suaraharianpagi

Latest Post

Tulang Bawang - suaraharianpagi.com
   Erlinda, warga Kampung Dwi Warga Tunggal Jaya, Kecamatan Banjar Agung, mengeluhkan kondisi anaknya yang mengalami infeksi paru-paru dan keterlambatan perkembangan tubuh. Ditambah lagi kondisi ekonominya yang tidak mampu, bahkan selama ini belum pernah mendapatkan bantuan sosial dari pemerintah.
   Dikatakan Erlinda selaku ibu kandung, pertumbuhan anaknya tidak sesuai dengan usianya. Sudaj berbagai upaya pengobatan dilakukan. Mulai dari fisioterapi dan pengobatan rutin lainnya. Hal itu hanya menguras kantong keluarganya. Sementara kondisi ekonomi keluarganya sangat minim.
   “Anak kami Zaskia ini butuh biaya untuk Fisio terapi dan pengobatan lainya, semantara ekonomi kami sangat minim,” Jelasnya.
   Dia berharap kepada instansi terkait agar lebih peduli dengan kondisi keluarganya. Erlinda mengakui, pihak dari Puskesmas setempat pernah memberikan Biskuit dan susu. Namun Zaskia butuh penangan kusus lebih lanjut.
   Masih kata Erlinda, kami hanya sebagai pedagang kecil yang berjualan depan kontrakan. Pendapatannya sehari-hari tidak sesuai dengan pengeluaran. Terlebih lagi dampak pandemi Covid -19, dan kenaikan harga BBM semuanya menjadi barang kebutuhan pokok melonjak harganya.
   “Maka dari itu kami juga berharap kepada pemerintah agar dapat memberi bantuan modal buat usaha sehari-hari,” Ungkapnya, Kamis (29/09).
   Sementara itu, Ketua RT.04/RK.04, Syafrudin mengakui kondisi ekonomi keluarga Erlinda sangat minim. Menurut Syafrudin, selama ini Erlinda tidak pernah dapat bantuan sosial baik PKH maupun BLT.
   Kalau kita lihat secara seksama, Erlinda sangat layak dapat bantuan, dan di tambah lagi kondisi anaknya yang lagi sakit,” Tutupnya. *Zul

Jombang - suaraharianpagi.com
   Tanaman tembakau merupakan komoditas tanaman perkebunan yang memiliki peranan penting dan strategis bagi perekonomian Indonesia. Tembakau adalah kelompok tumbuhan dari genus Nicotiana yang daunnya biasa digunakan sebagai bahan baku dalam kegiatan merokok.
   Perubahan Iklim global yang terjadi menyebabkan perubahan cuaca yang sangat ektrim akhir-akhir ini. Hasil prakiraan cuaca yang dikeluarkan oleh BMKG Stasiun Klimatologi Jawa Timur menunjukkan bahwa pada musim kemarau periode juli - september 2022 ini masih akan terjadi hujan dan berangsur berkurang frekuensinya hingga september 2022 dengan sifat hujan diatas normal. Kecamatan Kabuh yang merupakan salah satu sentra tanaman tembakau pada musim kemarau di kabupaten Jombang akan terdampak cuaca yang ektrim ini. Salah satu kendala yang akan muncul dan menyerang tanaman tembakau yaitu penyakit lanas yang disebabkan oleh jamur Phytophthora nicotianae.
   Penyakit lanas banyak ditemukan pada tanah-tanah yang memiliki drainase yang kurang baik atau tergenang. Gejala umumnya setelah hujan/pengairan tanaman layu tiba-tiba, seluruh daun terkulai tetapi masih hijau, pangkal batang terlihat hitam meskipun perkaran masih terlihat sehat dan akan terlihat miselia jamur disekitar pangkal batang yang sakit. Jika perkembangan penyakit lambat, sebelum layu daunnya terlihat kuning kemudian mengering, kadang-kadang jamur ini juga menyerang daun dengan gejala bercak berwarna coklat basah. Penyakit lanas kakan semakin parah jika didahului oleh infeksi nematoda puru akar.
   Jamur penyebab lanas berkembang baik pada suhu 24-30°C dan maksimum 36°C dan merupakan patogentular tanah. Penularannya melalui aliran air irigasi atau tanah yang mengandung pathogen menempel ke daun melalui percikan air hujan. Bibit yang mengandung jamur biasannya masih belum menunjukkan gejala nyata, namun Ketika kondisi lingkungan mendukung , gejala mulai tampak biasanya Ketika tanaman berumur 25-30 hari.
   Faktor yang medukung perkembangan penyakit lanas antara lain : Kelembaban yang tinggi, pH tanah di atas 6,2. Pengendalian yang bisa dilakukan untuk mengantisipasi serangan jamur ini antara lain : Perbaikan drainase dan meninggikan guludan untuk mengurangi kelembapan tanah, Menggunakan fungisida yang berbahan aktif tembaga oksi sulfat, metalaksil, mefenoksam, mancozeb atau benomyl diberikan di pembibitan, saat tanam dan setelah tanam, Desinfektan tanah bedengan dengan larutan terusi 2 % 2-3 hari sebelum benih dicabut dan mengurangi kerapatan bibit.
   Sanitasi dan membongkar tanaman yang terinfeksi/sakit agar tidak menjadi sumber inoculum. Mengendalikan nematoda Mengunakan varietas yang tahan penyakit Rotasi tanaman dengan tanaman non-salacenae (min 5 tahun) untuk mengurangi sumber inokulum" tega Ahmad Irfan, S. TP. PPL BPP Kabuh Jombang. *ryan

Tulang Bawang - suaraharianpagi.com
   Kolaburasi Gubernur Lampung Arinal Junaidi dan Bupati Tulang Bawang Winarti dalam Upaya Meningkatkan Kualitas dan Kuantitas Ikan di Sungai Tulang Bawang
   Demi mengembalikan kekayaan akan ikan di Sungai Way Tulang Bawang Gubernur Lampung Arinal Djunaidi dan Bupati Tulang Bawang Hj.Winarti laksanakan Tabur 1Juta Ekor Benih Ikan di Kawasan Sungai (Way) Tulang Bawang di Cakat Raya. Rabu 29/9
   Acara yang bertajuk “Mewujudkan sumber daya Perikanan agar menjaga Lestari kekayaan sungai, yang ada di Lampung Berjaya dan Indonesia Maju” ini dihadiri banyak kalangan pejabat untuk hadir, untuk menyaksikan kegiatan tabur bibit ikan di sungai tulang bawang, yang di hadiri langsung oleh.
   Gubernur Lampung Bapak Arinal Junaidi, hadir juga Anggota DPR RI Bapak Ir Hanan A Rozak, Dirjen Perikanan Republik Indonesia, Bupati/Walikota Se- Provinsi Lampung, Para Pejabat Tinggi Pratama Provinsi Lampung, Forkopimda Kabupaten Tulang Bawang, Pejabat Tinggi Pratama Kabupaten Tulang Bawang serta para Tokoh adat Megou Pak Tulang Bawang
   Gubernur Lampung Arinal Djunaidi menyatakan" Kegiatan Restocking 1 Juta Ekor Benih ikan endemic ini dilaksanakan bukan karena tendensi apapun, Namun secara pribadi beliau menyampaikan kekhawatirannya terhadap masa depan perikanan Lampung.
   Tempo dulu beberapa wilayah di Provinsi Lampung yang salah satunya adalah Kota Menggala merupakan Penghasil ikan air tawar kualitas wahid seperti Belida, Jelabat dan sebagainya. Namun ikan-ikan tersebut kini semakin sulit ditemukan. Jika tidak segera disikapi Bukan tidak mungkin anak cucu kita nanti tidak bisa menikmati ikan dari hasil sungainya sendiri.
   “Ikan dari Perairan Tulang Bawang sangat terkenal enak dan besar-besar, Saya pernah mendapat ikan belida besar yang didalamnya ada telurnya. Dan itu rasanya sangat lezat tidak ada bandingannya “ Ujar Gubernur.
   Arinal lanjut beliau” Restocking ini adalah upaya memperbanyak ikan yang ada di sungai Tulang Bawang, Selama ini upaya kita hanya sosialisasi jangan sampai ada nelayan menggunakan setrum, Pukat ,Racun ikan dan sebagainya namun hal tersebut akan menjadi percuma manakala jumlah ikan yang ada tidak kita perbanyak”
   “Semoga upaya ini membawa manfaat bagi nelayan dan seluruh masyarakat Lampung yang sangat menggemari Kuliner berbasis Ikan air Tawar” Pungkas Gubernur Lampung Ini.
   Dalam kesempatan yang sama Bupati Winarti mengucapkan terimakasih kepada Gubernur Lampung yang telah memilih Kabupaten Tulang Bawang sebagai tempat Penyelenggaraan Kegiatan Ini. Semoga Kegiatan ini membawa manfaat yang luar biasa bagi perkembangan dunia perikanan Kabupaten Tulang Bawang dan Provinsi Lampung.
   “Tahun kemarin kami juga melaksanakan Restocking di Tangga Raja Ujung Gunung Menggala dan sekarang kami alihkan ke Cakat, Hal ini sudah terlebih dahulu dikonsultasikan dengan kadis Perikanan Provinsi lampung Mbak lisa dan kami sepakat melaksanakan restocking ditempat ini supaya terjadi pemerataan dalam upaya peningkatan kualitas dan kuantitas ikan endemic di way Tulang Bawang” Ujar Winarti.
   “Dalam kesempatan ini juga Saya mengucapkan terima kasih kepada bapak Gubernur yang selalu semangat bersinergi dengan Bupati Tulang Bawang dalam upaya meningkatkan infrastruktur Kabupaten Tulang Bawang. Tahun 2023 Jalan exit Toll Lambu Kibang yang sebenarnya berposisi di Kabupaten Tubaba namun juga berakses ke Kabupaten Tulang Bawang sudah disetujui untuk diperbaiki. Hal ini menjadi luar biasa bagi seluruh masyarakat Kabupaten Tulang Bawang” Ujar Winarti.
   Lanjut Winarti” Kabupaten Tulang Bawang melalui 25 Program BMW Tulang bawang yang Pro rakyat senantiasa berjuang mewujudkan kesejahteraan rakyatnya. P3K Guru sudah di prioritaskan, fasilitas pelayanan masyarakat dipenuhi dan ditingkatkan sehingga semua bisa berjalan dengan luar biasa dan Saya harap semua bisa bersinergi serta gotong royong membangun Sai Bumi Nengah Nyappur menjadi daerah yang semakin maju dan semakin makmur”. *Zul

Ketua LSM Lempar Provinsi Lampung. Ir. Agus Karaeng
Tulang bawang - suaraharianpagi.com 
   Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Lempar Provinsi Lampung dan LSM Majas Kabupaten Tulang Bawang (Tuba) angkat bicara, terkait dengan Sertifikat Suharjono warga Kampung Tri Tunggal Jaya Kecamatan Banjar Margo, Kabupaten Tuba yang konon di pinjam oleh pihak Perusahaan PT. AMP. Suharjono memberi mandat kepada dua LSM tersebut.
   Ketua LSM Lempar Provinsi Lampung Ir. Agus Jauharie Kraeng kepada awak media menuturkan, dia dan ketua LSM Majas Kabupaten Tuba Urip Andika, telah diberikan mandat oleh Suharjono pemilik lahan pada Tanggal (7/9) lalu.
   Menurut Agus Kreang, dia diberikan mandat untuk menindaklanjuti permasalahan sertifikat tanah yang di sewa oleh pihak perusahaan PT. AMP yang bergerak di bidang Industri papan triplek, yang beralamat di Kampung Tri Tunggal Jaya Kecamatan Banjar Margo.
   Dikatakan Agus Kreang, berdasarkan keterangan dari Suharjono, sertifikat tanah miliknya saat ini diambil oleh utusan PT. AMP yang bernama Jarwo. Sertifikat itu diambil dengan tujuan merubah ukuran luasan tanah untuk diperbaiki sesuai dengan ukuran yang sebenarnya.
   “Yang kami khawatirkan sertifikat yang sebenarnya milik Suharjono diubah menjadi milik PT. AMP Seminggu yang lalu kami diberi kuasa oleh Suharjono”. Jelasnya beberapa waktu lalu.
   Masih kata Agus Kraeng, jika sertifikat sudah berubah nama menjadi milik PT. AMP maka LSM Lempar Provinsi Lampung dan LSM Majas Kabupaten Tuba akan melaporkan persoalan ini kepada pihak penegak hukum.
   Diberikan sebelumnya, Suharjono pemilik tanah yang berada di Kampung Tri Tunggal Jaya Kecamatan Banjar Margo, Kabupaten Tuba mengaku sertifikat tanah miliknya dikuasai oleh PT. AMP. Pada awalnya tanah itu disewa oleh PT. AMP selama 12 tahun dengan senilai 50 juta rupiah. Dengan perjanjian PT. AMP mengurus pemecahan sertifikat milik Suharjoni dari sertifikat induk. Tetapi ada perbedaan ukuran di sertifikat dari ukuran awal 7500 meter persegi menjadi 6000 meter persegi.
   Dengan alasan akan mengurus perbaikan ukuran tanah di sertifikat milik Suharjono yang baru dipecah, utusan PT. AMP Jarwo kembali mengambil sertifikat itu dari Suharjono. Belakangan PT. AMP menyatakan, akan membeli tanah itu dengan nilai 500 juta rupiah. Hingga saat ini pihak PT. AMP belum melunasi seluruh pembayaran tanah tersebut. Sedangkan sertifikat masih dikuasi PT. AMP sampai saat ini," Pungkasnya. *Zul















Jombang – suaraharianpagi.com
   Ketika menyebut Pasar Tunggorono, tentu kita akan ingat barang bekas atau barang loakan tapi masih bisa dipakai, karena dipasar inilah barang yang tidak bisa dipakai akan diperbaiki oleh pedagang Pasar Tunggorono dan dijual lagi.
   Di Pasar Tunggorono ini, barang bekas jenis apa yang tidak ada, hampir semua ada mulai sparepart mobil, motor, kipas angin, alat pertanian, alat elektronik dari mulai tahun muda sampai tahun tua semuanya ada di Pasar Tunggorono, sampai-sampai nama Pasar Tunggorono, Jombang ngetren di wilayah Jawa Timur.
   Sangking ngetrennya dan perkembangan pedagang mulai rame, Pemerintah Kabupaten Jombang, lewat Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagrin) telah menganggarkan yang tidak sedikit hampir Rp3,7 milyar, untuk membangun Pasar Tunggorono.
   Kepala Bidang Sarana Perdagangan dan Barang Pokok Penting Disdagrin Jombang, Yustinus Harris Eko Prasetiyo, mewakili Kepala Dinas Disdagrin, Hari Oetomo, mengatakan “Pasar Tunggorono merupakan salah satu penopang perekonomian di Kabupaten Jombang, yang merupakan tempat interaksi antara pedagang dengan pembeli”.
   “Diharapkan dengan dibangunnya Pasar Tunggorono, semoga dapat bermanfaat dan dapat menambah peningkatan perekonomian khususnya di Wilayah Kecamatan/Kabupaten Jombang” kata Harris.
   Ditambahkan, “nantinya Pasar Tunggorono dapat menampung semua pedagang, baik pedagang yang lama dan yang baru.” Harris pun memohon doa kepada warga agar pembangunan Pasar Tunggorono bisa lancar, tepat waktu, tepat mutu, serta bermanfaat bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Jombang.
   “Oleh karena itu mudah-mudahan pasar ini bisa dibangun tepat waktu dengan memperhatikan standart kualifikasi (kualitas) yang bisa kita pertanggungjawabkan sekaligus menambah pengembangan potensi baru. Di samping ada pedagang baru juga tidak menutup kemungkinan kapasitasnya akan kita tambah sehingga memungkinkan pedagang pendatang lainya.”
   Selain pasar Tunggorono lanjut Harris, Pemkab Jombang lewat Disdagrin, telah membangun dan merehabilitasi dua unit pasar, yakni Pasar Perak tahap yang ke dua, dan Pasar Pon.
   Harris juga mempertegas Pesan Kepala Dinas Disdagrin Hari Oetomo, “agar pelaksana pembangunan pasar, baik Pasar Perak, Pasar Pon dan Pasar Tunggorono, tetap memenuhi spek secara kualitas dan kuantitas. Selesaikan sesuai waktu dalam kontrak, dan selalu berkoordinasi dengan konsultan pengawas. Agar pembangunan berjalan sesuai gambar dan RAB yang ada,” pungkas Harris kepada suaraharianpagi.com. *ryan

Lamongan - suaraharianpagi.com
   Dua rumah di Dusun Dengok, Desa Kandangsemangkon, Paciran, Lamongan, ludes terbakar. Polisi kini tengah menyelidiki penyebab kebakaran. Dua rumah yang terbakar tersebut merupakan milik Yudiono (40) dan Hanis Sri Lestari (42). Kedua rumah berada saling berdempatan. 
   Dalam kebakaran itu Hanis dan anaknya yang masih duduk di bangku kelas 6 MI tewas terbakar. Dua rumah yang terbakar itu kini telah dipasang police line. Para tetangga korban menduga kebakaran itu disebabkan karena Hanis tengah memasak, namun ditinggal tidur. "Tuturnya lagi masak terus ketiduran," terang Minatus Sholihah (30), tetangga korban kepada awak media, Rabu (28/9). 
   Ada juga yang menyebut kebakaran disebabkan korsleting listrik. Namun menurut tetangga bahwa api berasal dari bawah bukan atap rumah. "Ada yang bilang listrik, tapi logikannya kalau dari listrik ya di atas sumber apinya. Lha ini dari bawah munculnya," terang Sholihah. 
   Lanjut Sholihah, api cepat membesar karena di rumah korban juga membuka toko perancangan. Tak hanya menjual bahan pokok, toko korban juga menjual elpiji dan minyak. 
   "Rumahnya ini juga toko perancangan. Jual beras, minyak dan elpiji. Ya mungkin itu yang membuat api semakin besar juga," tutur Sholihah. 
   Terpisah, Kasi Humas Polres Lamongan Ipda Anton Krisbiantoro mengatakan pihaknya belum bisa memastikan apa penyebab kebakaran. Polisi, kata Anton, masih melakukan penyelidikan terhadap peristiwa tersebut. 
   "Tim Inafis Polres Lamongan masih melakukan penyelidikan. Penyebab pastinya kita tunggu hasil penyelidikan nanti," ungkap Anton. Peristiwa tragis yang menelan dua korban jiwa tersebut terjadi sekitar pukul 2.30 WIB. 
   Hal senada dengan Sholihah, berdasarkan keterangan saksi sekaligus korban, Yudiono kepada petugas, peristiwa kebakaran itu pertama diketahui saat ia sedang mandi untuk persiapan salat malam. Ketika itulah, ia melihat ada api disertai asap yang keluar dari atap belakang rumahnya. 
   "Saya kemudian keluar dari kamar mandi dan berusaha memadamkan api dengan menyiramkan air ke atap," kata Yudiono kepada petugas. Namun upaya Yudiono tidak membuahkan hasil, bahkan kobaran api semakin membesar dan menjalar ke bagian rumah lainnya. Bahkan akhirnya rumah Yudiono ambruk akibat besarnya kobaran api. 
   Melihat api yang semakin membesar dan berpotensi mengancam keselamatan keluarganya, Yudiono kemudian berinisiatif membangunkan anaknya, Alfin Ali Saputra (13), agar keluar rumah untuk menyelematkan diri. 
   Ketika Yudiono lari keluar rumah bersama Alfin, ia juga melihat rumah milik Hanis yang bersebelahan dengan rumahnya ikut terbakar. Yudiono bergegas membangunkan Hanis dan anaknya, Naja Oktavia (11). Namun upaya Yudiono tidak mendapat respon sama sekali dari Hanis dan Naja. Keduanya diperkirakan tertidur lelap. 
   Yudiono tak kuasa lagi untuk bisa masuk rumah korban Hanis, karena api begitu cepat membesar. Api baru bisa dijinakkan setelah warga berupaya memadamkan api menggunakan alat seadanya. Begitu api berhasil dipadamkan, warga mulai mencari keberadaan Hanis dan anaknya Naja, namun ibu dan anak tersebut ditemukan sudah meninggal dunia karena terbakar.
   Sementara petugas pemadam kebakaran yang datang ke lokasi melakukan pembasahan puing-puing rumah, agar api tidak kembali muncul. * Ind





















Lamongan - suaraharianpagi.com
   BURGER atau Hamburger menjadi makanan favorit semua kalangan. Termasuk anak-anak karena rasanya yang lezat dan mengenyangkan. Selain itu, cara membuatnya terbilang mudah. Karena itu, RA Perwanida III Galang Sukoanyar Turi Lamongan, rabu (28/9) mengadakan fun cooking sebagai bentuk kegiatan rutin sekolah dengan metode learning by doing yaitu belajar secara langsung mempraktekkan cara membuat burger. 
   Para peserta didik bisa melihat bahkan membuat langsung makanan yang berasal dari luar negeri itu. Irisan roti, sayuran seperti bawang bombai, selada dan daging. Tak lupa dilengkapi mayones atau saus sambal. Bagi yang tak suka pedas bisa menggunakan saus tomat. Setelah itu, hasil karya setiap peserta didik bisa dibawa pulang atau langsung disantap di tempat tersebut. 
   Sementara itu, Kepala RA Perwanida III Lailatul Muniroh, S.Pd menjelaskan fun cooking bertujuan untuk memberikan pengalaman kepada anak tentang cara pembuatan burger, nama dan komposisi bahan serta cara menyusunnya. Dari sini anak akan belajar banyak hal yaitu mengenal bentuk, tekstur, rasa, warna, memahami intruksi, komunikasi dan sosialisasi dengan lingkungan sekitar. Kegiatan ini dipandu oleh mbak Vita staf dari restoran cepat saji KFC Plasa Lamongan dan di dampingi oleh guru kelas," tutur Muniroh. 
   Lanjut Lailatul Muniroh menjelaskan kegiatan kali ini diikuti oleh semua peserta didik RA Perwanida III yang kurang lebih 50 siswa. Karena masih dalam suasana pandemi, maka kegiatan cooking class ini tetap dilaksanakan sesuai dengan protokoler kesehatan. Selama mengikuti kegiatan anak-anak, Guru dan juga wali siswa tetap menggunakan masker dan menjaga jarak. 
   Perlu di ketahui bahwa kegiatan pagi ini selain cooking Class juga Cooloring Competiton, karena Ada banyak pembelajaran di RA Perwanida III yang diajarkan sambil bermain. Seperti bernyanyi, menghafal doa, mengenal huruf dan angka, dan belajar mewarnai gambar. 
   Diantara berbagai pembelajaran tersebut yang paling popular dan banyak disenangi anak-anak adalah mewarnai gambar. Bagi seorang anak, belajar mewarnai gambar adalah kegiatan yang sangat menantang dan mengasyikkan. Menurut Nur Jamila, salah satu dewan Guru mengatakan bahwa, manfaat yang didapatkan sangat banyak dari aktivitas mewarnai gambar itu. Seperti meningkatkan kemampuan berimajinasi dan kreativitas. 
   Belajar mewarnai gambar juga melatih anak untuk bersikap sabar, tekun dan teliti. Tujuan kegiatan mewarnai gambar agar anak dapat bebas untuk berekspresi dalam menuangkan ide dan gagasannya. Aktivitas ini juga membuat anak menjadi lebih senang dan ceria sekaligus melatih anak mengenal berbagai macam warna. Termasuk belajar memegang pensil warna dan mewarnai gambar secara tepat dan rapi. Semua itu untuk mendukung perkembangan anak dengan baik dalam segi kreativitas dan imajinasi yang kuat, untuk mengatasi anak hiperaktif, kata Nur Jamila, S.Pd. 
   Lebih lanjut Nur Jamila mengatakan bahwa, dalam kegiatan cooking class ini ada lima aspek Perkembangan yang tampak pada anak - anak ini, antara lain perkembangan bahasa, perkembangan kognitif, perkembangan motorik halus, perkembangan seni. Kelima aspek muncul dalam pelaksanaan kegiatan cooking class. Sedangkan untuk pembelajaran Cooloring ada enam manfaat untuk tumbuh kembang anak adalah Mengembangkan keterampilan motorik halus, Mengembangkan analisis visual Anak-anak, Membantu membangun konsentrasi Anak , Meningkatkan koordinasi mata dan tangan, Meningkatkan kepercayaan diri dan Berlatih memecahkan masalah secara kreatif, pungkasnya. * Ind

Jombang - suaraharianpagi.com
   Doa bersama mensyukuri perjalanan empat tahun kepemimpinan Bupati Jombang Mundjidah Wahab dan Wakil Bupati Sumrambah menjalankan amanah berlangsung sederhana. Tasyakuran pada Sabtu (24/9) malam, Bupati didampingi Wabup melaporkan capaian kinerja selama empat tahun memimpin Jombang sekaligus mengapresiasi semua pihak yang turut berkontribusi membangun Jombang.
   Acara yang dikemas dengan tumpengan, doa bersama di halaman parkir Pemkab dihadiri undangan terbatas. Ada dari unsur alim ulama, KH. Ahmad Muwafiq, yang memberikan ceramah di akhir acara. KH. Ahmad Masduki Abdurahman Al Hafidz memimpin Istighosah. Wakil Bupati Jombang, Sumrambah; Forkopimda Kabupaten Jombang; Ketua dan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Jombang; Asisten, Staf Ahli Bupati beserta Kepala OPD lingkup Pemerintah Kabupaten Jombang; Kepala Kemenag Kabupaten Jombang, Pimpinan Perusda, Pimpinan Perbankan, para Danramil, Kapolsek, Kades, Kepala Kelurahan, Babinsa, Bhabinkamtibnas Se Kabupaten Jombang; Ketua MUI, Pimpinan Cabang NU, Ketua PD Muhammadiyah, Ketua DPD LDII, Pimpinan Pondok Pesantren, Ketua PD Aisyiyah; Ketua PC Muslimat, Fatayat dan GP Ansor; Ketua DPC, DPD Partai Kabupaten Jombang, Organisasi Wanita dan organisasi masyarakat.
   Mengawali sambutannya, Bupati menyampaikan rasa syukur karena bisa menjalankan amanah empat tahun kepemimpinannya. Alhamdulillah kami bisa melaksanakan amanah empat tahun kepemimpinan dan tinggal satu tahun persisnya 24 September 2023 kami telah selesai melaksanakan amanah bersama Bapak Wakil Bupati," tuturnya.
   Bupati Mundjidah Wahab menyampaikan, selama empat tahun menjalankan kepemimpinan, pelayanan terbaik terus ditingkatkan. Alhamdulillah produksi pangan kita surplus baik di bidang pertanian, peternakan dan perikanan. Untuk infrastruktur juga kita lanjutkan 70 persen jalan kita dalam kondisi baik, dan rusak berat sebanyak 2 persen selebihnya rusak ringan dan sedang" terangnya.
   Selain itu, upaya pengendalian banjir juga dilakukan. Misalnya, memperbaiki tanggul rusak, perbaikan embung dan reboisasi. Untuk itu pada kesempatan ini saya ingin mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada bapak ibu semua, unsur OPD, organisasi sosial kemasyarakatan dan seluruh masyarakat Jombang atas partisipasi dan kerjasamanya dalam mendukung pembangunan Jombang yang Berkarakter dan Berdaya Saing. Hal ini juga tak lepas dari dukungan DPRD Jombang," jelasnya.
   Beberapa program unggulan, seperti program Jombang berkadang Rp 200 juta setiap desa, hingga pemberian bansos untuk guru PAUD/TK dan operasi pasar di 21 kecamatan yang dianggarkan Rp 6,1 miliar merupakan salah satu strategi pendorong pembangunan ekonomi di masyarakat.
   “Saya berharap program ini dapat membantu masyarakat untuk kuat menghadapi tantangan ekonomi. Kita kedepan juga terus bekerja untuk pemenuhan janji-janji politik termasuk penyempurnaan gedung kesenian, penyediaan 80.000 tenaga kerja dan fasilitasi Mall pelayanan publik," papar Bupati Mundjidah Wahab didampingi Wakil Bupati Sumrambah.
   Pihaknya optimistis dapat menuntaskan janji politik hingga setahun kedepan. Tentunya dengan dukungan dan sinergi semua pihak. ”Kami akan bekerja keras dalam rentang waktu 1 tahun ke depan. Meskipun banyak tantangan tapi kita terus berharap dan mengharap pada Allah akan menguatkan kita semuanya untuk bisa memberikan yang terbaik bagi masyarakat Jombang," pungkasnya.
   Seluruh kinerja pasangan Bupati Jombang Hj Mundjidah Wahab bersama Wakil Bupati Sumrambah malam itu juga divisualisasikan lewat Video yang disaksikan seluruh undangan yang hadir dilokasi, juga masyarakat luas yang menyaksikan siaran langsung kegiatan tersebut via YouTube Channel Jombangkab TV juga mendengarkan radio Suara Jombang di 104.1 FM. *ryan

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget