telah bekerja keras dan berpartisipasi aktif dalam menata Kampung.
   "Hal-hal positif ini, saya harapkan hendaknya juga harus dapat senantiasa dipupuk dan dipelihara, bahkan dapat lebih ditingkatkan lagi dimasa-masa yang akan datang, dan tentunya seluruh masyarakat sangat mengharapkan dalam penilaian Lomba Kampung dan PKK Berprestasi Tingkat Provinsi Lampung. Kampung Karya Bhakti dan Sido Harjo dapat meraih prestasi yang membanggakan," ungkap Bunda Winarti mewakili suara hati masyarakat.
   Masih menurutnya, berbagai keterbatasan dan kelemahan yang dimiliki tentu sangat disadari, maka apabila nanti dalam melaksanakan tugasnya Tim Evaluasi menemukan hal-hal yang kurang berkenan, dalam hal ini diharapkan kiranya Tim Evaluasi dapat memberikan petunjuk, bimbingan dan pembinaan atas kekurangan-kekurangaan tesebut, sehingga pada akhirnya di masa mendatang upaya pembangunan di Kabupaten Tulangbawang dapat senantiasa menuju kearah yang lebih baik. Apalagi disini juga semarak ibu-ibu dengan senam lansia ya ungkap bupati cantik yang jadi idola masyarakat.
   "Demikianlah yang dapat saya sampaikan. kepada Tim Evaluasi Lomba Kampung Tingkat Provinsi Lampung, saya ucapkan selamat menjalankan tugas," tukas Bupati.
   Sementara ketua Tim Penilai lomba kampung Teresia dalam sambutannya menyampaikan permohonan maaf Gubernur Lampung yang berhalangan hadir saat ini, lomba kampung ini adalah sarana untuk menilai sejauh mana pelaksanaan pemerintahan kampung dilaksanakan sesuai dengan aturan dan sejauh mana partisipasi masyarakat. Bukan kegiatan seremonial saat ada lomba. Capaian maksimal keberhasilan pembangunan kampung adalah sejauh mana tingkat kebutuhan masyarakat bisa terlayani dan perilaku masyarakat. *zul/rahmad

kabiro : rahmad riyadi

   Dalam rangka pelaksanaan program kerja Bhayangkari tahun 2018, ketua Bhayangkari daerah Jatim Lita Mahfud Arifin melakukan Kunjungan Kerja (Kunker) ke cabang kota Pasuruan pada Jumat, 13 Juli di hotel Horison jalan A Yani pukul 08.00 wib pagi. Bersamaan dengan itu, pihak Bhayangkari juga menggabungkan acara dengan Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari (HKGK) yang Ke 66 Tahun 2018 dengan melaksanakan giat Bhakti Sosial (Baksos) bersama anak yatim dan santri se Pasuruan Raya pada Jumat, 13 Juli pagi di Hotel Horison jalan A Yani kota Pasuruan.
   Kedatangan Ny. Lita Mahfud Arifin Bhayangkari Jatim bersama rombongan didampingi ketua Bhayangkari cabang Pasuruan Kota, Kabupaten dan Probolinggo Kota serta Kabupaten saat tiba di lokasi Hotel Horison disambut dengan tarian 'Pasuruan Gemuyuh' oleh sejumlah putri cantik. Sebanyak 400 undangan anak yatim dan santri se Pasuruan Raya yang hadir dalam acara nampak begitu menikmati dan berbaur, ditambah adanya pertunjukan tari tarian, magic dari pesulap sekaligus adanya sebuah atraksi formasi kesatuan Polri dari 'Polisi Cilik' membuat suasana yang ada menjadi semarak dan khidmat.
   " Setiap Bhayangkari selalu dihimbau untuk mendangdutkan misi sosialnya, mendahulukan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan sekaligus mendukung pendidikan anak anak yang kurang mampu termasuk anak yatim ", Ujar Lita kepada sejumlah awak media di sela acara. 
   Lita juga berharap, agar mutu sekolah Bhayangkari kedepannya lebih ditingkatkan dan lebih baik dari tahun sebelumnya. Selanjutnya, Dirinya juga akan mengagendakan bentuk kegiatan sosial lain yang ada di setiap cabang daerah Jatim itu sendiri. " Setiap cabang harus meningkatkan mutu masing masing sekolah, mulai dari sisi pendidikannya, penambahan dari bidang seni dan ketrampilan lebih ditingkatkan lagi serta lebih maju dari sebelumnya ", Tambahnya.


   Diketahui, bahwa terkait HKGK tersebut baru pertama kalinya di adakan kegiatan bentuk sosial yakni di cabang Kota Pasuruan saat ini dan pada HUT nya akan jatuh pada bulan Oktober yang akan datang.*Ko/Sya

   Kapolres Pasuruan Kota AKBP Rizal Martomo SIK beserta jajaran Nonton Bareng (Nobar) sepak bola piala dunia bersama sejumlah wartawan di halaman kantor Polres Pasuruan Kota pada Kami, 12 Juli dini hari.
   Selain untuk menjalin tali silaturrahmi dan kemitraan yang lebih erat, hal itu dilakukan untuk meningkatkan sinergitas antara pihak kepolisian dengan insan pers atau wartawan di dalam publikasi guna membangun bangsa yang lebih maju dan juga transparansi.
   Kapolres beserta jajaran Kapolsek, Kasat dan juga Kanit bersama sejumlah awak media yang hadir dalam Nobar piala dunia tersebut, nampak larut dengan semangat dan antusias saat nonton laga semi final 2 antara Inggris melawan Kroasia.
   "Tujuan dari pada nobar ini, agar sinergitas dan kerja sama antara polres pasuruan kota bersama rekan rekan wartawan bisa berjalan dengan baik dan lancar", Ujar AKBP Rizal Martomo.
   Di sela berakhirnya babak pertama pada Nobar, pihak Polres Pasuruan Kota juga menampilkan dua tampilan film yakni mengenai pengamanan pada penyelenggaraan Sea Game 2018 serta film mengenai ketanggapan serta kesigapan anggota Polri berjudul 22 menit dalam rangka penanggulangan pada setiap aksi tindak kejahatan serta gangguan keamanan yang di ambil dari kisah nyata kejadian Bom Thamrin yang ada di Jakarta.


   Sesuai dengan perintah Kapolri, Rizal juga berharap agar masyarakat dapat belajar tentang pentingnya membangun sinergitas yang lebih tinggi serta menjalin hubungan yang lebih harmonis untuk bersama sama saling peduli, menjaga dan juga mengamankan keutuhan NKRI dari para pelaku aksi kejahatan termasuk aksi teror yang ada di Indonesia.
   "Dengan adanya sea game, kita seluruh masyarakat mensukseskan adanya sea game yang ada di Indonesia. Sekaligus kita mengajak anggota Polri, TNI dan masyarakat untuk bersama sama melawan terorisme", Tambahnya Rizal.
   Selanjutnya pada tanggal 19 Juli 2018 nanti, Kapolres Pasuruan Kota mengajak agar seluruh masyarakat Kota Pasuruan bersama sama hadir dan menonton film dengan berjudul 22 menit di gedung bioskop yang ada di Kota Pasuruan. Untuk biaya masuk gedung bioskop, akan ditanggung oleh pihak kepolisian setempat.*Ko/Syah

   Guna mengantisipasi terjadinya kemacetan pada arus lalu lintas kendaraan di pusat titik kota Pasuruan, pihak Satlantas Polres Pasuruan Kota urai kepadatan kendaraan di sejumlah titik persimpangan salah satunya di persimpangan Kebonagung.
   Jumlah atau volume kendaraan yang melintas selalu ramai setiap harinya, membuat sejumlah petugas Lalu Lintas (Lantas) melakukan upaya penguraian pada kendaraan yang ada yakni dengan cara menge 'flash' sejumlah traffic light serta pengaturan arus lalin.
   "Awalnya kepadatan kendaraan kita pikir terjadi pada saat momen arus mudik dan balik beberapa bulan lalu. Sehingga kita lakukan upaya penguraian termasuk dengan mematikan salah satu lampu traffic yang ada di persimpangan purut," ujar Ipda Sukrisno selaku Kanit Patroli kepada awak SHP.
   Menurut Sukris, bahwa puncak kepadatan kendaraan sendiri terjadi mulai pagi hingga sekira pukul 22.30 wib malam. Yang mana sejumlah kendaraan didominasi kendaraan R4 yang mau ke arah Malang, Surabaya dan juga wilayaha timur seperti ke Probolinggo.
   Adanya kepadatan kendaraan yang terjadi tersebut, di sebabkan adanya pasca dioperasikannya jalur strategis nasional tepatnya di akses pintu keluar masuk tol baru yang ada di wilayah Bukir, Kota Pasuruan.


   Dengan kondisi arus lalin yang ada saat ini, diharapkan para pengguna jalan khususnya pengendara agar lebih bersabar serta selalu mematuhi segala bentuk rambu rambu dan juga peraturan dalam berlalu lintas di jalan.
   "Kita berharap, para pengendara juga lebih bersabar dalam berkendara termasuk mematuhi peraturan yang ada. Kita akan terus melakukan upaya upaya pengaturan arus lintas, sehingga dapat tercipta kelancaran bersama", tambanhya. *Ko/Syah

   Pada selasa, 10 juli sekita pukul 07.00 ratusan warga tembokrejo melakukan aksi penutupan jalan diwilayah kelurahan Tembokrejo kecamatan Purworejo kota Pasuruan tepatnya di perbatasan yang menghubungkan Kota dan Kabupaten Pasuruan. Aksi tersebut dilakukan oleh warga agar supaya warga yang terdampak mendapatkan hak serta perhatian dari pihak pemerintah ataupun dari pihak pengelola proyek Tol Gempol -Pasuruan ( Gempas ). Aksi penutupan jalan tersebut dilakukan dengan cara meminta dua damptruk pengangkut tanah urug yang melintas untuk menurunkan muatanya ditengah jalan tepatnya ditempat para warga berkumpul.
   Didalam orasinya warga menyampaikan keluhan - keluhan dampak negatif dari pelaksaan proyek tol, seperti debu, matrial yang berjatuhan, jalan berlubang dan konpensasi. Wahyu fahmi Salah satu warga sekaligus Kordinator aksi saat dikonfirmasi oleh awak media SHP menjelaskan, " aksi ini kita lakukan bukan berpihak dari manapun, kita murni dari warga kelurahan tembokrejo khususnya warga yang terdampak. Dalam aksi ini yang kita inginkan hanya meminta untuk lebih peduli kepada warga yang terdampak, terutama terkait dengan debu - debu yang secara otomatis mengganggu kesehatan warga, perbaikan kerusakan jalan dikarenakan damp truk yang akan masuk ke proyek tol dan kopensasi kepada warung - warung yang berada disekitar pinggir jalan, karena dengan banyaknya debu - debu omset warung - warung tersebut menjadi turun ". Selain itu Wahyu juga menjelaskan, terkait dengan debu menang dari pihak proyek sudah melakukan penyiraman disepanjang jalan tembokrejo, cuman penyiraman tersebut belum maksimal, Warga sepakat agar supaya penyiraman tersebut dilakukan minimal 10 kali penyiraman perhari dan membenahi jalan - jalan rusak, memberi penutup terpal pada kendaraan yang bermuatan tanah urug maupun matrial ".


   Kurang lebih selang satu jam para warga menutup jalan, Wakapolres Kompol. H.Pratolo Setiawan turun langsung dan menegoisasi kepada para aksi supaya menuju ke kantor kelurahan guna untuk mediasi para warga dengan pihak terkait, agar supaya tidak mengganggu kepada pengguna jalan lain dan tidak mengganggu arus lalu lintas. Sesampai kantor kelurahan Tembikrejo warga disambut baik oleh pihak kelurahan dan difasilitasi tempat untuk mediasi. Didalam mediasi tersebut dihadiri Lurah Tembokrejo, pihak pelaksana proyek Tol dari PT.Wika yang diwakili Fery selaku penanggungjawab pelaksana, serta disaksikan pihak kepolisian. Pada mediasi tersebut pihak tol sepakat bahwa armada proyek tol akan dialihkan, tidak melewati jalan arah Tembokrejo sampai selesainya perbaikan sementara, akan dilakukan pendataan bagi warga yang mengalami gangguan kesehatan untuk dilakukan pengobatan secara gratis dan serta di siagakan mobil penyiraman agar sewaktu waktu bisa digunakan melakukan penyiraman jalan supaya tidak menimbulkan debu, serta dilakukan komunikasi lebih lanjut dengan warga terkait kerugian usaha kecil yang mengalami penurunan omzet secara signifikan akibat selama ini terganggu oleh pelaksanaan proyek. 
   Diakhir acara mediasi Wakapolres kota Pasuruan Kompol. H. Pratolo Setiawan menambahkan kepada para aksi, " bahwa kami pihak Kepolisian siap berada ditengah - tengah warga untuk memberi solusi bagi kesulitan yang terjadi, ” polisi maupun TNI adalah bagian dari rakyat yang selalu siap jika dibutuhkan kapanpun, tidak ada yang mentang - mentang, semua bersama sama bekerja untuk kebaikan bersama ", ujarnya dengan tegas diakhir acara mediasi. *Ko/Syah

   Peletakan Batu Pertama Pembangunan Rumah Warga Non Pemukiman di tanah TNI AL Grati Pasuruan pada kamis, 12 Juli telah diresmikan langsung oleh Komandan Lantamal ( Danlantamal ) V ( lima ) Laksamana Pertama TNI Edwin, SH. Turut hadir dalam acara tersebut diantaranya Perwira Pembantu V Bagian Pertanahan ( Pabanlimslog ) AL, Aslog Dantamal V, Dankolatmar diwakili Pasi Intel, Kabalur Jatim, Kakimal Grati, Kasubdit Faslana, Kodim 0819 Pasuruan di wakili Kasdim, Kadiskum Lantamal V, Polres Pasuruan Kota yang diwakili Kabag Sumda serta didampingi Kapolsek Lekok, jajaran Danramil, Muspida dan Muspika, juga turut ikut serta beberapa Kepala Desa serta masyarakat di wilayah Kecamatan Lekok, Grati, Nguling dan juga dihadiri Tokoh Ulama dari Pondok Pesantren Sidogiri KH. Abdullah Siradj.
   Dalam sambutannya, Danlamal V mengatakan bahwa fungsi TNI AL adalah melaksanakan kebijakan pertahanan negara untuk menegakkan kedaulatan negara, mempertahankan keutuhan wilayah dan melindungi keselamatan bangsa serta menjalankan operasi militer perang maupun operasi militer, selain perang, juga ikut serta aktif dalam perdamaian dunia. Sehubungan dengan hal tersebut, maka TNI Angkatan Laut perlu menyediakan sarana dan daerah latihan tempur yang memadai, baik dari segi keamanan, luas, maupun Medan. Hal tersebut tentunya perlu adanya pengamanan yang maksimal terhadap lingkungan sekitar, terkait dengan masih terdapatnya beberapa lokasi yang dijadikan sarana tempat tinggal, sehingga TNI Angkatan Laut dalam hal ini Lantamal V beserta stakeholder lainnya merasa perlu melaksanakan relokasi pembangunan Perumahan lahan BMN TNI AL Grati Pasuruan.



   " Untuk tahap awal, pembangunan perumahan non pemukiman ini akan dibangun sebanyak 90 rumah dan target kita harus mencapai 10ribu rumah, yang nantinya akan ditempati untuk warga yang bermukim dikawasan zona latihan tempur. Pembangunan awal ini selesai target kita mencapai 8 hingga 10 bulan kedepan, sehingga ditahun 2019 segera ditempati dan setelah selesai pembangunan nantinya untuk peresmian pemukiman itu sendiri akan di buka langsung oleh Kepala Satuan Angkatan Laut ( Kasal ) ", jelas Danlantamal kepada awak media. 
   Danlantamar Laksamana Peratama TNI Edwid, SH juga menambahkan, " untuk mencapai 10 ribu rumah, kita berharap kepada Pemerintah Pusat, Provinsi, dan juga Daerah agar supaya ikut membantu mendukung dan bantuannya agar supaya progam ini terlealisasi lebih cepat. Untuk terkait dengan sosialisasi, kita nantinya akan melaksanakan secara bertahap, sementara ini kita sudah mensosialisasikan kepada pihak Provinsi dan nantinya kita akan melangkah kepada para warga penghuni lainnya juga akan disosialisasi untuk dilakukan relokasi lanjutan terhadap desa desa yang masuk dalam zona atau wilayah pertahanan dalam hal ini TNI AL tentang aset atau Barang Milik Negara ( BMN ). Selanjutnya, terkait mekanisme untuk kepemilikan tanah dan juga bangunan dari TNI AL itu akan diserahkan langsung kepada masyarakat penerima melalui pemerintah daerah dan pihak terkait setelah dilakukan verifikasi terlebih dahulu. Dalam hal ini, perlu adanya dukungan dari pemerintah pusat, provinsi dan juga daerah, Mengingat sangat berpengaruh untuk percepatan dalam upaya relokasi warga dan pembangunan itu sendiri ", jelas Danlantamal kepada awak media. *Ko/Syah

Tulangbawang (Lampung) - suaraharianpagi.com
   Hj. Winarti SE MH, membuka secara resmi malam grand final pemilihan muli menganai Tulangbawang Tahun 2018 yang berlangsung di Water Boom Tirta Garden, Unit I, Kecamatan Banjar Margo, Rabu (11/7).
   Adapun dalam kegiatan ini Bupati juga menjadi juri, dan dari enam puluh finalis yang mengikuti untuk unjuk kebolehan tersebut, sebelumnya telah mengikuti tahapan penilaian, baik secara tes tertulis ataupun talent show. saat memberikan sambutan, Bupati Tulangbawang Hj. Winarti SE, MH mengatakan bahwa dirinya berharap agar muli menganai Tulangbawang dapat mempromosikan potensi pariwisata, budaya dan produk-produk andalan Tulangbawang agar Tulangbawang dapat lebih terkenal dimata wisatawan lokal dan wisatawan asing.


   "Ini adalah event yang sangat baik, maka dari itu saya minta muli menganai dapat berperan serta dalam mempromosikan budaya dan produk unggulan, dimana nantinya sebagai duta pariwisata dapat mewakili Tulangbawang dalam ajang promosi diluar kabupaten dan provinsi Lampung," ujar Winarti saat membuka acara malam Grand Final Pemilihan Muli menganai Kabupaten Tulangbawang Tahun 2018.

   Bupati pasangan Wakil Bupati Hendriwansyah ini juga menegaskan, bahwa Kabupaten berjuluk Sai Bumi Nengah Nyappur sebenarnya tidak kalah pada sektor pariwisata, hanya saja kurang dimaksimalkan potensinya. "Untuk itu, mari bersama-sama bergotong-royong guna membangun Tulangbawang, sehingga kedepan kita semakin mampu menarik investor," ucap Bupati perempuan pertama di Kabupaten Tulangbawang ini.
   Selain itu, Bunda Winarti, sapaan akrab Bupati Tulangbawang, mengharapkan kepada pemenang dapat membawa marwah Kabupaten Tulangbawang yang baik, seperti saat menjadi Duta Pariwisata, dan perwakilan saat pemilihan muli menganai dan Putri Pariwisata Provinsi Lampung Tahun 2018.


   Dijelaskan, pada Grand Final ini, diambil 3 pasang peserta, terbagi atas juara pertama, kedua dan ketiga, yang nantinya akan mewakili kabupaten Tulangbawang untuk maju dalam pemilihan muli menganai tingkat Provinsi Lampung. dalam acara, selain dibuka dan dihadiri Bupati Tulangbawang Hj. Winarti SE, MH, turut hadir pula Ketua DPRD Tulangbawang Sofi'i SH, perwakilan Dinas Pariwisata Provinsi Lampung Saluddin, 


   Asesor Kompetensi dan Konsultan SDM Bidang Pariwisata Asharie Kadir, Budayawan Lampung, Pengurus MPAL dan Dekranasda Lampung, Alpian, Tenaga Pengajar Indonesian Hotel School, Asesor Kompetensi SDM Pariwisata Lampung Anto, Koreografer dan Tenaga Pengajar CAT Lampung, dan Putri Indonesia Provinsi Lampung tahun 2017 Sesiliya Elvira, Perwakilan Kodim 0426, Perwakilan Polres dan Lanud Pangeran M Bunyamin Tulangbawang *zul/rahmad

kabiro : rahmad riyadi

Panaragan (lampung) - suaraharianpagi.com
   Sekretaris dinas BPKAD tulang bawang barat Ai Nudin saat dikonfirmasi melalui pesan singkat whatsApp oleh media ini, masalah pembayaran publikasi Advetorial, kegiatan dana desa, yang dibayar berbeda beda/ berpariasi nilai nya, terkesan tebang pilih terhadap awak media.
   Dugaan adanya permainan pada anggaran publikasi, Advetorial, yang dikelola oleh pihak pemda, yang mana pembayaran publikasi, Advetorial tersebut melalui Badan Pengelolaan Keuangan Aset Daerah (BPKAD) Tubaba, tidak berjalan semestinya, terlihat jelas adanya tebang pilih diantara awak media.
   Dengan pembayaran publikasi yang sangat berpariasi dari nilai nya, satu juta (1000.000,00), satu juta lima ratus ribu rupiah (1.500.000), dua juta rupiah (2000.0000,00), dua juta lima ratus ribu rupiah (2.500.000,00), bahkan ada yang diistimewakan dibayar senilai tiga juta lima ratus ribu rupiah (3.500.000). "Ai nudin selaku sekretaris dinas BPKAD Tubaba, saat dikonfirmasi melalui wharsApp menjawab,,"santai ajja rey masalah adv, kita obrolkan dikantor. dan, Santai Aja rey, perjalanan masih jauh,"balasnya melalui pesan singkat whatsApp.
   Sampai terbitnya berita ini kaban dan sekretaris BPKAD tubaba ini belum bisa untuk di mintai keterangan masalah pembayaran dana publikasi dana desa yang dikelola oleh pihak pemda melalui BPKAD tubaba, dan masalah kantor BPKAD tubaba, pada hari jumat 6 juli 2018, yang mana pada hari tersebut tak satu pun honorer, pegawai, setaf, yang ada dikantor tersebut.
   Semuanya sudah pulang sebelum habis jam kerja, padahal padasaat itu waktu menunjuk kan pukul 9:30 wib, masih keadaan jamkerja, akan tetapi semua honorer setaf, dan PNS, sudah pulang semua, pintu pun sudah tertutup, dalam keadaan terkunci, tak ada satu pun yang menunggu dikantor tersebut. *zul/rahmad


Kabiro : Rahmad riyadi

Tuba (Lampung) - suaraharianpagi.com
   Melakukan koreksi agar kinerja kedepan makin efektip dilakukan jajaran Pemerintah Kabupaten Tulangbawang, seperti halnya memaparkan oleh-oleh hasil kinerja saat mengikuti kegiatan Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) Ekspo yang baru-baru ini berlangsung di Kota Tanggerang Provinsi Banten.
   Hasil tersebut diketahui, bahwa Kabupaten Tulangbawang perlu untuk kian melakukan peningkatan agar kedepan dapat meraih hasil lebih baik dari pada Tahun 2018 ini. oleh-oleh dari Apkasi ekspo tersebut disampaikan Bupati Tulangbawang Hj. Winarti SE, MH melalui Sekdakab Tulangbawang Ir. Anthoni MM yang teruskan Asisten II Drs. Tamami Akif, Rabu, (11/7/18) saat Apel Rutin dilingkup Pemkab Tulangbawang.
   Beberapa pesan dari Bupati Tulangbawang, Hj. Winarti, SE, MH itu, dengan maksud untuk menambah wawasan dan motivasi kerja pegawai. "Saat Apkasi Ekspo, tampilan stand kita cukup menonjol dari pada Kabupaten lain, dan ini menjadi kebanggaan, karena stand kita tetap mampu menarik mata investor meski hanya salah satu dari ratusan stand yang ditampilkan di ajang tersebut," ungkap Bupati Gotong Royong itu yang disampaikan oleh Pembina Apel Asisten II Drs. Tamami Akif.


   Dipaparkan, pada ajang ini, Pemerintah Kabupaten Tulangbawang hanya menampilkan potensi daerah dan keunggulan daerah, tetapi tidak diperkenankan melakukan transaksi, sehingga hanya agar menarik investor. "Untuk itu, mari kita tingkatkan potensi dan keunggulan kita, agar seperti komunitas-komunitas dapat kita bina, lalu bagaimana agar produk potensial dapat dimaksimalkan sehingga kedepan kita dapat tunjukkan lebih baik lagi," tuturnya.
   Sebagai contoh, sambung dia, mengenai kemasan produk harus semakin tampak bagus dalam segi tampilannya, dan hal ini harus menjadi prioritas dalam hal pembinaan kedepan. selain itu, disiplin kerja sebagai pegawai diharapkan semakin dapat ditingkatkan, sebab semua ada mekanisme, jadi kehadiran dan izin harus jelas, bila akan melaksanakan izin itu ada waktu maksimalnya.
   "Hal ini Aparatur Sipil Negara (ASN) harus dapat memperhatikan dan mempelajari ataupun memahami ketentuan sebagai pegawai, sehingga apa saja rambu-rambu, etika dapat terus dilaksanakan," tutupnya *zul/rahmad

kabiro : rahmad riyadi


Panaragan (Lampung) - suaraharianpagi.com
   Sekretaris Badan Pengelola Keuangan Aset Daerah (BPKAD) tulang bawang barat, Ainudin Salam, S.E, M.IP, buang badan Saat akan dikonfirmasi masalah pembayaran dana publikasi kegiatan Dana desa yang dikelola oleh pihak pemda tubaba.
   Pasalnya pembayaran advetorial kepada media yang mendapatkan penerbitan kegiatan dana desa, yang dikelelola oleh pihak pemda, yang melalui BPKAD tubaba, terkesan tebang pilih, dan jelasnya pembayaran dana advetorial yang dibayar pihak BPKAD tubaba, terkesan bervariasi nilainya.
   Menurut keterangan beberapa wartawan media online dan cetak, saat dikonfirmasi melalui pesan singkat whatsApp, beberapa wartawan menjelaskan, kalau dana publikasi kegiatan dana desa tersebut dibayar sesuai komitmen dan lobi wartawan, dengan kaban dan sekretaris BPKAD tubaba.
   Kalau advetorial kegiatan dana desa yang saya muat sudah lama dibayar karena saya menghadap sekretaris langaung dibayar, (3.500.000,00) selanjutnya beberapa wartawan lagi menyatakan, melalui pesan whatsApp, dibayar Dua Juta (2000.000.00), ada juga yang dibayar Satu juta Lima Ratus Ribu Rupiah, (1.500.000,00) bahkan juga ada yang dibayar Satu Juta,(1.000.000.00) saja.
   Tinggal tergantung lobi-lobi dengan mereka dan tergantung kerja kita, apa lagi kalau kita pernah membahas kasus mereka maka kita akan di proriaritaskan mereka,"tutur beberapa wartawan media online dan media cetak saat dikonfirmasi melalui pesan singkat.
   "Saat akan dikonfirmas kepada pihak keuangan, penguasa anggaran, kaban atau sekretaris dinas keuangan pada hari jumat, 6 Juli 2018, oleh media suara harian pagi, dikantor dinas BPKAD tubaba, pintu masuk kantor pun tertutup rapat dan terkuci tidak dapat dibuka.
   Wartawan Media ini pun langsung keluar pada saat itu juga ada salah satu tenaga honorer yang berkerja di dinas tersebut maka tak nunggu lama lagi wartawan media ini langsung konfirmasi kepada salah satu tenaga honorer, yang kebetulan ditemui di luar kantor BPKAD, "Mengapa kantor masih jam 9:30 sudah terkunci, apa gak ada pegawai yang masuk kantor".
   Tenaga honorer yang tak mau di sebut kan nama nya di media ini menjawa," tadi masuk sebagian bang sebagianya dinas luar yang lain nya udah pulang dari tadi,"tutur nya kepada media ini.
   Ditempat terpisah media ini pun langsung menghubungi bendahara pembayaran advetorial, icha melalui pesan watsapp akan tetapi tidak dibalas, balas dan coba dihubungi melalui via handpone, setelah berkali kali dihubungi icha pun mengankat,
   Dan menyatakan bahwa dirinya tidak masuk kantor, dikarenakan dia ke kota bumi , tadi kawan kawan masuk bang tapi sekarang udah pulang semua, jadi hari senin aja kalau mau bertemu sama sekretaris, kalo gak hubungi dia aja bang masalah pembayaran advetorial yang sudah di asisi oleh kaban dan sekretaris", jelas icha.
   Yang menjadi pertanyaan media ini, berapa anggaran untuk publikasi advetorial kegiatan dana desa, yang dikelola oleh pihak pemda tubaba, melalu BPKAD tubaba ditahun 2018 untuk semua media yang memuat kegiatan tersebut, dan mengapa pembayarannya pervariasi, apakah ada perbedaan secara pribadi dari pihak BPKAD terhadap media.
   Apakah pihak dinas menganggap aturan dan UU pers satu dan lain berbeda beda, atau pihak dinas tersebut melihat cara kerja wartawan nya dalam pemberitaan nya memuat berita berita kasus terus, atau ada istilah lainnya, sehingga pembayaran publikasi kegiatan dana desa ditahun 2018 ini terkesan adanya permainan dan telihat tebang pilih diantara satu media dan media lainnya.
   Sampai diterbitkan berita ini sekretaris dan kaban BPKAD tubaba ini belum dapat di konfirmasi, masalah anggaran dana publikasi dana desa pada tahun 2018 dan masalah mengapa pada hari jumat 6 Juli 2018 masih waku jam kerja akan tetapi tak satu pun pegawai atau honorer yang ada dikantor, BPKAD sedang kan watu menujuk kan jam 9:30,wib. *zul/ahmad

Kabiro : ahmad riyadi

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget