suaraharianpagi

Latest Post

Jombang - suaraharianpagi.com
   Kontingen Jombang sukses meraih 3 medali pada Pekan Paralimpik Pelajar Daerah (Peparpeda) I Jawa Timur di Sidoarjo (14 - 16/11). Terdiri dari 1 emas, 1 perak dan 1 perunggu yang diperoleh dari 2 atlit Penyandang Disabilitas.
   Medali emas diperoleh Noval Nur Azizi dari Cabang Olahraga Bulutangkis disabilitas intelektual (putra), dan Medali perak diperoleh Asmaul Maskuri dari Cabang Olahraga Ateltik (tolak peluru) disabilitas netra/sensorik putra, Asmaul Maskuri juga menyabet medali perunggu pada Cabang Olahraga Ateltik (Lari 100m) disabilitas netra/sensorik putra.
   Selamat para juara! Semoga pada Peparpeda II kedepan Jombang bisa lebih banyak meraih medali emas, perak maupun perunggu. *ryan

Mojokerto - suaraharianpagi.com
   Sebagai wujud cinta dan perhatian yang luar biasa kepada para pendidik PAUD, Pemkab Mojokerto mengucurkan bantuan insentif jasa pendidik Rp.2 miliar lebih kepada 929 guru PAUD di Kabupaten Mojokerto.
   Masing-masing pendidik PAUD menerima insentif senilai Rp.250.000 yang dicairkan selama 9 kali. Bantuan insentif itu diserahkan secara simbolis oleh Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati kepada perwakilan pendidik PAUD dari masing-masing kecamatan, dalam acara peringatan Hari Guru Nasional Himpaudi Kabupaten Mojokerto yang bertajuk 'Guru Paud Juga Guru', di lapangan Gayaman, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto, Jum'at (25/11) pagi.
   Bupati Ikfina mengatakan guru merupakan madrasah bagi anak-anak setelah orang tuanya. Guru Paud menjadi bagian yang terdepan dalam mendidik anak-anak usia dini
   "Karena itu guru Paud disebut pertama kali sebagai guru oleh anak-anak kita semuanya. Semoga tuhan melancarkan dan meridhoi," terangnya.
   Bupati Ikfina sekaligus Bunda Paud Kabupaten Mojokerto itu menyebut, tanpa diakui sebagai guru sekalipun, guru Paud akan menjadi guru pertama yang disebut oleh anak-anak. Ia berharap tuhan memberikan yang terbaik buat semuanya
   "Mari kita berdoa dan berharap kepada Allah. Karena tuhanlah yang akan menggerakkan kebaikan kepada kita," ungkapnya
   Sementara itu, Ketua Umum Himpaudi Kabupaten Mojokerto Aslikhah Aziz mengatakan, hadirnya guru Paud sebanyak 1.111 orang dalam acara peringatan hari guru ini merupakan bentuk dari rasa syukur para pendidik Paud di seluruh wilayah Kabupaten Mojokerto. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Pemda yang telah memperjuangkan nasib guru Paud.
   "Dan hari ini sangat berbahagia karena hari ini pendidik Paud sebanyak 929 menerima insentif daerah.Semoga tuhan membalas kebaikan dengan kebaikan yang lebih banyak dan sangat barokah," pungkasnya.
   Dalam kesempatan tersebut turut hadir Perwakilan Dindik Kabupaten Mojokerto, Forkopimca Mojoanyar, Bunda Paud Mojoanyar, Organisasi Mitra dari IGTKI, HP3 dan IGRA Kabupaten Mojokerto, Kades Gayaman beserta Bunda Paud Gayaman, para laskar Himpaudi Kabupaten Mojokerto. *komf/ds

Jombang - suaraharianpagi.com
   PPL bersama petani menyusun Program Penyuluhan Pertanian, Program sesuai peraturan menteri pertanian nomor: 25/permentan/ot.140/5/2009 adalah Rencana tertulis yang disusun secara sistematis untuk memberikan arah dan pedoman sebagai alat pengendali pencapaian tujuan penyuluhan. Rencana penyuluhan tahun berikutnya dengan memperhatikan keterpaduan, kesinergian dan siklus anggaran masing-masing tingkatan yang mencakup pengorganisasian dan pengelolaan sumber daya.
   Penyuluhan Pertanian adalah proses pembelajaran bagi pelaku utama serta pelaku usaha agar mereka mau dan mampu menolong dan mengorganisasikan dirinya dalam mengakses informasi pasar, teknologi, permodalan, dan sumberdaya lainnya, sebagai upaya untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi usaha, pendapatan, dan kesejahteraannya, serta meningkatkan kesadaran dalam pelestarian fungsi lingkungan hidup.
   Unsur-unsur dalam Program Penyuluhan Potensi Usaha peluang usaha dari hulu sampai hilir yang prospektif untuk dikembangkan sesuai dengan peluang pasar, kondisi agroekosistem setempat, sumberdaya dan teknologi yang tersedia untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan pelaku utama dan pelaku usaha.
   Tujuannya mengenai perubahan perilaku dan kondisi pelaku utama dan pelaku usaha yang hendak dicapai dengan cara menggali dan mengembangkan potensi yang tersedia pada dirinya, keluarga dan lingkungannya.
   Permasalahannya Faktor Perilaku, Faktor Non Perilaku (sarana dan Prasarana) ketersediaan dan kondisi sarana dan prasarana pendukung usaha pelaku utama dan pelaku usaha, misalnya ketersediaan pupuk, benih/bibit atau modal.
   Rencana Kerja kegiatan menggambarkan apa yang dilakukan untuk mencapai tujuan, bagaimana caranya, siapa yang melakukan, siapa sasarannya, dimana, kapan, berapa biayanya, dan apa hasil yang akan dicapai untuk memecahkan masalah yang dihadapi dan merespon peluang yang ada
   Penyusunan program penyuluhan pertanian dilaksanakan pada hari Kamis, tanggal 24 November 2022 bertempat di balai desa Mojongapit kecamatan Jombang dihadiri poktan/gapoktan desa Dapurkejambon, Desa Sambongdukuh, Desa Mojongapit dan Kelurahan Jelakombo. Penyusunan program dipandu oleh tim BPP Kecamatan Jombang. Permasalahan yang ada ditiap poktan dituangkan dalam form data permasalahan dalam kegiatan pertanian, tujuan, keadaan dan rencana kegiatan dalam rangka pemecahan masalah. Diharapkan penyusunan program penyuluhan pertanian di tingkat desa sesuai dengan kebutuhan yang dibutuhkan oleh petani khususnya dalam peningkatan produksi hasil pertanian baik perubahan perilaku petani (pengetahuan, ketrampilan dan sikap) yang lebih baiak, non perilaku (didukung sarpras, pelaku usaha). *ryan

Mojokerto - suaraharianpagi.com
   HUT PGRI ke-77 dan Peringatan Hari Guru Nasional 2022 yang bertema Serentak Berinovasi, Wujudkan Merdeka Belajar, Wali Kota Mojokerto mengajak insan pendidikan untuk melahirkan kreatifitas baru dalam bentuk inovasi tiada henti. 
   "Tuntutan masyarakat bergerak begitu cepat, maka kita sebagai bagian dari pelayan masyarakat khususnya para guru yang melayani dengan memberikan transfer ilmu dan meletakkan di dasar-dasar pendidikan kepada generasi muda penerus bangsa ini sejatinya harus terus adaptif terhadap perkembangan jaman yang begitu cepat,” tegas wali kota yang kerap disapa Ning Ita ini.
   Ning Ita menambahkan 77 usia PGRI sama dengan usia RI hal ini berarti kehadiran guru menjadi salah satu tonggak yang menguatkan NKRI. “NKRI tegak berdiri dengan berbagai potensinya ini karena keberadaan para guru sebagai penopangnya,” imbuhnya.
   Kepada insan pendidikan, Ning Ita menyampaikan bahwa perubahan kurikulum yang saat ini menjadi kurikulum Merdeka Belajar sejatinya itu adalah untuk mencetak generasi penerus bangsa Indonesia, agar mampu berada sebanding dengan generasi penerus dari bangsa lain.
   Saya percaya dan optimis ketika berkolaborasi bersama-sama bagaimana meniatkan ggenerasi penerus bangsa ini agar kedepan bisa menjadi tonggak untuk mewujudkan tujuan nasional, mencetak generasi emas di tahun 2045 tidak hanya peran guru yang menjadi pilar penting di dalam pendidikan, namun keberadaan keluarga, orang tua dan juga lingkungan masyarakat atau sosial ini juga penting dalam mencapai tujuan nasional tersebut,” jelas Wali Kota perempuan pertama di Kota Mojokerto.
   Sebagaimana disampaikan oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Amin Wachid, bahwa selama 4 tahun Ning Ita mengabdi di Kota Mojokerto ada banyak sekali kebijakan yang diterapkan untuk mendukung pendidikan di Kota Mojokerto. Untuk meningkatkan proses transfer ilmu Ning Ita telah memperbaiki sarana dan prasarana sekolah, pemberian seragam gratis, sepatu, dan tas gratis serta angkutan siswa gratis.
   “Selain itu juga gaji honorer terus secara fantastis dari semula 700.000 sekarang menjadi 2 juta plus biaya BPJS ketenagakerjaan,” terang Amin.
   Pada malam resepsi HUT PGRI ini, Ning Ita juga menyerahkan berbagai hadiah untuk anak-anak berprestasi di Kota Mojokerto. Disamping itu, acara gebyar seni anugerah prestasi 2022 menjadi lebih semarak ketika pada penghujung acara, para penonton dihibur pelawak kondang yakni Abah Kirun. *Komf/ds

Mojokerto – suaraharianpagi.com
   Untuk menekan angka stunting di Kabupaten Mojokerto, Bupati Ikfina Fahmawati berikan pelatihan Orientasi dan Pendampingan e-Human Development Worker (eHDW) bagi KPM Kabupaten Mojokerto tahun 2022, di hotel Grand Whiz, Trawas. Kamis (24/11) siang.
   Ikfina terus berupaya menurunkan angka kasus stunting di wilayahnya. Untuk membantu program penanganan stunting, Ikfina melibatkan ratusan Kader Pembangunan Manusia (KPM) di masing-masing Kecamatan dengan kegiatan konvergensi pencegahan stunting di desa.
   Kegiatan konvergensi stunting ini masuk dalam prioritas penggunaan dana desa yang telah ditetapkan kementerian desa, pembangunan daerah tertinggal dan transmigrasi. Dengan 180 KPM yang terdiri 18 Kasi Pembangunan kecamatan dan 162 kader difungsikan untuk mendampingi pemerintah desa dan masyarakat desa dalam memberikan fasilitasi pencegahan konvergensi stunting.
   "Persoalan stunting ini bukan persoalan bangsa di masa sekarang saja, melainkan menyangkut masa depan kita karena stunting ini berjalan. Dan anak-anak itu adalah generasi penerus," jelas Ikfina saat menyampaikan materi.
   Bupati Ikfina menjelaskan stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak berusia di bawah lima tahun atau balita akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang. Terutama pada 1000 hari pertama kehidupan (HPK).
   "Jadi stunting ini program nasional dengan rencana aksinya targetnya tahun 2024. Dan Stunting jangka kedepannya adalah berhubungan dengan kecerdasan," terangnya.
   Perempuan nomer satu dilingkup Pemkab Mojokerto ini menyebut, salah satu penyebab kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang itu adalah saat balita usia 0-6 bulan tidak mendapatkan asi eksklusif.
   "Kenapa asi eksklusif? karena asi eksklusif yang diberikan selama 6 bulan itu akan membentengi anak ini berbagai penyakit sehingga dia tidak akan sering sakit-sakitan," tukasnya.
   Lanjut Ikfina, Untuk menurunkan angka stunting terdapat dua intervensi pencegahan stunting yakni Intervensi gizi spesifik dan intervensi gizi sensitif.
   "Intervensi spesifik seperti berhubungan langsung dengan yang stunting, contohnya remaja, calon pengantin,ibu hamil, dan balita dan selanjutnya Intervensi sensitif seperti air minum layak, kesehatan layak, jamban bersih. Termasuk dengan pembangunan jamban sehat yang sudah kita upayakan itu juga upaya untuk mencegah stunting," pungkasnya. *ds/adv

   Jombang - suaraharianpagi.com
   Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Jombang menggelar Sosialisasi Rintisan Sekolah Penggerak Angkatan 3 Jenjang Sekolah Dasar (SD) Tahun 2022. Sosialisasi ini dilaksanakan di SD Negeri Balongbesuk Diwek pada Selasa (22/11) pagi, dan dibuka langsung oleh Kepala Disdikbud Jombang, Senen.
   Dalam sambutannya Kepala Disdikbud Jombang mengatakan bahwa jangan pernah merasa puas ketika kita ditetapkan sebagai sekolah penggerak, masih banyak yang harus kita persiapkan.“Kita berusaha semaksimal mungkin agar program sekolah penggerak ini bisa sukses,” ucapnya.
   Hal senada juga disampaikan Kasmujiraharja, Sub Koordinator Pengembang Kurikulum Bidang Pembinaan Sekolah Dasar Disdikbud Jombang, bahwa peserta sosialisasi yang terdiri dari Kepala SD, Guru Kelas 1 dan Kelas 4 harus memahami bagaimana pembelajaran di Sekolah Penggerak.
   “Sekolah Penggerak angkatan 2 sebanyak 27 lembaga, untuk angkatan 3 ini sebanyak 22 lembaga terdiri dari 21 lembaga negeri dan 1 lembaga swasta,” ucap Jojo sapaan akrabnya.
   Adapun narasumber Sosialisasi Rintisan Sekolah Penggerak Angkatan 3 Jenjang SD berasal dari Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan Jawa Timur dan Kepala Sekolah Penggerak Jenjang SD Angkatan 2. *ryan










Sampang - suaraharianpagi.com
   Bertempat di gedung Graha Paripurna, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sampang menggelar rapat paripurna pengesahan Raperda APBD Sampang tahun 2023 dan pengesahan dua Raperda serta pendapat akhir Bupati Sampang, Rabu (23/11) kemarin.
   Dalam rapat paripurna tersebut dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Sampang Fadol, turut hadir wakil pimpinan dan puluhan anggota DPRD Sampang, Bupati Sampang H. Slamet Junaidi, Jajaran Forkompinda, para kepala OPD dan Camat serta tamu undangan lainnya. Dalam kesempatan tersebut, Dedi Dores, Juru Bicara Bapemperda DPRD Sampang mengatakan bahwa berdasarkan hasil dari rapat komisi serta fraksi yang telah dilaksanakan dalam beberapa minggu terakhir.
   Selanjutnya dua raperda yang akan disahkan antara lain, Raperda tentang pengelolaan keuangan daerah, Raperda pencabutan PT SSS. “Pada intinya semuanya pengelolaan keuangan haruslah sesuai dengan petunjuk dan teknis dari aturan yang ada,” jelasnya panjang lebar dihadapan peserta rapat paripurna yang hadir.
   Pihaknya juga mengatakan bahwa Bapemperda DPRD Kabupaten Sampang dengan Tim Raperda kabupaten, dengan mengkordinasikan bersama komisi-komisi terkait, sudah melakukan pembahasan dua raperda tersebut. “Kami minta kepada seluruh OPD, dapat menyampaikan dasar peraturan perundang-undangan yang menjadi dasar kewenangan dan kebijakan dalam setiap OPD yang dilaksanakan,” tambahnya.
   Selain itu, ketua DPRD Sampang Fadol menerangkan pada prinsipnya, Banggar DPRD berharap pengelolaan keuangan berkenaan dengan APBD 2023 dapat merealisasikan seluruh program sebagaimana tertuang dalam dokumen anggaran OPD masing-masing serta mempertahankan predikat WTP atas LHP BPK tahun 2023 mendatang. “Dari postur RAPBD tahun 2023, kami harap anggaran ini dimanfaatkan sesuai peruntukannya dan bermanfaat kepada masyarakat,” pungkasnya.
   Hal sama pula disampaikan oleh Sekwan DPRD Sampang Anwari Abdullah. Dalam kesempatan itu pula digelar persetujuan bersama antara DPRD dan bupati atas Raperda APBD TA 2023. Dimana DPRD sendiri telah menjalankan tahapan pembahasan mulai dari tingkat fraksi, komisi dan Panja. “Sekretariat dewan yang menjembatani antara pemkab sampang dengan DPRD Sampang. Sehingga semuanya bisa tepat waktu,” ujarnya singkat. *rn

Jombang - suaraharianpagi.com
   Sebanyak 260 pendidik PAUD dari 21 kecamatan di Kabupaten Jombang mengikuti bimbingan teknik pembinaan karakter pendidik PAUD di Aula Bung Tomo Pemkab Jombang, Senin (21/11) pagi.
   Kegiatan yang diselenggarakan bidang PAUD dan PNFI Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang tersebut berlangsung selama dua hari mulai tanggal 21 - 22 November 2022. Kegiatan yang mengusung tema “Sukseskan P-5 Kurikulum Merdeka” tersebut dibuka oleh Kepala Disdikbud Jombang Senen.
   Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan PNFI Mohammad Suyuthi mengatakan bimtek yang diharapkan bisa mampu meningkatkan karakter dan kualitas atau mutu khususnya para pendidik PAUD, bimtek ini berisi materi mengenai konsep dasar dan kebijakan pemerintah dibidang PAUD, peran orangtua dalam PAUD, pendidikan orang dewasa, kekerasan anak dan pelindungan anak dalam menciptakan karakter building anak, serta dinamika kelompok.
   Dalam sambutannya, Kepala Disdikbud Jombang Senen menjelaskan, pembinaan karakter ini penting untuk diberikan kepada para pendidik dan orang tua. Selain itu, pendidikan bagi anak usia dini berawal penanaman nilai-nilai sosial dengan proses sosialisasi atau peran orang tua dari sebuah keluarga dan tiang utama dari masyarakat. Sedangkan kaitannya dengan kurikulum merdeka, masih banyak lembaga yang mengalami keterbatasan referensi.
   “Yang jelas, pemerintah tak henti-hentinya melakukan sosialisasi agar kita memahami tentang kurikulum merdeka ini,”ungkapnya.
   Melalui bimtek ini Senen berharap upaya pembinaan kepada para pendidik dan elemen terkait yang selanjutnya ditujukan kepada anak usia dini, efektif memberikan rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan anak, serta menanamkan nilai-nilai positif melalui kepribadian dan agama serta penanaman sikap mandiri, gotong royong, berpikir kritis dan kreatif. *ryan


MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget