suaraharianpagi

Latest Post

Mojokerto – suaraharianpagi.com
   Sebanyak 204 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) jabatan fungsional guru tahap II Pemerintah Kabupaten Mojokerto menerima petikan Surat Keputusan (SK) Pengangkatan Formasi Tahun 2021. Petikan SK Pengangkatan tersebut diserahkan oleh Bupati Mojokerto dr. Hj. Ikfina Fahmawati, M.Si di halaman Pemerintah Kabupaten Mojokerto, Rabu (25/5).
 Dalam sambutannya, Bupati Ikfina menjelaskan,” sesuai dengan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN) dijelaskan bahwa unsur ASN terdiri dari dua jenis pegawai, yaitu Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K). "Pegawai Pemerintah dengan perjanjian kerja sebagai salah satu unsur ASN, dihadapkan pada tantangan untuk mampu beradaptasi secara cepat dengan perkembangan kemajuan teknologi dan era transformasi digital. ASN dituntut untuk terus belajar dan mengembangkan kompetensi sehingga mampu menjadi ASN yang profesional dan berintegritas dengan semangat pengabdian yang tinggi.
   Pengangkatan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja pada jabatan fungsional guru, merupakan program prioritas pemerintah untuk memenuhi kebutuhan tenaga pendidik dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan di daerahnya masing-masing. Keberadaan guru bagi suatu bangsa sangat penting untuk menyiapkan generasi penerus bangsa, di tengah-tengah perubahan zaman dengan perkembangan teknologi yang semakin canggih dan pergeseran nilai yang menuntut penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi," tegas Ikfina.
   Selain itu, ikfina menjelaskan bahwa guru memiliki satu kesatuan peran dan fungsi yang tak terpisahkan antara kemampuan mendidik, membimbing, mengajar, dan melatih. Guru harus mampu menjadi inovator dan memiliki semangat belajar yang tinggi untuk menambah pengetahuan dan keterampilannya, sehingga mampu menghasilkan inovasi yang bermanfaat dalam rangka meningkatkan mutu pembelajaran di sekolah.
   Tenaga P3K juga harus mampu mencapai kinerja terbaik sesuai target kinerja yang ditetapkan, serta menjalankan tugas dengan penuh disiplin dan tanggungjawab. ASN harus mendukung terwujudnya birokrasi yang bersih dan melayani. ASN juga memiliki kewajiban menerapkan nilai dasar atau Core Value ASN 'BERAKHLAK', yang merupakan akronim dari Berorientasi pelayanan, akuntabel, kompeten, Harmonis, loyal, adaptif, dan kolaboratif," ujarnya.
   Bupati Mojokerto mengajak kepada seluruh ASN Kabupaten Mojoketo untuk bekerja dengan penuh semangat dan terus melakukan inovasi untuk bersama-sama membangun Kabupaten Mojokerto, sehingga dapat mewujudkan Kabupaten Mojokerto yang maju, adil, dan makmur.
   Di akhir sambutannya, Ikfina menegaskan terkait penyerahan petikan SK pengangkatan P3K ini, tidak ada bentuk gratifikasi apapun. Beliau berpesan kepada para penerima SK pengangkatan P3K, jika ada oknum yang meminta sejumlah uang sampai proses di tanda tanganinya SK agar tidak melayaninya, karena Pemerintah Kabupaten Mojokerto telah berkomitmen menegakkan integritas. *ds/adv

Ambon – suaraharianpagi.com
   Lion Air (kode penerbangan JT) member of Lion Air Group dalam waktu dekat (cooming soon) akan membuka kota tujuan baru Langgur, pusat pemerintahan Kabupaten Maluku Tenggara yang dijadwalkan terhubung langsung dengan Ambon, ibukota Provinsi Maluku.
   Penerbangan perdana mendatang, Lion Air mengudara dari Bandar Udara Internasional Pattimura Ambon (AMQ) tujuan Bandar Udara Karel Sadsuitubun Langgur (LUV) pergi pulang (PP) untuk melayani penumpang berjadwal dalam negeri (regular flight).
   Layanan terbaru Lion Air berikutnya ini akan mendukung dalam mempermudah aksesibilitas atau pergerakan orang (masyarakat, wisatawan dan pebisnis) serta barang (logistik) sehingga jarak lebih pendek, waktu tempuh semakin cepat dan aman untuk jaringan:
1. Intra-Maluku
   Penerbangan saling terhubung antardaerah dari setingkat kabupaten ke ibukota provinsi mencakup Ambon, Langgur (Kabupaten Maluku Tenggara); Dobo, kecamatan dan ibukota Kabupaten Kepulauan Aru melalui Bandar Udara Rar Gwamar (DOB); Saumlaki, ibukota Kabupaten Kepualauan Tanimbar, Maluku Barat Daya melalui Bandar Udara Mathilda Batlayeri (SXK) dan Namlea, kecamatan dan ibukota Kabupaten Buru melalui Bandar Udara Namlea (NAM).
2. Terkoneksi ke berbagai kota tujuan lain
   Melalui Bandar Udara Internasional Pattimura, Lion Air mempermudah dengan menghubungkan (connecting flight) dari dan menuju kota tujuan, antara lain: Ternate, Maluku Utara; Manado, Sulawesi Utara; Sorong, Manokwari, Timika di Papua Barat; Jayapura, Merauke di Papua; Makassar, Tana Toraja, Selayar, Palopo di Sulawesi Selatan; Kendari, Wakatobi di Sulawesi Tenggara; Palu, Luwuk, Morowali, Poso di Sulawesi Tengah, Gorontalo; Jakarta, Surabaya, Bandung, Yogyakarta, Semarang, Solo; Bali, Lombok; Labuan Bajo, Maumere, Kupang, Waingapu di Nusa Tenggara Timur; Balikpapan, Berau di Kalimantan Timur; Banjarmasin, Kotabaru di Kalimantan Selatan serta destinasi lain.
   Rute baru nantinya dapat menyokong percepatan dan pemulihan ekonomi di Kabupaten Maluku Tenggara dan Provinsi Maluku. Wilayah Langgur, Kota Tual ke wilayah Kecamatan Kei Kecil merupakan pusat pertumbuhan ekonomi baru.
   Rute baru diharapkan salah satu bentuk kontribusi dalam pengembangan Maluku Tenggara dalam menciptakan dan meningkatkan kesempatan berusaha dengan bekerjasama pihak-pihak lain guna meningkatkan pertumbuhan ekonomi dengan pemanfaatan sektor-sektor basis antara lain pariwisata, perdagangan, pendidikan, UMKM, pengembangan komoditas unggulan kelapa, peningkatan ekonomi regional berbasis perikanan yaitu produksi perikanan tangkap, budidaya rumput laut dan lainnya.
   Lion Air mengucapkan terima kasih kepada pemerintah pusat, pengelola Bandar Udara Internasional Pattimura Ambon – Angkasa Pura I, pengelola Bandar Udara Karel Sadsuitubun – UPBU, pengatur lalu lintas udara – AirNav Indonesia, pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan terbaik, mempermudah dan memperlancar penerbangan bagi masyarakat, pebisnis dan wisatawan yang tetap mengedepankan faktor keselamatan, keamanan dan protokol kesehatan ketat.
   Lion Air dalam terbang perdana ke Langgur, sudah menyediakan jenis pesawat Boeing 737-800NG yang memberikan kenyamanan penumpang saat terbang karena dikenal pesawat generasi terbaru yang langsung dikirim dari pabrikan pesawat.
  Mendukung operasional, Lion Air mempersiapkan kelengkapan dokumen perizinan, senantiasa memenuhi standar keselamatan dan keamanan, memperkuat perencanaan jaringan (route evaluation) serta peralatan pendukung penanganan pesawat saat di darat. *

Jombang - suaraharianpagi.com
   Tetaplah pakai masker selama berada di lingkungan rumah sakit baik di area tertutup, seperti di ruang poli klinik, ruang perawatan, ruang rapat maupun di ruang terbuka, seperti di ruang tunggu poli, ruang tunggu obat, karena area tersebut merupakan area padat orang, tempat orang sakit berkunjung dan banyak populasi rentan”.
   Demikian pesan yang disampaikan Dokter Tri Putri Yuniarti (59 tahun), Spesialis Patologi Klinik RSUD Jombang, saat berbicang dalam Humas RSUD Jombang menyapa, Jum'at.
   Dialog yang dipandu Giannita Prayoga itu mengambil tema “Peranan Masyarakat dalam Pencegahan Pengendalian Infeksi Penyakit Menular”.
   Topik bahasan ini menyikapi pernyataan Presiden Joko Widodo terkait dengan Pemerintah memberikan kelonggaran dalam pemakaian masker. Masyarakat diperbolehkan tidak menggunakan masker saat berkegiatan di luar ruangan atau tempat terbuka yang tidak padat orang.
   Disampaikan oleh Presiden, masker agar tetap dipakai pada kondisi: berkegiatan di ruang tertutup, saat berada ditranportasi publik, bagi populasi rentan (seperti lansia, memiliki penyakit komorbid, ibu hamil, anak yang belum divaksin), juga bagi mereka yang bergejala (seperti batuk, pilek, demam).
   Presiden juga menyampaikan pelaku perjalanan dalam negeri atau luar negeri yang sudah di vaksin lengkap, tidak perlu pemeriksaan PCR atau antigen.
   Menyikapi perihal tersebut, dokter spesialis patologi klinik RSUD Jombang dari Komite PPI (Pencegahan dan Pengendalian Infeksi) di Rumah Sakit, Tri Putri Yuniarti menyampaikan himbauan, agar pernyataan Presiden dimaksud tidak serta merta harus bebas tidak memakai masker, akan tetapi masyarakat bisa menyesesuaikan apabila personal berada di lingkup rumah sakit.
   Menurut alumnus Fakultas Kedokteran Univeritas Airlangga (Unair) Surabaya tahun 1988 ini, di rumah sakit merupakan area publik yang rentan terhadap penularan segala macam penyakit, mengingat orang datang ke rumah sakit mayoritas dalam kondisi sakit.
   Untuk itu, bagi keluarga pengantar, tenaga medis dan orang yang berkepentingan di rumah sakit wajib tetap menggunakan masker. Karena siapapun bisa tertular dan menularkan penyakit.
   “Infeksi atau penularan penyakit bisa terjadi pada siapapun,” tandasnya. Kendati pandemi Covid-19 belakangan ini cenderung melandai. Hasil PCR klinis laboratorium RSUD Jombang beberapa waktu ini kondisi penyebaran Covid-19 di lingkup Kabupaten Jombang menurun hingga 95%.
   “Hasil ini memberi indikasi tingkat penyebaran atau penularan virus covid sudah tidak membahayakan bagi masyarakat. Meski demikian, kita tetap harus waspada, tetap menggunakan masker dalam aktifitas sehari-hari,” tuturnya.
   Alumnus FK Unair yang pernah bertugas di Papua selama 4 tahun ini juga menyampaikan cara menggunakan masker yang benar, cara melakukan bersin yang benar dan etika batuk yang santun.
   Tujuan pemakaian masker untuk mencegah penularan virus dan melindungi diri dari orang lain. Menurutnya, masker harus menutup mulut, hidung dan dagu. Pastikan bagian masker yang berwarna berada di sebelah depan.
   “Tekan bagian atas masker supaya mengikuti bentuk hidung Anda, dan tarik kebelakang di bagian bawah dagu. Lepaskan masker yang telah digunakan dengan hanya memegang tali dan langsung buang ke tempat sampah tertutup,” pesan dokter yang sudah bertugas di RSUD sejak 2001.
   "Biar bersih, ganti masker Anda secara rutin apabila kotor atau basah. Cuci tangan pakai sabun setelah membuang masker yang telah digunakan ketempat sampah," imbuh dokter yang memiliki dua putra ini.
   Masker KN95 dan N95 untuk tindakan aerosol tidak dilapisi masker medis dan sekali pakai. Tidak direkomendasikan menggunakan masker yang ada valve (sirkulasi udara), tidak dibenarkan mengenakan masker hanya menempel di dagu, leher maupun di kepala.
   Pada kesempatan tersebut dokter spesialis patologi klinis ini juga menyampaikan cara cuci tangan yang benar. Mengingat tangan merupakan perantara penularan bakteri potogen dari pelayanan Kesehatan yang paling besar, dari pasien maupun dari petugas kesehatan setelah menjalankan aktifitas tindakan medis.
   Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir sangat penting jikalau tangan terlihat kotor atau setelah terpapar cairan tubuh. Menggosok tangan dengan handrub berbahan alkohol adalah metode rutin yang lebih disukai untuk kebersihan tangan jikalau tangan tidak terlihat kotor.
   Etika batuk. Batuk merupakan gejala suatu penyakit atau reaksi tubuh terhadap iritasi di tenggorokan karena adanya lendir, makanan, debu, asap dan sebagainya. Sedangkan bersin merupakan cara tubuh mengeluarkan udara semi otonom yang terjadi dengan keras melalui hidung dan mulut.
   Enam hal yang harus diperhatikan saat batuk dan bersin, untuk mencegah penyakit secara luas lewat udara bebas dan menghindari rasa tidak nyaman bagi orang lain. 1) Saat batuk atau bersin tutup mulut dan hidung dengan tisu, 2) jika tidak ada tisu gunakan lengan atau siku bagian dalam 3) buang tisu bekas batuk dan bersin langsung ketempat sampah 4) jangan lupa mencuci tangan dengan sabun setelah bersin 5) jikalau sabun dan air tidak tersedia, gunakan pembersih tangan yang mengandung alkohol atau hand sanitizer.
   Jadi upaya pencegahan dan pengendalian infeksi adalah bagaimana peran aktif kita, dalam aktifitas sehari-hari harus tetap memperhatikan atau mengikuti protokol kesehatan Covid-19, karena hingga kini WHO belum mencabut status pandemi Covid-19.
   Ada empat sebab infeksi, yakni oleh bakteri, virus, parasit dan jamur. Apabila terkena gejala gangguan kesehatan jangan segan datang ke Poliklinik di RSUD Jombang, setiap hari kerja siap melayani pemeriksaan,” tutup dr Tri Putri Yuniarti. *ryan

Lamongan-suaraharianpagi.com
   Proses belajar tidak harus didalam kelas, belajar dapat juga dilaksanakan di alam bebas, tatkala anak-anak yang jenuh di dalam kelas. Sebagai Guru RA dapat mengajak para murid Belajar berwisata alam untuk menumbuhkan minat belajar baru. Karena pada dasarnya esensi tujuan pendidikan pada anak usia dini diantaranya adalah membantu anak mengenali, memahami dan menyesuaikan diri secara kreatif dengan lingkungannya, serta lebih mengenal dan mengerti akan sejarah penyebaran Agama Islam dipulau Jawa. 
   Pengamatan secara langsung terhadap lingkungan alam sekitarnya, akan menyebabkan kecerdasan anak, terutama kecerdasan terhadap pengenalan lingkungan sekitarnya akan berkembang dan tumbuh. Mengacu pada pemahaman ini, KB/RA Perwanida III Galang Sukoanyar Turi Lamongan mengadakan kegiatan pengenalan alam di Wisata Gua Maharani Paciran Lamongan dan Kompleks Makan Sunan Bonang Tuban, Selasa (24/05). 
   Tujuan pembelajaran di alam bebas ini untuk melihat fenomena-fenomena alam, belajar melalui wisata alam ini akan berkesan dalam pikiran anak, dan mengembangkan pemikirannya, merangsang anak-anak untuk berbuat karena mereka membuktikan dan menyaksikan sendiri kejadian alam yang terjadi disekitar mereka. Dengan kegiatan belajar edukasi, kreatifitas, dan aktivitas pengenalan alam ini, para murid KB /RA Perwanida III ini berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya, sehingga pengetahuan anak terhadap lingkungan bertambah. 
   Selain itu, pengenalan alam sekitar juga meningkatkan perkembangan anak yang lain seperti perkembangan sosial, pribadi dan perkembangan moral anak. Sehingga dengan pengenalan alam sekitar diharapkan dapat mencapai tujuan pembelajaran yang diinginkan yaitu mengenalkan dan meningkatkan kepedulian anak terhadap lingkungan dan alam sekitarnya. Dengan pengenalan alam sekitar, salah satu contoh dengan berkarya wisata seperti yang dilakukan para murid KB/RA Perwanida III ini, anak-anak diharapkan berbaur dalam arti membangun kedekatan dengan temannya, sehingga anak akan menjadi satu kelompok.
   Sementara itu menurut, Lailatul Muniroh, S.Pd, selaku Kepala KB/RA Perwanida III mengatakan bahwa kegiatan ini memang berinisiatif memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar. Dengan maksud mendorong murid-murid PAUD ini, menghayati nilai-nilai atau aspek-aspek kehidupan yang ada dilingkungannya. Kesadaran akan pentingnya lingkungan dalam kehidupan sebaiknya mulai ditanamkan pada anak sejak dini, sehingga setelah mereka dewasa kesadaran tersebut tetap terpelihara. 
   Adapun kegiatan ini tidak hanya didampingi para pendidik, namun para orangtua juga turut hadir mendampingi putra dan putrinya. Hal ini lantaran, kaum orangtua pun perlu menyadari bahwa alam dan lingkungan sekitar merupakan salah satu media belajar yang dapat menstimulasi atau merangsang kecerdasan anak. “Alam merupakan sarana bermain anak yang mampu meningkatkan daya eksplorasi anak,” ungkap salah satu orangtua murid. * Ind

Mojokerto – suaraharianpagi.com
   Nuansa berbeda tampak di Kantor Bupati Mojokerto, Senin (23/5) pagi. Pasalnya, Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati menerima kunjungan 49 siswa dari Taman Kanak-kanak (TK) Negeri Pembina II Gedeg. Kunjungan ke Kantor Bupati Mojokerto ini dalam rangka untuk mengenalkan profesi Bupati Mojokerto kepada anak usia dini.
   Saat menyambut kedatangan siswa siswi TK Negeri Pembina II Gedeg, Bupati Mojokerto mengajak bernyanyi bersama di loby gedung Sekretariat Daerah Kabupaten Mojokerto. Usai bernyanyi bersama, Bupati Mojokerto yang juga sebagai Bunda Paud Kabupaten Mojokerto ini memperkenalkan diri kepada anak-anak.
   "Jadi, di sini anak-anak bertemu dengan Bunda Paud Kabupaten Mojokerto, Bunda Ikfina, dan ini Bunda Paud Kecamatan Gedeg, namanya Bunda Eva, yang terakhir Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Bunda Paud, namanya Bunda Devi," ucapnya.
   Usai berkenalan, orang nomor satu di lingkup Pemerintah Kabupaten Mojokerto ini mengajak siswa siswi TK untuk naik ke lantai dua menuju ruang kerja Bupati Mojokerto. Setelah sampai di ruang kerjanya, Bupati Ikfina menunjukkan peta Kabupaten Mojokerto serta mengenalkan perangkat TV pintar yang digunakan untuk menampilkan agendanya selama satu bulan kedepan.
   "Ini adalah kantor bunda, setiap hari kalau bunda tidak keluar kantor untuk bertemu masyarakat, bunda ada di sini. Nah ini ada TV, bukan buat menonton TV, tapi untuk melihat jadwal bunda, hari ini jadwal bunda bertemu dengan kalian semua," jelasnya sambil menunjuk TV pintar yang ada di ruang kerjanya.
   Di dalam ruang kerja Bupati Mojokerto, perwakilan siswa siswi TK Negeri Pembina II Gedeg menyerahkan cinderamata kepada Bupati Ikfina. Cinderamata berupa bucket bunga diserahkan Aila dan sebuah lukisan diserahkan oleh Meme kepada Bupati Mojokerto.
   Sontak Bupati Ikfina sangat senang menerima hadiah dari siswa siswa TK Negeri Pembina II Gedeg tersebut. "Terima kasih banyak anak-anak atas hadiahnya untuk bunda," tuturnya.
   Usai meninjau ruang kerja Bupati Mojokerto, Bunda Ikfina pun mengajak siswa siswi TK menuju ke Rumah Dinas Bupati Mojokerto, yakni Griya Wira Praja. Tampak keakraban Bupati Ikfina dengan siswa siswi TK saat berjalan bersama dari gedung Sekretariat Daerah Kabupaten Mojokerto menuju Griya Wira Praja.
   Sesampainya di Griya Wira Praja, perempuan pertama yang menjabat sebagai Bupati Mojokerto ini pun menunjukkan deretan foto-foto pemimpin Kabupaten Mojokerto terdahulu yang terpajang di tembok depan Griya Wira Praja.
   Di akhir kunjungan, Bupati Ikfina pun melangsungkan sesi foto bersama sebagai kenang-kenangan kegiatan kunjungan siswa TK Negeri Pembina II Gedeg dengan Bupati Ikfina. Setelah sesi foto bersama, Bupati Ikfina membagikan snack kepada seluruh siswa TK Negeri Pembina II Gedeg. *ds/komf

Jombang – suaraharianpagi.com
   Alumni SMA Muhammadiyah 2 Kertosono, angkatan 1983 mengadakan halal bihalal sekaligus reuni di Desa Bungkur, Kecamatan Patianrowo, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Minggu 22 Mei 2022. Ketua pelaksana Halal Bihalal dan reuni M. Soberi, mengatakan acara ini kembali diselenggarakan setelah 2 kali tidak terselenggara karena Pandemi Covid-19. Disamping itu acara ini diselenggarakan untuk mengabsen teman-teman seangkatan apa masih hidup, sehat, dan sejahtera.
   Acara ini dihadiri oleh kurang lebih 40 orang alumni dari berbagai perwakilan daerah dan profesi diantaranya Bekasi, Surabaya, Purwokerto, Kediri, Jombang dan Nganjuk. "Forum ini menjadi forum untuk saling memaafkan diantara para alumni untuk lebih mengakrabkan dalam persaudaraan serta kebersamaan," katanya. Salah satu alumni IPS 1, Paijo Notopawiro yang berprofesi sebagai Jurnalis senior, menuturkan dengan menyatukan kembali teman, saudara yang terpisah diharapkan bisa terjalin lagi silaturahmi menjadi lebih kuat, lebih erat dan lebih semangat. Disamping itu, silaturahmi menjadi momentum untuk evaluasi diri kita masing-masing.
   "Melalui tahapan siklus manusia, dari awal ketika masih anak-anak kita lemah, tumbuh dan berkembang menjadi muda, kita kuat dan sekarang sesudah melalui usia 60 tahun kita pada posisi yang kembali lemah. Untuk itu kita harus mampu menjaga jiwa dan raga kita untuk tetap kuat dengan banyak-banyak bersyukur dan sabar serta tetap menjaga kesehatan," ungkapnya.
   Kedepan forum silaturahmi perlu diagendakan baik jangka pendek dan jangka panjang dengan berbagai kegiatan. Tidak hanya menunggu momen Hari Raya Idul Fitri. Kita juga mengharapkan bagi teman-teman Angkatan 1983 yang merasa belum bergabung dengan forum Silaturahmi Angakat 1983 agar segera merapat dan mengikuti kegiatan-kegiatan yang selama ini sudah berjalan.
   Diforum silaturahmi 1983 tidak ada istilah pangkat dan jabatan, maupun harta kekayaan, yang ada kebersamaan dan persaudaraan, mengenang masa susah pada saat sekolah dulu dan mengevaluasi sisa hidup kita. *ryan

Lamongan - suaraharianpagi.com
   Puluhan warga Putatkumpul kecamatan Turi Kabupaten Lamongan, menuntut segera memasang patok pembatas tanah 1.500 bidang milik pemohon program PTSL (Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap ) yang sertifikatnya sudah rampung, Kamis,19/05. 
   Di depan Kantor BPN/ATR Jalan Soewoko Kelurahan Jetis, Lamongan, pengunjuk rasa berorasi bergantian menanyakan masalah proses PTSL. Kami meminta pimpinan BPN Lamongan turun dan segera memasang patok lahan warga yang telah bersertifikat yang sudah jadi namun belum juga patok. Padahal program 2019 sampai 2020 belum dipatok, ”ujar Suroso salah satu pengunjuk rasa. 
   Pemasangan patok sebagai tanda fisik hak pemilikan tanah. Saat ini pemasangan dan penjagaan tanda batas merupakan kewajiban dari warga masyarakat sendiri dan pengukuran tanda batas lahan menggunakan tanda batas sementara. Kami meminta BPN segera turun untuk memasang patok, agar warga bisa tenang,” Terangnya Suroso. 
   Namun yang menjadi polemik, warga diminta untuk melakukan pematokan batas wilayah sendiri dan saat ini yang terjadi warga pemilik lahan justru saling klaim sepihak. “Yang terjadi Selama ini justru masyarakat bersitegang satu sama lain karena itu saling klaim kepemilikan tanahnya,” pungkasnya. 
   Menindaklanjuti adanya aksi massa tersebut, Kepala Bagian Sub Tata Usaha BPN Lamongan Darmawang, akhirnya melakukan audensi bersama dengan beberapa perwakilan massa. 
   Darmawang menjelaskan bahwa,“ Masalah ini sebetulnya adalah kewenangan dan tanggung jawab pihak pemerintahan desa dan juga pokmas setempat. Pemasangan patok merupakan pembiayaan diluar BPN. Dan itu dari hasil kesepakatan bersama warga pemohon, tentang berapa besaran biaya yang ditentukan atas program PTSL tersebut. 
   Sementara disisi lain, sejumlah awak media sangat menyayangkan adanya penolakan keperluan liputan yang dilakukan oleh pihak BPN. Bahwa tindakan pelarangan liputan, dinilai telah mencederai undang-undang kebebasan pers. “Larangan meliput kegiatan aksi demo ini, kita anggap sangat mencederai undang-undang dan kebebasan pers. Kalau alasannya kita tidak boleh masuk karena kapasitas ruangan terbatas, tapi kenapa yang lainnya boleh masuk sedangkan kami tidak boleh. Diduga Terkesan ada sesuatu yang rahasia. *dra






















Jombang – suaraharianpagi.com
   Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Jombang, Bayu Pancoroadi, melalui Bidang Sumber Daya Air (SDA) Sultoni, ST, mengatakan bahwa pelaksanaan kegiatan normalisasi oleh tim Bidang Sumber Daya Air Dinas PUPR Kabupaten Jombang di sungai Afvour Mekikis, Di Desa Brangkal, Kecamatan Bandarkedungmulyo, dalam rangka mencegah dan mengantisipasi bencana banjir yang sering terjadi di wilayah tersebut.
 Ditambahkan, kegiatan normalisasi ini bertujuan untuk menormalkan kembali alur sungai Afvour Mekikis, yang mengalami pendangkalan karena sedimentasi sehingga hal ini menyebabkan kapasitas sungai menjadi berkurang, yang menyebabkan jika curah hujan tinggi terjadi di daerah hulu maka air sungai sering meluap dan menyebabkan banjir di desa Brangkal dan sekitarnya.
 "Dengan dilakukan kegiatan normalisasi diharapkan mampu mengembalikan kapasitas sungai ke kondisi semula agar banjir yang selama ini terjadi di sungai Afvour Mekikis dapat dicegah dan dikurangi," kata Sultoni, ST,. kepada suaraharianpagi.com beberapa hari yang lalu.    
   Masih kata Sultoni, " dengan kegiatan tersebut kami harapkan dapat membantu penyelesaian masalah banjir di desa Brangkal dan sekitarnya yang sering terjadi setiap tahunnya, disamping itu kondisi sungai memang sudah banyak mengalami sedimentasi sehingga kebutuhan normalisasi sungai ini memang sudah sangat mendesak, kami harapkan masyarakat desa Brangkal dan sekitarnya bisa mendukung penuh pelaksanaan kegiatan demi mencegah terjadinya banjir di kemudian hari," pungkas Sultoni, ST. *ryan.




MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget