Halloween Costume ideas 2015

suaraharianpagi

Latest Post





Tulangbawang (Lampung) – suaraharianpagi.com
   Bupati Tulangbawang Hj. Winarti SE MH, bersilaturahmi dengan Kepala Kampung, Juru Tulis, Kasi, Kait, RT, RK, BPK, LPMK, PKK, Ibu Muslimat, Tokoh Agama, Tokoh Pemuda se-Kecamatan Rawapitu, Rabu (3/10/2018).
   Dalam kunjungan ini, Bupati perempuan pertama di Kabupaten Tulangbawang didampingi sejumlah Pejabat Eselon II, diantaranya Inspektur Inspektorat Pahada Hidayat, Kadis PUPR Ferli Yuledi, Kakan Pol-PP Halik Sahril, Kadis Kesehatan Herry Novrizal, Plt. Kadisdik Untung Widodo, Sekretaris DPMPK Dedy Palwadi, Sekretaris BPKAD Sisilia Novitasari dan sejumlah pejabat lain dilingkup Pemkab Tulangbawang.
   "Mimpi kita sudah dekat dalam hal dilayani Pemerintah, jalan mulai bagus walau berdebu, listrik sudah ada tiang, jarak Rawapitu ke Menggala sudah semakin dekat, kami berharap ibu bisa melanjutkan dan menuntaskan mimpi kami, sejajar dengan Kecamatan lain," demikian disampaikan oleh perwakilan warga dalam sambutan selamat datang kepada Bupati.
   Sementara Kepala Kampung Sumber Agung, Kecamatan Rawapitu, Kabupaten Tulangbawang Sobari, mengucapkan selamat datang kepada Bupati Tulangbawang dan mengucapkan terimakasih atas kinerja selama ini yang sudah dirasakan masyarakat. "Selamat datang Ibu Bupati, kerja cepat mulai kami rasakan, jalan mulai bagus, tiang listrik mulai berdiri, bantuan alat berat secara gotong royong mulai bisa kami gunakan," ujarnya.
   Adapun saat kunjungan silaturahmi ini, Bunda Winarti, sapaan akrab Bupati Tulangbawang, secara simbolis melakukan penyerahan Siltap untuk bulan Juli 2018, bagi seluruh Aparatur Kampung di Kecamatan Rawapitu, selain itu, juga diberikan bantuan bagi Masjid Agung Almukoddam Rp.20 Juta, Masjid Nurul Amin Batang Hari Rp.20 Juta, Pure Kayangan Tungal Rp.10 Juta.
   Dalam hal ini, Bunda Winarti mengatakan bahwa bantuan yang diberikan, merupakan salah satu bentuk komunikasi antara Pemerintah dengan masyarakat.
   "Rawapitu adalah mimpi saya juga, mimpi kita, mungkin periode lalu belum maksimal, sekarang kedepan ayo kita gotong royong memaksimalkan, dan jalan nasional adalah bentuk perhatian Pemerintah Pusat pada kita, secara bertahap mulai terealisasi, apalgi Rawapitu daerah penghasil beras, kedepan kita berusaha kebutuhan beras Tulangbawang dapat kita penuhi secara bertahap. Minimal ASN Tulangbawang beli beras Rawapitu. Ini tentu kerja semua sektor seperti kesediaan pupuk dan air juga harus kita kerjakan bersama," jelas Pangeran Suri Winarti.
   "Mengenai santunan kematian Rp.1 Juta, ada yang menanyakan ke saya bagaimana cara mendapatkannya, saya sampaikan bahwa ini adalah hak seluruh warga Tulangbawang, kalau ada yang belum terdata, minta bantuan ke Kakam segera usulkan, begitu juga bantuan Lansia Rp.1,2 Juta pertahun, syaratnya umur 65 Tahun dan bantuan penyandang cacat atau disabilitas Rp.2,4 Juta pertahun, serta Insentif Kader Kesehatan/posyandu Rp.75 ribu perbulan," papar Bunda Winarti.
   Tidak lupa, Bupati BMW (Bergerak Melayani Warga) ini, menghimbau kepada para Bidan Desa yang ada di Kampung-kampung, agar jika melayani masyarakat dapat cepet dan dengan baik serta penuh senyuman, sebab ini semua merupakan komitmen dalam memprioritaskan pelayanan kesehatan dengan baik.
   "Perlu diketahui juga, Bapak Presiden Jokowi, menganggarkan bedah rumah secara bertahap dan dibagi rata per-Kecamatan di 147 Kampung, selain itu ada pula beberapa program dalam rencana diantaranya proyek jalan dan proyek irigasi. Maka saya mohon selalu dikawal, diingatkan, supaya program itu bisa terlaksana dengan maksimal. Hal ini sesuai arahan Presiden Jokowi bahwa kerja kita melayani warga, dan menjelang pesta demokrasi Presiden titip pesan supaya kita semua berpesta dan bahagia, jangan ada suasana yang merugikan kita," kata Bupati berpesan. *rr




 Tulangbawang (Lampung) – suaraharianpagi.com
   Bupati Tulangbawang Hj. Winarti SE MH menghadiri sidang Paripurna pengesahan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Perubahan Tahun Anggaran 2018, yang dihadiri oleh 32 Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten setempat, Kamis, (04/10/18).
   Pada Paripurna ini, selain dihadiri orang nomor satu di Kabupaten berjuluk Sai Bumi Nengah Nyappur, turut hadir Sekda Tulangbawang Ir. Anthoni MM dan para Pejabat Eselon II, III dan IV dilingkup Pemkab Tulangbawang beserta unsur Forkopimda Plus.
   Adapun Bupati Cantik Tulangbawang, nampak terlihat sangat santai mengikuti rangkaian sidang Paripurna APBD-P Tahun 2018 namun tetap serius, begitu juga saat juru bicara badan anggaran memaparkan kondisi keuangan secara normatif setelah dibahas pada tingkat Komisi, sehingga telah sesuai dan layak untuk disahkan sebagai keputusan.
   Dikesempatan tersebut, Bupati Gotong Royong ini mengucapkan terimakasih kepada DPRD Tulangbawang atas terselenggaranya sidang paripurna dengan baik. "Saya ucapkan terimakasih dan bangga atas capaian kita hari ini, tolong kami selalu dibantu dikawal pelaksanaan ABPD-Perubahan, yang akan segera kami bawa ke Provinsi untuk dievaluasi, setelah itu baru kita memiliki waktu sekitar 3 bulan untuk melaksanakan, mohon dukungannya dari semua untuk rakyat Tulangbawang," jelas Bupati Winarti.
   Tidak lupa pula, Bunda Winarti, sapaan akrab Bupati Tulangbawang, mengajak dan mengundang yang hadir pada sidang Paripurna, agar pada tanggal 8 Oktober 2018 ini, untuk dapat melaksanakan doa bersama guna mendoakan saudara-saudara di Sulawesi yang tertimpa musibah.
   "Senin tanggal 8 Oktober saya mengundang semua kita untuk berdoa bersama untuk keselamatan kita juga keselamatan saudara-saudara kita yang sedang terkena musibah di Palu, Sigi dan Donggala, semoga mereka dapat tabah atas ujian yang diberikan Allah SWT, karena derita mereka adalah derita kita juga," demikian disampaikan Bupati sebelum mengakhiri sambutannya. *rr



 Tulangbawang (Lampung) – suaraharianpagi.com
   Bupati Tulangbawang Hj. Winarti SE MH yang juga merupakan Bunda Paud Tulangbawang menghadiri acara seminar dan Gladi Porseni IGTK PRGI Tulangbawang, yang dilaksanakan di Kampung Banjar, Dewa Kecamatan Banjar Banjar Agung, Kamis, (04/10/18).
    Saat hadir, Bunda Paud bersama Ketua DPRD Tulangbawang Sofi'i dan jajaran Pejabat Eselon II seperti Kadis Kominfo Gunawan, Plt. Kadis Pendidikan Untung Widodo, Kadis Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Kadisos Sukur, Sekretaris Pariwisata Alvis, Sekretaris Pol-PP dan Camat Banjar Agung Sudirman.
   Bunda Paud Tulangbawang Hj. Winarti SE MH, dalam sambutannya mengatakan bahwa mencerdaskan anak adalah tugas bagi semua, maka diharapkan ilmu yang ditularkan kepada anak didik dapat menjadi bekal mereka kelak di masa depan.
   "Mari tularkan ilmu dalam mendidik anak. Saya mengajak mari kita mencerdaskan anak-anak kita, saya titip kekompakan bagaimana memberikan pendidikan dini terbaik untuk anak-anak kita dan bagaimana guru Paud bisa bersinergi sehingga menghasilkan anak didik yang berkualitas," ucap Bupati penyayang anak-anak.
   Selanjutnya, Bupati Tulangbawang ini pula menyampaikan apresiasinya atas keikutsertaan Sanggar Boneka dari TK Yapindo 2 Gedung Meneng yang mewakili Lampung pada Porseni tingkat Nasional yang diharapkan dapat membawa nama baik Kabupaten berjuluk Sai Bumi Nengah Nyappur.
   "Perwakilan kita membawa nama Tulangbawang, maka kita doakan mereka mampu memaksimalkan penampilannya, dan tolong kenalkan lebih luas tentang Tulangbawang. Pak Untung (Plt. Kadisdik), tolong kawal dan maksimalkan penampilan utusan kita pada ajang Porseni di Jakarta, tolong kenalkan Tulangbawang lebih luas lagi," ujar Bunda Paud memberi arahan pada Plt. Kadisdik.
   "Selain itu, sebagai Bupati saya akan selalu berjuang bersama ibu-ibu guru Paud, kita bergotong royong membangun Paud, ke Pemerintah Pusat saya akan terus berusaha meminta, apalagi Presiden kita Bapak Jokowi sangat konsen dengan Paud, karena pendidikan karakter dimulai dari usia dini," imbuh Bupati.
   Masih menurut Bupati perempuan pertama di Kabupaten Tulangbawang ini, bahwa Dana Desa di Kampung-kampung oleh Pemerintah juga diperbolehkan untuk digunakan teruntuk membangun Paud.
   "Hal inilah salah satu bentuk gotong royong kita semua dalam membangun kabupaten Tulangbawang, agar dunia pendidikan kita makin maju, karena ilmu pendidikan yang diterima anak kita, merupakan tugas utama kita mengawalnya guna bekal mereka dimasa yang akan datang," demikian pesan Bunda Winarti selaku Bunda Paud Tulangbawang.
   "Tidak lupa saya sampaikan salam untuk keluarga, semua yang hadir. Mengenai Pesta Demokrasi yang akan datang, saya berpesan kalau beda pilihan jangan ribut, berpestalah kita dengan baik di ajang demokrasi, tetapi tetap mendidiklah dengan profesional," pinta Bupati BMW (Bergerak Melayani Warga). *rr




Mojokerto – SHP (selasa 2 Oktober 2018)
   Memperingati tahun baru Islam 1440 H Pemerintah Kota Mojokerto menggelar pawai ta’aruf, yang diikuti oleh 99 orang peserta diantaranya: 65 peserta Tingkat SD/MI, 17 peserta tingkat SMP/MTS, 9 peserta tingkat SMA/SMK/MA, serta 8 peserta tingkat pondok pesantren/umum dengan mengusung tema muslim nusantara (29/9).
   Di selenggarakannya pawai ta’aruf ini adalah untuk meningkatkan silaturrahim, membangun ukhuwah Islamiyah serta untuk mensyiarkan Islam sebagai refleksi keimanan dan ketakwaan kita kepada Alloh SWT. Pawai ta’aruf diberangkatkan oleh Sekretaris Daerah Kota Mojokerto Harlistyati dari garis start di depan Taman Makam Pahlawan (TMP) jalan Gajah Mada Mojokerto. Rute Pawai ta’aruf tahun ini dengan start  depan Taman Makam Pahlawan (TMP) Jl Pahlawan – Jl. Bhayangkara – Jl. P.B Sudirman – Jl. Letkol Sumarjo – dan Finish di depan Rumah Dinas Wali Kota Mojokerto Jl. Hayam Wuruk No. 50.
   Pawai ta’aruf dihadiri oleh jajaran Forkopimda Kota Mojokerto, Kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kota Mojokerto, Camat dan Lurah,  pimpinan Pondok Pesantren dan Kepala Sekolah SD/MI, SMP/MTs, SMA/SMK/MA se Kota Mojokerto. Sementara itu Harlistyati mewakili Wakil Wali kota Mojokerto Suyitno menyampaikan melalui pawai ta’aruf ini para peserta dapat menampilkan seni budaya islami yang didalamnya  mengandung makna syiar islam, selain  itu juga untuk menggalang kebersamaan diantara para peserta dan masyarakat. “Hal ini merupakan upaya peningkatan ukuwah islamiyah, toleransi dan kebersamaan diantara warga Kota Mojokerto melalui kreasi budaya muslim nusantara yang tetap bersatu dalam kebhinekaan,” tutur Harlis.
   Melalui pawai ta’aruf ini Harlis berharap dapat memupuk kesadaran generasi muda untuk tidak melupakan peringatan tahun baru islam serta merayakannya dengan nilai-nilai  budaya yang islami. “Oleh karena itu, dalam kesempatan ini saya mengapresiasi semangat anak-anakku para peserta pawai ta’aruf, semoga dengan mengikuti kegiatan ini dapat meningkatkan ketaqwaan dan keimanan di kalangan generasi muda, serta dapat menghindari perilaku negatif di era globalisasi.” kata Harlis.
   Ribuan masyarakat antusias menonton pawai ta’aruf yang berlangsung, dengan memadati rute yang dilalui oleh peserta pawai ta’aruf. *ds


 Blitar Kabupaten – suaraharianpagi.com
   Proyek pengadaan sanitasi bagi warga lingkungan Tanggung Kelurahan Wlingi ini dibangun oleh kelompok masyarakat (pokmas). Bangunan sanitasi ini dibiayai dari Pemerintah Pusat senilai lebih kurang Rp. 480 juta rupiah. Banyak warga yang mempertanyakan proyek sanitasi ini, karena sejak awal memang tidak ada sosialisasi.
   Jika dilihat lebih dekat, memang bangunan Sanitasi didirikan di sungai. Lebih kurang 60% bagian bangunan berada di sungai. Hal ini membahayakan lingkungan saat musim hujan bisa menyebabkan banjir. Bahkan jika airnya deras bisa menghanyutkan bangunan sanitasi.
   Sementara itu, saat di temui di kantornya Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman Kabupaten Blitar Agus menjelaskan memang proyek pengadaan sanitasi ini dibawah naungannya. Namun dalam pelaksanaannya langsung ditangani oleh kelompok masyarakat bersama tim fasilitator atau pendamping. Kamis, 20/9
   Dari informasi yang diterimanya, pihak dinas Perumahan dan Permukiman Kabupaten Blitar akan mengecek baik administrasi maupun bangunannya. Jika memang ada yang salah akan dibenahi secepatnya.
   Berdasarkan keterangan kasi Pengelolaan sumber air sungai dan pantai Bidang Sumber Daya Air (SDA) Gatut menyampaikan bahwa bangunan yang didirikan di sungai adalah salah/menyalahi. Berdasarkan aturan mendirikan bangunan diwilayah sungai tidak boleh. Penentuan batas wilayah ini sudah diatur oleh peraturan. Jadi tidak boleh sembarangan mendirikan bangunan di sungai. Dan untuk bangunan yang didirikan di sungai menjadi tugas Satpol PP untuk menertibkan bangunan tersebut berdasarkan peraturan daerah yang ada bahkan undang-undang. "Jika ada bangunan yang melanggar, maka tugas Satpol PP untuk menindaknya dengan tegas." Jelasnya
   Menurut masyarakat bangunan sanitasi ini tidak semestinya dibangun di sungai. "Jangankan didirikan bangunan sanitasi, dibuangi sampah saja tidak boleh, larangan ini sudah sangat jelas dan semua warga tahu." jelas salah satu sekitar proyek
   Selain itu, proyek sanitasi ini tidak pernah disosialisasikan ke warga sekitar, apalagi dilibatkan dalam kepanitiaan proyek. Dari hasil investigasi wartawan SHP ditemukan kenyataan warga sekitar proyek sanitasi tidak dilibatkan atau dimintai pendapat dan pemikiran terkait kegiatan itu. Pernah satu kali undangan pertemuan namun belum sampai memperoleh kesepakatan dan kesepahaman sudah bubar alias gagal. *atk


Tulang Bawang-Lampung
  Bupati Tulang Bawang Hj. Winarti SE MH bersama Kapolres Tulang Bawang AKBP. Raswanto Hadiwibowo SIK, beserta Sekda Tulangbawang Ir. Anthoni MM  dan Jajaran Pejabat Tulangbawang dan Tulang Bawang Barat, bersama Tokoh Masyarakat, Tokoh Adat Megow Pak Tulang Bawang menyambut kunjungan perdana Kapolda Lampung Irjend. Drs. Purwadi Arianto, M.Si di Mapolres Tulangbawang, Jum'at (21/9/2018).
   Dalam kunjungannya, Kapolda didampingi Istri dan Pejabat Utama Polda Lampung diantaranya Kombes Soebarmen yang saat ini menjabat Dirnarkoba, serta Pejabat Utama Polda Lampung dan Jajaran lainnya.
   Adapun acara dikemas dalam bentuk tatap muka antara Kapolda Lampung dengan seluruh unsur yang ada dalam lingkup wilayah hukumn Polres Tulangbawang, yang meliputi Kabupaten Tulangbawang dan Tulangbawang Barat.
   Bunda Winarti, sapaan akrab Bupati Tulangbawang, dalam sambutannya mengucapkan selamat datang kepada Kapolda Lampung Irjend. Drs. Purwadi Arianto, M.Si di Kabupaten Sai Bumi Nengah Nyappur.
   Selain itu, Bupati Gotong Royong ini, pula sekaligus mengenalkan para Anggota Forkopimda Tulangbawang, Pejabat Tulangbawang serta para Pejabat Tulangbawang Barat juga tokoh masyarakat adat.
   "Selamat datang Pak Kapolda Irjend. Drs. Purwadi Arianto, M.Si, dan saya jelaskan juga bahwa koordinasi antara kami anggota Forkopimda sudah terjalin dengan baik, kadang dalam hal obrolan kecil tetapi sudah menjadi koordinasi antara saya dengan Kapolres," ungkap Bunda.
   "Selain itu, alhamdulillah kondisi keamanan bisa terjaga berkat kerja keras dan tangan dingin Pak Kapolres Tulangbawang AKBP. Raswanto Hadiwibowo SIK, sehingga wilayah hukum Polres Tulangbawang dapat aman tentram dan sejuk," sebut Bupati bergelar Adat, Pangeran Suri.
   Lebih lanjut, Bupati BMW (Bergerak Melayani Warga) ini juga menyampaikan situasi dan kondisi masyarakat di Kabupaten Tulangbawang yang beragam dalam menjelang Pemilu.
   "Menghadapai Pemilu yang akan datang, kami mohon pak Kapolda bisa membimbing kami, karena kami terdiri banyak suku dan kami menjunjung keberagaman dalam bentuk gotong royong, dan sesuai juga arahan dari Pak Presiden Jokowi, bahwa kita harus menjaga keberagaman dan bergotong royong mensejahterakan masyarakat, maka kami mohon selalu bimbing dan berikan arahan bapak kepada kami, agar bisa bekerja nyaman aman dengan iklim investasi yang kondusif sehingga tujuan kesejahteraan masyarakat cepat tercapai," harap Bunda Winarti. 
   Sementara, Kapolda Lampung Irjend. Drs. Purwadi Arianto, M.Si dalam kunjungannya itu, menyampaikan bahwa agenda pada kali ini berupa silaturahmi agar Kepolisan dapat bekerja maksimal dalam menjaga keamanan dan mengayomi masyarakat.
   "Tujuan saya kesini bersilaturahmi, mohon dukungan agar bisa bekerja maksimal. Polisi dalam tugas ada 2 yang harus dilakukan dan menjadi harapan masyarakat, pertama, kalau masyarakat datang ingin dilayani dengan baik, kedua, kalau ada masalah jangan dipersulit. Jadi Kepolisian harus mampu untuk itu agar kepolisian dipercaya masyarakat dan rasa aman jaminan keamanan akan mewujudkan masyarakat yang produktif," tukas Kapolda Lampung Irjend. Drs. Purwadi Arianto, M.Si.
   Acara dilanjutkan tanya jawab yang dilakukan Kapolda untuk mendengar langsung hal-hal dari masyarakat yang terwakili oleh tokoh yang hadir. *RR



Tulang Bawang-Lampung - suaraharianpagi.com
   Bupati Tulang Bawang Hj. Winarti SE MH menghadiri peresmian Pusat Pelayanan Ginjal Terpadu dan Pelayanan Hemato-Onkologi Terpadu di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Menggala, Kabupaten Tulangbawang, Kamis (20/09/18).
   Turut hadir selain Bupati, nampak pula Ketua Adat Lembaga Megow Pak Tulangbawang Abdurahman Sarbini (Papi Mance) yang merupakan Pendiri atau Penggagas pembangunan RSUD Menggala, Direktur RSUD Menggala Dr. Lukman Pura, Inspektur Kabupaten Tulangbawang Pahada Hidayat,  Asisten Bidang Pemerintahan Drs. Akhmad Suharyo serta para Staf Ahli Bupati dan Unsur Forkopimda serta ketua MUI Kabupaten Tulangbawang.
   Nampak juga Joana Yao (gm Baxter apac), Sanjay Sham dasani (directory of rts), Ambarish jajodia (gm rts), Dr. Patricia Lopes (senior rts consultants), Dr. Ridwan angkasa (project manager), Erwin Yap. Anna Madonna,Ns.Skop (chief Murs executifve), Fithri Aini (nurse coordinator).
   Dr. Lukman Pura dalam laporannya pada acara ini mengatakan bahwa RSUD Menggala akan menjadi rumak sakit yang mampu melayani pasien gagal ginjal sampai tahap akhir dan rujukan untuk 7 Kabupaten.
   "Bila dulu kita hanya mampu cuci darah kini selain itu kita akan mampu sampai pada tahap transplantasi dan akan mengcover 7 Kabupaten di Lampung," ujar Dr. Lukman.
   Sementara Pangeran Suri Bupati Tulangbawang Hj. Winarti SE MH dalam sambutannya mengucapkan sangat berterimakasih atas adanya Pusat Pelayanan Ginjal Terpadu dan Pelayanan Hemato-Onkologi Terpadu di RSUD Menggala.
   "Alhamdulillah kita telah mampu berbuat sesuatu untuk rakyat, ini tentu karena diawali niat baik kita, saya juga sangat berterimakasih pada Dokter-Dokter terbaik Tulangbawang, yang ternyata ahli-ahli ini adalah Dokter asli RSUD Menggala yang mana secara historis adalah anak Pemda Tulangbawang," sebut Bunda Winarti, sapaan akrab Bupati Tulangbawang.
   "MoU 5 Tahun ini sepertinya kurang cukup, kedepan jangan hanya simbol sebagai rujukan, tetapi bisa melayani warga dengan nyaman, penuh senyuman dalam melayani warga dengan sebaiknya, karena ini terlihat mudah tetapi prakteknya sulit, maka saya minta komitmen kita untuk melayani warga, melayani publik dengan baik, cerminan berhasil adalah bisakah kita membuat warga bahagia," jelas Bupati BMW (Bergerak Melayani Warga).
   Selain itu, sambung Ibu Bupati, bahwa RSUD Menggala merupakan Rumah Sakit regional III dan rujukan bagi 7 Kabupaten yang ada di Provinsi Lampung, maka dari itu dalam segi pelayanan harus terus kian membaik dan meningkat dari segi apapun itu.
   "Untuk mensuport itu, kita telah mengakomodir melalui program bidang Kesehatan, seperti saat ini kita berikan tambahan insentif untuk Bidan Desa dan Kader Posyandu, dan selain itu, wujud nyata perhatian kepada masyarakat, kita juga telah memberikan bantuan kepada para anak-anak disabilitas dengan berupa insentif," ungkap Bupati perempuan pertama di Kabupaten Tulangbawang.
   "Jadi, ini jelas adalah bukti Negara hadir di tengah-tengah masyarakat, seperti halnya perintah Presiden Jokowi, bahwa kita harus hadir ditengah-tengah masyakarat. Presiden selalu memerintahkan kita harus dekat, mengerti keadaan rakyat dan berbuat terbaik untuk rakyat," pesan Bupati Winarti. *RR

Pasuruan - suaraharianpagi.com
   Dalam mengungkap hasil Operasi Sikat Semeru 2018, selain mengamankan puluhan pelaku tindak kejahatan kriminal. Pihak Kepolisian Resort Pasuruan Kota juga berhasil membekuk pentolan pelaku Pencurian Dengan Pemberatan (Curat) lintas daerah. Tersangka HL yang diketahui sebagai pentolan pelaku Curat yang sudah beraksi di TKP hotel BJ Perdana, berhasil diamankan petugas kepolisian beserta teman lainnya. Sementara satu pelaku lain masih dalam proses perburuan pihak kepolisian setempat karena melarikan diri.
   "Hasil ungkap kali ini kita lakukan menyeluruh di wilayah yang ada, dan ada salah satu tersangka yang merupakan pentolan dalam kasus curat saat ini masih kita sidik terkait kejadian salah satunya di hotel ", tegas AKP Slamet Santoso. SH, selaku Kasat Reskrim Polres Pasuruan Kota saat press release dilakukan. Sebanyak 5 kasus yang berhasil diungkap pihak kepolisian diantaranya yaitu Curanmor, Curat, Curas, Sajam dan Street Crime lainnya. Sedangkan jumlah tersangka yang diamankan sebanyak 99 tersangka.
   Slamet juga menegaskan, bahwa untuk menekan aksi pelaku tindak kejahatan dan kriminal, pihak kepolisian akan terus melakukan upaya penindakan. " Tidak harus dalam operasi saja, setiap hari kita akan lakukan pencegahan dan penangkapan para pelaku yang meresahkan masyarakat. Untuk tersangka lain yang dalam pelarian, kita akan terus melakukan pengejaran ", Imbuhnya.
    Dari data tersebut, ada sebanyak 37 tersangka non Target Operasi (TO) serta ada 9 tersangka yang masuk dalam TO. Selebihnya 16 tersangka sudah dilakukan proses penyidikan lebih lanjut, dan sebanyak 30 orang masuk pada proses pembinaan karena terkait aksi
premanisme dan mengganggu ketertiban masyarakat. Selain mengamankan para tersangka tindak pidana dan kejahatan, petugas kepolisian juga mengamankan puluhan barang bukti hasil kejahatan berupa surat keterangan dari bank atau leasing, kendaraan sepeda motor dan juga puluhan hand phone hasil kejahatan beserta alat kejahatan lainnya. *ko/syah

 Pasuruan - suaraharianpagi.com

   Pada momen menjelang hari raya Idul Adha 2018, Slamet Haris selaku juragan hewan potong banjir pesanan dari para pembeli dan juga pelanggannya. Guna memenuhi hal itu, Dirinya harus menyiapkan ratusan ekor kambing dan sapi pesanan di kandang miliknya yang terletak di RT 02 RW 07 Krikilan, Kelurahan Grati Tunon, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan. Menurutnya, hal itu merupakan salah satu bentuk pelayanan yang di berikan kepada setiap pembeli terutama para pelanggan tetapnya. Sehingga, ketika para pembeli datang dan memilih langsung ke tempat kandang milik Haris nantinya tidak merasa kecewa alias merasa puas. 
   Alasan harganya yang sangat terjangkau serta kwalitasnya yang bagus, hewan potong milik Haris laris manis diburu para pembeli. Baik pembeli dari wilayah sekitar maupun pembeli dari luar daerah. Diketahui juragan Slamet sudah 31 tahun yaitu sejak tahun 1987 menggeluti profesi jual beli hewan potong tersebut. " Kita siap melayani para pembeli kapan pun dan tidak mengacu pada hari besar saja. Misal buat acara aqiqoh, selamatan, acara nikahan maupun khitan. Dan bukan hanya itu saja, kita juga menyiapkan jasa menyembelih termasuk mengolah masakan ", Ungkap Haris saat di konfirmasi awak SHP di kandang miliknya pada Selasa, 14 Agustus siang. Sedangkan mengenai kelaiakan setiap hewan potong miliknya, secara rutin juga mendapat pemeriksaan kesehatan dari pihak Dinas Peternakan bidang Kesehatan Hewan (Keswan). Dengan begitu, nantinya para pembeli baik yang pemula maupun yang sudah menjadi pelanggan tetapnya akan merasa puas.
   Seperti yang sudah dikenal dengan sebutan paguyuban 'Kandang saras 008-03 Kalipang', juragan Slamet menyiapkan berbagai ukuran dan harga hewan potong yang di patok. Untuk seekor kambing mulai dari harga Rp 2.000.000 hingga 5.000.000 per ekornya. Sedangkan untuk harga hewan sapi mulai harga Rp 17.500.000 per ekor dengan bobot variatif. Dirinya juga mengakui, bahwa para pelanggannya banyak yang berasal dari kalangan instansi pendidikan baik tingkat SD sampai tingkat kejuruan tinggi termasuk pelanggan dari pihak perusahaan swasta maupun BUMN daerah sekitar, " Pelanggan kita kebanyakan dari kalangan sekolahan dan perusahan, terlebih pada momen saat ini pasti ratusan ekor kambing dan sapi sudah di pesannya", Tukasnya Slamet. *ko/syah



Pasuruan - suaraharianpagi.con
   Perlombaan sepak bola liga antar perangkat desa dalam rangka untuk memeriahkan sekaligus mengisi HUT Kemerdekaan RI ke 73 tahun, Desa Rejoso Lor menjuarai tingkat 1 se Kecamatan Rejoso, Kabupaten Pasuruan. Lomba sepak bola yang digelar sejak Minggu 05 Agustus hingga 11 Agustus di lapangan Kecamatan Rejoso pada sore hari itu, di ikuti seluruh perangkat, BPD dan juga Kepala Desa (Kades) di 16 Desa wilayah Kecamatan Rejoso.
   Dipuncak terakhir pada 11 Agustus laga antar desa itu, tim dari Desa Rejoso Lor juara 1 setelah menghadapi tim dari Desa Pandanrejo dan menang 3:1 di ronde adu finalti setelah pertarungan sengitnya. Sementara untuk juara lll, tim dari Desa Ketegan menang 2:0 atas Desa Toyaning. " Ini sifatnya untuk menjalin rasa persaudaraan antar desa satu dengan lainnya, khususnya sesama perangkat desa. Dan alhamdulillah serta ucapan terima kasih atas semangat dari perangkat dan motivasi dari warga kita, sehingga desa Rejoso Lor bisa menjuarai laga ini ", Ungkap Khumaidi dengan panggilan akrabnya Robet selaku Kades Rejoso Lor saat memotivasi para pemain di lapangan bersama warganya Sabtu, 11 Agustus sore kemarin. 
   Giat sepak bola itu tak lain adalah bertujuan untuk menjalin serta mempererat rasa persatuan dan kesatuan antara Pemerintah Desa (Pemdes) yang ada lebih di tingkatkan. Dari ke 16 desa yang ikut tersebut diantaranya yakni desa Arjosari, Jarangan, Karang Pandan, Kawis Rejo, Kedung Bako, Kemantren Rejo, Ketegan, Manik Rejo, Pandan Rejo, Patuguran, Rejoso Kidul, Rejoso Lor, Sadeng Rejo, Sambirejo, Segoro Puro dan Toyaning.
   "Sepak bola dimaksudkan untuk menjalin persaudaraan dan tali silaturrahim antar pemerintah desa, baik kepala desa, perangkat maupun BPD. Ini semata semata menumbuhkan rasa nasionalisme kebangsaan pada momentum hari kemerdekaan RI ", Ujar Camat Rejoso Muhammad Hariadi melalui Komari SH.MM selaku Sekretaris Camat (Sekcam) saat di temui awak SHP. Selain kegiatan perlombaan sepak bola, pihak Kecamatan juga akan mengadakan jenis perlombaan lain pada 12 Agustus mendatang. Yakni seperti lomba Musyabaqho Tilawatil Quran (MTQ) tingkat anak dan dewasa, Jalan Sehat yang nantinya akan di laksanakan setelah pelaksanaan upacara pengibaran bendera pada 17 Agustus nantinya. Termasuk mempersiapkan peserta Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) pusaka merah putih oleh pelajar tingkat SLTP dan SLTA yang ada di wilayah Rejoso itu sendiri. "Untuk pelaksanaan lomba yang ada, nanti kita akan berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten supaya jadwal yang ada tidak berbenturan dengan kegiatan di pemerintah kabupaten ", Tambahnya Komari. *Ko/Syah


Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget