suaraharianpagi

Latest Post


Jombang – suaraharianpagi.com
   Koordinator LSM Gadjah Mada, wilayah Kabupaten Jombang, Yanto, meminta aparat penegak hukum memeriksa pemenang lelang proyek pekerjaan saluran dan trotoar, milik Dinas Perumahan dan Pemukiman Kabupaten Jombang, yang dibiayai APBD tahun 2019. Karena diduga tidak transparan dan pekerjaanya tidak sesuai spesifikasi teknis.
   Bukan hanya itu saja, Yanto juga meminta kepada aparat penegak hukum, agar memeriksa Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas Perkim, Djoko Murcahyo, karena diduga ada pembiaran dan persengkokolan dengan rekanan pemenang lelang, yang mengerjakan pekerjaan tidak sesuai spesefikasi teknis dan tidak transparan.
Tuntutan itu mencul ketika adanya indikasi pelaksanaan pekerjaan proyek pembangunan saluran dan trotoar di beberapa tempat diwilayah Kabupaten
Jombang, yang tidak memasang papan nama proyek dan U Ditch yang dipasang tidak mempunyai tanda legalitas yang jelas dari pabrik yang memproduksi.
    Dari hasil pantauan LSM Gadjah Mada, dilapangan menunjukan, banyak pekerjaan proyek yang tidak memasang papan nama proyek dan U Ditch yang dipasang tidak mempunyai tanda legalitas yang jelas dari pabrik yang memproduksi: adalah pekerjaan di Jalan Maijen Sungkono, Tunggorono, tanpa papan proyek dan U Ditch yang di pasang tidak mempunyai tanda legalitas dari pabrik yang memproduksi.Jalan. Pahlawan, tanpa papan nama proyek dan U Ditch yang dipasang tanpa tanda legalitas yang jelas dari pabrik.Jalan Kusuma Bangsa, ada papan nama proyek dengan nilai proyek Rp. 492.356. 046.39; oleh SV. Ragil Jaya.
Jalan. RE. Martadinata, tanpa nama papan proyek, dan U Ditch yang dipasang juga tidak jelas legalitasnya. Jalan. KH. Mimbar, Jalan. Ahmad Dahlan, ada papan nama, nilai proyek. Rp.857.339.995.00; SV. Ragil Jaya. Lokasi yang lain seperti di Tambak Rejo, Jombatan Kesamben, Dung Betik, Kemuning dan Buya Hamka,
Diduga sama, U Ditch yang dipasang tidak ada tanda legalitas dari pabrik yang memproduksi. Sementara yang di jalan Patimura ada papan nama proyek, dengan nilai Rp. 1.097.134.236.11; SV. Makmur sentoso.
   Kondisi ini dibiarkan begitu saja oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas Perkim, Kabupaten Jombanh Djoko Murcahyo. Bahkan kuat dugaan U Ditch dan Coper ( tutup ) yang dipasang tidak sesuai spesifikasi teknis atau berkualitas rendah. Pada pekerjaan peningkatan dan pembuatan bak control air, diduga dikerjakan asal – asalan, dan masih banyak lagi penemuan yang lain.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas Pemukiman dan Perumahan, Djoko Murcahyo setiap kali dihubungi via ponselnya, selalu mengatakan, saya masih
sibuk, saya masih ada rapat dengan konsultan, saya masih banyak pekerjaan, seakan menghidar dari pertanyaan awak media. *ryan



Lamongan - suaraharianpagi.com
   Bertepatan dengan Hari Pahlawan, Minggu (10/11) Bupati Fadeli meresmikan gedung baru Pemkab Lamongan. Penandatanganan prasasti dan pemukulan gong menjadi penanda gedung tujuh lantai tersebut resmi digunakan. Bupati Fadeli menyebut ini menjadi hari bersejarah bagi pemerintah dan masyarakat Kabupaten Lamongan. Karena bisa menyelesaikan pembangunan gedung baru Pemkab Lamongan. Tanggal 10 November sengaja dipilihnya sebagai momen peresmian. Karena sesuai dengan tema Hari Pahlawan tahun ini, Aku Pahlawan Masa Kini. “Dulu para pahlawan telah berjuang untuk kemerdekaan Indonesia. Kini tugas kita mengisinya, memberikan yang sebagai bagi Negeri sesuai dengan profesinya masing-masing,” ujarnya.
   Ditambahkannya, pembangunan kantor yang lebih representatif ini untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat yang sebaik-baiknya. “Mari lanjutkan perjuangan para pahlawan. Saya harapkan aparatur di Pemkab Lamongan menjadi pejuang masa kini, mampu membuat berbagi inovasi untuk kesejahteraaan rakyat,” kata dia. Selain gedung baru, Pemkab Lamongan tahun ini juga membangun mall pelayanan publik dan mempercantik alun-alun Kota Lamongan. Peletakan batu pertama pembangunan gedung baru tersebut dilakukan 17 Agustus 2017, bertepatan dengan HUT ke-72 RI. Gedung ini akan ditempati Sekretariat Daerah, Staf Ahli, Bappeda, BKD dan Diskominfo. *abi



Sampang-Suaraharianpagi.com
   Sebagai bentuk penghormatan kepada para Pahlawan, Bupati Sampang H. Slamet Djunaidi, lakukan tabur bunga dan berencana akan sisiri pewaris para pahlawan yang masih ada di Kabupaten Sampang.
   Setelah melaksanakan kegiatan Upacara di Halaman Kantor Pemerintah Kabupaten Sampang, dalam memperingati hari Pahlawan, 10 November 2019, minggu, (10 -11-2019), Bupati Sampang H. Slamet Djunaidi bergegas melakukan Upacara sekaligus melakukan ziaroh ke Makam Pahlawan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kabupaten Sampang. 
   Peringatan upacara sejarah nasional tersebut diikuti oleh anggota pramuka, siswa-siswi Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Sampang, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Sampang, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Sampang, Satuan Polri dari Polres Sampang dan Satuan TNI Kodim 0828.
   Bupati Sampang H. Slamet Djunaidi yang hadir didampingi oleh Plt. Sekretaris Daerah Kabupaten Sampang Yuliadi Setiawan, Komandan Kodim 0828, Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Sampang, dan Kepala Kepolisian Resort Sampang AKBP Didit Bambang Wibowo Syahputra yang sekaligus sebagai Inspektur Upacara.
   "Hari ini adalah hari yang merupakan cambuk bagi kita untuk meneruskan perjuangan, perang sudah tidak ada, maka kita harus melanjutkan perjuangan dengan merubah mindset dengan cara menjadi pahlawan kekinian yakni pahlawan modern yang memiliki inovasi-inovasi baru dalam membangun dan mencetak generasi yang penuh semangat dalam berkarya," Ujar H. Slamet Djunaidi saat di wawancarai seusai acara tabur bunga di makam pahlawan.
   Bupati Sampang juga mengatakan, dirinya berharap kepada seluruh lapisan masyarakat khususnya kepada para pemuda-pemudi untuk bisa berkrearifitas dan berkarya nyata demi meneruskan perjuangan para pahlawan.
   "Berjuang itu bukan hanya dalam perang, tapi bagaimana kita memiliki inovasi-inovasi atau terobosan baru dalam membangun kesejahteraan untuk masyarakat didaerahnya masing-masing dengan meneruskan pemikiran dari para pejuang-pejuang kita,"Tegasnya.
   Dalam moment bersejarah ini, H. Slamet Djunaidi mengaku telah merencanakan akan melakukan penyisiran terhadap keluarga atau pewaris-pewaris dari para pahlawan yang telah gugur, hal ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap para pejuang.
   "Nantinya akan dilakukan penyisiran terhadap pewaris-pewaris pejuang kita yang ada di Kabupaten Sampang, hal ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan atas perjuangan mereka,"imbuhnya. 
   Terpisah, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sampang, Amiruddin. S, Sos menghimbau kepada seluruh masyarakat, dengan semangat hari pahlawan ini  dapat dijadikan moment untuk meningkatkan semangat baru dalam berjuang memerangi kebodohan, dirinya berharap generasi penerus bangsa di Negara Republik indonesia ini dapat terus bersaing degan negara-negara maju, sehingga para pejuang yg mendahului kita bangga dengan hasil jerih payah yang mereka perjuangkan.
   "Dengan demikian kita telah melanjutkan perjuangan para pahlawan yang sudah mendahului kita,"tandasnya. *rif




Gresik – suaraharianpagi.com
   Jajaran Forum Pimpinan Daerah Gresik diantaranya Bupati Gresik DR. Ir. Sambari Halim Radianto, ST., Dandim 0817/Gresik Letkol Inf Budi Handoko, S.Sos, Kapolres Gresik AKBP Kusworo Wibowo, SH. S.I.K. MH., dan pimpinan lembaga daerah lainnya telah melaksanakan upacara bendera bersama dalam rangka memperingati Hari Pahlawan Tahun 2019 bertempat di Halaman Pemkab. Gresik, Minggu (10/11) pukul 08.00 WIB.
   Nampak meriah dalam pelaksanaan kegiatan upacara bendera tahun ini dikarenakan juga dilengkapi dengan kegiatan pertunjukan Drama Kolosal dengan Thema "Tewasnya Jenderal Mallaby di Negeri ini ".
   Drama kolosal tersebut kisahnya berawal dari mendaratnya tentara sekutu di Surabaya pada 25 Oktober 1945 yaitu militer Inggris dari Brigade Infantri India 49 Maratha di bawah kepemimpinan Brigadir Mallaby. Mallaby dan pasukannya pun terjebak dalam masalah. Pemuda Surabaya ngamuk. Surabaya pun akhirnya panas. Terjadi pertempuran selama tiga hari antara Brigade 49 dengan pejuang republik dari berbagai elemen.
   Kisah itulah yang diangkat oleh Bupati Gresik Dr. Sambari Halim Radianto bersama seluruh Pejabat Pemkab Gresik saat memainkan lakon perjuangan merebut kemerdekaan pada 10 Nopember 1945,
   Kisah yang tentang perjuangan 10 Nopember 1945 ini dimainkan dalam serial Drama Kolosal oleh sekitar 500 orang pemain. Drama kolosal ini dimainkan usai melaksanakan upacara peringatan Hari Pahlawan 10 Nopember yang berlangsing di Halaman Kantor Bupati Gresik.
   Beberpa peran penting dimainkan oleh Bupati Gresik bersama para Pejabat Pemkab Gresik. Bupati Sambari terliba langsung dan mengambil peran sebagai Bung Tomo. Wakil Bupati Mohammad Qosim berperan sebagai KH. Hasyim Asyhari dan Plh Sekda Gresik, Nadlif berperan sebagai Gubernur Soryo.
   Beberapa peran yang lain yang tak kalah penting yaitu, Asisten I Tursilowanto Hariogi berperan sebagai Panglima Sudirman. Kepala Dinas Pariwisata, Halomoan Sinaga mendapat peran sebagai Jenderal Mallaby, dibantu peserta Diklatsar CPNS Pemkab Gresik sebagai tantara penjajah.
   Sepertinya setting cerita mengambil sepenggal kisah saat terbunuhnya Jenderal Mallaby oleh para pejuang di depan gedung Internasional yang saat ada di sekitar Jembatan Merah Surabaya.
   Diawali dengan keprihatinan Jenderal Sudirman tentang berkibarnya bendera belanda di hotel Oranye. Kemudian berkumpullah para tokoh guna menyikapi keadaan tersebut. Tamak Bung Tomo (Sambari Halim Radianto) KH. Hasyim Asyhari (Mohammad Qosim) dan Gubernur Suryo (Nadlif),
   “Saudara-saudara, jangan mulai menembak. Baru kalau kita ditembak maka kita akan ganti menyerang mereka. kita tunjukkan bahwa kita orang-orang yang benar-benar ingin merdeka. Sikap kita, lebih baik hancur dari pada kita dijajah.” teriak tokoh Bung Tomo.
Sedangkan tokoh KH Hasyim Asyhari menyampaikan resolusi jihadnya.
   “Bismillahirrohmanirohim, Hukum mempertahankan kemerdekaan dan membela tanah air bagi kita ummat Islam adalah Jihad fisabilillah. Niatkanlah menegakkan agama dan membela membela negara. Kalau kalian mati, InsyaAllah akan syahid dan masuk surge” ungkapnya.
   Atas keprihatinan dan semangat bung Tomo tersebut pemuda Surabaya ngamuk. Surabaya pun akhirnya panas. Terjadi pertempuran selama tiga hari antara Brigade 49 dengan pejuang republik dari berbagai elemen.
   Demi mengupayakan perdamaian mereka melakukan pawai bermobil di Surabaya. Pada 30 Oktober 1945. Rakyat di muka Gedung Internatio yang semula sudah tampak tenang, timbul amarahnya dengan beratus-ratus mengejar iring-iringan dan menutupi jalan hingga terpaksa rombongan berhenti. Mallaby sudah berada di luar mobil yang ia tumpangi sedang pistolnya oleh rakyat yang mengerumuninya sudah direbut. Rakyat yang sudah panas tak tahu siapa Mallaby. Disanalah Brigjen Aubertin Walter Sothern (A.W.S.) Mallaby tewas.
   Drama Kolosal yang dimainkan sangat bagus oleh Bupati dan Pejabat Pemkab Gresik. Halitu diakui oleh sang Sutradara Bambang Hermanto.
“Sangat bagus, saya tidak mengira bisa lancar dan bagus. Padahal tidak pernah latihan dan hanya sekali ketemu saat gladi bersih kemarin. Saat gladi bersih saja saya agak was-was. Selain banyak pemain yang gak hadir juga terkesan asal-asalan. Namun saat melihat pementasan barusan saya puas. Semuanya berjalan sesuai skenario” katanya.
   Masih menurut Bambang, menggarap pementasan yang pemainnya para pejabat yang sibuk tidak mudah. Karena tidak adanya kesempaan latihan.
   “Kami hanya memberikan plot cerita secara tertulis sekaligus meminta untuk menyiapkan propertynya. Ternyata mereka juga sukses. Bahkan saya melihat ada beberapa dialog diluar skenario, tapi tampak pas dan cerdas. Improvisasinya bagus” tambah Bambang sang Sutradara. *mrt



suaraharianpagi.com - Mojokerto
   Sektor industri di Kabupaten Mojokerto, telah menyumbang 53,4 persen untuk Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Angka ini telah ikut menyumbang kontribusi terhadap jalannya pembangunan daerah.
   Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Mojokerto terus memberi perhatian lebih terhadap perkembangan sektor ini. Salah satunya dengan menggelar kegiatan pembinaan dan pengawasan pelaku usaha industri dan perdagangan.
   Pembinaan yang sama juga dilaksanakan kembali tahun ini, dengan melibatkan 475 pelaku usaha di Kabupaten Mojokerto, dan dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Mojokerto Pungkasiadi, Selasa (5/11) di Hotel Puncak Ayanna Trawas.
   “Pemerintah Kabupaten Mojokerto melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan, wajib melakukan pembangunan dan pemberdayaan industri. Kami ini menaikkan pangsa pasar produk daerah, daya saing perdagangan, dan mendorong pertumbuhan Industri Kecil dan Menengah (IKM),” kata Wabup Pungkasiadi pada sambutannya.


   Wabup juga membahas kenaikan Upah Minimum Kabupaten (UMK) Kabupaten Mojokerto, yang mengalami kenaikan dari Rp 3.810.000 menjadi Rp 4.100.000 di tahun 2020 depan. Sejalan dengan hal tersebut, wabup berharap kenaikan ini dapat meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat. 
   “Kenaikan ini (UMK) kita harap dapat mensejahterahkan masyarakat Kabupaten Mojokerto. Untuk masa depan industri kita agar lebih baik, akan kita galakkan terus kegiatan pembinaan seperti ini,” tandas wabup. 
   Didik Pancaning Agro Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Mojokerto, pada laporan sambutannya turut menegaskan bahwa pembinaan ini adalah bentuk tanggungjawab Pemerintahan Kabupaten Mojokerto untuk membina industri serta pelaku usaha di Kabupaten Mojokerto.
   “Pembinaan ini dibuat agar tercipta pasar rakyat yang bersih dan nyaman, serta mampu bersaing dengan pasar modern,” ujar Didik.
   Ada beberapa kegiatan menarik selama pembinaan berlangsung. Antara lain workshop ekspor untuk IKM, sosialisasi perdagangan dalam negeri, pembinaan dan pelatihan bagi tenaga kerja dan masyarakat melalui pelatihan daur ulang sampah, pembinaan dan pelatihan keterampilan membuat kerajinan dan souvenir berbahan kayu, pelatihan bimbingan manajemen usaha industri bagi IKM kuningan, fasilitasi standarisasi produk alas kaki, fasilitasi sertifikasi profesi bagi IKM, serta pembinaan dan pengawasan industri.
   Kegiatan ditutup dengan pemberian bantuan alat kerajinan perak secara simbolis oleh Wakil Bupati Pungkasiadi. *ADV


suaraharianpagi.com - Mojokerto
   Peningkatan perbaikan jalan di Mojokerto sudah terealisasi sepanjang 800 km dari 1.086 km. Hal tersebut disampaikan secara langsung oleh Wakil Bupati Mojokerto Pungkasiadi pada saat rembuk desa di Kecamatan Jatirejo, Rabu (09/10) pagi.
   “Total panjang jalan kita ada 1.086 km, tapi kita sudah rampungkan sepanjang 800 km. Realisasinya terus meningkat. Ini adalah hasil kerja keras kita bersama,” kata wabup.
   Wakil bupati Pungkasiadi atau akrab disapa Abah Ipung, juga menghimbau masyarakat untuk mempersiapkan proteksi diri sejak dini, seperti asuransi kesehatan yang diakomodir oleh pemerintah yakni Kartu Indonesia Sehat (KIS). Ia berharap KIS dapat memberi manfaat jangka panjang bagi pemenuhan kesehatan masyarakat.
   “Tentu kita tak ingin sakit. Namun kita harus punya proteksi diri. Ini bisa berupa asuransi kesehatan seperti KIS bagi warga tidak mampu,” imbuh wabup sebelum membagikan KIS secara simbolis kepada masyarakat di acara rembuk desa Jatirejo.
   Jelang Pilkades serentak tanggal 23 Oktober mendatang, wabup tak lupa berpesan tentang pentingnya kedewasaan dalam berdemokrasi. Hal tersebut penting, demi menjaga kesatuan dan persatuan.
   “Mari bapak-bapak ibu-ibu, untuk menjaga situasi pelaksanaan Pilkades serentak nanti tetap kondusif dan menyaring informasi yang tersebar melalu media sosial, janganlah kita menjadi penyebar hoax dengan tidak menyaring informasi yang kita dapat,” pungkas wabup.
   Seperti beberapa kegiatan rembuk desa yang sudah dilakukan sebelumnya, wabup juga menyerahkan Bantuan Keuangan (BK) Desa pada lima desa di Kecamatan Kutorejo. Empat desa penerima bantuan antara lain Desa Rejosari Rp 300 juta, Sumberjati Rp 300 juta, Gading Rp 300 juta, dan Gebangsari Rp 300 juta.
   Wabup menegaskan pemberian BK desa dimaksudkan untuk mempercepat pembangunan di pedesaan. Hal ini guna menyeimbangkan pertumbuhan dan perekonomian Kabupaten Mojokerto. Namun hal tersebut juga butuh sinergi dengan seluruh elemen masyarakat.
   Dalam rembug desa kali ini, wakil bupati Pungkasiadi juga menyempatkan berkeliling 5 desa di Kecamatan Jatirejo untuk menyapa masyarakat dengan menggunakan mobil jeep offroad. *Humas/Ds


   Pusat Penelitian dan Pengem bangan Polri pagi ini, Selasa (05/11) mengunjungi Polres Gresik dalam rangka melakukan penelitian dam pak positif dan negatif dari Pilkada langsung yang dilaksanakan di Indonesia.
  Bertempat di Aula Parama Satwika Polres Gresik, Kedatangan Tim Puslitbang Polri yang dipimpin Kombes Pol Drs. Agus Rohmat, SIK., SH., M.Hum. didampingi Drs Guntur Setyanto, MSi, dan romb ongan diterima langsung Kapolres Gresik AKBP Kusworo Wibowo, SH SIK MH. bersama PJU Polres Gresik.
   Dalam hal ini, Tim Puslitbang Polri melaksanakan penelitian tentang Dampak Positif dan Negatif Pelaksanaan Pilkada Langsung dalam Rangka Kesiapan Pemilukada tahun  2020 di wilayah hukumPolres Gresik dan jajaran.
   Tujuan penelitian dimaksud adalah untuk mengevaluasi dan menganalisis pelaksanaan pilkada langsung tahun 2018 dan kesiapan Polri dalam pengamanan pelaksanaan pemilukada tahun 2020 Output dari penelitian ini adalah untuk memberikan rekomendasi kepada Pimpinan Polri terkait dengan :
– Evaluasi pelaksanaan pilkada langsung tahun 2018;
– Dampak yang ditumbulkan dengan penyelenggaraan pilkada secara langsung baik positif maupun negatif;
-    Pemetaan berbagai persoalan yg muncul dalam penyelenggaraan pilkada serentak sehingga diharapkan akan dapat dijadikan masukan bagi Polri guna mengantisipasi dalam pengamanan Pemilukada Tahun 2020.
Penelitian dilakukan dengan cara menyebar kuesioner kepada masyarakat (sebagai penyelenggara, pelaksana dan pelaku) dalam Pemilukada. Seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan lancar tanpa hambatan suatu apapun. *mrt


Jombang  suaraharianpagi.com
  Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, periode 2020-2026 dimulai sejak pukul 07.00 WIB, Senin (4/11/2019). Pilkades tahun ini sebanyak 286 Desa dari 306 Desa, di Kabupaten Jombang, yang menyebar di 21 Kecamatan. 
   Pantauan di salah satu desa yakni di Desa Perak, Kecamatan Perak, terlihat warga antusias antri untuk menyalurkan hak suaranya. "Warga sudah antri sejak pukul 07.00 saat pertama kali kita buka, alhamdulillah antusiasnya luar biasa," ujar Ketua Panitia Pilkades Desa Perak Drs. M. Choliq. M.Si.
   Dia mengatakan warga yang sudah hadir langsung diarahkan mengikuti prosedur pemilihan yang sudah ditetapkan oleh Panitia Pilkades, yakni menunjukkan surat undangan memilih kepada panitia, mendapatkan surat suara, melakukan pencoblosan di bilik suara, memasukkan surat ke kotak suara dan menandai jari tangan dengan tinta. "Pemilik hak suara di Desa Perak sebanyak 2418, penyaluran hak suara akan digelar hingga pukul 13.00 WIB nanti. Setelah itu kita akan lakukan penghitungan suara pukul 13,30 WIB,” kata Choliq.
   Sementara untuk bantuan keuangan Pilkades di Kabupaten Jombang sebesar Rp.13.850.000.000;  Kepala Bidang Bina Aparatur Pemerintah Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Jombang Rika Paur Fibriyamusi, secara terpisah kepada wartawan menjelaskan,seperti pilkades pada umumnya, terdapat panitia yang sudah dibentuk dimasing masing desa.
Besaran anggaran yang diterima masing-masing panitia bervariasi. Tergantung pada jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang mereka susun. Bagi Desa yang memiliki DPT kurang dari seribu pemilih, akan menerima anggaran sebesar Rp.39.750.000; setiap kelipatan seribu DPT. Anggaranya akan bertambah Rp.3 juta.
   Rika memastikan Pilkades hari ini (4/11) di 286 desa dari 306 desa, yang tersebar di 21 Kecamatan, berjalan lancar, aman dan kondusif serta akan mengahasilkan
Pemimpin-pemimpin desa yang berkualitas dan berdayaguna untuk masyarakat desa masing-masing, pungkasnya. *ryan




Mojokerto – suaraharianpagi.com
Selamat siang, mohon ijin melaporkan pada Hari Minggu 03 November 2019 pukul  07.00 s.d 10.34 WIB, bertempat di Lapangan TBI/Taman Brantas indah Mojokerto Jl. Ds. Mlirip Kec. Jetis Kab.Mojokerto  telah dilaksanakan acara Gerakan Bersih Sungai bersama Ibu Dra. Hj. Khofifah Indar Parawans M. Sos (Gubernur Jatim) dan diikuti ± 100 orang, sbg penanggung jwb Dr. Ir. Diah Susilowati MT (Kepala DLH Prov. Jatim).

I. Hadir dalam kegiatan diantaranya sebagai berikut :

1. Dra. Hj. Khofifah Indar Parawans M. Sos (Gubernur Jatim)
2. Hj. Ika Puspita Sari, SE (Walikota Mojokerto)
3. H. Pungkasiadi, SH, (Wakil Bupati Mojokerto).
4. Komandan Kodim 0815 Mojokerto Letkol Kav.Hermawan Weharima SH.
5. Dr. Ir. Diah Susilowati, MT (Kepala DLH Prov. Jatim).
6. H. M. Zaini MT (Ketua BPBD Kab. Mojokerto).
7. AKBP Setyo K. Heriyatno, SH., S.I.K (Kapolres Mojokerto)
8. Kompol Sulkan (Kapolsek Magersari)
9. Lettu Inf Ahmad Rifai (Danpos Mojoanyar).
10. Mayor Arm Syafei (Kasiter Rem 082/CPYD).
11. Bpk Sugiyono (Kasatpol PP Kota Mojokerto).
12. Bpk Sampirno ST. MT (Plt Kasatpol PP Kab Mojokerto).
13. Dr. Kristina Indah (Kadinkes Kota Mojokerto).
14. Dr. Didik Khusnul Yakin S. Sos Msi (Kadinkes Pemkap Mojokerto).
15. Edi Taufik STTP (Perumahan kawasan pemukiman dan perhubungan).
16. Pak Remon (plt Jasa Tirta 1).
17. Bpk Catur Edi S. Sos (Camat Gedeg).
18. Bpk Iwan Abdilah S. Sos (Camat Jetis).
19. Bpk Amsyar Asyari Siregar, SE. MM (Camat Mojoanyar).
20. Relawan adopsi sungai Brantas.
21. Tamu undangan.

II. Adapun rangkaian Kegiatan sebagai berikut :

1. Pukul 07.00 WIB, pembukaan.
2. Pukul 07.07 WIB, senam ceria
3. Pukul 07.20 WIB, kegiatan pembersihan sampah di seputaran sungai Brantas.
4. Pukul 08.24 WIB, pemberian santunan kepada anak yatim dan pemulung.
5. Pukul 08.26 WIB, menyanyikan lagu Indonesia raya.
6. Pukul 07.04 WIB, doa
7. Pukul 08.32 WIB, sambutan dr Dr. Ir. Diah Susilowati, MT Kepala DLH Prov. Jatim  sbb:

a. Ucapan terima kasih atas kedatangan instansi DLH, BPBD, TNI, Polri dan para relawan pd pagi ini, utk bersama-sama melaks pembersihan sungai Brantas.
b. Dengan diadakan kegiatan ini, diharapkan sungai Brantas dapat dibenahi lebih baik sehingga dpt digunakan sbg tmpt wisata, tmpt PKL serta bs dimanfaatkan oleh warga seputaran sungai Brantas.
8. Pkl 08.38 WIB, sambutan H. Pungkasiadi, SH, (Wakil Bupati Mojokerto). yg intinya sbb:
a. Bahwa saya mengucapkan banyak terima kasih dan selamat datang hadirnya gubenur jatim di Mojokerto.
b. Menyampaikan bahwa di area wisata brantas Mojokerto ini Sudah dilaksanakan perawatan sehingga area lokasi bisa dijadikan tempat Kegiatan yang layak.

c.  Forkopimda saya ucapkan bnyak terimakasih sudah ikut andil dalam menjaga kelestarian wisata brantas sehingga lingkungan tetap bersih nyaman dan indah.
9.  Pukul 08.45 WIB, penyerahan gerobak sampah.
10. Pukul 08.46 WIB, sambutan Dra. Hj. Khofifah Indar Parawans M. Sos (Gubernur Jatim) yg intinya sbb:
a. Terima kasih buat panitia yg sdh merencanakan utk melaksanakan pembersihan seputaran sungai Brantas, diharapkan utk semua utk saling menjaga kebersihan baik ditempat umum apalagi di aliran sungai Brantas.
b. Dengan penangkaran bibit ikan maupun penanaman pohon trembesi di seputaran sungai Brantas, dpt meningkatkan kwalitas air dan menjaga ekosistem sungai dan menjaga habitat ikan, dan diharapkan utk memelihara pohon, ikan krn merupakan tanggung jwb kita semua utk menjaga kelestarian alam.
11. Pkl 08.54 WIB, penamanan pohon trembesi dan penamburan benih ikan di sungai Brantas oleh Dra. Hj. Khofifah Indar Parawans M. Sos (Gubernur Jatim), dilanjut perjalanan menuju DAM LENGKONG/ ROLAK 9
12. Pkl 09.30 WIB, Dra. Hj. Khofifah Indar Parawans M. Sos (Gubernur Jatim) beserta rombongan tiba di DAM LENGKONG/ ROLAK 9 selanjut menuju Kantor PJT Mojokerto dengan berjalan kaki  selama 5 menit
13. Pkl 09.35 WIB, tiba dikantor PJT Mojokerto di sambut oleh Dirut PJT meninjauan Pameran Pengelolaan Sampah Lingkungan dr Daur ulang 3R dari organisasi/Komunitas Lingkungan Bank Sampah Induk Kota Mojokerto, Sahabat Lingkungan dan Konsorsium Lingkungan.
14. Pukul 09.50 WIB, Ramah Tamah

III. Pada Pukul 10.45 WIB, Kegiatan selesai dengan tertib lancar dan aman.

IV. Pendapat pelapor :

Kegiatan acara Gerakan Bersih Sungai bersama Dra. Hj. Khofifah Indar Parawans M. Sos (Gubernur Jatim) merupakan gerakan yg memberikan suatu contoh dan perlu ditingkatkan supaya aliran sungai Brantas bersih dan bisa digunakan obyek wisata diseputaran sungai Brantas. *ump


Lamongan - suaraharianpagi.com
   Tim dari Kemendikbud RI yang diterjunkan ke Lamongan, hari ini mulai melakukan persiapan awal sebelum dilakukan pengangkatan tiga perahu yang berada di duga peninggalan masa kolonial di dasar sungai Bengawan Solo, di Desa Mertani, Kecamatan Karanggeneng, Lamongan, Jumat (1/11).
   Menurut Adi Kusno, Kepala Seksi Perlin dungan, Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman Kemendikbud mengatakan, proses pengangkatan ketiga perahu tersebut dilakukan untuk mempermudah proses ekskavasi. "Setelah kami berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Lamongan, dan Kabupaten Lamongan sangat antusias sekali untuk mengangkat," terang Adi. Lanjut Adi Kusno, proses pengangkatan perahu direncanakan berlangsung selama 5 hari dan tahapan yang dilakukan hari ini adalah membuat bendungan dengan menggunakan 500 karung berisi pasir, dan pasak bambu di sekeliling perahu.
   Dan pada hari ini kita dibantu teman-teman dari Desa, kita persiapan membendung area di sekitar kapal untuk bisa nanti airnya kita kuras keluar, agar nanti proses identifikasi arkeologinya bisa jalan”, katanya. Setelah bendungan selesai dibuat, peroses selanjutnya adalah membuang air yang berada di dalam bendungan agar badan perahu terlihat. "Setelah itu tim identifikasi arkeologi dulu turun, melakukan pendataan, penggambaran dan lain-lain serta pengukuran, nah nanti kita mengangkat menggunakan alat-alat sederhana, seperti katrol dan lain-lain, kita tarik ke daratan”, terang Adi.
   Sementara itu, Ismunawan Kepala Disparbud Lamongan mengatakan, proses ekskavasi perahu ini memang dilakukan secepatnya karena harus berlomba dengan hujan yang turun. "Kami sudah berkoordinasi dengan seluruh lembaga yang berkaitan dengan penarikan perahu ini. Kita juga sudah memberitahukan kepada Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo bahwa kami akan mengambil perahu ini," tutur Ismunawan.
    Untuk diketahui, ke tiga perahu berbahan baja yang tenggelam di dasar sungai Bengawan Solo tersebut pertama kali diketahui warga Desa Mertani, Kecamatan Karanggeneng, Lamongan. Dan BPCB Jatim juga telah melakukan identifikasi tahap awal dan memperkirakan perahu tersebut merupakan peninggalan masa kolonial belanda, kemudian merekomendasikan agar perahu tersebut diangkat ke daratan untuk proses identifikasi. * abi



GRESIK - suaraharianpagi.com
   Event Kejurnas Seri Ketiga Indonesia Offroad Federation (IOF) 2019 dan Baksos telah resmi dibuka dan diflag offkan oleh Dankodiklatad (Komandan Komando Pendidikan dan Latihan TNI-AD) Letnan Jenderal TNI Anto Mukti Putranto, S.Sos., bertempat di Sirkuit Arena Bukit Bathang Kelurahan Gulomantung Kecamatan Kebomas Kab. Gresik dan untuk Baksos (Bhakti Sosial) serta Penanaman Pohon digelar di Kelurahan Ngargosari Kec. Kebomas Kab. Gresik, Jumat (01/11) pukul 07.30 WIB s/d selesai.
   Dalam kesempatannya selaku Dewan Pembina IOF, Letjen TNI AM. Putranto, S.Sos mengungkapkan bahwa, " Kami sangat berterima kasih atas dukungan dari Pemerintah Daerah Kab. Gresik dan dari jajaran TNI-Polri di wilayah Jatim dan Kab. Gresik yang sudah turut serta mensukseskan Kejurnas IOF Tahun 2019 seri Ke-3 di wilayah Kab. Gresik ini yang diselenggarakan di Bukit Bathang Kelurahan Gulomantung Kebomas-Gresik ini ".
   "Selain kegiatan Kejurnas IOF 2019 seri Ke-3 ini, juga turut serta menyelenggarakan Baksos berupa Pemberian Sembako kepada warga masyarakat Gresik sebanyak 1.000 orang, Khitanan Massal 110 anak dan Pengobatan Gratis, Penanaman Pohon serta Renovasi Pembangunan Musholla dan Rumah Tidak Layak Huni ", tambahnya.
   "Kegiatan Baksos dan kegiatan lainnya ini semua berkat bantuan dari semua unsur yang terkait dan didukung pelaksanaan penyiapannya oleh satuan Kodim 0817/Gresik ", ujarnya.
   Ketua Umum IOF Irjen Polisi Drs. Sam Budi Gusdian, MH., Juga mengatakan bahwa, " Kejuaraan Nasional IOF 2019 di Gresik ini diikuti oleh kurang lebih 100 kendaraan dari 36 pengurus daerah (Pengda) Se-Indonesia dengan merebutkan 37 kelas kejuaraan ".
   Melihat kondisi Sirkuit Bathang ini, tentu para Offroader Nusantara akan sangat tertantang untuk menaklukkan beberapa track yang tersedia. Hal tersebut diungkapkan Bupati Gresik Sambari Halim Radianto didampingi Wakil Bupati Moh. Qosim dihadapan para Off roader yang bersiap adu taktik dan strategi di Arena Bukit Bathang ini.
   Sementara, Wakil Bupati Moh. Qosim mengatakan bahwa Gresik merasa bersyukur, sebab mendapat kepercayaan sebagai tuan rumah event nasional IOF 2019. Ditambah lagi, selain pelaksanaan kejurnas, juga dibarengi kegiatan bakti sosial seperti pemugaran rumah, khitanan massal dan juga pengobatan gratis.
   "Kami mewakili pemerintah daerah dan segenap masyarakat mengucapkan terima kasih. Selain dijadikan sebagai event kejurnas, masyarakat kami juga dibantu melalui bakti sosial, pemugaran rumah, khitanan massal hingga pengobatan gratis," katanya.
   Dankodiklatad juga melaksanakan pengguntingan pita sebagai tanda untuk penyerahan akan hasil Renovasi Pembangunan Musholla dan Rumah Tidak Layak Huni di Kelurahan Gulomantung Kec. Kebomas Kab. Gresik. 
   Kemudian dilanjutkan dengan kegiatan Baksos di Halaman Makam Dewi Sekardadu Kelurahan Ngargosari Kec. Kebomas Kab. Gresik yakni dengan membuka resmi kegiatan Bhakti Sosial berupa Pemberian Sembako sebanyak 1.000 paket sembako kepada warga masyarakat yang kurang mampu di wilayah Kab. Gresik, Khitanan Massal sebanyak 110 anak yang kurang mampu, Pengobatan Gratis dan Penanaman Pohon disekitar Halaman Makam dan Lingkungan di Kelurahan Ngargosari.
   Pada kesempatan tersebut Dankodiklatad Letjen TNI AM. Putranto, S.Sos beserta rombongan yang didampingi oleh Dandim 0817/Gresik Letkol Inf. Budi Handoko, S.Sos., juga memantau langsung kegiatan Pengobatan Gratis dan Khitanan Massal.
   Diakhir kegiatan Baksos Rombongan Dankodiklatad melaksanakan Sholat Jumat di Masjid setempat di Kelurahan Ngargosari lingkungan sekitar Makam Dewi Sekardadu.
   Hadir dalam kegiatan tersebut, Dankodiklat Angkatan Darat, Letjen TNI Anto Mukti Putranto, S.Sos selaku Dewan Pembina IOF beserta Para jajaran Danpussen dan Danpusdik Kodiklatad, Ketua Umum IOF, Irjen Pol. Drs. Sam Budi Gusdian, MH., beserta Pengurus IOF, Kasdam V/Brawijaya Brigjen TNI Bambang Isnawan, SE. MM, Danrem 084/BJ Kolonel Inf. Sudaryanto, Dandim 0817/Gresik Letkol Inf. Budi Handoko, S.Sos beserta jajaran Forkopimda Kab. Gresik serta para peserta Kejurnas IOF 2019 dan warga masyarakat Wilayah Kab. Gresik *mrt



JOMBANG - suaraharianpagi.com
   Pembangunan Rabad Beton sepanjang Jalan, 90 m x 3 m dan 120 m x 2,6 m, Dusun Cangak, RT.01 RW 01, Desa Sumbernongko, Kecamatan Ngusikan, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, baru Tiga bulan selesai dibangun sudah rusak parah. Bangunan jalan rabad beton tersebut dibiayai dari Dana Desa 2019, sebesar Rp 112.480.000; juta,
   Menurut Bu Tika (47) warga setempat, jalan rabad beton di Dusun Cangak, Desa Sumbernongko, mulai dikerjakan sekitar tiga bulan yang lalu, tapi jalan sudah rusak, permukaan jalan sudah banyak yang terkelupas, berlubang dan beberapa titik jalan sudah banyak yang remuk, ujar Bu Tika kepada Suaraharianpagi.com, (16/10)
   “Masak usia bangunan hanya 3 bulan sudah rusak. Saya berharap aparat terkait mengambil tindakan tegas, agar Dana Desa ini betul-betul membawa manfaat buat warga”.Tegas Tika.
Ditambahkan “Saya berharap bangunan jalan tersebut dibongkar total atau diperbaiki, karena kerusakan jalan tersebut, akibat buruknya mutu beton atau adonan semen yang digunakan untuk jalan tersebut”.
“Jadi menurut saya kalau diperbaiki harus dibongkar diganti dengan bangunan baru. Karena percuma diperbaki kalau hanya tambal sulam saja, nanti akan rusak lagi. Perbaikan tambal sulam itu cuman akal-akalan saja, karena tidak akan mampu memperbaiki mutu jalan secara keseluruhan”. Ujar Tika.
Kepala desa Sumbernongko, Sumartono, saat dikonfirmasi via ponselnya (16/10), mengatakan tolong hubungi saja TPK nya, karena semua kegiatan terkait jalan rabad beton di Dusun Cangak sudak saya serahkan sepenuhnya pelaksanaanya kepada TPK (Tim Pengelolah Kegiatan), Pak Radi. Ketika dikonfirmasi kenapa baru tiga bulan jalan sudah banyak yang aus dan terkelupas alias rusak?, “saya tidak tahu mas, terus saya harus bagaimana, tanya saja ke TPK, Pak Radi, atau kita tunggu saja diperiksa, maksud Sumartono diperiksa Inspektorat,” tegas Kepala Desa Sumbernongko kepada suaraharianpagi,com. 16/10.
Terkait hal tersebut menurut Yanto, dari LSM Gadjah Mada, Mojokerto, mengatakan kerusakan jalan yang hanya hitungan bulan, harus ada tindakan tegas dari Pemkab Jombang, atau aparat penegak hukum.
“Jalan hanya hitungan bulan sudah rusak dan kuat sekali ada dugaan Kepala Desa Sumbernongko dan Tim pengelola kegiatan (TPK) desa Sumbernongko, Radi, bersekongkol untuk mengerjakan jalan rabad beton tersebut tidak sesuai
dengan perencanaan atau spesifikasi teknis. Karena jalan tidak akan rusak dalam hitungan bulan, jika benar-benar dikerjakan sesuai RAB nya”. Ujar Yanto. 16/10.
“Kerusakan ini tidak bisa dibiarkan begitu saja, Karena kerusakan jalan tersebut berdampak luas, Oleh karena itu Pemkab Jombang, dan penegak hukum harus bertindak tegas. *ryan


XxX

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Gambar tema oleh Jason Morrow. Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget