Halloween Costume ideas 2015

suaraharianpagi

Latest Post


Proyek Jalan Hotmix  Diborongkan Pemerintah Desa
Yang Tidak Taati Perbup No.4 Tahun 2019
JOMBANG-suaraharianpagi.com
   Proyek jalan lingkungan, berupa jalan aspal Hotmix di Dusun Sariloyo, RT.1,2,3,5 dan 6, RW 6 Desa Sambongdukuh, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, yang dibiayai dari Dana Desa (DD) tahun 2019, diduga menyalahi  Perbup No.4 Tahun 2019, dan ada indikasi suap dan korupsi.
   Proyek jalan aspal Hotmix di Dusun Sariloyo,  tersebut diduga diborongkan kepada pihak ketiga, yaitu orang yang bernama H. IMF, Warga Kecamatan Jogoroto Jombang. Padahal menurut ketentuan proyek Dana Desa tersebut harus dikerjakan secara swakelola dan 30% dana desa harus dipakai untuk upah pekerja, dengan tujuan agar ekonomi masyarakat terangkat.
   Yang lebih parah lagi beredar kabar, bahwa PJS Kades Sambongdukuh diduga H.Dodik Nur Syahadah.SH.SIP, diduga menerima uang fee dari pihak ketiga (pemborong) yang besarnya mencapai kisaran 15 – 20% dari nilai proyek.
   Menurut  warga setempat yang keberatan namanya disebut mengatakan, bahwa ada   kabar yang beredar PJ Kades Sambongdukuh, H.Dodik Nur Syahadah.SH.SIP yang juga Sekretaris Desa Brambang, diduga mendapatkan uang fee dari pemborong.
Saya dengar dari salah seorang kontraktor, bahwa pemborong jalan aspal Hotmix di Desa Sambongdukuh, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jombang, diduga memberikan uang fee, kepada Kades besarnya kisaran 15-20% dari nilai keseluruhan  proyek”. katanya.
   Jalan  yang dibangun aspal  Hotmix tersebut, sebelumnya  adalah jalan Aspal yang kondisinya masih relatif bagus, selanjutnya tahun 2019 ini, oleh pemerintah Desa Sambongdukuh diatasnya dibangun jalan aspal Hotmix. Jadi pekerjaan B-nolnya jalan aspal yang relatif bagus, pada saat mengerjakan lubang yang agak dalam tidak dileveling dulu, Juga tidak transparan tidak ada papan nama proyek dan besaran  anggaran yang dipakai.
   Proyek jalan aspal Hotmix ini rawan sekali dipermainkan, karena dari mulai jenis Hotmix yang digelar mempunyai harga sendiri sendiri, apalagi kalau sampai mengurangi ketebalan dan pemadatanya. Jadi pemborong bisa mendapat untung besar. Tapi warga yang buntung atau warga yang rugi, karena hasil pekerjaan tidak sesuai dengan anggaran yang dikeluarkan”. tegasnya..
   Jalan aspal Hotmix Desa Sambongdukuh bisa dipastikan dikerjakan oleh pihak ketiga, karena untuk tenaga kerjanya tidak mungkin bisa dikerjakan oleh warga setempat, selain melibatkan alat berat, pekerjanya harus bisa mengoperasikan mesin finisher, mesin wales dan mempunyai pengalaman dibidangnya. Jadi jelas bahwa semua pekerjanya dari Pabrik yang mempunyai alat berat tersebut.
   Kepala Desa Sambongdukuh,H Dodik Nur Syahadah SH.SIP, saat dimintai konfirmasi dikantornya tidak ada ditempat, salah satu stafnya, mengatakan  bahwa pak PJS Kades keluar kantor dari siang tadi, gak tahu kemana agendanya.  Ketika ditanya siapa TPK jalan Hotmix di Dusun Sariloyo, dengan singkat diakatakan Kepala Dusun Kepala Dusun, tanpa merinci Kepala Dusun mana yang menjadi Tim Pengelola Kegiatan (TPK)
   Dari pantauan dilapangan, pembangunan jalan aspal Hotmix tersebut mulai dikerjakan Hari Rabu tanggal 17 Juli 2019, tenaga kerjanya dari pabrik pemilik alat berat bukan warga Desa Sambongdukuh. Sementara dilapangan ada dugaan ketebalan kepadatan tidak sama antara depan dan ujung jalan. Lebar jalan juga variatif, ada yang kurang dari 3 meter juga ada yang lebih dari 3 meter.
   Sebagai informasi bahwa proyek yang di dibiayai dari DD tahun 2019, ini harus di laksanakan  secara swakelola, atau dengan cara Program Padat Karya Tunai.
   Hal tersebut  diatur dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) tiga menteri, yakni Menteri Dalam Negeri, Menteri Keuangan, Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, dan Menteri Pelaksanaan Pembangunan Nasional / Kepala badan pembangunan nasional. No : 040-8698 Tahun  2017 ; Nomer : 954 / KMK.07 / 2017 ; Nomer : 116 Tahun 2017 ; No : 01/SKB/M.PPN/12/2017 Tentang : penyelarasan dan penguatan kebijakan percepatan pelaksanaan Undang-undang No : 6 Tahun 2014 tentang desa serta aturan Program Padat Karya Tunai yang ada dalam Perbup Nomer 4 tahun 2019 harus ditaati oleh Pemerintah Desa.. *ryan


PEMKAB JOMBANG GANDENG BEA CUKAI KEDIRI
SOSIALISASI KETENTUAN BIDANG CUKAI
Jombang - Suaraharianpagi.com
   Bertempat di Balai Desa Pojok Klitik, Kecamatan Plandaan, Kabupaten Jombang, telah dilakukan sosialisasi Ketentuan di Bidang Cukai, dengan menghadirkan pembicara dari Kantor Bea Cukai Kediri.
Sosialisasi selama kurang lebih 2 jam tersebut diikuti oleh warga sekitar Kecamatan Plandaan dan Desa Plandaan sendiri.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Sub Seksi Layanan Imformasi Bea Cukai Kediri, Hendratno Sasmito hadir sebagai pembicara. Dalam sosialisasi yang juga dihadiri oleh Sekretaris Camat Plandaan dan Kepala seksi Informasi Publik Kominfo Kabupaten Jombang, Hendratno memaparkan terkait larangan membeli rokok tanpa dilekati pita cukai.
   “Rokok polos itu artinya rokok yang tanpa dilekati pita cukai, padahal cukai itu banyak manfaatnya dan setiap tahun Kabupaten/Kota menerima DBHCHT. Jadi jangan beli yang polos – polos, karena dengan membeli rokok legal dengan pita cukai artinya kita juga mendukung pembangunan” tegasnya.
DBHCHT digunakan untuk mendanai beberapa program kegiatan yang diprioritaskan untuk mendukung program Jaminan Kesehatan Nasional paling sedikit 50% dari alokasi DBHCHT yang diterima setiap daerah.
   Besaran alokasi DBH untuk masing–masing Kota/Kabupaten baik sebagai penghasil maupun lainya diatur oleh Gubernur dan diusulkan kepada Menteri Keuangan untuk ditetapkan. Sedangkan komposisi besaran alokasi DBH berkisat 30% untuk Propinsi, 40% untuk kota/ kabupaten penghasil Cukai dan 30% untuk kota/kabupaten lainnya.
Lebih lanjut,Hendratno juga menjelaskan terkait rokok illegal yang sering beredar di daerah “ jangan membeli rokok illegal dan rokok polos, apalagi yang tidak dilekati cukai, atau dilekati pita cukai palsu, itu jelas melanggar UU Nomer 11 tahun 1995 Jo UU Nomer 39 tahun 2007 tentang Cukai” Pungkasnya. *ryan



Jalan Rabat Beton Rusak Parah,
Ada Dugaan Anggaran Tidak Transparan
JOMBANG - suaraharianpagi.com
   Lagi-lagi proyek Dana Desa di Jombang Bermasalah, kali ini proyek bangunan jalan rabat beton, di Desa Kesamben Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang, Jawa timur, yang bermasalah. Pasalnya jalan di desa tersebut hanya beberapa bulan selesai dibangun kondisinya  sudah rusak parah.Jalan rabad beton tersebut berlokasi di Dusun Ngembul RT.01 RW.13, sepanjang 165 meter dan lebar 3 meter dibiayai dari Dana Desa tahun 2018.
   Dari pantauan dilapangan pembangunan tidak transparan dalam prasasti bangunan tidak mencantumkan ketebalan jalan rabat beton dan besaran anggaran. Jalan selesai dibangun pada akhir tahun 2018 lalu, namun kondisinya saat ini sudah memprihatinkan. Sudah mengalami pecah-pecah, retak, dan permukaan jalan sudah terkelupas alias rontok. Tentunya rakyat tidak akan ikhlas jika uang pajak yang mereka bayar, digunakan secara asal-asalan.
   Tak hanya itu tahun 2018 di lokasi yang sama di Dusun Ngembul RT 02/03 RW 12/13,  Pemerintah desa Kesamben, juga menbangun jalan rabat beton  sepanjang 163,28 meter, tebal 15 Cm dan Lebar 3 meter, dengan anggaran Rp. 100.000.000; dari APBD Tahun 2018 berupa BKK (Bantuan Keuangan Khusus).   
   Menurut salah seorang warga yang menolak disebutkan namanya, ia mengatakan, bangunan jalan tersebut selesai dikerjakan sekitar akhir tahun 2018 lalu, tapi sekitar tiga bulan jalan sudah rusak, permukaan jalan banyak yang terkelupas, pecah-pecah dan retak.
   Ini bisa dilihat sendiri kondisi jalanya sekarang sudah rusak. Pelaksanaan pembangunan memang dilaksanakan secara asal-asalan. Adonan semen yang digunakan takaranya ngawur. Padahal saat pelaksanaan warga sekitar sudah banyak yang mengingatkan, tapi tidak digubris oleh TPK-nya Sukiat. Ketimbang dimusuhi, akhirnya pilih diam. Kata sang warga kepada suaraharianpagi.com.
   “Ditambahkan saya ini rakyat biasa, jadi hanya bisa pasrah, padahal uang yang digunakan untuk membangun adalah uang hasil pajak  yang dikumpulkan dari keringat rakyat bukan uang dari kantong pak Kepala Desa tegas  warga dengan nada jengkel.
   Dilapangan menunjukan permukaan jalan rabat beton di Dusun Ngembul RT01 RW 13 yang dibangun dengan Dana Desa tahun 2018 baru beberapa bulan sudah rusak parah, sementara di RT02/03 RW 12/13, dusun yang sama, yang dibiayai dari Bantuan Keuangan Khusus  (BKK) kondisi jalan rabat beton tak jauh berbeda.
 Saya yakin rakyat juga tidak akan ikhlas kalau, uang pajak yang mereka bayarkan kepada pemerintah digunakan untuk membangun asal-asalan seperti ini. Dana Desa kan uang dari rakyat, bukan uang pribadi Kades”. ujarnya.
    Menangapi hal tersebut Kepala Desa Kesamben Aris Priyowasono ST, saat diminta konfirmasi lewat ponselnya ia membenarkan bahwa jalan rabat beton yang di Dusun Ngembul kondisinya sudah rusak, Kerusakan itu karena belum kering sangat sudah dilewati kendaraan bermotor yang membawa mutan lebih dari 20 ton. Disamping itu di Desa Kesamben cara pengerjaanya secara manual tidak memakai mesin penyadur semen, ya begilah kondisinya, nanti kita perbaiki.
 Semua pekerjaan di Desa Kesamben diserahkan ke TPK (Tim Pengelola Kegiatan) Sukiat. kata Kades Kesamben Aris Priyowasono ST. 
    Untuk diketahui, setiap perencanaan infrastruktur yang dibiayai dari APBN atau APBD harus dibuat perencanaan yang bagus dan matang, agar infrastruktur/bangunan yang dibangun dari uang keringat rakyat dapat digunakan oleh rakyat dalam waktu yang lama minimal 5 sampai 6 tahun bahkan lebih. Jadi jika ada bangunan yang dibiayai dari APBN (DD) hanya hitungan bulan sudah rusak, itu layak dipertanyakan dan di usut tuntas oleh Penegak Hukum. Jangan ada kesan bahwa uang pembangunan yang digelontorkan ke desa  desa menjadi obyek Kepala Desa mencari keuntungan pribadi. *ryan 


LSM Gadjah Mada Soroti Proyek Pukesmas Kesamben
Yang Diduga Ada Penyimpangan
Jombang - suaraharianpagi.com
   Pembangunan Rehabilitasi Berat Gedung Puskesmas Kesamben, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, senilai Rp3.066.731.738.49; termasuk PPN, mendapat sorotan oleh LSM Gadjah Mada. Pasalnya pekerjaan tersebut ditengarai banyak praktek penyimpangan.
Pembangunan Puskemas Kesamben, yang dibiayai dari dana DBHCHT tahun angaran 2019, sebesar 3 milyar lebih itu sedang dalam proses pengerjaan, pembangunan Rehabilitasi Berat Gedung Pukesmas tersebut di kerjakan oleh PT. Wiratama Graha Raharja. Dengan nomer kontrak.027/1543/415.17/2019. Dengan waktu pelaksanaan 180 Kalender.
   Dalam pelaksanaan pekerjaan diduga tidak sesuai dengan spesifikasi teknis yang ditentukan dalam rencana anggaran belanja (RAB). Yang mencolok adalah pada pekerjaan pembesian yang dipasang pada bangunan tersebut.
   Diungkapkan oleh Koordinator LSM Gadjah Mada, Joni S, Pembangunan Rehabilitasi Berat Gedung Puskesmas kesamben tersebut kini sedang dalam pengerjaan. Dari hasil pantauan kami dilapangan ternyata bangunan tersebut menggunakan tulangan besi, diduga tidak sesuai spesifikasi teknis,yang sudah ditentukan dalam rencana anggaran belanja (RAB) nya.
Hal tersebut terungkap pada saat kami melakukan pengambilan foto dilapangan, bahwa terdapat besi plan atau sepatu yang tidak sama. Pada pembesian plat atau sepatu ada dua jenis besi yang dirakit, pada bagian atas besi 13 ulir sementara bagian bahwa besi 10 polos. Hal ini yang menjadi kecurigaan kami bahwa ada dugaan PT. Wiratama Graha Raharja melakukan kecurangan dalam pelaksaan pengerjaan.
   Pembangunan Puskesmas adalah fasilitas umum, menyangkut keselamatan orang banyak. Jadi kalau memang dugaan kami benar bahwa besi plat atau sepatu yang dirakit dan dipasang tidak benar harus ada tindakan khusus dari PPK. Karena dianggap tidak sesuai standart teknis, bila perlu dilakukan pembongkaran.
   Bukan hanya itu saja, pembangunan Rehabilitasi Berat Puskesmas Kesamben tersebut lemah dari sisi pengawasan, pasalnya konsultan pengawas atau suvervisi dari CV.Giritama Konsultan, jarang sekali melakukan pengawasan.
   Berkali–kali kami investigasi ke proyek tersebut, tapi kami tidak pernah ketemu dengan pengawas proyek tersebut. Jadi selama ini konsultan pengawas tidak menjalankan tugas dengan baik, disamping itu ada informasi bahwa CV. Giritama Konsultan juga mempunyai pengawasan di proyek yang lain sehingga ada kesan banyak pekerjaan yang perlu diawasi tapi pekerjanya minim sekali” papar Joni
   Sunarko salah satu kepala kerja PT. Wiratama Graha Raharja yang mengaku orang Nganjuk ketika ditanya terkait perakitan besi plan atau sepatu kok ada dua jenis besi, dengan entengnya dijawab sudah sesuai dengan gambar, ketika ditanya mana gambarnya atau sopdrowinya, dengan berkelit tidak ada.
   Terkait hal tersebut PPK Pembangunan Rehabilitasi Berat Puskesmas Kesamben.ketika dikomfirmasi di kantornya, Dr. Wahyu, mengatakan bahwa amanah dari rakyat ini jangan dibuat main-main, kita harus bekerja sungguh-sungguh, selain ada pengawas yang sudah memenangkan kontrak, kami juga membetuk pengawas internal dari Dinas Kesehatan sendiri. Bukan kami tidak percaya dengan kinerja CV. Giritama Konsultan, tapi hanya melengkapi agar tidak kecolongan dari hal-hal yang tidak baik.seperti informasi atau gambar yang diberikan pada saya kali ini, untuk kebenaranya akan saya tanyakan kepada PPTK kami. *ryan


PEMDES PAKAI DANA DESA BANGUN JALAN LAPEN DAN GEDUNG UMKM


   Jombang_suara harian pagi, com,Pemerintah desa Jatipelem Kecamatan, Diwek  kabupaten, Jombang, terus berupaya memba ngun infratruktur desannya. tujuan nya untuk menunjang kegiatan masyarakat dengan mewujutkan bangunan yang layak bagi masya rakat.
    Lancarnya aktifitas perokonomian tidak lepas dari infrastrukrur yang memadai, hal tersebut menjadi perhatian pemerintah desa jatipelem sebagai bentuk perhatian pemdes memanfaatkan dana desa (DD) untuk membangun dan memperbaiki infrastruktur desannya.
Dana desa (DD) tahun 2018 di glontorkan untuk pembangunan fisik berupa, pembangunan jalan aspal lapen yang terletak di dusun Dukuan Rt/Rw, 02.01, panjang 1400m dan lebar 3m, anggaran Rp 115, 000.000, membangun pagar makam yang terletak di dusun, Pelem Rt/Rw, 01, 01, panjang 98m, dengan anggaran Rp 100, 000, 000, dan rehap atap gedung selep di dusun Pelem Rt/Rw, 01, 01, anggaran Rp 30, 000, 000, dan juga membangun gedung Umkm.yang berlokasi didepan kantor balai desa Jatipelem, sumber dana dari dana desa (DD) dan lain_lain sebesar Rp, 377, 000, 000,
    Menurut kepala desa Jatipelem Parjono mengatakan,"pembangunan yang dilaksanakan ini merupakan hasil dari musawarah perencanaan pembangunan desa (musrengbangdes) tahun lalu yang melibatkan perangkat desa, Badan musawarah desa (Bpd) Lembaga pemberdayaan masyarakar desa (Lpmd) Tokoh masyarakat (Tomas) Karang taruna.
    Lebih jauh Parjono menjelaskan,"Pemerintah desa Jatipelem, selalu komitmen untuk membangun demi kemajuan desa dan kesejahtraan wargannya, didesa Jatipelem ini masih banyak infrastruktur desa yang masih belum tersentuh pembangunan, kami berharap untuk membangun infrastruktur tidak hanya dari dana desa saja tetapi dari program yang lainya, karena desa kami masih banyak butuh dana untuk pembangunan, oleh karena itu kami berharap desa Jatipelem bisa mendapatkan bantuan selain dari dana desa, untuk mempercepat pembangunan didesa kami,"jelasnya,
    Ketua tim pelaksana kegiatan (Tpk) Desa Jatipelem , Dudut mengatakan,"sesuei intruksi Kepala desa dalam pengerjaan kami selalu harus mengutamakan kwalitas hasil pekerjaan karena kami (warga) sendiri yang akan menikmati pembangunan ini.jika pembangunan berkwalitas baik bisa menikmati bangunan sampe  lama, oleh karna itulah kami Tpk memaksimalkan pembangunan yang dibiayai dari dana desa ini, untuk pekerja diambilkan dari warga setempat ini sebagai wujud pemberdayaan kepada warga masyarakat dan alkhamdulillah, pekerjaan selesai dan sesuei dengan rencana dan rampung, dengan pembangunan itu semua, semoga masyarakat lebih seiahtera,"harapnya, *usa


Dr. Aqua Dwipayana Memberi Ceramah
Kepada Personel Dan Parsit Divisi 2 Kostrad Yonzipur 10

 Pasuruan – suaraharianpagi.com
   Pada Kamis, 11 Juli ( siang ) pakar Komunikasi dan Motivator Nasional Dr. Aqua Dwipayana, M.I.Kom memberikan ceramah motivasi kepada Personel dan Parsit Divisi 2 Kostrad, Bataliyon Zipur 10/JP/2, Pasuruan. Acara tersebut dihadiri oleh 220 Personel yang meliputi 100 Personel Militer / Prajurit TNI dan 120 Personel Parsit. Dalam kegiatan ini Dr. Aqua menekankan tentang pentingnya meningkatkan kemam puan komunikasi prajurit TNI kepada Satuannya dan juga kepada keluarganya. Menurutnya, komuni kasi akan berjalan maksimal, apabila apa yang dikomunikasikan itu mempunyai kualitas, terutama bagi para prajurit yang saat ini posisinya jauh dari keluarganya. " Bukan jaminan orang yang tiap hari ketemu komunikasinya baik, yang penting itu bukalah komunikasi seluas -luasnya dengan keluarga. Karena sesibuk apapun keluarga tetap menjadi prioritas utama," ucapnya saat memberikan materi. Dengan adanya kesempatan itu pula Dr. Aqua mengapresiasi Pangdiv ( Panglima Divisi ) 2 Kostrad, Mayjend (Mayor Jenderal) Tri Yuniarto yang telah mengajak prajuritnya untuk mengasah kemampuan dalam berkomunikasi dan berinovasi.
      Tak hanya itu, Danyon ( Komandan Bataliyon ) Zipur 10 Mayor CZI Dendi Rahmad Subekti yang diwakili oleh Danki (Komandan Kompi) Kapten Czi Khaidir Ilham turut mengapresiasi Kepada Pangdiv (Panglima Divisi) 2 Kostrad, Mayjend (Mayor Jendral) Tri Yuniarto yang telah mendatangkan Dr. Aqua Dwipayana, M.I.Kom ke Divisi 2 Kostrad, Bataliyon Zipur 10, Pasuruan untuk memberikan gambaran mengasah kemampuan dalam berkomunikasi dan berinovasi. " Saya cukup mengapresisasi dengan kegiatan ini dan suatu kebanggaan bagi kita khususnya warga Yonzipur 10 ini, karena jarang - jarang kita didatangkan motivator yang Nasional. Danki menyebutkan bahwa Kegiatan ini bukan hanya Yonzipur 10 saja, melainkan diseluruh Divisi 2 Kostrad yang meliputi dari Kesatuan di Malang, Kesatuan di Beji kemudian Kesatuan di Banyuwangi dan  terakhir nanti juga akan memberikan yang sama pada Kesatuan di Solo ", terangnya.
     Kapten Czi Khaidir Ilham mengatakan, " secara pribadi kegiatan ini cukup positif bagi kita terutama buat prajurit dan istri2 prajurit. Harapan saya kedepan apa yang disampaikan Bapak Dr. Aqua ini mudah - mudahan dapat merubah pola hidup, pola fikir dan juga menambah wawasan bagi prajurit dan keluarganya sehingga kedepannya bisa meningkatkan pengetahuan, tujuannya semoga mempunyai taraf hidup lebih baik dalam menjalani hidup kedepanya. Dan juga bentuk sosialnya kepada masyarakat lebih bertambah, bisa menempatkan diri dikehidupan masyarakat, apalagi juga bahwa prajurit TNI ini juga lahir dari masyarakat dan masyarakat adalah bagian dari prajurit TNI ", jelasnya.
       Menurut Kapten Czi Khaidir Ilham  didalam acara ini ada poin - poin terpenting yang dipaparkan Dr. Aqua pada ceramahnya. "ada bebera pa pokok-pokok poin penting apa yang dipaparkan beliau ini, antara lain yang pertama sebagai mana yang dipaparkan beliau pada pembukaan tadi adalah semua  kegiatan awali dengan rasa bersyu kur, kita melihat segala sesuatu dengan lihat kebawah, karena kita lihat kebawah disitu kita akan bersyukur  bahwasanya masih banyak yang taraf hidupnya jauh dibawah kita. Yang kedua mungkin bersilaturahmi, dengan nersilaturahmi itu juga membuka pintu rejeki, karena rejeki itu bukan hanya dari materi saja, rejeki itu banyak contoh saja seperti apa yang disampaikan beliau tadi, 'dengan bersilaturahmi beliau berkunjung kesuatu tempat dan beliau disiapkan penginapan dan segala macam,  itu saja menutnya adalah salah satu rejeki ', jelasnya.
     Kapten Czi Khaidir Ilham juga menambahkan bahwa, " kita ini adalah Seorang prajurit TNI yang mana kita juga harus bekerja secara keras, cerdas dan ikhlas. Tugas apapun itu yang mana memang sudah menjadi tugas kita, yang namanya kita bekerja harus secara ikhlas, tambahnya. *Syah



Terkait Insident Terjadinya Diinternal PDIP Kota Pasuruan,

Ketua DPC BMI Kota Pasuruan Angkat Bicara


Pasuruan – suaraharianpagi.com
   Menyikapi Permasalahan yang terjadi diinternal partai PDI Perjuanga Kota Pasuruan terkait keputusan Hasil Konfercab yang diselenggarakan di Surabaya, Ketua DPC BMI (Banteng Muda Indonesia) Kota Pasuruan Ach. Son Haji atau biasa dipanggil setiap harinya Bung Son sangat menyayangkan adanya peristiwa yang terjadi pada internal Partai PDIP Kota Pasuruan. Bung Son mengatakan saat ditemui awak media SHP, " saya sangat prihatin dan menyesalkan atas peristiwa yang terjadi di internal PDI Perjuangan Kota Pasuruan hingga viral di media sosial maupun di masyarakat Pasuruan. Saya selaku kader muda partai berlambangkan banteng moncong putih sangat kecewa dengan permasalahan yang terjadi di PDI Perjuangan Kota Pasuruan. Kalau saya menilai, tidak ada yang salah , partai terus mengamanatkan untuk tegak lurus menghormati segala keputusan, akan tetapi saya mengamati dan menganalisa bahwa semua ini merupakan imbas dari sistem kepartaian yang belum maksimal dalam mengedepankan asaz musyawarah mufakat ", jelasnya. 
    Menurutnya Peraturan Partai (PP) No 28 tahun 2019 terdapat pasal yang rawan menimbulkan konflik dalam penentuan kepengurusan, yang disebutkan poin - poin untuk menjadi KSB ( Ketua, Sekretaris dan Bendahara) yaitu minimal harus menjadi anggota partai selama tujuh tahun dan keanggotaan itu dibuktikan melalui kartu anggota partai, sedangkan dipoin lain berdasarkan pasal pasal 44 menyatakan DPP PDIP dapat menetapkan KSB DPC maupun DPD. "Saya melihat dan menganalisa PP (Peraturan Partai) No 28 tahun 2019 terdapat pasal yang rawan menimbulkan konflik dalam penentuan kepengurusan, yang dimana disebutkan bahwa untuk menjadi Ketua, Sekretaris, Bendahara (KSB) minimal harus menjadi anggota partai selama tujuh tahun dan Keanggotaan itu juga dibuktikan melalui kartu anggota partai, sedangkan dipoin lain pasal 44 yang disitu disebutkan DPP PDIP dapat menetapkan KSB DPC maupun DPD, atas dasar pertimbangan kepentingan strategis partai. Kedua poin tersebut sangat rawan konflik juga, dan kini sudah terbukti dihampir seluruh daerah terjadi konflik ketidak puasan kepengurusan kader banteng dalam kepetusuan DPP dalam hal merekomendasikan penetapan KSB", menurutnya.
   Bung Son juga mengatakan, " ini harus menjadi evaluasi DPP PDI Perjuangan dalam mengeluarkan PP (Peraturan Partai), harus tidak berbenturan dengan AD/ART partai, apalagi partai saya ini sangat menjunjung tinggi demokrasi dan mengedepankan musyawarah mufakat, jelasnya ".
   Dengan adanya kejadian ini Bung Son berharap semoga konflik ini bisa terselesaikan dengan cepat dan tanpa ada yang tersakiti. " dengan kejadian ini saya berharap semoga konflik ini bisa terselsaikan dengan secepat - cepatnya, tanpa ada yang tersakiti. Karena pada hakekatnya adanya partai politik berdiri itu untuk memperjuangkan kedaulatan dan kemakmuran rakyat bukan hanya kepentingan golongan semata. Mengutip pidato Soekarno,' Pasalnya partai politik suka main sikut dan berkonflik terus, panggung politik pun selalu gaduh ', padahal stabilitas amat dibutuhkan bagi bangsa yang baru merdeka.
   Bung Son menambahkan, "Diluar kita selalu berkata; bersatu, bersatu, bersatu!, Bahkan aktif mempersatukan, aktif mempersatukan!, Paradoks kedalam bagaimana, saudara-saudara? Kita sikut-sikutan satu sama lain!.... Sekarang ini kita terpecah belah!, terpecah - belah bukan hanya oleh rasa suku, bukan oleh rasa kedaerahan, ada penyakit yang kadang - kadang bahkan lebih hebat  daripada rasa suku dan rasa daerah! Yaitu penyakit kepartaian!, Bagaimana tidak, terus terang saja saudara ku!!!, itulah yang disebut penyakit kepartaian ", tambahnya. *Syah


Baru Dikerjakan Sudah Rusak,
Aparat Penegak Hukum Harus Bertindak Tegas
JOMBANG - suaraharianpagi.com
   Miris melihat kondisi Proyek jalan rabat beton ditiga titik di Desa Miagan, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang  Jawa  Timur. Dari tiga titik masing-masing di Dusun Miagan RT01, RT02, RW01, Volume pekerjaan 116,376 M, yang dibiayai dari Dana Desa (DD) 2018 sebesar Rp. 104.1660.000; dan Dusun Miagan RT09,RT10,RW 01, volume pekerjaan 100,93 M, dengan anggaran Rp.132.993.000; juga dari Dana Desa 2018, serta di Dusun Pandean RT. 04/ RW.01 yang tidak terdeteksi anggaranya baru beberapa bulan selesai dikerjakan, sudah rusak parah.
   Dari pantauan dilapangan jalan rabat beton di tiga titik tersebut, sepanjang jalan kondisinya hampir semua permukaan jalan sudah mengalami aus dan terkelupas, bukan hanya itu jalan juga sudah banyak mengalami keretakan. Padahal perencanaan pembangunan jalan, termasuk jalan rabat beton, pasti dibuat perencanaan agar jalan bisa digunakan dalam waktu yang lama atau panjang minimal 5 hingga 6 tahun, bahkan lebih.
   Jadi sangat tidak lazim jika pembangunan jalan rabat beton di Desa Miagan, Kecamatan Mojoagung, hanya hitungan bulan jalan sudah rusak.
   Jika jalan tersebut dikerjakan sesuai dengan perencanaan, atau sesuai dengan ketentuan teknis, dan anggaranya dilaksanakan sesuai Rencana Anggaran Belanja (RAB) tidak mungkin jalan rabat beton, tersebut baru hitungan bulan sudah rusak.Kata Erik, dari LSM Gadjah Mada, yang berkantor di Mojokerto. Ketika dimintai statement.
   Erik juga menyebutkan, kami menduga ada pengurangan kualitas mutu beton yang digunakan untuk jalan tersebut campuran beton tidak bagus,  Hal itu terlihat jelas permukaan jalan sudah terjadi aus dan mengelupas, dan permukaan jalan banyak yang retak.
Kami menduga penyebab utamanya adalah pengurangan kualitas beton, dan teknik pengecoran yang asal-asalan. Kerusakan seperti ini tidak bisa diperbaiki tambal sulam, kecuali dilakukan pembongkaran. Karena perbaikan tidak mungkin dapat mengantikan kualitas mutu beton secara keseluruhan. Karena mutu beton yang terpasang jelas-jelas berkualitas buruk. Solusinya ya harus dibongkar. Tegas Erik.
Erik Juga menambahkan, perlu diketahui anggaran Dana Desa 2018 hanya berlaku mulai dari 1 Januari 2018 sampai 30 Desember 2018. Jadi jika Pemdes Miagan, akan melakukan perbaikan, sudah tidak mungkin lagi, karena batas angaaran sudah habis.
Jadi kalau perbaikan jalan dilakukan 2019 itu sudah lain, dan adminstrasi Laporan pertanggungjawaban DD 2018 dibuat tahun 2019 itu sudah tidak benar. Jadi sampai batas akhir 2018 belum ada perbaikan, maka aparat penegak hukum harus bertindak tegas. Ucap Erik.
Menurut Toro (43) warga setempat, ia mengaku heran dengan bangunan jalan rabad beton yang baru  dibangun Agustus 2018 didesanya,  sudah pretel, rusak dan retak  retak.
Bangunan mulai dikerjakan Agustus 2018. "Saya heran kok hasil pekerjaanya seperti ini, semenya pretel (terkelupas) terus retak-retak. Kok beda dengan jalan-jalan rabad beton yang ada di Nganjuk. Di Nganjuk bagus-bagus, kok di Desa Miagan baru beberapa bulan sudah pretel semua semenya". Kata Toro, saat ditemui di lokasi proyek jalan rabat beton, kebetulan dia tinggal disekitar jalan rabat beton.
   Kepala Desa Miagan, Antok Budi Subagyo, saat dimintai konfirmasi, tidak ada dikantornya. Ditemui Tim Pengelola Kegiatan (TPK), Mardiono yang Kasi Kesra, membenarkan bahwa kondisi jalan rabat beton yang berada di RT01, RT02 RW01, rusak dan pretel karena  kondisi jalan pada saat itu belum kering sudah dilewati kendaraan bermotor. Untuk yang dua titik kondisi jalan masih bagus.
Ditambahkan, untuk jalan yang rusak sudah pernah di perbaiki satu kali, dan perlu diketahui bahwa untuk komposisi campuran Desa Miagan memakai rumus,1,3,5. (satu sak semen, tiga kereta tolak pasir, lima kereta tolak batu atau koral)  ia juga mengaku untuk pelaksanaan Dana Desa semuanya diserahkan kepada Tim Pengelola kegiatan (TPK) Dana Desa.
   Ketika ditanya mengapa komposisi campuran harus 1.3.5. tidak 1.2.3. seperti desa desa lain pada umumnya, dia jawab untuk desa Meagan yang diferifikasi oleh Dinas teknis tahun 2018 komposisi campuran 1,3,5, ya itu yang kita buat pegangan untuk melaksanakan kegiatan.tegas Mardiono, yang  merasa  percaya diri apa yang dikerjakan sudah benar. Padahal dilapangan menunjukan bahwa dari tiga titik jalan rabat beton di Desa Miagan, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, kondisinya rusak parah, permukaan jalan semenya sudah pada aus dan mengelupas dan retak retak disana sini.   
   Kerusakan jalan di Desa Miagan ini, menambah daftar panjang proyek Dana desa, di Kabupaten Jombang, Jawa Timur yang tidak diproses hukum, oleh aparat penegak hukum di Jombang. Tapi sayangnya meski banyak proyek Dana desa di Kabupaten Jombang yang menyimpang, belum ada satupun, yang ditindak tegas oleh Kejaksaan Negeri Jombang. *ryan



Ribuan Peserta Mengikuti Acara Fun Bike
Dalam Rangka HUT Bhayangkara Ke 73th
Pasuruan – suaraharianpagi.com
  Dalam rangka peringati HUT Bhayangkara yang ke 73th Polres Pasuruan Kota gelar acara Fun Bike sepanjang 17 kilometer, yang dilaksanakan pada minggu, 7 juli (pagi) di lapangan Abd. Rahman Polres Pasuruan Kota tepatnya di jalan Gajahmada Kota Pasuruan, dengan Star dan Finish dilapangan Abd. Rahman/Mapolresta Pasuruan. Acara ini juga dihadiri Forkompimda Kota Pasuruan, seluruh elemen masyarakat dan juga diikuti lebih dari 5.000 peserta. 
    Acara ini digelar juga untuk mempersatukan masyarakat yang tegang setelah kontestasi Pemilu, dalam kesempatan tersebut kapolres mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga  situasi agar tetap damai. Acara ini digelar dengan mengusung tema” Dengan Semangat Promoter, Pengabdian Polri Untuk Masyarakat, Bangsa dan Negara ”dan juga dibuka dengan bembacaan deklarasi,' kita semua bersaudara”, Kami seluruh elemen masyarakat jawa timur sepakat bersatu untuk membangun Indonesia dan mendukung terciptanya situasi kamtibmas yg kondusif menuju Indonesia aman, damai dan sejahtera", yang dipimpin langsung oleh Kapolresta Pasuruan Agus Sudaryatno, S.I.K, MH.
  Kapolresta Pasuruan AKBP. Agus Sudaryatno, S.I.K, MH melalui Kabag Humas Polres Pasuruan Kota AKP. Endy Purwanto, SH mengatakan, "acara ini digelar dengan secara gratis yang di ikuti ribuan peserta se-Jawa Timur. Selain gratis pihak panitia menambahkan ribuan doorprize dan hadiah utama sebuah sepeda motor honda beat bagi yang beruntung. Selain itu juga menyediakan ribuan porsi makanan dan minuman untuk peserta, dan juga ada mobil pelayanan, diantaranya mobil SKCK dan SPKT untuk melayani pembuatan/perpanjangan SKCK, Laporan Kehilangan dan mobil Samling (samsat keliling) yang melayani pembayaran pajak kendaraan bermotor", jelasnya. *syah



DPRD Sampang Gelar Paripurna Penyampaian
Nota Penjelasan Bupati 6 Raperda dan 2 rapeda Usulan
Sampang – suaraharianpagi.com
   Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sampang, Menggelar Nota penjelasan 6 raperda dan 2 raperda usulan oleh pengusul, di ruang Graha Paripurna DPRD, kamis 04/07.
   Penyampaian Nota Penjelasan Bupati Sampang H. Slamet Junaidi melalui wakil Bupati Sampang, H. Abdullah Hidayat. Dalam Penyampaiannya di hadapan Seluruh anggota DPRD yang hadir dijelaskan, 6 raperda tentang Perubahan Pajak Daerah, BPRS, GSM, Lingkungan Hidup, PDAM dan Pilkades, serta 2 raperda usulan pengusul tentang 1000 pesantren dan Madrasah diniah (Madin).
   Sementara DPRD Sampang melalui Agus Khusnul Yakin, keberadaan pesantren dan Madin secara kuantitas dan kualitas sangat di butuhkan, guna mewujudkan masyarakat yang beriman dan bertakwa. Untuk itu, pihaknya berharap Pesantren dan Madin kedepan ada perhatian serius dari pemerintah Sampang, tuturnya.
   “Raperda ini akan dikaji dan dibahas melalui mekanisme internal DPRD melalui Pansus, semoga berjalan lancar" ujar Agus Husnul Yakin
   Dalam kesempatan yang sama Rapat Paripurna DPRD juga mengumumkan nama anggota Pansus Raperda.
   Perlu diketahui, 8 raperda di atas adalah target 24 raperda yang di rencanakan DPRD Sampang dalan tahun 2019. Namun menjelang triwulan ke-3, belum juga mencapai separuh dari target, dan perlu adanya keseriusan dan Kerj keras DPRD Sampang.
   Hadir dalam Rapat Paripurna tersebut Ketua DPRD Sampang Juhari, beserta 27 Anggota dari 45 anggota DPRD Sampang, Wakil Bupati Sampang H Abdullah Hidayat,
   jajaran Forkopimda, Pimpinan Organisasi perangkat daerah (OPD) serta Camat se-Kabupaten Sampang. *rn



Ning Ita: Kirab Budaya Banjaran Mojobangkit 
Dan Mojongremo Adalah Embrio Spirit Of Mojopahit
Mojokerto – suaraharianpagi.com
   Peringatan Hari Jadi Kota Mojokerto ke 101 berlanjut dengan Kirab Budaya Banjaran Mojobangkit dan Mojongremo yang digelar pada Kamis (27/6) pagi. Acara Kirab Budaya Banjaran Mojobangkit dihadiri oleh Wali kota Mojokerto, Ika Puspitasari dan suami Supriyadi Karima Saiful; Perwakilan Kepala Daerah sekitar, Wakil Wali kota Mojokerto, Achmad Rizal Zakaria dan Ketua TP. PKK Kota Mojokerto Nur Chasanah Achmad Rizal; Jajaran Forkopimda Kota Mojokerto, Sekretaris Daerah Kota Mojokerto, Asisten, Kepala OPD serta tamu undangan dari berbagai institusi.
   Dalam sambutannya Ning Ita menyampaikan, Kirab Budaya Banjaran Mojobangkit merupakan bagian dari upaya untuk melestarikan dan mengembangkan seni dan budaya lokal. “Sudah merupakan tugas dan tanggung jawab kita semua untuk menjaga, melindungi, melestarikan dan mengembangkan budaya lokal kita, hal upaya ini penting dilakukan karena menyangkut masalah identitas kepribadian daerah kita.”kata Ning Ita.
   “Melalui Kirab Budaya Banjaran Mojobangkit ini, saya harapkan generasi muda dan kaum milenial di Kota Mojokerto semakin mencintai budaya lokal dan tidak mudah terpengaruh dengan budaya asing," kata Ning Ita. Ning Ita menambahkan masuknya budaya asing kadang kala memberikan kontradiksi dengan nilai-nilai serta kultur masyarakat kita, sehingga dengan generasi muda dan kaum milenial yang mencintai budaya lokal akan membentuk generasi muda Kota Mojokerto yang berkarakter dan memiliki kepribadian yang terpuji.
    Dalam kesempatan ini pula Ning Ita menyampaikan, dengan slogan “Spirit of Mojopahit”  untuk mengingatkan kembali akan kebesaran Kerajaan Mojopahit, sebuah kerajaan yang termashur di abad ke-14, kerajaan yang kaya, kuat dan sejahtera dengan Mojokerto sebagai pusat pemerintahan dan kekuasaan. “Bersama para budayawan dan seluruh elemen masyarakat, marilah kita menggaungkan kembali kejayaan Mojopahit melalui penyelenggaraan event– event seperti kirab budaya kita pada hari ini, dan juga Mojongremo–Mojokerto menari, yang merupakan embrio kecil dari Spirit of Mojopahit.”lanjut Ning Ita.
    Masih dalam sambutannya Ning Ita menyampaikan komitmennya untuk memberi perhatian bagi semua program pengembangan seni budaya di Kota Mojokerto mengajak semua pihak, baik para budayawan, seniman dan para ahli pengkaji seni budaya pada perguruan tinggi untuk saling bersinergi bekerjasama dalam mengembangkan seni budaya Mojokerto ke arah produktif dan fungsional. “Kepada seluruh masyarakat Kota Mojokerto, marilah kita guyub, rukun, berkolaborasi dan berkontribusi untuk memberikan manfaat yang sebesar-besarnya demi kota kita tercinta, kerukunan dan persatuan merupakan modal utama dalam kesinambungan pelaksanaan pembangunan.”pungkas Ning Ita.
    Mojokerto Menari 2019, Mojongremo yang menjadi salah satu bagian dari Kirab Budaya Banjaran Mojobangkit, dilaksanakan tepat pada jam 10.01 dilakukan di depan Kantor Wali kota Mojokerto diikuti oleh Ning Ita dan tamu-tamu undangan serta para penari dari berbagai sanggar tari di Kota Mojokerto.  
    Peserta Kirab Budaya Banjaran Mojobangkit diberangkatkan oleh Wakil Wali kota Mojokerto, Achmad Rizal Zakaria dari Rumah Dinas Wali kota Mojokerto di Jalan Hayam Wuruk No 50 Kota Mojokerto. Dari jalan Hayam Wuruk peserta melewati Jl. Letkol Sumarjo, Klenteng Hok Sian Kiong, Pasar Tanjung Anyar menuju Kantor Wali kota Mojokerto, di Jalan Gajah Mada 145, Kota Mojokerto.
    Cucuk Lampah yang terdiri dari sebarisan Mbok Ireng bersenjatakan Sodo Lanang Tumbak Sewu yang bertugas untuk membersihkan segala kejahatan, menyingkirkan  segala bentuk kejahatan angkara murka menjadi pembuka peserta Kirab Banjaran Mojobangkit. Ning Ita serta para tamu undangan dan masyarakat Kota Mojokerto dalam kesempatan ini juga menyaksikan berbagai kesenian tradisional. Diawali oleh penari Bedoyo Gayatri Raja Patmi, Tari Pasar tanjung Anyar, Barongsai, Reog  Manggolo  Mertoyo, dan jaranan. Kendaraan hias dari berbagai instansi pemerintah dan swasta juga turut serta dalam barisan peserta kirab. Kirab Budaya Banjaran Mojobangkit ditutup dengan pembacaan ikrar Mojokbangkit yang dipimpin oleh Ning Ita. *ADV 

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget