suaraharianpagi

Latest Post


Jombang - suaraharianpagi.com
   Miris kalau melihat Proyek jalan rabad beton di Jln. Impres Rt.03, Rw.05 sepanjang 130meter, Lebar 3meter, dengan menelan anggaran Rp. 71.676.000; dan dijalan. Margo Utama RT.4,RT.9.RW.05 ,dengan Panjang.110 meter,Lebar 3 meter. biaya Rp.60.611.200; serta Jalan.rabat beton di RT.02.RW.10. Panjang 66 meter, lebar 3 meter yang menghabiskan biaya Rp.30.152.400; semua keberadaanya di Desa Catakgayam, Kecamatan Wojowarno, Kabupaten Jombang, Jawa Timur. yang dibiayai dari Dana Desa (DD) tahun 2019, baru enam bulan selesai dikerjakan, sudah rusak parah.
   Dari pantauan dilapangan jalan rabad beton di tiga titik tersebut, Kondisinya hampir semua permukaan jalan sudah mengalami aus dan terkelupas, bukan hanya itu saja, jalan juga sudah banyak mengalami keretakan. Padahal perencanaan pembangunan jalan termasuk jalan rabad beton di Desa Catakgayam, pasti dibuat perencanaan agar jalan bisa digunakan dalam waktu yang lama atau panjang minimal 4 tahun hingga 5 tahun, bahkan kalau bisa lebih dari ketentuan umur bangunan. Jadi sangat tidak lazim jika pembangunan jalan rabad beton di Desa Catakgayam, Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang, hanya hitungan bulan jalan sudah rusak parah.
   Jika jalan tersebut dikerjakan sesuai dengan perencanaan, atau sesuai dengan ketentuan teknis, dan anggaranya dilaksanakan sesuai rencana anggaran belanja (RAB) tidak mungkin jalan rabad beton, tersebut baru hitungan bulan sudah rusak. Kata Yanto, dari Lsm Gajah Mada, yang bermarkas di Jalan Gajah Mada Mojokerto.
   Yanto menyebutkan, kami menduga ada pengurangan kualitas mutu beton yang digunakan untuk jalan tersebut, campuran beton tidak bagus, sehingga permukaan jalan mudah aus dan terkelupas. Hal itu terlihat jelas dilapangan, permukaan jalan sudah terjadi aus dan mengelupas, dan permukaan jalan banyak yang retak-retak.
   “Kami menduga penyebab utamanya adalah pengurangan kualitas beton, dan teknik pengecoran yang asal-asalan. Kerusakan seperti ini tidak bisa diperbaiki tambal sulam, kecuali dilakukan pembongkaran. Karena perbaikan tidak mungkin dapat menggantikan kualitas mutu beton secara keseluruhan. Karena mutu beton yang terpasang jelas-jelas berkualitas buruk. Solusinya ya harus dibongkar”. Kata Yanto dengan nada yang serius.
   Menurut Hartono (38) warga setempat, ia mengaku heran dengan bangunan jalan rabad beton yang baru selesai dibangun Agustus 2019 didesanya, sudah pretel atau rusak. Bahkan ia mengatakan mestinya dengan dibangunya jalan tersebut jalan makin mulus tidak jeglong jeglong dan enak dilihat oleh warga setempat, ini malah sebaliknya seakan jalan tidak dirawat oleh Kepala Desa.
   Ditambahkan baru selesai dikerjakan Agustus 2019. kok hasil pekerjaanya seperti ini, semenya pretel (terkelupas), dan tinggal kelihatan batu koralnya serta retak retak disepanjang jalan. Kata Hartono saat ditemui dilapangan, (29/1).
   Kepala desa Catakgayam, Sugeng, saat dimintai konfirmasi, di Kantornya (29/1), membenarkan kalau di tiga titik jalan rabat beton kondisinya rusak, setiap dua bulan sekali TPK saya suruh membenahi, ia juga mengaku, dari awal kurang setuju kalau pelaksanaan pekerjaan di kerjakan secara manual karena tenaga manusia kekuatanya maksimal sampai jam 10, jam sepuluh keatas sudah berkurang, akhirnya ya beginilah jadinya. Tapi saya saat memberi usulan ke TPK selalu dijawab, harus pakai tenaga manusia, tenaga mesin tidak diperbolekan, untuk yang sebelah barat yang memakai mesin di ganco pun tidak akan mempan. Ketika ditanya apakah pada saat awal proses pengecoran dasarnya dilapisi plastik? Di jawab dengan tegas tidak.
   Sementara TPK (Tim Pengelolah Kegiatan) Imam Safi’i saat mendampingi Kepala Desa Catakgayam, hanya bisa duduk diam dan sesekali menganggukan kepala, serta menunjukan biaya dan volume pekerjaan. Ketika ditanya berapa komposisi campuran bahan pengecoran? Dijawab dengan nada ragu-ragu, satu sak semen, satu setengah, kotak batu koral dan dua setengah kotak pasir.
   Kerusakan jalan rabat beton di Desa Catakgayam, Kecamatan Mojowarno ini, menambah daftar panjang proyek Dana Desa, di Kabupaten Jombang, yang diduga di buat bancaan oleh Kepala desa. Tapi sayangnya belum ada satupun, yang ditindak tegas oleh Aparat Penegak Hukum. *ryan


GRESIK - suaraharianpagi.com
   Dandim 0817/Gresik Letkol Inf. Budi Handoko, S.Sos., mengikuti kegiatan Penanaman Rumput Vetiver Penahan Longsor dan Penahan Banjir Bersama Danrem 084/Bhaskara Jaya Kolonel Inf. Sudaryanto, SE., di Lahan Bantaran Sungai Kali Lamong Desa Morowudi Kec. Cerme dan Desa Boboh Kec. Menganti Kab. Gresik, Sabtu (23/02) pukul 08.00 WIB.
   Kegiatan penanaman rumput Akar Wangi/Vetiver tersebut dihadiri oleh Bupati Gresik DR. Ir. H. Sambari Halim Radianto, ST., Wakapolres Gresik Kompol Dhyno Indra Setyadi, S.I.K., M.Si., Para  Pasi Stafterrem 084/BJ, Jajaran Kepala Dinas Pemkab. Gresik, Perwira Staf dan Danramil jajaran Kodim 0817/Gresik, Jajaran Kapolsek Gresik, Forkompimka Cerme dan Menganti, Kepala Desa Boboh dan Kepala Desa Morowudi berserta perangkat Desanya, Anggota jajaran Kodim 0817/Gresik, Polres Gresik, Tim Tanggap Darurat dari BPBD Gresik, Pol PP Gresik, Anggota Pramuka dan warga masyarakat sekitarnya yang hadir kurang lebih 1.000 orang.
   Danrem 084/BJ Kolonel Inf. Sudaryanto, SE, mengatakan, penanaman rumput Vetiver/Akar Wangi di Lahan Bantaran Sungai Kali Lamong Desa Morowudi Kec. Cerme dan Desa Boboh Kec. Menganti ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan yang telah digelar di Ranu Pani Lumajang bersama Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dan Pangdam V/Brawijaya di Lahan Dodik Bela Negara serta sebagai tindak lanjut dari Perintah Presiden RI Bapak Joko Widodo beberapa Bulan yang lalu.
   “Tanaman Rumput Vetiver/Akar Wangi ini diharapkan mampu mencegah bencana alam seperti tanah longsor, erosi tanah dan banjir terutama di Lahan Sepanjang Bantaran Kali Lamong ini, karena akar rumput ini sangat kuat dan baik untuk menjaga kestabilan serta kontruksi lapisan tanah“, ujarnya.
   "Kegiatan penanaman rumput Vetiver ini sebagai wujud sinergitas Kodam V/Brawijaya dengan Pemprov Jatim maupun dengan segenap komponen bangsa yang ada di daerah, serta menindaklanjuti perintah presiden agar penanaman rumput vetiver ini terus digalakkan, mulai dari tingkat Kodam, Korem, dan Kodim," tambahnya.
   Perlu diketahui, rumput Vetiver ini memiliki akar yang bisa menembus hingga kedalaman 6 meter. Tentunya tidak hanya rumput vetiver saja yang ditanam, pohon-pohon yang memiliki akar kuat harus ditanam juga sebagai penguatan daya dukung tanah,” jelas Danrem.
   Bupati Gresik DR. Ir. H. Sambari Halim Radianto, ST menambahkan, kami pihak Pemerintah Gresik terus menerus mendukung Program penanaman rumput Vetiver ini yang digalakkan oleh Korem 084/Bhaskara Jaya dan Kodim 0817/Gresik yang ditanam di Lahan Bantaran Sungai Kali Lamong.
   "Pemda Gresik juga terus berupaya untuk berkoordinasi dengan Pemda Jatim dalam  mensterilkan dan pembebasan lahan bantaran sungai Kali Lamong ini yang juga masih banyak punya warga masyarakat sekitar -+ 57 KM ini", tambahnya.  *mrt



Surabaya - suaraharianpagi.com
 Untuk membangun masyarakarat yang berkarakter dan berwawasan kebangsaan, Kodim Tipe A 0831 menyelenggarakan kegiatan sosialisasi wawasan kebangsaan kepada elemen masyarakat, bertempat di Aula Makodim 0831/ST Jl. Mulyorejo Indah Timur No. IV Kec. Mulyorejo Kota Surabaya.
   Keegiatan Wasbang (Wawasan Kebangsaan) Dibuka langsung  oleh Dandim Tipe A 0831/ST Letkol Inf Agus Fahridianto dengan dihadiri oleh  tokoh agama ,Tokoh masyrakat, tokoh pemuda, Satpol PP, Security, Mahasiswa dan pelajar binaan diwilayaj  Kodim Tipe A  0831/ST, jumat (21/02).
   Dalam sambutanya Dandim Tipe A 0831 menyampaikan Wawasan kebangsaan merupakan cara pandang mengenai diri dan tanah airnya sebagai negara kepulauan dan sikap bangsa Indonesia diri dan lingkungannya, dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan  dalam penyelenggaraan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
   "Dalam kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara, sebagai bangsa indonesia harus mengutamakan persatuan dan kesatuan,  dengan dimulai dari individu atau diri sendiri',terang Dandim.
   Lanjut Dandim , Kemajuan zaman yang serba canggih ditambah dengan mudahnya masyarakat mendapat informasi melalui perangkat elektronik dapat mempengaruhi sikap dan prilaku ke arah yang tidak baik, mudah terprovokasi bahkan dapat mengikis nilai-nilai luhur kebangsaan.
   "Hendaknya Kita harus bijak dalam mensikapi segala sesuatu terkait perkembangan informasi tekhnologi yang semakin pesat. Manfaatkan tekhnologi tersebut untuk kebaikan, namun jangan melupakan jati diri sebagai bangsa yang senantiasa menjunjung tinggi rasa cinta tanah air, ",ujarnya.
   “Semoga wasbang ini menjadi salah satu upaya dalam mengimplementasikan nilai-nilai luhur Pancasila dan UUD 1945 dalam kehidupan sehari-hari, dimulai dari keluarga, lingkungan sekitar serta berbagsa dan bernegara",tandasnya.
   Sementara itu Kapten Inf Wahyu (Pasi Teritorial Kodim 0831/ST) dalam materinya menyampaikan, sebagai generasi penerus sudah semestinya mengingat dan melihat sejarah bagaimana para Pahlawan yang sudah mempertaruhkan jiwa dan raganya demi NKRI tanpa melihat suku dan ras, patut kita contoh para Pahlawan - Pahlawan yang berjuang demi keutuhan NKRI.
   "Perlu ditegakkan melalui pengamalan yang nyata yaitu Pancasila, UUD 45, Bhineka Tunggal Ika, NKRI dalam kehidupan sehari hari",katanya.
   "Bagi pemuda sekarang mari kita hindari narkoba, karena barang tersebut yang merusak jiwa, karena pemuda mempunyai peran penting dalam membangun Negara ini",tutupnya. *mrt



 Tulang Bawang, Lampung – suaraharianpagi.com
Ratusan warga Kampung Gedung Bandar Rahayu Kecamatan Gedung Meneng, Tulangbawang menyerbu lokasi pasar murah yang digelar Pemkab Tuba diwilayah setempat, Jumat (21/02).
   Pasar murah yang dihelat bersamaan dengan roadshow Bupati Tuba Winarti ke Kecamatan Gedung Meneng itu diserbu warga lantaran harga kebutuhan pokok dijual dibawah harga pasaran.
Bupati Winarti yang sempat meninjau lokasi pasar murah ikut di kerubungi ibu-ibu yang menyesaki tarup tempat digelarnya pasar murah.
"Pasar murah ini bekerjasama dengan Perum Bulog KCP Menggala, harga yang ditawarkan lebih murah dari harga pasaran," kata Bupati Winarti disela-sela meninjau pasat murah.
    Adapun komoditas sembako yang dijual pasar murah itu diantaranya, beras premium kita yang dalam 10 Kilogram dijual seharga Rp 105 ribu.
Kemudian, beras premium kita 5 kilogram Rp 53 ribu, beras premium gurame 10 kilogram Rp 102 ribu, dan beras premium manggis 5 kilogram Rp 51 ribu.
Kemudian, beras medium 5 kg Rp  44 ribu, minyak goreng kita 1 liter Rp 11.500, tepung kita 1 kg Rp 8.500, dan
telur ayam 1 kilogram dijual dengan harga Rp 24 ribu.
"Telurnya laris manis di borong ibu-ibu," ucap Bupati Winarti.
   Roadshow Bupati Winarti ke Kecamatan Gedung Meneng merupakan rangkaian menyambut HUT ke-23 Kabupaten Tulangbawang tahun 2020.
"Ini (kunjungan kerja) sekaligus monitoring 25 rogram BMW," kata Winarti.
   Kunjungan ini diawali dengan senam BMW dan senam kreasi bersama Bupati dengan masyarakat setempat. 
   Dalam kunjungan, bupati menyerahkan bantuan keagamaan, santunan anak yatim dan bantuan sarana olah raga untuk karang taruna. 
   Bupati juga melakukan rapat evaluasi 25 program BMW dan menyerap aspirasi masyarakat setempat.




Tulang Bawang Lapung – suaraharianpagi.com
   Polres Tulang Bawang dan jajarannya menggelar rangkaian kegiatan Wellcome and Farewell Parade, hari Kamis (20/02), sekira pukul 16.38 WIB, yang dilaksanakan di halaman Mapolres setempat.
   Kegiatan diawali dengan penyambutan pejabat baru Kapolres Tulang Bawang AKBP Andy Siswantoro, SIK beserta ibu di depan pintu gerbang Mapolres. Disana mereka telah dinanti oleh dua pasang pocil (polisi cilik) yang akan mengalungkan kain tapis untuk Kapolres dan memberikan buket bunga untuk ibu.
    Selanjutnya, regu Satuan Sabhara (Satsabhara) melakukan jarmat (jajar hormat) kepada AKBP Andy Siswantoro, SIK yang mengatakan situasi Mapolres dalam keadaan kondusif. Kapolres beserta ibu kemudian disambut dengan tari sembah dan tradisi pedang pora oleh regu Pama (perwira pertama) polres dan dilanjutkan dengan salam-salaman dengan seluruh personel sampai di depan gedung utama.
    Di dalam gedung utama, pejabat lama AKBP Syaiful Wahyudi, SIK, MH dengan pejabat baru AKBP Andy Siswantoro, SIK melakukan penandatangan memori serah terima yang telah disiapkan, lalu dilanjutkan dengan pelaksanaan apel bersama dengan seluruh personel Polres dan Polsek di halaman apel.
   Kapolres Tulang Bawang AKBP Andy Siswantoro, SIK pada kesempatan tersebut mengatakan ucapan terima kasih atas penyambutan yang luar biasa untuk dirinya.
    "Saya sangat berkesan sekali atas penyambutan ini, mudah-mudahan ini menjadi awal yang sangat baik untuk kita semua di dalam memajukan organisasi Polri yang kita cintai ini. Mohon dukungan dan kerjasamanya, pada prinsipnya kita bekerja itu berat sama dipikul ringan sama dijinjing”, ujar AKBP Andy.
    Ditempat yang sama, AKBP Syaiful Wahyudi, SIK, MH mengatakan ucapan terima kasih atas dukungan dan kerjasamanya kepada seluruh personel selama 1,2 tahun menjabat di Polres Tulang Bawang.
   "Terima kasih atas dukungan dan kerjasamanya selama ini, mudah-mudahan kami dapat lebih amanah di dalam melaksanakan tugas di tempat yang baru nantinya sebagai Wakil Direktur (Wadir) Krimsus (Kriminal Khusus) Polda Kaltim (Kalimatan Timur) dan saya juga meminta maaf apabila selama berdinas disini ada kata-kata atau perbuatan yang tanpa disadari telah membuat rekan-rekan tersinggung atau sakit hati," ujar AKBP Syaiful.
    Kepada pejabat baru, saya titipkan program-program inovatif yang telah dilaksanakan guna mendukung Zona Integritas (ZI) menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).
    Usai pelaksanaan apel, AKBP Syaiful Wahyudi, SIK, MH memaparkan situasi dan kondisi di wilayah hukum Polres Tulang Bawang kepada AKBP Andy Siswantor, SIK, di Rupattama Wira Satya yang diikuti oleh PJU Polres dan Kapolsek jajaran.
    Diakhir rangkaian kegiatan, AKBP Syaiful Wahyudi, SIK, MH beserta ibu dihantarkan dengan tradisi pedang pora oleh regu Pama (perwira pertama) polres, lalu bersalam-salaman dengan seluruh personel sampai menuju keluar pintu gerbang Mapolres Tulang Bawang. *kabiro



Jombang (Jatim) - suaraharianpagi.com
   Proyek pembangunan Tembok Penahan Jalan di Perbatasan dusun Mengantu, Desa Mengantu, Kecamatan Jogoroto, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, diduga siluman. Pasalnya, hingga kini belum diketahui kontraktor mana yang mengerjakan proyek tersebut.
   Dari hasil pantauan suaraharianpagi.com, proyek Tembok Penahan Jalan tersebut tidak dilengkapi papan nama poyek. Sehingga, masyarakat tidak tahu siapa yang mengerjakan dan berapa besar anggaran proyek tersebut.
   Menurut keterangan salah satu pekerja yang enggan disebut jati dirinya, mengatakan bahwa proyek ini milik orang PU, ada dua titik satu di desa Jarak dan yang satu di perbatasan Desa Mengantu, Kecamatan Jogoroto. tepatnya di depan sebelah kiri Balai Pertanian Jogoroto. Saya tidak mengetahui siapa pihak kontraktor yang mengerjakan proyek tersebut. Pihaknya hanya disuruh mengerjakan proyek tersebut.
“Saya enggak tau siapa kontraktornya. Saya juga kurang paham berapa panjang dan nilai anggarannya, mas. Yang saya tau pekerjaan ini milik orang PU dan saya disuruh untuk mengerjakan, kata pekerja yang enggan disebut jati dirinya.
   Hal senada diungkapkan, Darsono salah satu warga Desa Mengantu. Dia mengaku tidak mengetahui proyek TPJ (Tembok Penahan Jalan) yang sudah berjalan
sejak sepekan terakhir ini, milik siapa dan berapa anggaranya. Sebab, hingga saat ini belum ada informasi papan proyeknya.
   "Enggak tau juga punya siapa mas, tapi kalau pekerjaanya sudah berjalan sejak satu pekan ini. Kalau kata pekerjanya sih milik orang PU," tegas Darsono warga Mengantu yang dikonfirmasi suaraharianpagi.com (18/2).
   Sementara itu, hasil pantauhuan dilapangan wartawan suaraharianpagi.com, menunjukan selain tidak ada papan nama proyek, proses pengerjaanya asal jadi, proses penyaduran luluh tidak memakai mesin penyadur Molen, tapi secara manual, limbah galian pondasi dibuat urukan tepi tembok penahan jalan, yang mestinya ada anggaran tersendiri untuk membeli tanah uruk. Hal ini sangat disayangkan, karena hingga saat ini pihak rekanan terkesan menutup - nutupi proyek Tembok Penahan Jalan, di Desa Mengantu, Kecamatan Jogoroto.*ryan


  Polres Gresik menerima kunjungan Polda Gorontalo dalam rangka study tiru peningkatan WBK menjadi WBBM, Rabu (19/2). 
Kunjungan tersebut di pimpin Kapolres Gorontalo Kota AKBP Desmont Harjendro.A.P, S.I.K, M.T, S.Si., MH. bersama rombongan diterima langsung Kapolres Gresik AKBP Kusworo Wibowo, SH SIK MH., bersama PJU Polres Gresik di Aula Parama Satwika Polres Gresik.
   Pada kunjungan study tiru yang dilakukan Polda Gorontalo, Kapolres Gresik AKBP Kusworo Wibowo, SH SIK MH memaparkan ada beberapa item yang harus dikelola dalam meraih WBK dan WBBM, diantaranya; Management Perubahan, Penataan Laksana, Penataan sistem Management SDM, Penguatan Akuntabilitas, Penguatan Pengawasan, Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik.
   Selain itu Kapolres juga menjelaskan ada beberapa inovasi lain dalam merawat atau mempertahankan predikat WBK dan WBBM yaitu, Program Satgas Bhabinkamtibmas dalam Pelayanan Pengambilan/Pengurusan SIM yang bertujuan agar warga masyarakat tidak perlu susah mengantri dalam pengambilan SIM.
   Program selanjutnya Polres Gresik diantara nya yaitu NASI KRAWU (Nyangkruk Bareng Polisi untuk Kerukunan Warga Ku) yang bertujuan guna menyaring Aspirasi Warga Masyarakat Wilayah Kabupaten Gresik.
   Kapolres Gresik berharap dengan kunjungan Study Tiru Polda Gorontalo dapat meraih predikat ZI, WBK dan WBBM.
   Pada kesempatan tersebut, Kapolres Gorontalo Kota AKBP Desmont Harjendro.A.P, S.I.K, M.T , S.Si., MH. bersama rombongan melakukan cek tempat pelayanan yang ada di Polres Gresik seperti Pelayanan SKCK dan SPKT Polres Gresik. *mrt



   Unit Reskrim Polsek Ujungpangkah Polres Gresik berhasil mengungkap kasus narkotika jenis sabu di wilayah hukum Polsek Ujungpangkah. Hal tersebut disampaikan Kapolsek Polsek Ujungpangkah AKP  Sujito kepada awak media melalui keterangannya,  Rabu (19/02).
   Dijelaskan Kapolsek Polsek Ujungpangkah AKP Sujito pengungkapan tersebut berdasarkan informasi masyarakat tentang adanya tindak pidana peredaran dan penyalahgunaan narkoba di wilayah Kabupaten Gresik. Menindaklanjuti laporan tersebut, Unit Reskrim Polsek Ujungpangkah yang dipimpin PS. Kanit Reskrim Polsek Ujungpangkah Bripka Yudi Setiawan bersama anggotanya melakukan penyelidikan.
   Berdasarkan keterangan tersebut, PS. Kanit Reskrim Polsek Ujungpangkah Bripka Yudi Setiawan berlokasi depan toko modern wilayah Kecamatan Bungah, Gresik melihat gerak gerik mencurigakan seorang laki-laki berinisial AF kemudian dilakukan pemeriksaan dan penggeledahan badan  selanjutnya ditemukan 1 (satu) bungkus plastik Narkotika jenis sabu dengan berat timbang seberat 1,31 gram.
   Kapolsek menerangkan tersangka selanjutnya diamankan ke Mapolsek Ujungpangkah, Selasa (18/2) dini hari. Tersangka berinisial  AF (40) merupakan warga Desa Manyarrejo, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik, Jawa Timur.
   “Kami berhasil mengamankan tersangka serta barang bukti berupa sabu 1,31 gram, pipet kaca berisi sisa sabu dan sepeda motor serta satu handphone" jelas Kapolsek.
   Atas perbuatanya tersangka AF dikenakan Pasal 114 ayat 1 Sub Pasal 112 ayat 1 UU No 35 tahun 2009 tentang Narkotika. *mrt 



Surabaya - suaraharianpagi.com
   Danrem 084/Bhaskara Jaya Kolonel Inf Sudaryanto, S.E beserta ibu Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Koorcabrem 084 membesuk Serma (K) Dahlia bersama dengan ibu Wakil Ketua Persit KCK Koorcabrem 084, Ketua Persit Cabang XL III Dim 0816 Sidoarjo beserta pengurus serta para Pasi Kodim 0816 Sidoarjo bertempat di Perumahan Green Park Regency L2 Sekardangan Sidoarjo, Rabu (19/2).
   Kunjungan Danrem beserta rombongan ini merupakan bentuk perhatian dan kepedulian sekaligus merupakan bentuk dukungan moril dari seorang pimpinan kepada anak buahnya. Sebagaimana diketahui Serma (K) Dahlia merupakan personel Korem 084/Bhaskara Jaya yang mengalami sakit berupa kelumpuhan sejak 2,5 Tahun yang lalu. “Saya berharap kepada Serma (K) Dahlia bisa segera sembuh dari sakitnya dan bisa beraktivitas kembali,”pinta Danrem.
   Dengan didampingi oleh sang suami Mayor Cpm Marsidianto Kaminvet Sidoarjo menerima kunjungan Danrem beserta rombongan dan sekaligus menemani dalam perbincangan hangat selayaknya seorang bapak dan ibu kepada anaknya. “Dulunya kenapa bisa sampai seperti ini, Tanya Danrem. Dengan pelan Dahlia menjawab bahwa dulunya pernah terjatuh saat naik sepeda motor dan berobat namun sampai saat ini belum dikaruniai kesembuhan. “Ucapan terimakasih dari Serma (K) Dahlia beserta suami atas kehadiran Danrem beserta rombongan. *mrt



Lamongan - suaraharianpagi.com
   Deklarasi keberadaan paguyuban PK5 makam tumenggungan yang di singkat (PPMT), dalam hal ini telah melakukan deklarasi bersama posko perjuangan rakyat Lamongan (POSPERA), lanjut ketua POSPERA lamongan Nursalim mengatakan saat deklarasi ia menilai keberadaan pedagang kaki lima (PK5), harus di perjuangkan, ungkapnya, rabu (20/2).
   Saat deklarasi berjalan ketua paguyuban pak kartono mengatakan keberadaan kami disini untuk mencari nafkah keluarga, kami juga ikut membantu bersama - sama merawat pemakaman kelurahan tumenggungan, sebelum deklarasi berjalan hari Selasa malam tanggal 18 Februari 2020 kami bersama anggota melakukan rapat kerja di malam hari yang bertempat di makam tumenggungan jalan Kusuma bangsa, ungkapnya.
   Acara deklarasi dilanjutkan di siang hari dengan rame - rame pemasangan bener di sepanjang jalan di depan warung pedagang kaki lima secara serentak , tak hanya itu ketua POSPERA Nursalim mengatakan, pemerintah daerah Lamongan jangan cuma bisa buat larangan berjualan saja, apalagi cuma model konsep kuratif, seharusnya harus bisa lebih inovatif dalam memberikan model konsep pencegahan, biar tidak asal main gusur saja, seperti PKL di jalan kyai Hasyim Asy'ari Utara pasar tingkat dan PKL di jalan Dr.wahidin sudiro husodo, ucapnya. Lanjut Nursalim mengatakan amanat Peraturan Daerah (Perda) Lamongan, Nomor 14 tahun 2015, tentang larangan adanya aktifitas jual-beli yang bisa menggangu fasilitas umum, namun ia menyayangkan esensi subtansial perda tersebut belum sepenuhnya mengatur semua PKL, seperti yang berada di wilayah pasar ikan dan yang lainya, pungkasnya. *abi



Blitar - suaraharianpagi.com
   Bentrokan antara Bonek dan Aremania tak bisa dihindarkan. Dua kubu suportet fanatik itu tawuran jelang laga semifinal Piala Gubernur Jatim 2020 antara Persebaya vs Arema FC di Stadion Gelora Supriadi Kota Blitar, Senin (18/2) siang.
    Meski sudah dihadang, kedua suporter tetap memutar mencari jalan jalan kecil, dan saat kedua suporter bertemu, terjadi bentrokan.
   Akibat tawuran tersebut, karena sejumlah kendaraan rusak. Dari pengamatan, ada 1 Mobil dan 7 motor mengalami kerusakan karena dibakar. Menurut, kaAKBP Leonard M Sinambela, karena Kapolres Blitar, mengatakan, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 15.00 WIB. “Kami sungguh menyayangkan bentrokan tersebut, karena kami sudah berusaha menghalau dan memfasilitasi kedua suporter tersebut.
   Namun kedua pihak ambil jalan memutar, akhirnya bertemu dan bentrokan pun terjadi,” terang Kapolres Leonard. Saat ini petugas sedang menginventarisasi apa yang saja yang rusak di lokasi.
   “Kami belum bisa menginformasikan berapa jumlah kendaraan yang rusak maupun korban luka,” terangnya. Lanjut Leonard berharap berharap situasi kembali aman, dan tetap berjalan kondusif. Sehingga tidak menimbulkan korban. Pihaknya memastikan akan terus berupaya mengamankan wilayahnya.
   Untuk diketahui penunjukan stadion Supriadi untuk laga semi final Piala Gubernur Jatim 2020 itu sesuai keputusan Polda Jatim dengan pertimbangan keamanan dan kondusivitas wilayah. Bahkan Polresta Blitar sudah menerjunkan ratusan personelnya, Pungkasnya. *atim



Gresik – suaraharianpagi.com
   Anggota Reskrim Unit Reskrim Polsek Driyorejo Polres Gresik berhasil mengamankan  pencuri spesialis aki mobil. Pelaku ditangkap saat beraksi di Jalan Raya Krikilan.
   Kapolsek Driyorejo Kompol Wavek, Selasa (18/2) mengungkapkan, pelaku yang ditangkap ialah Y (31), warga Dusun Brangkal Desa Jiporapah Kecamatan Plandaan Kabupaten Jombang.
   “Pada saat itu anggota Reskrim Polsek Driyorejo Polres Gresik sedang melaksanakan patroli tertutup melintas di Jalan Raya Krikilan, Driyorejo dan dari kejauhan melihat gerak-gerik seseorang yang mencurigakan di samping truck yang sedang parkir di pinggir jalan,” kata Kompol Wavek.
   Melihat keganjilan itu, anggota Reskrim Polsek Driyorejo Polres Gresik melakukan pengintaian dan ternyata sedang membongkar aki mobil menggunakan peralatan berupa tang, obeng dan kunci pas. Petugas pun langsung menyergapnya.
Kepada petugas, pelaku mengaku melakukan pencurian tersebut pertama kalinya.
“Namun anggota yang sedang meginterogasi pelaku saat itu tak begitu saja percaya. Setelah dicecar beragam pertanyaan akhirya pelaku mengaku bahwa memang melakukan pencurian aki mobil sudah kesekian kalinya. Namun yang ketahuan di wilayah Driyorejo baru kali ini,”  jelas Kapolsek Driyorejo Polres Gresik.
   Pelaku beserta sejumlah barang bukti berupa aki merk Nagoya, tang, obeng dan kunci pas saat ini diamankan di Mapolsek Driyorejo. Pelaku dijerat pasal 363 KUHPidana dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara. *mrt


XxX

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Gambar tema oleh Jason Morrow. Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget